Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 226 : Berhasil Menyuling Pil Dewa Abadi


__ADS_3

Esensi Jiwa mulai bergetar karena tekanan yang diberikan lebih kuat dari sebelumnya dengan aura membunuh yang menusuk. Rasa sakit yang mereka terima seperti tertusuk ratusan ribu Pedang Dewa yang sudah mendapatkan Roh Pertempuran, dan semuanya terasa sangat panas.


Sembilan Api Surgawi yang mengelilingi Esensi Jiwa mulai menyatu dengan aura penindasan yang bertambah kuat belasan kali lipat, beserta suhunya yang ikut meningkat.


Lautan awan yang berada di luar pulau mulai bergerak ke arahnya. Ini seperti mereka adalah air yang terhisap di lubang pembuangan air, dan setiap gerakan awan akan menimbulkan medan listrik yang berubah menjadi hujan petir.


Bang!


Sembilan Esensi Jiwa masih memberikan perlawanan yang signifikan, dan karena ledakannya barusan melukai organ dalamnya karena mereka menggunakan Kekuatan Jiwa yang menyerang Esensi Jiwa-nya. Tapi, dalam sekejap mata, organ dalamnya langsung disembuhkan, bahkan itu terlihat seperti tidak mendapatkan luka.


Segel Tiandi terus memberikan tekanan pada 9 Esensi Jiwa.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya; awan berkumpul di langit dengan warna sedikit keemasan, dan saat awan itu terbelah, terlihat sebuah lonceng perunggu yang sangat besar.


Esensi Jiwa bergetar saat melihat Lonceng yang datang. "Ba- Bagaimana? Bu- Bukankah Lonceng Langit sudah digunakan untuk menyegel Sungai Sanzu?"


"Jika tidak ada Lonceng Langit, maka gunakan Lonceng Buddha." Lin Chen mengayunkan tangannya; Lonceng Buddha di langit jatuh dengan kecepatan tinggi.


Tekanan yang diberikan Lonceng Buddha sangat kuat sampai membuat tanah di sekitarnya tenggelam lebih dalam, dan itu pun saat Lonceng Buddha belum turun menyentuh tanah. Ketika jaraknya hanya tersisa beberapa meter dari Esensi Jiwa, Lonceng Buddha berhenti bergerak dan fokus untuk menekannya.


Tidak ada lagi perlawanan dari Esensi Jiwa Lord Realm, sehingga memudahkan Lin Chen dalam memurnikannya.


Api Surgawi 9 Warna terus membesar membakar Esensi Jiwa. Samar-samar terlihat asap hitam yang keluar dari Esensi Jiwa karena hal yang tidak murni mulai dibuang secara perlahan. Ketika asap hitam itu keluar, asap hitam langsung menghilang dari dunia dan tekanan mengerikan yang disebabkan oleh kabut hitam mulai melemah.


Tidak pernah terpikirkan olehnya akan menyuling Pil Dewa Abadi sampai melakukan tindakan seperti ini hanya untuk menekan Esensi Jiwa. Saat menyuling Pil Dewa, memang ada tekanan, tapi tidak sampai separah ini yang mana harus menggunakan Lonceng Buddha, Rantai Dewa, Chakram Dewa dan Segel Tiandi.


Ketika menyuling Pil Dewa pun hanya menggunakan Api Surgawi dengan satu warna, dan sekarang menggunakan sembilan api yang bisa bersatu.


Butuh waktu tiga hari untuk memurnikan semua Esensi Jiwa, dan kemudian Lin Chen mengeluarkan herbal maupun rempah-rempah yang sudah direndam di dalam Air Abadi dan Spiritual. Ia merendamnya di dalam Dunia Jiwa miliknya yang sudah diatur menjadi satu hari di dunia luar, sama dengan seribu tahun di dalam hanya untuk mendapatkan bahan berkualitas.


Untuk mengambil esensi dari herbal dan rempah-rempah, tidak perlu terlalu banyak memakan waktu. Saat bahan dibakar, sudah langsung mendapatkan esensinya.


Lonceng Buddha, Rantai Dewa dan Chakram Dewa mulai menjauh setelah Esensi Jiwa telah dimurnikan dan tidak ada lagi perlawanan.


Lin Chen menggerakkan tangannya, membuat semua bahan yang telah dimurnikan mulai berkumpul di satu titik dan memadat. Ketika mereka berkumpul, Energi Abadi di sekitar juga datang bersama untuk membantu proses membentuk sebuah pil.


Berbagai macam cairan berbeda warna sudah bersatu dan terus membesar, tapi di satu sisi mereka juga ditekan agar terus memadat dan mengecil. Tidak seperti Pil Dewa yang terus biarkan membesar sampai sebesar bintang, yang kemudian baru mengecil setelah semuanya selesai.


Petir kembali menyambar tanpa peringatan dan membuat dampak yang sangat menghancurkan. Tanah-tanah meledak dan berubah menjadi debu; angin bertiup kencang dan mengikis daratan, bahkan yang awalnya adalah kawah, kini menjadi daratan datar tanpa ada tebing-tebing di sekitarnya.

__ADS_1


"Datang!" Lin Chen membuka kedua tangannya selebar mungkin.


Tiba-tiba ledakan lain kembali terdengar dengan gelombang Air Surgawi 9 Warna yang melesat membasuh pil yang masih dalam proses memadat; Energi Keberuntungan jatuh dari langit bagaikan air terjun yang terus memandikan Pil Dewa Abadi.


Lin Chen tidak tahu berapa banyak Energi Abadi yang dibutuhkan untuk mencapai tahap 100, tapi ia merasa Pil Dewa Abadi dapat membantunya mencapai tahap itu, atau paling tidak mendekatinya.


Kilatan petir mulai bermunculan di sekitar Pil Dewa Abadi karena terlalu banyak diberi Energi Keberuntungan. Petir itu menyambar ke segala arah, dan saat hampir mengenai Lin Chen, petir itu langsung berubah arah seperti memiliki kesadaran dan takut dengannya.


...***...


Sudah sepuluh hari semenjak Lin Chen menyuling Pil Dewa Abadi dan sampai saat ini masih dalam proses pemadatan, yang kemudian pemurnian. Dalam waktu sepuluh hari terakhir, lautan awan merah karena darah, telah berhasil dibersihkan tanpa sedikit pun yang tersisa, dan karena itulah Alam Semesta kembali seperti sedia kala.


Tidak ada lagi yang namanya langit berdarah yang mampu memengaruhi 324 Semesta.


Lin Chen membuka kedua tangannya, kemudian kembali mengatupkannya. Dentuman keras terdengar dengan getaran kuat yang memengaruhi udara; Pil Dewa Abadi juga terkena dampaknya dan lebih cepat dalam pembentukannya.


Bang!


Dentuman lain kembali terdengar ketika tiba-tiba Pil Dewa Abadi mendapatkan bentuknya dengan ukuran sekepalan tangan dan berwarna cokelat seperti lumpur; tidak ada aura yang dikeluarkannya, ini persis seperti bola lumpur yang menjijikkan.


Bang!


Pil Dewa Abadi, itu berwarna putih terang dengan Naga Emas kecil yang mengelilinginya seperti sedang menjaga harta berharga.


Lin Chen bernapas dengan terengah-engah dan keringat membasahi tubuhnya. "Ternyata, menyuling Pil Dewa Abadi lebih sulit daripada Pil Dewa. Kelihatannya memang terlihat menyakitkan karena tidak ada darah, tapi ... ini memakan terlalu banyak Kekuatan Jiwa."


Lin Chen menyimpan Pil Dewa Abadi ke dalam System Storage. Kemudian tubuhnya meledak menjadi serpihan cahaya putih yang terbang ke Wilayah Tiantang untuk menyatu dengan tubuh utama. Terkadang, tubuhnya akan meledak dan menghilang, ada pula masa-masa harus bersatu dengan tubuh utama.


...***...


Wilayah Tiantang


Lin Chen berdiri di langit Wilayah Tiantang—bersiap-siap untuk memperbanyak Energi Abadi. Ia meletakkan kedua tangannya di punggung dan matanya tertutup saat menikmati embusan angin sejuk.


Hingga tiba-tiba ada serpihan cahaya putih yang memasuki tubuhnya, membuatnya sedikit bergetar karena kejutan. Kekuatannya mengalami sedikit peningkatan, sepertinya setelah menyuling Pil Dewa Abadi, kloning yang menyuling pil mendapatkan pencerahan, tapi tidak dengan tubuh utama.


Lin Chen membuka matanya seraya merentangkan kedua tangannya; angin berembus kencang dengan lembut; awan putih datang di langit untuk menghalau sinar matahari yang panas dan menyilaukan mata.


"Gunakan satu septiliun Point System untuk ditukarkan menjadi Point Pengalaman, dan tukarkan lagi menjadi Energi Abadi. Gunakan untuk memperbaiki aura di Wilayah Tiantang."

__ADS_1


[Ding! Menukarkan 1 Septiliun Point System menjadi 10 Miliar Tahun Energi Abadi!]


[Ding! Energi Abadi akan dilepaskan dari tubuh Host ke Wilayah Tiantang!]


Lin Chen tersenyum tipis saat mendengar suara Xue Ying yang terdengar datar seperti robot.


Bang!


Aura kuat meledak dari dalam tubuhnya dan terlihat asap emas yang mulai menyatu dengan atmosfer sekitar. Kualitas Energi Abadi di Wilayah Tiantang meningkat pesat, bahkan tanaman-tanaman yang awalnya layu ataupun tumbuh lambat, sekarang sudah tumbuh dengan kecepatan tiga kali lipat.


Hampir semua penghuni Wilayah Tiantang menghentikan kegiatan mereka saat merasakan adanya perubahan pada aura spiritual. Tapi itu belum seberapa, karena Lin Chen kembali menukarkan 100 Septiliun Point System dengan Energi Abadi.


"Nyamannya, aku merasa sangat kaya karena memiliki Point System tak terbatas."


Lin Chen mengubah posisinya dan duduk bersila dengan mata terpejam agar lebih nyaman saat menambahkan Energi Abadi di Wilayah Tiantang. Ia sangat fokus saat memberikan energi, dan setidaknya menghabiskan tiga hari penuh untuk selesai.


Energi Abadi 1.010 Miliar Tahun. Artinya, Energi Abadi di Wilayah Tiantang akan tetap ada sampai waktu yang telah disebutkan. Tapi, Energi Abadi bisa habis lebih cepat jika ada 20 Lin Chen yang menyerap semuanya menggunakan Teknik Budidaya Penghisap Bintang dalam waktu beberapa bulan saja.


Jika ada orang yang sangat kuat dan mampu menyerap semua Energi Abadi, orang itu akan meningkatkan kekuatannya lebih tinggi. Misalnya, Chang'e menghabiskan belasan miliar tahun untuk menembus Lord Realm dengan kecepatan kultivasi normal, jika ia bisa menyerap belasan miliar tahun Energi Abadi dalam waktu satu hari, bukankah ia akan menerobos Lord Realm jika diulang dari Skin Realm?


Setelah mengembalikan dan menambahkan Energi Abadi di Wilayah Tiantang, Lin Chen membuka matanya lagi dan kekuatannya kembali bertambah. Sepertinya, Surga membantunya untuk menerobos dan sekarang sudah tahap 83. Hanya tersisa 17 tahap untuk sampai pada kekuatan awalnya, dan tersisa 67 tahap agar setara dengan Tiga Dewata Murni.


"Salam, Yang Mulia Kaisar Giok." Ketua Prajurit Surgawi telah datang dan menangkupkan kedua tangan. "Bagaimana keadaan Anda?" Ia khawatir dengan kondisi Kaisar Giok setelah menambahkan Energi Abadi di Wilayah Tiantang.


Lin Chen tersenyum tipis saat berdiri dan merapikan pakaiannya. "Tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja, dan klon yang aku kirim dua minggu lalu, sudah menghabisi seluruh anggota Aliansi Penjarah Surga. Tapi ..."


Lin Chen terdiam sejenak, memikirkan kemungkinan akan ada peristiwa besar lain. "Kita tetap harus berhati-hati dan memperketat penjagaan. Jika perlu, tambahkan pasukan untuk menjaga setiap Gerbang Langit. Kemudian, pastikan ada yang selalu berkeliling di langit Wilayah Tiantang, aku akan memberikan Profound Ark agar lebih mudah dalam patroli."


Ketua Prajurit Surgawi menganggukkan kepalanya dan kembali menangkupkan kedua tangan. "Baik, Yang Mulia Kaisar Giok. Hamba akan meminta pasukan untuk melaksanakan tugas yang diberikan." Ia kemudian pergi meninggalkan Lin Chen setelah berpamitan dan diberi izin.


Lin Chen melihat sekitarnya dengan memutar tubuhnya; sudah banyak pepohonan yang tumbuh tinggi dan menambahkan kesan rindang nan sejuk, tidak seperti sebelumnya yang bisa dibilang begitu panas.


Kemudian, ia pergi ke Istana Tiantang untuk bersantai dan menyerap Pil Dewa Abadi secara sedikit demi sedikit.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2