
Lin Chen sudah tiba di Gerbang Langit Selatan; banyak Lord Realm yang terbang di luar sana dengan aura penindasan keluar dari mereka; angin bertiup kencang dan karena banyak Lord Realm, menimbulkan badai petir sampai retakan-retakan ruang.
"Apakah Hukum Surga tidak mampu menahannya?" Lin Chen tidak menduga aura gabungan mereka mampu merusak ruang. Walaupun, tidak aneh jika itu terjadi di Semesta, bahkan sampai memusnahkannya.
"Apakah kau Kaisar Giok? Tidak terlihat kuat! Kau terlihat seperti anak kecil!" Suaranya seperti pria paruh baya, mengenakan jubah hitam untuk menutupi penampilannya.
Whooooosh!
Penjaga Surgawi terlihat sangat marah karena ada yang menghina Kaisar Giok, mereka melesat bagaikan cahaya ke arah pria paruh baya yang memberi hinaan. Kekuatan mereka hanyalah God Realm tahap Menengah, sangat tidak mungkin dapat mengalahkan Lord Realm, meski baru menerobos sekalipun.
Pria berjubah hitam itu mendengus dingin mengungkapkan penghinaan terhadap belasan Penjaga Surgawi yang mencoba menyerangnya dari jarak dekat. "Bodoh!" Ia mengibaskan tangannya.
Tiba-tiba, angin hitam bertiup deras dengan aura penindasan yang luar biasa. Angin itu seperti kekuatan yang tidak bisa ditolak; saat Penjaga Surgawi terkena angin hitam, zirah emasnya berganti warna menjadi hitam dan tubuh mereka mengalami perubahan dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang.
"Aarrgghh!" Tubuh mereka mulai hancur dimulai dari bagian tangan yang menjadi abu, kemudian terus naik sampai ke bagian badannya.
Lin Chen mengarahkan tangannya ke atas, mencoba menggapai belasan Penjaga Surgawi. Kemudian ia menarik tangannya, membawa mereka semua untuk kembali. Ia juga sempat menghilangkan angin hitam yang korosif dan nampaknya beracun.
Pria berjubah hitam itu sedikit terkejut dengan kemampuan Lin Chen yang menetralisir racun dari serangannya, tapi ia merasa itu belum cukup. "Menarik, tapi kalian tetap tidak mempertahankan Wilayah Tiantang. Wilayah Tiantang harus berhenti menjadi pusat Alam Tiantang! Mulai hari ini dan seterusnya, Aliansi Penjarah Surga yang akan mewakili Alam Tianlang dan mengaturnya!"
Lin Chen melepaskan auranya yang lebih kuat dari pria berjubah hitam; auranya yang menekan Aliansi Penjarah Surga namun mendukung Hukum Surga untuk mempertahankan Alam Tiantang.
Pria berjubah hitam itu tertawa terbahak-bahak yang diikuti oleh yang lain. Mereka tidak memiliki rasa takut—karena yakin akan memenangkannya—terlebih yang datang belum semuanya!
"Percuma! Bahkan jika kau adalah Kaisar Giok dan memiliki Lonceng Langit! Kau tidak akan bisa mengalahkan kami! Bagaimanapun, Lonceng Langit sudah kau gunakan untuk menyegel Sungai Sanzu, dan kau tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan serangan lain." Pria berjubah sangat percaya diri.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Lonceng Langit membutuhkan banyak energi, bahkan ada yang menduga akan menghabiskan setengah kekuatan untuk mengeluarkannya. Apalagi jika digunakan untuk menyegel sesuatu, terlebih lagi yang disegel adalah Sungai Sanzu.
Lin Chen mengabaikannya dan menghitung berapa banyak yang datang: 238 Lord Realm, 2.430 God Realm, 4.379 Heavenly Immortal, 8.450 Earth Realm dan 15.373 Spirit Realm.
Lin Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan dan berkata dengan pelan, "Bukankah kau membawa terlalu sedikit pasukan? Kami memiliki lebih banyak God Realm dan Heavenly Realm."
Ia memang berbicara dengan pelan, namun suaranya menggema dengan aura penindasan yang kuat.
Makhluk berjubah lain datang dan suaranya lebih feminim, "Apakah Kaisar Giok selalu mengatakan omong kosong seperti ini?" Ia mengangkat kedua tangannya dan mengatupkannya.
Bang!
Aura kuat meledak dari dalam tubuhnya dengan kabut abu-abu yang menyebar ke segala arah. Tiba-tiba, Aliansi Penjarah Surga yang sebelumnya memang sudah liar, sekarang bertambah liar dan terlihat sangat sulit untuk diatur.
Salah seorang Penjara Surgawi sangat marah dan bertindak impulsif; menerjang kabut abu-abu karena ingin menyerang.
Tiba-tiba, Penjaga Surgawi yang menerjang itu berteriak keras dengan aura yang meledak dari tubuhnya. Kekuatannya meningkat pesat dari tahap Awal ke tahap Akhir dari God Realm. Matanya memerah dengan zirah emasnya berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aura mengerikan.
Raja Naga Emas sedang dalam bentuk manusia, berdiri di samping kanan Lin Chen. Ia menghela napas berat dengan ekspresi rumit, kemudian berkata dengan cemas, "Sepertinya, pertarungan ini cukup sulit. Kabut abu-abu ini bisa mengubah kita menjadi gila."
Raja Naga Emas mengangkat tangannya, mengarah pada Penjaga Surgawi dan mengepalkan tangannya. Penjaga Surgawi itu meledak menjadi kabut darah, meninggalkan Esensi Jiwa-nya. Esensi Jiwa yang ditinggalkan tidak lagi berwarna emas, sudah mulai digerogoti oleh warna abu-abu.
Lin Chen mengibaskan tangannya, menyimpan Esensi Jiwa untuk disembuhkan nanti. "Tanpa harus aku bilang, kalian sudah tahu apa yang harus dilakukan."
Tujuh Putri yang tercipta di Taman Surgawi menganggukkan kepala. Mereka mulai mundur dan terbang di langit, duduk bersila di atas awan dan mengeluarkan Guqin.
Zheng! _.Guqin mulai dipetik dengan lembut, mengeluarkan nada yang cukup berdentang untuk menghempaskan kabut abu-abu.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama, Lin Chen melesat memimpin semua Dewa dan Dewi, Prajurit Surgawi, Naga Emas dan Penjaga Surgawi.
"Haaaa!" Juling Sheng mengangkat kapaknya sebesar gunung, kemudian mengayunkannya secara vertikal.
Swoosh!
Kapak itu mengeluarkan tekanan angin seperti bulan sabit yang tajam, membelah kabut abu-abu. Bulan sabit itu terus jatuh mengarah pada Lord Realm Feng, pria berjubah dengan serangan angin hitam.
Karena perbedaan kekuatan mereka yang terlampau jauh, Lord Feng tidak terlihat tegang saat menghadapi serangan Juling Shen yang hanya God Realm tahap Akhir.
Lord Feng mengangkat tangan kanannya, kemudian ada dentuman keras dengan gelombang udara yang menyebar ke segala arah ketika ia berhasil menahan serangan Juling Shen.
"Gruoahhhh!" Raja Naga Emas memimpin Naga Emas untuk membunuh God Realm.
Hou Yi dan Chang'e bekerja sama: Hou Yi membawa busur panah berwarna merah; Chang'e menggunakan Guqin.
"Roh Matahari!" Hou Yi melepaskan anak panah yang setiap jarak yang ditempuh, anak panah akan terbalas dan membesar sampai membentuk Matahari.
"Roh Bulan!" Chang'e memetik Guqin yang mengubah langit menjadi gelap dan ada Bulan di sana.
Jika dilihat dari jauh, ruang terbelah dua. Yin dan Yang!
"Hindari kabutnya! Atau kau akan menjadi bonekanya!"
"Dengarkan panggilanku! Kau adalah kekuatan yang tidak diketahui, aku memanggilmu!" Lord Wanju mengatupkan kedua tangannya, kemudian membukanya. "Kabut Kehancuran!"
Bang!
Kabut meledak dan menyebar lebih luas lagi dengan aura penindasan yang lebih kuat.
Hong membuka gulungan kertas dan menggambarnya di sana. Ia menggambar alam lengkap dengan gunung, sungai, pepohonan, dan lain sebagainya.
Ketika sudah selesai, Hong mengarahkan gambarnya pada Kabut Kehancuran dan berteriak, "Lukisan Pemandangan Gunung dan Sungai!"
Lukisan itu memancarkan cahaya putih keemasan dengan aura suci yang sangat kuat. Tiba-tiba, gambarnya terlihat hidup dan ada pusaran angin yang menghisap Kabut Kehancuran.
Kabut Kehancuran tidak bisa menahan Lukisan Pemandangan Gunung dan Sungai, sehingga terhisap seluruhnya ke dalam gulungan kertas. Kemudian Hong menggulungnya lagi dengan cepat dan melemparkannya ke Matahari.
Duarr!
Lukisan itu meledak bahkan sebelum mengenai Matahari, itu karena kekuatan Hong terlalu lemah untuk mempertahankan lukisan agar tetap mengunci Kabut Kehancuran. Saat Lukisan Pemandangan Gunung dan Sungai digulung tadi, kertasnya sudah mulai rusak seperti dimakan rayap.
Hou Yi kembali menembakkan anak panah dengan bantuan Chang'e yang memainkan Guqin. Anak panah itu melesat lebih cepat, mengarah di antara Matahari dan Bulan.
"Matahari dan Bulan, menghilang dalam kegelapan malam!" Hou Yi dan Chang'e melepaskan kekuatan masing-masing untuk mengaktifkan serangan gabungan mereka.
Matahari dan Bulan bercahaya terang dengan warnanya masing-masing, kemudian Diagram Yin Yang terlihat lebih jelas lagi; aura kuat meledak darinya, kemudian berputar sesuai arah jarum jam. Ketika sudah satu putaran penuh, Diagram Yin Yang berubah menjadi pusaran hitam yang menelan sekitarnya.
"Menjauh dari sana!" Lord Feng berteriak saat melihat Heavenly Realm dari Aliansi Penjarah Surga terlambat untuk pergi menjauh. Akhirnya, mereka semua terhisap oleh lubang hitam dan menghilang tanpa meninggalkan jejak.
"Bunuh dia!" Lord Wanju berteriak kesal saat memerintahkan God Realm tahap Akhir dari Klan Domba Suci Tiga Mata untuk membunuh Yan Xue.
"Permaisuri Surga! Menjauh!"
__ADS_1
Lin Chen menyerang belasan Lord Realm yang menghalanginya untuk pergi ke Lord Feng dan Wanju. Ia tidak memerhatikan Yan Xue yang sedang diincar, karena ia percaya bahwa Yan Xue bisa mengatasinya sendiri.
Yan Xue tetap tenang melihat 13 God Realm tahap Awal yang mengepungnya. Dengan gerakan lembut, ia mengambil Hairpin Mawar Putih yang menancap di rambutnya. "Dao Cahaya, Pemurnian. Pemusnahan Kegelapan!"
Hairpin Mawar Putih jatuh menancap awan dibawanya, yang kemudian menumbuhkan tanaman rambat berduri dan mulai tumbuh dalam sekejap yang mengunci pergerakan God Realm di sekitar. Kekuatan Dao Cahaya dipindahkan ke Hairpin Mawar Putih, mengeluarkan cahaya putih kuat menerangi God Realm.
Terlihat, 13 God Realm mulai menghilang seperti terkena sambaran petir yang membakar tubuh sampai ke tulang-tulangnya, bahkan abunya pun tidak bersisa.
Lin Chen tersenyum tipis melihat Yan Xue yang sudah terbiasa dalam pertempuran seperti ini.
"Bisa-bisanya kau mengalihkan pandangan dalam pertarungan!" Ada yang mengunci leher Lin Chen dari belakang dengan kedua tangan. "Mati!"
Lin Chen nampak biasa-biasa saja meski ada racun ungu korosif yang mengenai lehernya. Ia menyerang menggunakan siku kanannya, memukul perut Lord Realm di belakangnya.
"Gah!" Lord Du tersedak karena pukulan Lin Chen dan rasanya sangat menyakitkan; kuncian tangannya melonggar saat sakitnya menghancurkan organ dalamnya.
Lin Chen memanfaatkan kesempatan yang ada. Ia mengangkat kedua tangannya untuk mencengkeram kepala Lord Du di belakangnya, kemudian ia membungkukkan badannya seraya melemparkan Lord Du.
Bang! Whooooosh!
Lord Du melesat tajam seperti anak panah saat dilempar Lin Chen, dan karena lemparannya sangat kuat, bahkan sampai menimbulkan ledakan udara yang memekakkan telinga.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya, menciptakan sebuah tombak es yang dikelilingi oleh petir emas. Ketika ia hendak melemparkan tombaknya, tiba-tiba ada yang menahan tangannya dengan cambuk kuning yang memiliki efek menyerap kekuatan.
"Apa kau kira aku akan membiarkannya?" Wanita berambut hitam yang mengenakan pakaian ungu terbuka, memperlihatkan pusar dan belahan dada sedang memegang cambuk.
Lin Chen mengangkat kaki kirinya, kemudian menghentakkan kakinya kuat-kuat sampai menimbulkan gelombang udara dan suara yang kuat. Kemudian ia melemparkan tombaknya yang sudah mendapatkan kekuatannya lagi.
Whooooosh!
Tombak itu melesat sangat kuat, membelah barisan Aliansi Penjarah Surga dan melemparkan Lord Zhe yang menangkap tangannya.
"Yang Mulia Kaisar Giok telah marah! Semuanya! Kerahkan seluruh kekuatan!" Ketua Prajurit Surgawi mengangkat Tombak Emas dan tubuhnya membesar dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata telanjang.
Booom! Duarr!
Lord Du terkena tombak yang dilempar Lin Chen tepat di bagian dadanya dan menghancurkan Esensi Jiwa-nya, kemudian meledak sangat kuat dengan api panas. Bahkan samar-samar ada retakan di udara karena terlalu kuatnya ledakan.
Lin Chen masih dikelilingi oleh ratusan Lord Realm, meski masing-masing Lord Realm dari Wilayah Tiantang sudah mengambil satu sebagai lawannya.
Lord Feng menggertakkan giginya seraya mengepalkan kedua tangannya sampai mengeluarkan darah. "Kaisar Giok!"
Lin Chen tetap tenang tanpa ada rasa takut, bahkan karena serangan singkat yang membunuh Lord Du, 140 Lord Realm lain kehilangan momentum serangan mereka dan formasi mereka kacau.
"Ada apa, Angin Hitam? Ah! Haruskah aku memanggilmu kentut busuk?"
Lord Feng merasa terhina dengan cara Lin Chen memanggilnya. Walaupun angin hitamnya mengeluarkan aroma yang sedikit menyengat, tidak sepantasnya mendapatkan julukan menjijikkan seperti itu.
Lin Chen menyentuh dadanya, kemudian mengibaskan tangannya ke bawah; Pedang Dewa sudah berada di tangannya dan terlihat bergetar, seperti bersemangat untuk bertarung bersama dengannya. "Hari ini, aku akan membunuh kalian semua, dan memastikan tidak ada lagi Aliansi Penjarah Surga."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...