
Long Xia Yun tertegun sejenak sebelum berkata dengan nada rendah dan terjatuh dalam posisi duduk. "Ba- Bagaimana ..."
"Yao Gege~" Long Xia Yun benar-benar sangat sedih dan air matanya kembali mengalir deras, karena emosinya ini juga sampai melupakan fakta tentang Hati Embun Es yang sudah diambil dari Pelelangan Baozang Tower.
Lin Chen duduk di batu es seraya memandangi drama cinta di depan matanya. Ia memiringkan kepalanya dengan pipi bertopang pada tangan kanan, yang sikunya bertumpu pada paha kanan. "Bibi, bukankah kita sudah mendapatkan Hati Embun Es ..."
Long Xia Yun membuka matanya lebar dan dengan panik mengeluarkan Hati Embun Es dari Cincin Ruang. "I- Ini ..." Ia mengangkat kedua tangannya yang membawa Hati Embun Es.
Ho Liiu Yaoshan terduduk dengan kaki terlipat. Ia memegangi dinding es tebal dan menatap sedih Long Xia Yun. Ia juga sangat kecewa pada dirinya sendiri, karena harus mengandalkan wanita yang sangat ia cintai untuk membantunya. Meski awalnya ia berkelana untuk membantu Long Xia Yun.
"Terimakasih ..." Ho Liiu Yaoshan mencengkeram erat dadanya. "Setelah aku berhasil selamat, maukah kau menikah denganku?"
Mata Long Xia Yun terbuka lebar dengan mulut yang juga terbuka, kemudian air mata kebahagiaan mulai mengalir dengan senyum cerah terukir di wajahnya. "Iya~"
Lin Chen mengerutkan keningnya dan memperlihatkan reaksi aneh. Ia tidak tahan lagi melihat drama cinta di depannya, tapi ini sangat menarik, dan diam-diam ia sudah meletakkan Kristal Perekam di beberapa sudut.
Ho Liiu Yaoshan mengambil posisi duduk bersila tepat di depan Long Xia Yun yang terhalang dinding tebal. Begitu pun dengan Long Xia Yun yang juga duduk bersila dan menyiapkan Hati Embun Es di pangkuannya yang nantinya akan diserap Ho Liiu Yaoshan.
"Hah..." Napas dingin keluar dari dalam mulut Ho Liiu Yaoshan, mempersiapkan diri sebelum menghilangkan dinding es dengan cepat.
Dinding es yang memisahkan dua orang memadu kasih itu akhirnya mulai mencair dan benar-benar menghilang, membuat perubahan besar pada Pohon Surgawi Es di belakang Ho Liiu Yaoshan.
"Ugh!" Ho Liiu Yaoshan memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya, dan ada perubahan pada wajahnya yang pucat seperti orang mati.
Huangdi tahap Awal ... Yuzhao tahap Akhir ... Yuzhao tahap Menengah ... Yuzhao tahap Awal.
Basis kultivasinya terus turun karena masa hidupnya semakin berkurang dengan drastis, hanya dalam waktu singkat saja sudah kehilangan sekitar tiga ratusan ribu tahun.
Long Xia Yun mengalirkan energi spiritualnya membantu menjaga keadaan Ho Liiu Yaoshan yang tidak stabil, serta membatu aliran energi murni Hati Embun Es.
Energi murni Hati Embun Es mulai bergabung dan memasuki tubuh Ho Liiu Yaoshan, membuat tubuhnya kembali beku, serta memulihkan keadaan tubuhnya kembali dengan Pohon Surgawi Es jauh di belakang.
Kulit Ho Liiu Yaoshan tidak lagi putih pucat seperti mayat, kulitnya kembali cerah, namun masa hidupnya masih belum stabil dan terus berkurang, meski tidak terlalu cepat.
__ADS_1
Lin Chen yang melihat itu sedikit iri, karena saat ia menyerap Hati Kematian, yang bentuknya seperti jantung itu langsung terbang ke arahnya dan memaksanya masuk ke dalam dada, tidak seperti Hati Embun Es yang terlihat masuk dengan pelan.
"Arrgghh!" Ho Liiu Yaoshan mengeluarkan suara yang terdengar menyakitkan.
"Oh?" Lin Chen menaikkan sebelah alisnya. "Ternyata aku salah, Paman Ho juga merasakan rasa sakit."
Hati Embun Es mulai memasuki dada Ho Liu Yaoshan dengan paksa, ada perubahan pada permukaan kulitnya, terdapat garis-garis halus berwarna biru keputihan seperti pembuluh darah.
Bang!
Dari dalam tubuh Ho Liiu Laoshan ada ledakan energi spiritual, yang menimbulkan dentuman dengan angin yang menyebar ke segala arah, menghantam dinding-dinding jurang dan mematikan api di mana sedang digunakan Xue Ying untuk membakar kelinci.
Perubahan terlihat jelas pada tubuh Ho Liiu Yaoshan, di mulai dari rambut dan pakaiannya berwarna biru muda seperti langit, dengan matanya biru menyala seperti bola lampu.
Lin Chen yang melihat proses ini kembali teringat dengan kejadian di Gua Moshen. Ia menemukan Mutiara Giok Merah yang belum diserapnya sampai saat ini, itu adalah Mutiara Giok Merah kedua yang ia temukan. "Sepertinya, setelah tubuh utama selesai tidur dan memberi makan Point System, aku akan menyerapnya."
Ho Liiu Yaoshan kembali terang dengan aliran energi di dalam tubuhnya mulai membaik, masa hidupnya tidak lagi berkurang, tapi juga tidak bertambah. Namun dengan beberapa sumber daya, masa hidupnya akan kembali cepat atau lambat.
Napas berat dan seraknya mulai halus dan lancar, seperti tidak ada halangan lagi pada bagian jalur pernapasannya. Rambut putih kusamnya kembali berkilauan seperti sebelum dinding es dihilangkan. Basis kultivasinya juga kembali meningkat, meski tidak sampai pada tingkat kekuatan aslinya sebelum jatuh.
Sepertinya Hati Embun Es tidak bisa membuat Ho Liiu Yaoshan mencapai Huangdi tahap Akhir, tapi itu semua sudah lebih dari cukup, asalkan nyawanya tidak lagi dalam bahaya.
Ho Liiu Yaoshan membuka matanya perlahan, membuat es yang membekukan dirinya mencair, bersamaan dengan Pohon Surgawi Es yang berada jauh di belakangnya mulai mengecil dan bergabung dengan tubuhnya melalui punggung.
Ketika itu juga, Ho Liiu Yaoshan membuka kedua tangannya dan memeluk erat Long Xia Yun. "Yun'er..."
Long Xia Yun membenamkan wajahnya pada dada Ho Liiu Yan dan membalas pelukan erat itu. Air mata kembali mengalir, setelah penantian lama mereka untuk bertemu kembali akhirnya terbayarkan. Selama ini, mereka berdua selalu memikirkan satu sama lain, namun karena masalah internal Istana Naga, terpaksa Long Xia Yun harus meninggalkan Galaxy Zhongyang, begitu juga dengan pria yang dicintainya.
Lin Chen mengangguk kecil dan tersenyum ringan, kemudian menyimpan Kristal Perekam yang sebelumnya telah ia letakkan di beberapa sudut. Ia ingin memperlihatkan rekaman ini pada Ayah dan Ibunya, untuk ditonton bersama-sama.
Tidak lama kemudian, keduanya melepaskan pelukan dan berjalan menghampiri Lin Chen.
Ho Liiu Yaoshan mengarahkan jari telunjuknya yang di depannya ada gumpalan energi spiritual berwarna biru muda. Energi itu memasuki dada Lin Chen secara cepat, membuat Lin Chen tidak tahu apa yang masuk.
__ADS_1
Tapi, yang Lin Chen rasakan bukanlah perasaan tidak nyaman. Ia merasakan perasaan dingin, tapi anehnya tidak membuat tubuhnya sakit, melainkan membuat aliran energi di dalam tubuhnya semakin menguat. Ia juga merasa jika mampu untuk membekukan setengah dari Bintang Dongjie.
Lin Chen mengubah posisinya dan duduk bersila untuk menyerap lebih banyak keuntungan dari energi spiritual yang diberikan oleh Ho Liiu Yaoshan. Ia juga tidak merasa ada bahaya, karena tidak ada peringatan dari System yang biasanya akan muncul di depan matanya, seperti saat datang ke Bintang Sheng.
Ho Liiu Yaoshan tersenyum hangat saat melihat Lin Chen yang langsung mengambil posisi meditasi. Lalu ia kembali melangkah bersama Long Xia Yun ke arah Xue Ying yang diam dengan kepala tertunduk.
"Apakah ini Yi'er kecil?" Ho Liiu Yaoshan sedikit berjongkok. Kemudian memegangi pinggang Xue Ying dan mengangkatnya setinggi mungkin dengan kedua tangan.
Xue Ying yang sudah diangkat masih saja diam dengan kepala tertunduk.
Long Xia Yun yang melihat itu hanya diam dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ia tahu saat ini Xue Ying sedang marah, dan sebentar lagi akan ada kejadian yang tidak terduga.
Buk!
"Sialan! Paman selalu saja sama seperti dulu!" Xue Ying menendang wajah Ho Liiu Yaoshan dengan telapak kaki kanannya, kemudian menginjaknya sekeras mungkin sebagai pijakan untuknya melompat, dan mendarat di lantai es dengan kedua kaki.
Ho Liiu Yaoshan tergeletak dengan posisi terlentang saat wajahnya di injak Xue Ying, kemudian ia tertawa bahagia. "Yi'er masih sama saja. Apakah Paman merusak waktu makan Yi'er lagi seperti dulu?"
Xue Ying melipat kedua lengannya di depan dada. "Huh!" Ia mendengkus marah.
Ho Liiu Yaoshan berdiri menggunakan kekuatan jiwanya, yang mana membuat tubuhnya terangkat perlahan. "Meski Yi'er sudah tumbuh menjadi gadis cantik, tapi sikapnya selalu sama. Jika Yi'er selalu seperti ini, Yi'er kecil akan sulit untuk mencari pasangan— Ugh!"
Xue Ying sangat marah dan melepaskan pukulannya tepat di bagian bawah dagu Ho Liiu Yaoshan, membuat lidahnya tergigit. "Huh! Jika Paman selalu seperti ini, Yi'er akan membenci Paman!" Ia kembali melipat kedua lengannya dan memalingkan wajahnya.
Ho Liiu Yaoshan berlutut dengan kedua lututnya menyentuh lantai es, serta tangan kiri yang juga menyentuh. "Tidak ..." Ia mengulurkan tangan kanannya ke depan. "Jangan membenci Paman..."
Long Xia Yun yang melihat itu hanya bisa diam dan menggelengkan kepala seraya memegangi dahinya. Inilah akibatnya jika menganggu waktu makan Xue Ying, bahkan ia juga pernah terkena pukulan di bagian perutnya.
"Kita akan kembali setelah Chen'er selesai." Long Xia Yun berjalan menghampiri Lin Chen.
Keduanya menganggukkan kepala secara bersamaan.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...