Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 059 : Alam Selestial


__ADS_3

Semua klon yang ia sebarkan di Alam Bawah, ia biarkan begitu saja untuk bersembunyi di masing-masing tempat yang bisa digunakan sebagai tempat persembunyian. Alam Bawah memang bisa dibilang sudah hancur, tapi masih memiliki aura untuk mengkultivasikan Teknik Iblis.


Lin Chen memikirkan tindakan apa yang harus ia lakukan saat ini. Ia ingin cepat-cepat memahami Esensi Dao Dewa, agar bisa menguasai kemampuan dasar, tapi juga tidak dasar karena persyaratan yang cukup rumit.


Jika Kultivator Sejati lain hanya perlu memahami satu Esensi Dao, maka Lin Chen harus memahami dua, barulah ia bisa melepaskan semua 'Lin Chen' ke berbagai tempat, sehingga ia tidak mudah dibunuh.


"Organisasi apa sebenarnya? Bahkan Diyu Maozang juga tidak mengetahuinya. Sepertinya aku harus kembali ke Alam Semesta dan melepaskan semua klon di sana." Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat langit, menembus Ruang Dimensi.


Diperkirakan jumlah bintang di Alam Semesta mencapai 300.000.000.000.000.000.000.000 atau 300 Sekstiliun, jumlah yang sangat banyak dan jika mengecek satu per satu, entah berapa banyak waktu yang akan terbuang.


Lin Chen menghembuskan napas panjang dan menikmati minuman di depannya. "Aku akan pergi ke Alam Selestial terlebih dahulu, setelah memahami Esensi dari Dao Dewa. Barulah aku benar-benar bisa mengetahui semua hal yang ada di Alam Semesta, dan sangat mudah bagiku untuk mencari hal aneh di Alam Semesta ..."


"Jika benar-benar ada organisasi yang lebih kuat dari Istana Naga bahkan Alam Selestial, maka harus cepat-cepat dihilangkan dari Semesta Yongheng!"


Lin Chen berdiri dari kursi tempatnya duduk, meninggalkan Kediaman Jinguang Long dengan Yan Xue yang masih berlatih di dalam sana. Ia berencana untuk meninggalkan Alam Bawah saat ini juga, mengecek keadaan di sana sebentar, sebelum akhirnya meninggalkan Alam Semesta untuk pergi ke Alam Selestial.


Ketika Lin Chen terbang meninggalkan Kediaman Jinguang Long, ada suara keras yang memanggilnya.


"Chen'er!"


Lin Chen menoleh ke sumber suara, dan terlihat Ibu dengan Bibinya yang masih bersama-sama di perbukitan hijau. Tanpa berlama-lama, ia melesat menghampiri keduanya dan mendarat tepat di depan. "Ada apa, Ibu?"


"Tidak ada ..." Luo Yi tertawa kecil seraya menutupi bibirnya dengan tangan kanan. Kemudian berdiri dari kursi tempatnya duduk, dan berjalan menghampiri Lin Chen. "Apakah semuanya sudah selesai?"


Lin Chen hanya mengangguk kecil, memang sudah selesai, tapi untuk di Alam Bawah, bukan di Alam lain. Lalu ia mengambil tempat duduk, dan mulai menjelaskan tentang organisasi kuat yang dikatakan oleh Diyu Maozang sebelumnya, yang memungkinkan akan mengancam Alam Semesta di kemudian hari.


Jika organisasi itu lebih kuat dari Alam Selestial, maka akan banyak memiliki kekuatan yang menembus Ranah Ziranzhi. Tidak satu atau dua, mungkin belasan atau bahkan ratusan. Jika memang benar-benar demikian, Alam Semesta dalam bahaya.


Long Xia Yun menundukkan kepalanya, masalah ini bukan lagi hanya untuk para pembudidaya atau praktisi, tapi manusia biasa juga terlibat. "Sepertinya ..." Ia mendongak dan berdiri dari kursi. "Bibi akan kembali berlatih agar cepat-cepat mencapai Tongzhi tahap Akhir dan Kultivator Sejati."

__ADS_1


Long Xia Yun meninggalkan daerah perbukitan dan kota, pergi menjauh ke arah tenggara yang mana di sana adalah Wilayah Bumi.


Luo Yi juga kembali berdiri dan memegangi wajah Lin Chen. "Ibu juga akan berlatih." Ia mengecup lembut kening Lin Chen, dan melesat bagaikan kilatan cahaya menuju arah utara.


Lin Chen juga berdiri dari sana dan menghilang dalam sekejap, meninggalkan Ruang Dimensi. Ketika ia muncul, ia tiba di tempat di mana Istana Kematian hancur dan rata dengan tanah, yang kemudian berubah menjadi danau darah.


Lin Chen menutup matanya perlahan, mengecek semua hal yang ada di Alam Bawah melalui ribuan klon yang ia sebarkan. Tidak lama setelahnya, ia membuka matanya kembali. "Sudah tidak ada manusia, monster dan iblis yang hidup, semua bangunan juga telah hancur, termasuk monster di dalam danau darah."


Ia menengadahkan kepalanya melihat langit, kemudian mengibaskan tangannya. Dari kibasan tangan Lin Chen menciptakan terbukanya ruang, bukan hanya satu ruang, melainkan dua. Ruang itu berlapis-lapis, dengan gelapnya malam dan lautan awan yang di atasnya terdapat bangunan.


Tanpa berlama-lama ataupun ragu, Lin Chen melesat naik ke atas memasuki celah ruang. Ia memasuki ruang dan berpindah dari Alam Bawah ke Alam Semesta, yang dalam sekejap juga melepaskan ribuan klon. Kemudian, ia terus melesat hingga memasuki celah ruang lain yang tidak jauh dari tempatnya datang.


***


Alam Selestial


Karena kesombongan mereka itu, kebanyakan orang di sini tidak terlalu terbiasa dengan pelatihan atau kultivasi. Karena, kembali lagi ke awal, mereka merasa sudah menjadi yang terhebat dan menganggap makhluk dari Dua Alam lain tidak akan mampu mengalahkan mereka.


Terlebih lagi Alam Selestial tidak memiliki makhluk kotor atau tidak murni seperti monster dan hewan buas.


Alam Selestial sendiri tidak terlalu besar, mungkin hanya seluas Galaxy Yinhexi, yang mana memiliki 100 Miliar bintang.


Salah satu daratan kecil di permukaan awan, yang luasnya hanya sebesar empat kali lapangan sepak bola. Memiliki gunung yang tidak terlalu besar dan terdapat rumput hijau sejauh mata memandang.


Suasana di sana sangat tenang tanpa adanya makhluk hidup. Hingga ada fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat di bagian atas gunung, terlihat celah ruang berwarna hitam gelap. Dari dalam celah, ada pemuda yang dimuntahkan dari sana dan melesat cepat mengarah pada daratan.


Wush! Boom!


Pemuda yang tidak lain adalah Lin Chen itu menghantam daratan, yang kemudian meledakkannya menjadi potongan batu kecil, dengan gelombang angin kuat yang menerbangkan lautan awan.

__ADS_1


Ketika lautan awan di sekitar pulau menghilang, terlihat ada wilayah yang sangat gelap di bawah awan, seperti angkasa luar. Lautan awan itu hanya menghilang dalam beberapa detik, sebelum akhirnya muncul kembali dan bahkan semakin tebal.


Lin Chen yang jatuh seperti meteor itu berdiri di permukaan awan seraya memegangi kepalanya. "Siapa yang menyangka aku akan mendarat dengan cara seperti ini ..."


"Ngomong-ngomong ..." Lin Chen menoleh ke sekitar mengamati apa yang ada di sekitarnya. "Aura di sini sangat berlimpah, mungkin aku bisa menembus Ranah Huangdi tahap Akhir, kemudian menembus Tongzhi."


Lin Chen berbalik dan melesat sangat cepat, meninggalkan tempat awal ia datang. Dengan kedatangannya yang sangat gaduh sampai meledakkan daratan, tentunya akan menimbulkan tanda yang mungkin saja akan diketahui oleh Kaisar Surgawi, Penguasa Alam Selestial.


Untuk sekarang, Lin Chen merasa belum mampu untuk mengalahkan mereka. Tidak seperti di Alam Bawah karena statusnya yang merupakan Iblis Sejati mampu menekan makhluk di sana.


Benar saja, setelah belasan menit berlalu semenjak Lin Chen meninggalkan tempat, datang pasukan yang mengenakan jirah putih dan emas.


Pasukan itu dipimpin oleh pemuda berambut pirang yang mengenakan pakaian dengan warna yang sama, ada sepasang sayap di belakang punggungnya. Ada juga cincin kuning keemasan di atas kepala dan belakang punggung.


"Ada penyusup yang memasuki Alam Selestial," ucap pemuda itu. Ia menoleh ke belakang melihat bawahannya. "Salah satu dari kalian kembali ke Istana Surgawi dan laporkan ini pada Yang Mulia Kaisar."


Salah seorang wanita yang memakai jirah putih dan tombak itu mengangguk kecil, kemudian melesat ke arah yang berlawanan.


"Untuk yang lain, bagi menjadi beberapa tim dan cari penyusup ini." Pemuda itu kembali memberi perintah, dan melesat lurus ke depan di mana Lin Chen pergi tadi.


Pemuda itu terlihat sangat marah karena ada yang berani memasuki Alam Selestial, tanpa adanya persetujuan darinya yang merupakan penjaga Alam Selestial. Ia bertekad akan membunuh siapa pun penyusup itu tanpa ampun.


Tapi, seberapa besar mereka berusaha untuk mencari Lin Chen, mereka tidak akan bisa mendapatkannya. Karena saat ini Lin Chen kembali lagi ke dalam Ruang Dimensi.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2