Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 258 : Meledakkan Menara Esensi Jiwa


__ADS_3

Ketiganya sudah berhasil menghalau pasukan yang dikirim dan kembali ke Bintang Qiang untuk bertemu dengan orangtua. Tepatnya Yan Xue yang jarang kembali karena keadaan yang tidak memungkinkan, kemampuan yang tidak terbiasa untuk membelah Kesadaran Spiritual.


Berbeda dengan Lin Chen dan Xue Ying yang sudah terbiasa dari saat masih di Spirit Realm tahap Awal, mereka sudah bisa bertindak sebagai ratusan orang yang berbeda di saat yang sama menggunakan klon.


Pada saat ini, Lin Chen sedang berada di gubuk kecil, membantu Luo Yi yang sedang memanen sayur di halaman.


Lin Chen berjongkok saat memetik tomat merah sebesar kepalan tangan dan bertanya, "Ibu, di mana Ayah?"


Luo Yi yang berada di baris ladang lain, mendongak melihat Lin Chen melalui pohon-pohon kecil. "Ayahmu masih bersama Ayah dan Kakek. Ibu ingin sekali dia pulang dan membantu."


Lin Chen bisa merasakan perubahan aura Luo Yi yang membuatnya gemetar. "Apakah Ibu ingin Chen'er memanggil Ayah?"


Luo Yi merenung sejenak, kemudian menggelengkan kepalanya seraya berkata dengan kesal, "Tidak perlu, biarkan dia pergi dan tidak perlu lagi kembali!"


Tepat pada saat itu, fluktuasi spasial datang dari belakang Luo Yi, itu membuka celah ruang yang memperlihatkan seorang pria muda berambut hitam dengan pakaian biru. Itu adalah Lin Zhian yang sudah lama tidak pulang ke rumah.


Luo Yi menyadarinya dan kembali berkata, "Aku kira kau tidak akan kembali! Jika kau tidak kembali hari ini, aku akan menyusul dan membawamu paksa setelah mengikat lehermu!"


Lin Zhian yang awalnya ingin memeluk Luo Yi dari belakang, terhenti seolah-olah tubuhnya telah membeku. Kemudian, dia langsung berlutut di samping, mengambil tangan Luo Yi dan menciumnya bolak-balik.


Lin Chen, memilih untuk menjauh daripada terkena masalah yang diciptakan oleh Lin Zhian. Benar saja, saat dia baru melangkah, dia mendengar teriakan Lin Zhian saat telinganya ditarik dan terlihat seperti Buddha Goutama.


"Mengapa Ibu dan Xue'er memiliki hobi yang sama? Dan mengapa aku dan Ayah memiliki nasib yang sama? Entah sudah berapa kali telingaku ditarik, dan sepertinya ini bukan pertama kalinya bagi Ayah." Lin Chen bergumam saat melangkah perlahan seraya mengusap telinganya.


"Apakah Chen'er sedang membicarakan Ibu?"


Tubuh Lin Chen bergidik dan merasakan dingin di punggungnya, dengan segera, dia menggelengkan kepalanya tanpa menoleh ke belakang dan berlari masuk ke dalam gubuk.


Bahkan jika dia kuat, mampu menahan serangan dari Lord Realm dan tidak merasakan apa-apa, tapi anehnya pukulan Luo Yi dan Yan Xue memberikannya rasa sakit. Apakah itu yang dinamakan pukulan cinta?


"Kakak?" Xue Ying menoleh ke belakang melihat Lin Chen yang memasuki gubuk. Dia sedang menyiapkan bahan untuk makan siang, seperti mencuci dan memotong sayuran. "Apakah Kakak melarikan diri dari Ibu?"


"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti maksudmu." Lin Chen meletakkan keranjang yang dipenuhi dengan sayuran di atas meja.


Melihat itu, Xue Ying hanya diam dengan senyuman tipis di wajahnya. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi dan melanjutkan pekerjaannya.


Lin Chen membersihkan tomat dengan pakaiannya dan duduk di kursi belakangnya, kemudian memakan tomat. "Apakah menurutmu mereka akan datang lagi?"


Tidak menghentikan tangannya dan tidak menoleh, Xue Ying menjawab, "Entahlah, jika mereka adalah orang-orang yang tidak berpikir panjang, mereka akan langsung menyerang. Jika sebaliknya, mereka akan menunggu dan memikirkan rencana lain. Tidak ada yang tahu secara pasti, bahkan dalam perang, kau harus menipu rekanmu untuk menipu musuhmu."


"Bukankah Kakak akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi mereka?" Xue Ying berbalik melihat Lin Chen.

__ADS_1


Lin Chen mengangkat sebelah alisnya, kemudian menelan tomat dan menjawab, "Tidak juga, aku tidak pernah mengirim orang lain untuk memeriksa pihak lain, aku selalu mengirim klon diriku untuk pergi. Saat membalas dendam, aku sudah memikirkannya matang-matang dan harus berhasil, jika aku tidak yakin, aku biasanya bertanya pada Bibi atau padamu. Aku ..."


"Cukup!" Xue Ying memasukkan ibu jarinya ke dalam mulut Lin Chen dan menariknya di kedua sisi, membuat mulutnya terlihat melebar. "Yi'er bilang sebagai contoh, harusnya Kakak jawab saja 'Iya', jangan lari ke mana-mana!"


Lin Chen menggenggam kedua tangan Xue Ying, menariknya dari mulutnya. "Iya-iya, kau habis memotong cabai, dan langsung memasukkannya ke dalam mulutku tanpa mencuci tangan."


Lin Chen bangkit, dia melingkarkan tangannya di leher Xue Ying, dan tangan lainnya mengambil cabai di atas meja. Dia memasukkan cabai itu ke dalam mulut Xue Ying dan membuatnya mengunyahnya paksa. "Makan ini dasar adik nakal!"


Xue Ying tidak bisa melawannya, dan tidak bisa memuntahkannya karena mulutnya ditahan oleh tangan Lin Chen. Terpaksa, dia menelannya!


Keduanya terus bertengkar, sampai akhirnya Luo Yi masuk ke dalam gubuk.


Ketika melihat buah dan sayuran yang berantakan di atas meja, aura dingin keluar dari tubuh Luo Yi dan langsung memarahi keduanya. Dia menghukum Lin Chen dan Xue Ying untuk memandang dinding selama beberapa jam.


"Kalian bukan lagi anak kecil, jangan bermain-main seperti itu!" Luo Yi mendengus dingin melihat anak-anak yang duduk menghadap dinding.


...***...


Dimensi Kekacauan


Tombak Iblis dengan Qi Kekacauan mengalami perubahan, itu menjadi lebih liar lagi dengan petir ungu yang menyambar sekitarnya. Ini seperti tombak telah kembali ke tempat asalnya dan memperlihatkan taringnya.


Seiring dengan berjalannya waktu, tombak itu terus memanjang dan cepat, sampai tidak bisa terlihat jelas bentuk aslinya. Gerakannya sangat cepat, meninggalkan lintasan lurus di belakangnya, dan setelah beberapa detik, petir menyambar dari lintasan itu.


Itu semua adalah dunia yang diciptakan di Dimensi Kekacauan, tapi sangat tersembunyi. Seperti Dunia Buddha atau Tatagatha, Dunia Abu-abu (Lu Ya Doujin), Dunia Sunyi (Hongjun), Dunia Abadi (Hun Kun Patriak), Dunia Pendiri (Chuangshi Yuanling).


Dunia itu tidak seperti Tiga Alam dan Dunia Dewa-Iblis. Dunia mereka diciptakan untuk mereka mengasingkan diri dan tidak berkeinginan untuk keluar, tapi merasakan Qi Kekacauan, tentunya mereka terkejut.


...***...


Dunia Dewa-Iblis.


Kaisar Dewa-Iblis berada di dalam gua luas, masih mengamati rekontruksi tubuh Sura yang jauh dari kata pulih. Mungkin butuh ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun untuk mengembalikan semua kekuatan awalnya, Lord Realm tahap 400.


"Harusnya pasukan yang ku kirim sudah berhasil memasuki Tiga Alam, dan tidak butuh waktu lama untuk menyeret Permaisuri Nuwa ke sini." Kaisar Dewa-Iblis sangat percaya pada pasukan yang dikirimnya, karena mereka termasuk dalam kelompok terkuat yang berada di bawahnya langsung.


Sura mendengus dingin, membuat ruangan di kedalaman tanah itu bergetar. "Bagus! Jika dia ditangkap, bawa dia ke sini! Aku ingin mengulitinya!"


Kaisar Dewa-Iblis menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, meski di dalamnya begitu kesal dengan Sura. Dia ingin membunuhnya sekarang, tapi masih terlalu dini, karena Dai Surgawi di dalamnya belum terbentuk dan tidak bisa menyerapnya.


Tepat saat Kaisar Dewa-Iblis membuka mulutnya hendak berbicara, tiba-tiba ada yang datang di belakangnya dengan berlutut.

__ADS_1


"Lapor! Semua pasukan yang dikirim ... mereka semua terbunuh. Plat Jiwa mereka semua, hancur." Orang yang memberikan laporan itu terlihat sangat gugup dengan tubuh yang gemetaran, keringat dingin mengalir membasahi tubuhnya.


Kaisar Dewa-Iblis tidak bisa berkata-kata, dan sebelumnya dia sudah membual di depan Sura. Tapi, tiba-tiba datang laporan yang melaporkan berita buruk, ini sama saja mempermalukannya di depan Sura.


Tapi itu bukanlah akhir...


Duarr!


Tiba-tiba ada ledakan keras dari atas, sepertinya itu berasal dari permukaan, dan perlu diketahui, jaraknya dari tempat ini ke permukaan adalah ribuan mil. Merasakan dari getarannya dan suaranya yang sampai ke sini, itu menjelaskan betapa ganasnya ledakan yang terjadi di permukaan.


"Ap- Apa yang terjadi? Apa ini semua?!" Jiwa Sura memiliki bentuk fisik, akan terlihat wajah muramnya yang panik.


Kaisar Dewa-Iblis menyentuh dinding di sampingnya, dan langsung mengetahui apa yang terjadi di permukaan.


"La- Lapor..."


Kali ini datang lagi orang yang penampilannya sama seperti Xian Xu, dan kebetulan sama-sama bermarga 'Xian'. Penampilannya sangat mengenaskan, sayapnya menghilang, salah satu tangannya terpotong seperti dimakan binatang buas dan mengeluarkan darah segar. Bau terbakar pun tercium dari tubuhnya yang nampak menghitam.


"Me- Menara Esensi Jiwa, telah dihancurkan oleh tombak aneh. Semua Esensi Jiwa yang sedang dibangkitkan, telah hancur, semua Lord Realm di bawah tahap Seratus dalam radius sepuluh ribu mil, telah terbunuh tanpa meninggalkan jejak."


Xian Yan yang memberikan laporan, kehilangan kesadarannya setelah berjuang untuk memberikan laporan, kemudian matanya tertutup dan auranya menghilang secara perlahan sampai akhirnya dia benar-benar mati.


Melihat itu, Kaisar Dewa-Iblis semakin marah. Aura dari tahap 750 dari Lord Realm keluar dari tubuhnya dan itu langsung membunuh pemberi laporan pertama.


"Permaisuri Nuwa! Aku bersumpah akan membunuhmu! Aku bersumpah akan membunuh Chuangshi Yuanling dan semua muridnya sekian Permaisuri Nuwa! Aku akan membunuh semua ciptaannya!"


Kaisar Dewa-Iblis mengepalkan tangan kirinya dan memukulnya ke dinding di sebelahnya.


Booom! Duarr!


Pukulannya itu menimbulkan retakan besar, sebelum akhirnya meledak dan menciptakan jurang sejauh belasan juta mil jauhnya. Pukulannya juga menghancurkan langit-langit di atasnya setebal ribuan mil dan celah jurang selebar belasan ribu mil.


Itu hanyalah pukulan biasa yang tidak serius, itu hanya kemarahan sesaat.


"Aku harus membuka Seribu Jalur Abadi untuk mendapatkan kekuatan dan menjadi yang terkuat! Tapi ..."


Jika Kaisar Dewa-Iblis tahu bahwa Lin Chen hanya tahap 300 tapi sudah bisa menciptakan Semesta di dalam tubuh, mungkin Kaisar Dewa-Iblis akan gila karena tidak bisa menerimanya.


Kaisar Dewa-Iblis menoleh ke belakang melihat Sura. "Dengan menyerapmu yang merupakan serpihan Pan Gu, itu bisa membantuku!"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2