
Lord Fei, Lord Xeiye dan 76 Lord Realm lain mengamati sekop yang dibawa Lin Chen; tidak ada fluktuasi energi pada sekop, seperti halnya senjata-senjata yang mereka bawa. Sekop itu—sekop biasa!
Lord Fei yang merupakan Raja Lalat, tidak bisa menahan tawa yang keluar dari mulutnya. Ia menatap rendah Lin Chen dan menganggapnya gila karena bertindak sombong hanya dengan membawa sekop.
"Kau sangat miskin! Apakah aku perlu memberimu Artefak Dewa? Aku bahkan dengan murah hati memberikan Energi Abadi padamu." Lord Fei mengangkat tangannya saat memegang Lalat Penghisap Energi.
Lin Chen merinding melihat Lalat Penghisap Energi yang sangat bau meski sudah berjarak belasan mil dari Lord Fei. Tapi ia tidak bisa membunuhnya langsung, karena bisa langsung meruntuhkan semangat mereka, dan itu tidak menyenangkan.
Lord Fei tertawa terbahak-bahak melihat reaksi ketakutan Lin Chen. "Hahahaha! Aku tahu kau lemah!"
Lin Chen menutup matanya dengan tangan kiri seraya mengangkat sekop. Tiba-tiba ada riak air di atas kepalanya yang berkumpul dan membentuk sebuah cermin; perhatian Lord Realm tertuju pada cermin di atas kepalanya. Cermin itu memperlihatkan gambaran Lalat Penghisap Energi yang sedang terbang di area peternakan dan mulai hinggap di kotoran sapi.
Lord Fei dan yang lain tertegun melihat cermin air di udara dengan gambaran Lalat Penghisap Energi. Tiba-tiba, tenggorokan mereka membesar karena mual dan memuntahkan isi perut. Bahkan ada yang memuntahkan darah karena kejutan yang terlalu besar sampai melukai Esensi Jiwa-nya.
"Sialan! Pantas saja aromanya busuk!" Anjing Kepala Tiga terlihat sangat marah dan dua kepalanya sudah terkulai lemas karena tidak mampu mempertahankan kekuatannya.
"Ti- Tidak! Kekuatanku menurun! Sialan! Aku akan membunuhmu!" Lord Xeiye yang merupakan perwakilan dari Klan Darah sangat marah; tatapan matanya sangat tajam seperti belati, ada kilatan merah di sudut matanya dan lautan darah mulai tercipta dari punggungnya.
Lin Chen mengenakan masker untuk menyaring udara yang terkontaminasi oleh kotoran sapi berbau busuk. Ia menutup matanya perlahan dengan maksud membuang pikiran tentang Lalat Penghisap Energi.
"Mati!" Lord Xieye mengangkat kedua tangannya, mengakibatkan gelombang darah bagaikan ombak bergerak ke arah Lin Chen.
Semua orang yang berada di sekitarnya mulai menjauh, membatalkan serangan yang ingin mereka lepaskan pada Lin Chen. Mereka tidak akan bisa kembali berkultivasi jika sampai tertelan oleh gelombang darah dari Sungai Sanzu.
Lin Chen memutar-mutar sekop di tangan kanannya seperti sedang pentas pertunjukan, dan gerakan sederhana ini menarik gelombang darah ke dalam sekop yang berhasil menciptakan pusaran angin. Angin dari sekop juga menyebar ke seluruh Pulau Hitam sampai mengangkat apa pun yang berada di tanah; awan-awan di sekitar hampir menghilang jika bukan karena Hukum Surga yang mempertahankan Alam Tiantang.
Lord Xieye yang detik sebelumnya tersenyum karena kemenangan sudah di tangan, sekarang senyum di bibirnya membeku. Meski ia bukan Patriak dari Klan Darah, kekuatannya tidak bisa diremehkan, namun di hadapan sekop, ia seperti debu.
Lin Chen membuka matanya menatap tajam lautan awan. "Apakah kau mencoba melawan ku?"
Awan yang sebelumnya mencoba mempertahankan diri, tiba-tiba bergetar dan bergerak mengikuti arah angin yang bertiup. Awan itu memenuhi Pulau Hitam dan menambahkan tekanan yang mengerikan, seperti ada ribuan gunung di atas kepala mereka.
"Apa yang kalian tunggu!? Bantu aku!" Lord Xieye berteriak lantang dan terlihat cemas. Tidak pernah terpikirkan olehnya gerakan sekop biasa mampu menariknya, bahkan gelombang darah sudah menghilang tertelan pusaran angin.
"Sialan!"
Yang lain mulai menyerang secara bersamaan ke arah Lin Chen.
"Aku Ras Malaikat yang terhormat! Bagaimana bisa aku memakan kotoran! Aku akan membunuhmu!"
"Aku Ras Domba Suci Tiga Mata! Aku menggunakan Tanaman Spiritual tingkat Surga sebagai makanan setiap seratus tahun! Memakan kotoran adalah penghinaan!"
Ada yang menyebut tingkat Tanaman Spiritual dengan tahun kultivasinya, ada juga yang lain: Kuning berusia 10 tahun, Ungu berusia 100 tahun, Perak berusia 1000 tahun, Emas berusia 10.000 tahun, Surga berusia 100.000 tahun, Ilahi berusia 1.000.000 tahun.
Lin Chen tetap tenang saat melihat ribuan serangan melesat ke arahnya, bahkan jika ada ratusan Lord Realm, ia tidak gentar sama sekali. Apalagi yang dilawannya saat ini hanyalah binatang liar yang harusnya diburu dan diambil dagingnya untuk dimakan.
Hanya dengan sedikit gerakan, Lin Chen menghilang dan berpindah ke depan Ras Malaikat Jatuh. "Kau hanyalah merpati hitam." Ia mengayunkan sekopnya, menampar kepalanya.
Bang!
Ras Malaikat Jatuh melesat bagaikan komet dan jatuh menghantam tanah.
__ADS_1
Lin Chen menundukkan kepalanya menatap tajam Ras Malaikat Jatuh yang tenggelam di dalam tanah. "Bahkan, Merpati Cahaya Suci dan Merpati Tujuh Warna yang aku ciptakan lebih mulia darimu."
Lin Chen membungkuk saat menarik kaki kanannya ke belakang, terlihat ada cahaya yang melesat di atasnya. Ia memutar tubuhnya seraya mengayunkan sekop. "Tanaman Spiritual apa!? Kelinci Tiga Warna bahkan mengunakannya sebagai camilan setiap hari!"
Bang!
Tamparan sekop mengenai pinggang pria tua yang bersiap-siap menyerang Lin Chen dari belakang. Ia melesat dan menghantam tanah di sisi lain seperti Ras Malaikat Jatuh.
Lin Chen seperti anak-anak yang mencoba pamer pada anak lain, ini semua karena kekesalannya.
Sungguh, Kaisar Giok yang kekanak-kanakan.
Lin Chen berbalik melihat Klan Darah yang mencoba untuk kabur; matanya merahnya memancarkan sinar yang mengancam dengan aura membunuh yang kental, bahkan hanya dengan auranya saja, God Realm bisa merasakan Esensi Jiwa mereka akan terganggu.
Lord Xieye bergetar seperti riak air saat tatapan tajam Lin Chen tertuju padanya. Ia melihat sekitarnya, semua orang yang sebelumnya bersemangat untuk menyerang, tiba-tiba diam membeku karena takut.
"Jangan alihkan pandanganmu!" Lin Chen mengulurkan tangan kirinya meraih Lord Xieye.
Lord Xieye gemetaran tanpa bisa berbuat apa-apa, bahkan ia menutup matanya karena takut. Namun, setelah menunggu dengan rasa takut, ternyata tidak terjadi apa-apa padanya. Ia memberanikan diri untuk membuka mata secara perlahan, kemudian matanya terbelalak saat melihat tangan Lin Chen yang menembus tubuhnya seperti air.
Lord Xieye menyeringai dingin dan menatap rendah Lin Chen yang tidak bisa melukainya. "Hahaha! Aku dari Klan Darah, kau tidak akan bisa membunuh—"
Freeze!
Tiba-tiba Lord Xieye membeku menjadi patung es saat merasa tidak terkalahkan, bahkan Esensi Jiwa-nya langsung hancur tanpa memberi kesempatan untuk beregenerasi; semua kloning yang disebarkannya di Alam Tiantang dan Diyu meledak tanpa jejak.
Krak!
Mata semua Lord Realm bersinar seperti mendapatkan kehidupannya kembali, mereka merasa Lin Chen sangat kuat karena sekop yang dibawa memiliki Energi Keberuntungan. Dengan rusaknya sekop, maka tidak ada senjata yang bisa melawan mereka.
Senyum dingin terukir di wajah Lin Chen yang tertutupi oleh masker. Sekop yang ditangannya memang ia alirkan Energi Keberuntungan untuk menambahkan teror, kemudian menghancurkannya agar ada yang mau menyerangnya.
Ketika sekop rusak, awan yang menutupi Pulau Hitam mulai memudar dan kembali ke tempat asal mereka.
"Serang!"
Tiga puluh Lord Realm bergerak mengelilingi Lin Chen dan yang lainnya menyiapkan formasi.
Lin Chen melihat sekitarnya saat 47 Lord Realm berdiri di atas lingkaran masing-masing, yang jika dihubungkan akan membentuk suatu diagram tertentu. "Array Penyegel dan Pencari Jiwa?"
Ia tidak berharap mereka akan menggunakan array rendahan seperti ini untuk menyegel kekuatannya dan mencari tahu ingatannya. Ini adalah formasi yang sangat mudah, bahkan ia bisa melakukannya hanya dengan jentikkan jari tanpa membuat banyak persiapan.
Perhatiannya tertuju pada Lord Fei yang membunuh Lalat Penghisap Energi dan mengekstrak Energi Abadi di dalamnya. Tidak pernah terpikirkan olehnya jika ada orang yang akan tetap memanfaatkan apa yang terkandung di dalamnya, meski sudah tahu bahwa itu adalah kotoran.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya yang terkepal, menyilang di depan dada. Kemudian, ia mengayunkannya ke kanan seperti memukul dinding di belakangnya.
Bang!
Udara meledak menimbulkan getaran yang sangat kuat di Pulau Hitam, tapi bagian luar dari pulau tetap hening seperti tidak terjadi apa-apa.
"Apa ..."
__ADS_1
Lin Chen bisa mendengar suara putus asa yang terpotong di belakangnya, tapi ia tidak ingin repot-repot untuk menoleh. Bagaimanapun, itu hanyalah sekumpulan Lord Realm kelas rendah. Tapi, sekali lagi, ia merasa telah membuang-buang sumber daya. Jika Lord Realm diolah menjadi makanan dan diberikan pada Xue Ying, mungkin Xue Ying akan mampu menerobos God Realm.
Lin Chen sudah mengetahui efek masakannya saat membuka rumah makan, makanan yang ia buat akan langsung masuk ke dalam tubuh menjadi energi. Berbeda dengan pil yang harus diserap secara perlahan sampai semua kandungannya terserap.
"Sekarang! Array Penyegel dan Pencari Jiwa! Aktif!"
Garis-garis yang membentuk diagram menyala dengan warna merah dan ada kekuatan penindasan yang tak terbayangkan mulai menggerogoti tubuh Lin Chen. Tapi, sekuat apa pun array, hanya mampu menekan sedikit karena bahan bakarnya tidak lebih kuat darinya.
Lin Chen merasakan kekuatannya turun setengahnya, dan samar-samar ada cahaya merah yang mulai bergerak memasuki keningnya untuk melihat informasi yang ia miliki.
"Apakah kau serius? Menggali informasi?" Lin Chen menepuk dahinya yang mengakibatkan guncangan pada Array Penyegel dan Pencari Jiwa. Kekuatan Jiwa-nya bahkan mampu membunuh Lord Fei, dan sekarang mereka malah menggunakan cara ini untuk mencari informasi.
"Ba- Bagaimana Pencari Jiwa tidak aktif!?" Salah seorang Lord Realm berteriak dalam kejutan.
Bang!
Lin Chen menundukkan kepalanya secara paksa saat ada yang memukul kepalanya dengan tongkat besi dari belakang. Tapi ternyata bukan hanya itu saja, di atasnya terlihat pada tangan hitam yang mengeluarkan penindasan tak terbayangkan membombardir dari atas. Bahkan sebelum tangan itu jatuh, tekanan kuat sudah meruntuhkan gunung-gunung di pulau.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya ingin menggapai Lord Realm yang memukulnya dari belakang, namun secara instan ada tali merah yang mengikatnya.
Tali itu melilit kakinya sampai tangan dan hanya meninggalkan kepalanya.
"Lepaskan!" Lord Fei mengatupkan kedua tangannya.
Tali yang sudah melilit tubuh Lin Chen melepaskan aura yang lebih kuat lagi; perasaan gatal seperti tertusuk duri juga bisa dirasakan saat auranya terus bertambah. Tapi itu semua tidak membuat Lin Chen mengambil tindakan, karena serangan-serangan ini hanya membuat goresan di kulitnya.
Bagaimanapun, ia memiliki Tubuh Abadi dan Keabadian Emas. Tubuh Keberuntungan? Ia tidak mengaktifkannya karena tidak menyenangkan jika lawan-lawannya langsung terbunuh karena 9 Kesengsaraan Petir.
Telapak tangan di langit terus turun menekan Lin Chen, bahkan sampai membuat garis-garis diagram bergetar karena tekanannya. Ketika hampir mengenai Lin Chen, ia terhempas seperti komet yang jatuh ke tanah.
Booom!
Gelombang udara dengan getaran kuat tercipta ketika Lin Chen menghantam tanah, tapi itu bukanlah akhir karena telapak tangan terus jatuh. Hingga memukulnya yang sudah tertanam seperti nyamuk.
Kepulan asap bercampur debu membumbung, menghalangi pandangan semua orang, tapi mereka masih merasakan aura Lin Chen dan itu mengejutkan mereka karena Lin Chen masih selamat dari serangan gabungan 47 Lord Realm.
Wusshh...
Angin bertiup menerbangkan asap, terlihat Lin Chen yang menancap di tanah seperti paku.
Lin Chen menengadahkan kepalanya. "Sayang sekali, jika saja kalian mengerahkan semua kekuatan, mungkin kalian bisa membunuhku. Tapi, masing-masing dari kalian hanya mengeluarkan sedikit. Kalian tidak ingin mengeluarkan semuanya karena tidak memiliki kepercayaan ..."
Lin Chen mengangkat kedua tangannya, menghancurkan yang berbatu yang menahannya. Kemudian ia merangkak keluar dari dalam lubang kecil.
"Kalian merasa, membunuhku adalah prioritas kedua, yang utama adalah mendapatkan harta yang ku miliki. Kalian bahkan tidak akan ragu untuk membunuh satu sama lain, karena itulah masing-masing dari kalian melemahkan kekuatan."
Lin Chen mengangkat bahunya dan menggelengkan kepalanya. "Karena kalian sudah menyerang, sekarang giliranku," katanya tenang, tapi memiliki kekuatan penindasan.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...