
Lin Chen sudah berada di tempat awal ia tiba di Alam Bawah, setelah berada di dalam Ruang Dimensi selama dua bulan penuh. Walaupun sudah dua bulan terlewati, sebenarnya di dunia luar hanya berlalu selama enam hari, itu semua karena ia bisa dengan bebas mengubah rasio waktu.
Sebelum keluar, Lin Chen mengembalikan rasionya menjadi normal, sesuai dengan waktu dunia luar.
Berbicara tentang tempat di mana Lin Chen berada, Alam Bawah tidak seperti Alam Semesta yang memiliki banyak bintang dan galaksi yang dipisahkan oleh angkasa luar. Di Alam Bawah, tempat satu dengan yang lain dipisahkan oleh Sungai Kuning dan Danau Darah.
Untuk luasnya sendiri, Lin Chen masih tidak mengetahuinya. Namun ia bisa merasakan jika Alam Bawah setidaknya bisa menampung Galaxy Yinhexi, Galaxy Xiannuzuo, Galaxy Mazhelun dan Galaxy Heise Yan bersamaan.
Lin Chen terbang melebihi ribuan tebing tinggi. Ketika sudah melebihi semua tebing yang ada, ia menundukkan kepala dengan mengarahkan jari telunjuknya ke bawah. Terlihat ada gumpalan energi kecil berwarna putih di ujung jarinya, dan mulai jatuh perlahan seperti kapas yang tertiup angin.
Gumpalan energi putih sebesar ibu jari itu turun dengan santainya menghindari dahan-dahan kering yang mencuat dari dalam tebing, dan terus turun menuju genangan air hitam di dasar.
Lin Chen pergi menjauh dari sana dalam sekejap mana dan sudah berada di hamparan tanah tandus kering berwarna merah.
Boom!
Puluhan ribu tebing tinggi di mana Lin Chen berada sebelumnya meledak dengan cahaya putih berbentuk bola besar, dengan ukuran seperti Bulan. Ledakan itu menciptakan gelombang angin yang cukup kencang, dengan warna langit yang berubah menjadi putih meski hanya sementara waktu.
Lin Chen mengusap dagunya saat melihat ledakan itu. "Sangat indah, tapi terlalu kecil dan kurang bertenaga."
"Serangannya juga terlalu biasa, seperti ledakan nuklir lemah." Lin Chen menghela napas panjang. Ia berusaha memahami Esensi dari Dao Dewa dan Iblis, tapi tidak pencerahan sama sekali.
Lin Chen menoleh ke belakang, mengabaikan tiupan angin yang sangat kencang seperti badai. "Ngomong-ngomong, tempat ini sangat jauh sekali. Dalam radius satu miliar mil, aku tidak merasakan keberadaan makhluk hidup. Apakah aku terdampar di tempat kosong? Sial sekali."
Lin Chen kembali menoleh ke depan, kemudian ke kiri dan kanan. "Aku akan mengambil arah kanan dari tempat awal aku datang, yang artinya sebelah kiri sekarang." Ia melesat bagaikan cahaya.
Dalam perjalanannya, Lin Chen akan meledakkan tempat yang ia lewati tanpa meninggalkan sedikit pun hal di sana. Ia benar-benar menghancurkannya sebanyak mungkin, dan apabila diketahui, ia hanya perlu merubah penampilannya menjadi Iblis.
Sangat mudah sekali.
Belasan menit kemudian, Lin Chen memperlambat kecepatannya ketika merasakan kehadiran monster, lebih tepatnya sebuah kota monster yang tidak terlalu jauh dari tempatnya saat ini.
Lin Chen juga bergerak sedikit menyamping agar identitasnya sebagai pelaku penghancuran Alam Bawah tidak diketahui. Walaupun ia berniat menghancurkan Alam Bawah, setidaknya ia harus memahami Esensi Dao Iblis sebelum mengambil tindakan.
__ADS_1
Karena itu, sebelum menghancurkannya, ia harus mendapatkan pencerahan di sini.
Waktu terus berlalu, dan tidak membutuhkan waktu lama untuknya sampai di sebuah kota besar dengan tembok merah yang tinggi. Lin Chen sedikit merasa aneh saat melihat kota itu, pasalnya terdapat tembok yang melindungi.
"Jika di Alam Semesta, kota manusia membuat tembok yang melindungi kota karena ada gelombang monster. Apakah di sini ada gelombang manusia?" Lin Chen sedikit tertawa saat mengutarakan pemikirannya.
"Jiwa liar. Sungai Kuning, yang merupakan sungai untuk para jiwa yang telah mati. Ada beberapa jiwa yang kesal karena tidak menerima kematiannya, kemudian menyerang kota-kota terdekat."
Lin Chen mengusap dagunya pelan saat mendengarnya, tidak menyangka jika ada hal semacam itu. Tunggu! Jika Alam Bawah dan Alam Selestial tergabung dalam Alam Semesta.
Apakah pengadilan orang mati berada di tempat yang sama?
"Pengadilan orang mati? Dahulu, para Kultivator selalu membunuh tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Mereka tidak akan membiarkan orang itu bisa bereinkarnasi, jadi tidak ada yang namanya pengadilan."
Lin Chen kembali mengangguk saat mendengar penjelasan dari Putih. Ia juga tidak memikirkan bagaimana ia bisa bereinkarnasi, karena jiwa Dewa dengan para rendahan sangat berbeda jauh. Ia memandang para manusia seperti semut, tapi tidak dengan orang-orangnya.
Walaupun Hitam selalu mencibir, Lin Chen tidak terlalu mendengarkan, agar ia tidak lepas kendali.
"Berhenti."
Lin Chen dihentikan oleh dua penjaga gerbang yang merupakan monster kelelawar, dengan wajah serigala dan memiliki warna kulit merah. "Aku menemukan dua manusia yang menyusup ke Alam Bawah dan membunuhnya." Ia melemparkan dua mayat itu.
Kedua monster itu saling memandang satu sama lain, kemudian menatap Lin Chen dari atas sampai bawah berulang kali. Mereka tidak pernah melihat Iblis atau Monster dengan wujud seperti Lin Chen.
Tubuh seperti manusia, mata merah menyala dengan dua tanduk merah dan telinga runcing. Namun meski demikian, mereka berdua membiarkan Lin Chen untuk masuk tanpa ada pemeriksaan.
Lin Chen melangkah melewati gerbang dan memasuki kota, kemudian ia menoleh ke belakang melihat dua monster yang sedang menyantap mayat manusia itu. Ia menaikkan sudut bibirnya dan mendengkus dingin.
Mayat manusia yang Lin Chen berikan adalah herbal yang ia ubah sedemikian rupa, dan monster yang memakannya akan keracunan. Ia sendiri tidak tahu bagaimana, tapi tiba-tiba ia bisa membuat tubuh fisik manusia, meski tanpa jiwa.
Dengan adanya sumber daya, aku bisa membentuk Tubuh Khusus yang lebih tinggi dari yang ada di System Shop. Kemudian memindahkan jiwa orang itu ke dalam tubuh kosong.
Lin Chen menoleh ke sekitar, melihat apa saja yang dijual oleh monster-monster di sini. Ada daging manusia yang digantung, kepala wanita, minuman darah segar dan lain sebagainya. Apakah mereka sering ke Alam Semesta untuk mengambil manusia? Atau, ada kota manusia di sini?
__ADS_1
Tidak aneh jika benar-benar ada manusia di sini, mengingat dahulu sekali ini semua adalah satu kesatuan, mungkin saja ada manusia yang selamat dan kebetulan tempat tinggal kelompok manusia itu berubah menjadi Alam Bawah.
Lin Chen menutup matanya saat berjalan, namun pandangannya berubah dari langit, memandangi kota di bawahnya. Kemudian ia membuka matanya kembali tidak lama kemudian, setelah mengetahui berapa jumlah monster di sini.
Lin Chen berhenti di sebuah bangunan besar berwarna hitam yang memancarkan aura merah, berlantai enam dengan hiasan tengkorak manusia di pilar-pilar bangunan. Tanpa ragu, ia memasuki penginapan itu, dan melihat banyak monster beberapa tipe yang sedang menyantap daging manusia, ditemani oleh minuman dari darah.
Melihat semua ini, Lin Chen benar-benar perasaan tentang keberadaan manusia di Alam Bawah. Ia harus mencari tahu di mana kota itu, yang bisa bertahan di Alam Bawah dalam waktu miliaran bahkan triliunan tahun.
"Satu malam, berapa?" Lin Chen ingin menginap di Kota Iblis Hitam setidaknya untuk satu hari satu malam, dan mencari pengalaman tentang kehidupan Iblis dan Monster.
"Satu Mawar Hitam." Monster berkulit merah dengan wajah manusia, mata putih keluar dengan wajah tanpa pipi memperlihatkan rahang.
Lin Chen merogoh kantung celananya, dan meletakkan Mawar Hitam di atas meja.
Monster itu mengambil Mawar Hitam, dan menelannya begitu saja. Aura di dalam tubuh monster itu meningkat saat menelan Mawar Hitam, dan berhasil menembus Ranah Ancient God.
"Apakah kau ingin makan?"
"Tidak perlu." Lin Chen berjalan menuju tangga. Ia tidak terbiasa dengan suara serak dan berat, yang membuat telinganya sakit.
Kemudian untuk makanan, meski ia sudah pernah memakan manusia, ia tidak ingin melakukannya lagi, karena rasanya yang sangat buruk.
Lin Chen yang sudah berada di dalam ruangan di lantai empat, langsung mengambil posisi duduk bersila di lantai. Ia tidak bisa duduk di tempat tidur, karena terbuat dari tulang-tulang.
"Energi di sini cocok untuk kultivasi, jika aku bisa mencapai pencerahan di Alam Bawah. Kemungkinan aku akan mempertahankan Alam Bawah, dan meninggalkan satu klon di sini."
Lin Chen menutup matanya perlahan, kemudian mulai berkultivasi.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1