Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 040 : Kebenaran


__ADS_3

Aku adalah Iblis. Iblis adalah aku. Aku adalah Dewa. Dewa adalah Aku.


Kata-kata itu selalu Lin Chen ucapkan dalam batinnya selama proses kultivasi, dan mulai bisa menerima siapa sebenarnya dirinya saat ini. Ia juga tidak tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan 'Kultivator', tapi sepertinya dua orang yang mengaku sebagai 'Pendahulunya' itu bisa memberikan pengetahuan yang tidak ia ketahui.


Namun sebelum memikirkan apa sebenarnya arti dari 'Kultivator', ia harus menerima bahwa dirinya adalah eksistensi yang berdiri di atas semua orang. Orang yang memerintah dan menciptakan, orang yang bisa melakukan apa pun yang diinginkan. Tapi, bagaimana ia bisa mati jika menjadi Dewa Tertinggi?


Entah mengapa, Lin Chen sudah bisa menebaknya lagi, jika ini adalah pengkhianatan. Apakah itu artinya ia menerima tiga kali pengkhianatan?


"Jangan pikirkan hal yang tidak-tidak, saat ini kau hanya perlu menerima siapa sebenarnya dirimu." Suara yang tumpang tindih kembali terdengar di benak Lin Chen, dan menyadarkan pikirannya.


Walaupun sudah disadarkan, menerima dirinya sebagai iblis masih tidak bisa. Itu semua karena ia selalu membunuh iblis yang ia temui, tapi jika tidak mengikuti arah, orang-orang terdekatnya akan mati. Namun di sisi lain, ia diarahkan untuk tidak memikirkan orang sekitar. Ini benar-benar dilema.


Lin Chen menggeleng pelan dan kembali memfokuskan apa yang diarahkan oleh ... entahlah. Ia akan memanggil dua suara itu dengan sebutan Hitam dan Putih. Hitam untuk Iblis, dan Putih untuk Dewa.


Aku adalah Iblis. Iblis adalah aku. Aku adalah Dewa. Dewa adalah aku.


Aura dalam tubuhnya mulai berubah hanya dari menerima identitasnya yang berbeda dari yang diketahui. Energi spiritual berwarna emas seperti api menyelimuti tubuhnya, dan samar-samar ada warna lain yang berwarna merah dan putih, dua warna itu mencoba memakan warna emas.


Aku seorang Dewa Tertinggi. Aku adalah pecahan jiwa dari Dewa Pencipta. Aku berdiri di atas semua. Aku mengatur semua, dan membunuh mereka yang menghalangi jalan.


Dua aura yang menyelimuti benar-benar memakan total energi emas milik Lin Chen, dan hanya tersisa aura putih di yang membakar tubuh kanan, dan aura hitam di arah sebaliknya.


"Bolehkah aku bertanya. Jika kalian ... 'Aku' adalah Dewa Tertinggi dan Pencipta, bagaimana bisa 'Aku' mati dan terbagi menjadi dua jiwa?" Lin Chen yang masih menerima jati dirinya itu mengajukan pertanyaan yang dirasa penting.


Tidak ada jawaban dari pertanyaan itu, namun setelah menunggu belasan menit, barulah ada suara yang berada di dalam benaknya. "Aku, adalah Dewa yang memimpin Semesta Yongheng. Dewa, tidak mudah mati seperti kalian para manusia rendahan. Dewa akan benar-benar bisa mati apabila seluruh Semesta Weiqi bekerja sama, atau terbunuh karena ulahnya sendiri ..."


"Aku mati karena ingin membagi jiwaku menjadi dua bagian, karena kekuatan yang terlalu besar. Aku meledak bersamaan dengan Semesta Yongheng, membuatnya terbagi menjadi Tiga Alam seperti sekarang."


Lin Chen tidak habis pikir jika 'Aku' di kehidupan yang entah ke berapa itu, ternyata sangat bodoh. Kemudian ia memikirkan pertanyaan lain. "Jika begitu, bukankah 'Aku' bukan orang yang menciptakan Semesta?"


"Dewa Terkuat dapat berbicara apa pun, dan di antara semua Dewa! Hanya akulah yang mampu menciptakan Semesta! Aku jugalah yang tertinggi, dan bisa dikatakan Penguasa semua Semesta!"


Lin Chen mengerutkan keningnya saat mendengarnya, tidak benar-benar mengerti apa sebenarnya yang dikatakan. Dewa Pencipta, tapi juga bukan Dewa Pencipta. Namun jika dikatakan sebagai bukan Dewa Pencipta, tapi ia bisa menciptakan.


"Sekarang, apa itu Kultivasi, Kultivator dan Dewa?"

__ADS_1


Lin Chen terdiam sejenak memikirkannya, dan merasakan bimbang terhadap dirinya sendiri. Ia merasa apa yang selama ini ia lakukan salah, dan itu hanya dari pertanyaan yang terdengar mudah, namun memiliki jawaban yang sulit untuk dipikirkan dan lakukan.


"Kultivasi, mempelajari metode untuk meningkatkan kekuatan, menambah usia. Kultivator, orang yang melakukan teknik kultivasi? Dewa, orang yang bisa melakukan apa pun yang diinginkan." Lin Chen menjawabnya dengan rasa percaya diri yang tinggi dan bangga.


Suasana kembali hening dan tidak ada jawaban, namun Lin Chen bisa mendengar embusan napas berat yang terdengar sangat kecewa. "Bodoh!"


"Tidak heran kau bisa kalah dengan wanita sialan itu! Untuk Kultivasi mungkin aku masih bisa menerimanya. Tapi Kultivator dan Dewa!? Sangat bodoh!"


"Kultivator adalah seseorang yang berusaha mencapai hidup kekal abadi atau immortal, kemudian berdiri di atas segalanya. Dewa? Melakukan apa pun? Manusia biasa juga bisa melakukannya! Kemudian orang-orang di sini mengatakan mereka sebagai Dewa? Omong kosong! Bahkan untuk Kultivator saja masih sangat jauh!"


"Dewa memandang ke bawah, bukan ke atas. Kau bisa menciptakan kehidupan hanya dengan udara, kau bisa menciptakan monster terkuat hanya dengan tanah. Sekarang, apa yang selama ini kau lakukan untuk mencapai Dewa, dan untuk apa kau selama ini berkultivasi?!"


Lin Chen kembali terdiam dan semua pernyataan itu membangunkan kesadaran serta pengetahuannya yang selama ini salah. Ia juga mulai memikirkan apa yang ia lakukan sampai saat ini, dan untuk apa ia berkultivasi. "Aku, ingin membalas dendam pada Long Ka Xiang, Kaisar Surgawi dan Kaisar Kematian. Kemudian, menikmati hidup dengan bersantai bersama keluarga."


"Jika keluarga adalah penghalang bagimu, apakah aku harus membunuh mereka semua, bersama denganmu. Kemudian membiarkan kalian bereinkarnasi dengan ingatan yang menghilang, dan kalian bisa hidup tanpa mengenal satu sama lain!"


Lin Chen menggertakkan giginya merasa sangat kesal, jika semuanya terbunuh, bukankah apa yang selama ini ia lakukan percuma dan membuang-buang waktu? Dengan bersusah-payah ia menjaga semuanya tetap hidup agar tidak ada yang merasakan sakit, kemudian dibiarkan terbunuh begitu saja?


Tentu saja ia tidak bisa menerimanya!


Lalu, Lin Chen juga tidak habis pikir jika pecahan jiwa akan bisa bereinkarnasi, yang kemudian kembali menjadi pecahan jiwa yang kembali bereinkarnasi.


"Tentu/Tidak!"


Suaranya tumpang tindih, tapi Lin Chen bisa menghela napas lega saat mendengarnya. Iblis dalam tubuhnya melarang, namun Dewa memberikan persetujuan. Dengan mendengar ini saja, perasaan tidak nyaman di hatinya mulai menghilang dan ia bisa kembali berpikir jernih.


Lin Chen sudah bisa menerima jati dirinya yang merupakan Dewa Tertinggi, namun ia masih bimbang untuk memilih menjadi Iblis atau Dewa. Tapi ia tidak lagi memandang Long Ka Xiang sebagai tujuan akhir, ia ingin menjadi Dewa yang benar-benar Dewa, bukan Dewa yang ada di sini.


Aura yang menyelimuti tubuhnya menjadi lebih besar dan kuat lagi, mulai melelehkan semua es yang ada di Bintang Dongjie. Bahkan, dari kejauhan juga sudah bisa terlihat jika ada aura yang mampu dilihat dari Feichuan.


Long Xia Yun yang bertugas menjaga Feichuan dan merupakan Tongzhi, melihat bagaimana keadaan Bintang Dongjie itu memutuskan untuk pergi menjauh, bahkan meski itu harus kehilangan jejak di mana Lin Chen berada. Ia mengambil keputusan berat untuk kembali ke Bintang Sheng.


Bintang Dongjie terus saja meleleh seperti mentega yang terkena panas, dan aura dalam tubuh Lin Chen terus saja naik secara signifikan, bahkan hampir menembus Yuzhao tahap Akhir. Hingga semuanya benar-benar meleleh, terlihat Lin Chen yang berada di angkasa luar tengah duduk bersila di sana.


Celah-celah ruang terbuka di sekitarnya, dan ada cahaya yang bersinar kemudian mati dengan cepat, ini seperti lampu di dalam ruangan yang dimainkan oleh saklar.

__ADS_1


Rambut hitam panjangnya berkobar-kobar seperti ada angin yang bertiup, pakaiannya yang dikenakannya berubah warna menjadi merah dan terbuka, memperlihatkan pola pada lengan atas dan dada.


Pada bagian dahinya ada lambang merah aneh yang bersinar terang, dan di sekitar tubuhnya mulai terbentuk cambuk hitam yang terbuat dari ekor monster yang tajam. Ada juga selendang berwarna kuning dengan petir menyambar, serta lingkaran biru keunguan dengan gerigi di belakangnya.


Hitam dan Putih yang bergabung dengan System, namun tidak mempengaruhi keberadaan Xue Ying itu mulai tersenyum. Mereka sedikit puas, meski masih sangat jauh untuk benar-benar menjadi Dewa.


Lin Chen berkultivasi cukup lama untuk memahami indentitas sendiri, dan mengubah tujuannya untuk membunuh dan menaklukan 314 Semesta. Hingga belasan minggu berlalu, ia membuka kedua matanya secara tiba-tiba.


Bang!


Tekanan yang kuat terpancar dari Lin Chen, mengakibatkan angkasa yang pecah dan terlihat pecahan seperti kaca yang jatuh dari atas kepalanya, bintang-bintang di sekitarnya juga meledak satu per satu, membunuh semua makhluk yang ada di sana.


Ledakan itu tidak berada di ribuan atau puluhan ribu mil, melainkan miliaran mil yang bahkan bisa dikatakan hampir semua bintang di Galaxy Mazhelun meledak.


Raut wajahnya datar dan sangat dingin, seperti memandang semua hal yang ada di dunia seperti semut yang tidak perlu diperhatikan. Lin Chen menengadahkan kepalanya ke atas, melihat pecahan ruang yang memperlihatkan lautan awan putih, yang bagian atasnya terdapat banyak sekali bangunan.


Kemudian ia menunduk melihat ke bawah kakinya, terlihat celah ruang lain yang di dalamnya terdapat daratan merah dengan pegunungan, serta banyak bangunan di sana.


Lin Chen mengarahkan telapak tangannya, hendak melepaskan serangan ke bawah sana.


"Tunggu!" Suara di dalam benaknya yang terdengar normal itu menghentikan gerakannya.


"Aku sangat menghargai keinginanmu untuk meledakkan Alam Bawah, tapi ini belum waktunya. Sekarang, kau harus mencari keberadaan alat bernama Feichuan. Aku mengira, mereka pergi ke Galaxy Heise Yan."


"Aku tidak seperti diriku yang lain, yang berwujud Iblis. Kau carilah mereka sekarang, sebelum akhirnya menyesali semua tindakan."


"Kau hampir dua tahun berada di sini! Lalu untuk kekuatanmu, mungkin bisa dianggap tinggi di sini, namun itu masih sangat lemah. Kau akan mati dengan satu jari melawan wanita di Ruang Para Dewa!"


Lin Chen mengangguk kecil, dan tanpa sadar menoleh ke arah kanan. Ia menekan kakinya sebagai pijakan, kemudian melesat dengan kecepatan cahaya tanpa meninggalkan jejak.


Setelah membunuh semua orang dan meledakkan Galaxy Mazhelun, ia juga tidak merasakan apa-apa. Namun saat mendengar suara Putih, perasaannya kembali tenang.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2