Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 027 : Mengambil Bentuk Manusia


__ADS_3

Triti, 30 Suci 8927 Abadi


Hari ini Lin Chen pergi meninggalkan Kota Abadi untuk menemani Zhu Que yang hendak menembus Ranah Dewa untuk berevolusi dan mengambil bentuk manusia yang selama ini ditunggu. Ia sudah bisa membayangkan bagaimana bentuk yang diambil Zhu Que, yang kemungkinan mirip dengan Xuanwu Jianqi yang dingin.


Lin Chen bisa berpikiran demikian karena Zhu Que tidak terbuka dan sangat tidak ingin ada yang menyentuh kepala atau menungganginya, kecuali Lin Chen itu sendiri. Bahkan Long Xia Yun yang merupakan Bibinya saja tidak diizinkan oleh Zhu Que.


Sikapnya benar-benar sangat berbeda dengan awal kelahiran dari telur yang dibawa dari Gunung Neraka, yang pada saat itu masih cukup terbuka dan baik pada orang sekitar.


Tapi Xuanwu Jianqi mengatakan bahwa itu sangat normal, karena Zhu Que merupakan salah satu Penguasa Langit dan Api, tapi tetap saja tidak bisa mengalahkan Luo Yi yang benar-benar memerintah semua langit di Galaxy Zhongyang.


Dalam menemani Zhu Que, Lin Chen tidak sendirian karena yang lain juga ingin ikut dan melihat, tapi tidak semua. Hanya sebagian orang yang bisa ikut, agar tubuh mereka tidak terkena dampak dari Kesengsaraan Petir yang sepertinya tingkat Ashura.


Lin Zhian, Luo Yi, Long Xia Yun, Xue Ying, Yan Xue, Guang Li Xiqing dan Yue Chang'e adalah orang yang ikut bersama. Guang Li Xiqing dan Yue Chang'e sangat penasaran dengan evolusi Hewan Suci yang mendapat bentuk manusia, karena mereka tidak pernah melihatnya langsung.


Bai Hu dan Xuanwu Jianqi merasa kesal, mereka termasuk Hewan Suci, namun tidak ada yang mengenali keduanya. Padahal, tidak jarang keduanya berubah menjadi bentuk Hewan Suci saat di sekitar Lin Chen. Terutama untuk Bai Hu yang bisa dikatakan berpetualang bersama Lin Chen sedari awal bereinkarnasi.


Pada saat ini, Lin Chen duduk bersila di atas Zhu Que yang terbang ke arah timur laut, pergi menuju barisan gunung berapi.


"Zhu Que, bisakah kau bersikap baik pada yang lain?" Lin Chen mengusap kepala Zhu Que.


Zhu Que yang membawa Lin Chen itu menjerit, mengeluarkan suara burung yang cukup tinggi.


Lin Chen menaikkan sebelah alisnya saat mendengar jawaban yang hanya dirinya yang mengetahuinya. "Kau tidak bisa berbuat baik pada yang lain karena hanya aku yang pantas? Tapi, Ayah dan Ibu yang membantumu menetas saat dulu, Bibi membantuku untuk menetaskanmu di kehidupan ini. Apakah kau tidak terlalu keras?"


Tidak ada balasan dari Zhu Que yang terus terbang itu, dan Lin Chen merasakan perasaan bimbang yang masuk ke dalam pikirannya yang merupakan perasaan Zhu Que. Hingga belasan menit berlalu, Zhu Que kembali menjerit.


Lin Chen tersenyum lembut dan menepuk-nepuk punggung Zhu Que. "Terimakasih, aku juga akan berusaha untuk mencari keberadaan suamimu."


Perasaan Zhu Que menjadi lebih tenang dan tidak ada emosi atau amarah di dalamnya.


Yang lain hanya diam saja saat melihat Lin Chen yang berbicara seorang diri.

__ADS_1


Lin Chen mengabaikan tatapan mata yang tertuju padanya, dan terus mengusap lembut punggung Zhu Que agar emosinya tetap stabil. Menurut Long Xia Yun, Suzaku merupakan hewan yang emosinya kurang stabil dan mudah marah, meski sebenarnya sangat mulia dalam berpenampilan dan perilaku.


Tapi karena sangat pilih-pilih, bahkan tidak sembarang tempat dapat membuat Suzaku bertengger, maka tidak aneh jika Suzaku juga tidak terlalu dekat atau mau berbicara dengan sembarang orang.


***


1.265.000 Mil ke Arah Timur Laut dari Kota Abadi


Hampir menghabiskan satu minggu untuk sampai ke Wilayah Gunung Api dengan kecepatan terbang Zhu Que. Lin Chen hendak menggunakan kecepatannya sendiri, namun karena Zhu Que ingin berguna dan membawanya terbang, maka ia hanya bisa menerimanya dan terbang dengan kecepatan standar.


Sesuai dengan namanya, Wilayah Gunung Api adalah wilayah dengan gunung merah yang jumlahnya ribuan, dan setiap menitnya akan menyemburkan lava panas ke langit. Aliran lahar sederas sungai juga bisa dilihat di berbagai tempat, yang terlihat sangat panas dan melelehkan tanah sekitar.


Lin Chen melompat turun dan membiarkan Zhu Que terus terbang ke gunung berapi tertinggi. Ia mendarat di kolam lahar yang terus menciptakan gelembung api yang meledak-ledak.


Suhu di sini sangat panas, mereka yang dibawah Ancient God akan merasakan kulit seperti terbakar, karena itulah Long Xia Yun melepaskan energi spiritualnya untuk melapisi tubuh semua orang.


"Bibi, kita terlambat satu hari. Seharusnya kita meninggalkan Bintang Sheng kemarin, tapi saat ini kita masih belum bersiap-siap untuk pergi."


"Baiklah kalau begitu." Lin Chen mengangguk kecil. Ia ingin meninggalkan Bintang Sheng karena ingin mencari lawan bertarung, dan tempat yang tepat adalah Bintang Dongjie.


Sementara itu. Zhu Que yang terus terbang jauh ke langit yang tinggi, mulai melepaskan aura kultivasinya yang selama ini ia tahan agar tidak menarik petir.


Ketika aura kultivasinya dilepaskan, awan hitam mulai muncul perlahan di langit merah panas. Kilatan petir berwarna merah juga mulai terlihat di bawah awan hitam, dan kilatan petir itu mulai berkumpul di satu titik, membentuk siluet manusia yang memiliki delapan lengan.


Tingkat Petir Ashura sendiri didasari dari seberapa banyak lengan yang dimiliki.


Zhu Que mengepakkan sayapnya yang membentang itu, membuat daratan api mulai bergetar dan ratusan lava panas mulai melonjak naik belasan mil ke langit.


Ratusan pilar lava itu bergerak pada Ashura yang belum benar-benar membentuk tubuh, dan menyerangnya secara membantu buta, tidak memberikan kesempatan untuk menyerangnya terlebih dahulu.


Tubuh Ashura yang pecah dan menjadi molekul cahaya merah itu bergerak ke arah Zhu Que yang kemudian terserap masuk, membuat aura Zhu Que lebih kuat lagi dari sebelum memanggil Kesengsaraan Petir.

__ADS_1


Karena kilatan petir di bawah awan hitam masih ada, Ashura kembali beregenerasi dengan kedua cahaya. Tapi Zhu Que tidak membiarkan hal itu terjadi, Zhu Que mengangkat kepalanya dan membuka paruhnya lebar-lebar dengan suara memekik yang keluar darinya.


Api mulai menyala di udara kosong dan membesar, yang kemudian berputar seperti tornado api. Tornado api itu tidak satu atau dua, melainkan ribuan dan menghancurkan gunung-gunung yang dilaluinya.


Meledaknya gunung api juga menimbulkan dampak yang mengerikan, bebatuan panas terlempar ke segala arah dan diduga mampu membunuh Immortal God hanya dari terkena batunya saja.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya, membuat bebatuan yang terbang itu terpotong-potong dan mengubahnya menjadi debu halus. "Kekuatan api yang cukup besar ..."


"Suhu api yang dilepaskannya juga mampu membuat Immortal God terkena luka bakar, meski masih berada di Ranah Prajurit Dewa." Long Xia Yun menambahkan.


Lin Chen menganggukkan kepala mengungkapkan setuju. Walaupun ia tidak merasakan apa-apa di tempat ini atau dari serangan Zhu Que, tapi memang benar daya serangnya cukup mengerikan untuk ukuran Dewa Putih.


Zhu Que yang mendengar pembicaraan antara Lin Chen dan Long Xia Yun mulai bergerak lagi. Ia terbang memutari Ashura, dan setiap geraknya akan meninggalkan efek ledakan keras dengan tornado api yang muncul.


Gelombang api seperti tsunami terbentuk di langit, mengubah awan hitam menjadi lautan api merah menyala yang sangat panas. Bahkan gunung berapi yang sudah panas terlebih dahulu, mulai memperlihatkan perubahan. Pada bagian gunung berapi itu mulai mencair seperti es batu yang terkena panas.


Zhu Que yang terbang berputar itu menghentikan gerakannya dan berbalik melihat punggung Ashura seraya mengepakkan sayapnya.


Duarr! Duarr! Duarr!


Lautan api di langit mulai meledak tanpa henti, dan menimbulkan hujan bola api yang sangat besar serta deras. Bola api yang jatuh itu menghancurkan daratan dalam radius 5000 mil, dan mengubah daratan merah menjadi lautan lahar panas, bahkan gunung-gunung juga meledak tanpa sisa sama sekali.


Molekul cahaya merah mulai berkumpul di sekitar Zhu Que, yang kemudian menutupi sekujur tubuhnya. Hingga belasan menit kemudian, cahaya itu mulai berubah dari bentuk burung ke bentuk manusia.


Terlihat, wanita muda yang memiliki rambut merah oranye mulai turun dari langit. Wanita itu mengenakan pakaian merah terang dengan lambang api berwarna oranye. Wajahnya juga terlihat halus, dengan bibir merah merona. Ketika membuka matanya perlahan, terlihat matanya yang berkilau seperti api yang membara.


Lin Chen melihat sekilas ke arah Zhu Que, kemudian menoleh mengamati sekitar. "Ini, terasa sedikit hangat ..."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2