Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 176 : Semesta Heng


__ADS_3

Dewi Kuxing tidak mengambil tindakan meski Lin Chen mengendurkan kewaspadaan dan membelakangi dirinya, walau kemarahan maupun kebencian tidak menghilang. Hanya saja, untuk saat ini ia masih menahan diri sampai 3 God Realm tahap Puncak terbunuh.


Lin Chen berbalik melihat Dewi Kuxing yang sudah mendekat, tapi belum mengambil tindakan. "Apakah kau tidak takut jika aku memberitahukan hal ini pada yang lain?"


Dewi Kuxing menaikkan sebelah alisnya, kemudian mengangkat kedua bahu dan berucap, "Silakan, aku tidak peduli. Bahkan jika mereka tahu aku berkhianat, target utama tetaplah dirimu, kami berempat akan bekerja sama untuk membunuhmu, barulah mereka memburuku."


Apa yang dikatakan Dewi Kuxing tidak salah; Lin Chen tahu itu dan target utama adalah dirinya. Jika begini, lebih baik mengikuti permainan sampai membunuh 3 God Realm tahap Puncak, lagi pula Point Pengalaman yang didapat adalah miliknya.


"Jangan terlalu banyak berpikir!" Dewi Kuxing tiba di depan Lin Chen, melepaskan pukulan terkuatnya.


Lin Chen tidak bisa menahan serangan Dewi Kuxing; menghempaskan tubuhnya seperti cahaya, dan karena cepatnya ia melintas, tubuhnya sampai terbakar karena bergesekan dengan ruang sekitar.


Crack! Bang!


Lin Chen kembali menghantam dinding seperti kaca sampai retak, retakan itu terus menyebar hingga meledak dan pecah berkeping-keping. Jika dilihat dari Ruang Para Dewa, pembatas antara Weiqi No.002 dan Weiqi No.003 telah tertembus, mengakibatkan ledakan di sana.


Pandangan Lin Chen berubah untuk yang kedua kalinya; melihat kilauan bintang yang jumlahnya ratusan miliar, belasan triliun galaksi dalam satu kesatuan bernama Semesta Heng.


"Apa yang terjadi? Dewi Kuxing, bagaimana kau bisa membiarkan Dewa Lima Element terbunuh?"


Lin Chen yang terluka parah pada bagian dada, menoleh ke kiri melihat Taoist berpakaian putih dengan hiasan pola-pola hitam pada bagian ujung kain, mengenakan topi berlambangkan Diagram Yin Yang dan membawa kuas putih sepanjang setengah meter.


"Diamlah!" Dewi Kuxing tiba di Semesta Heng dengan aura yang meledak dari tubuhnya; menggetarkan Semesta bahkan meledakkan ratusan miliar bintang secara bersamaan. "Apakah kau tidak melihatku? Aku juga mendapatkan luka!"


Apa lagi yang dia mainkan? batin Lin Chen.


Lin Chen menyentuh dadanya yang berlubang karena pukulan Dewi Kuxing, meregenerasi dadanya yang terluka parah.


Dewi Kuxing mendekati Dewa Taoist, sama seperti saat datang ke Semesta Mengza dan mendekati Dewa 5 Element.


"Bagaimana 'Dia' mati?" tanya Dewa Taoist tentang Dewa 5 Element.


Dewi Kuxing berpikir sejenak. "Kami berdua dipisahkan ..." Ia menunjuk Lin Chen. "Dia bisa menghentikan waktu, dan memiliki teknik yang mampu menghancurkan Esensi Jiwa."


Dewa Taoist memainkan kuas yang ia bawa seraya menarik-narik janggutnya yang panjang. "Sepertinya, akan sulit untuk menghadapinya, bahkan kau saja tidak bisa membunuhnya, meski kau adalah yang terkuat dari kita semua..."


"Bagaimana jika kita memanggil Dewa Matahari dan Dewi Venus untuk membantu." Dewa Taoist tidak terlalu percaya dengan Dewi Kuxing; kekuatan mereka berdua sangat bertolak belakang, dan itu membuatnya tidak nyaman jika harus bekerja sama.


Dewi Kuxing mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak peduli, kau bisa memanggil mereka berdua."


Lin Chen tidak terlalu takut; tapi tetap mewaspadai apa yang akan terjadi nantinya, apakah Dewi Kuxing memang berniat untuk membunuh 3 God Realm tahap Puncak, atau berpura-pura agar kewaspadaannya turun dan membunuhnya di belakang.


Dewa Taoist mengayunkan kuasnya yang merupakan Senjata Ilahi, tapi kekuatannya tidak jauh beda dari Senjata Dewa. Hanya dengan gerakan sederhana; fluktuasi energi berkumpul di kiri dan kanan, memunculkan Gerbang Dimensi yang ukurannya dua kali pintu normal.


Kreekk... _.suara pintu terbuka.


Seorang pemuda terlihat keluar dari Gerbang Dimensi berlambang Matahari di sebelah kanan Dewa Taoist; mengenakan pakaian oranye, rambutnya oranye dengan bagian ujungnya berwarna kuning, ada lambat Matahari di dahi dan memancarkan suhu tinggi.

__ADS_1


Gerbang Dimensi berlambang lingkaran dengan kilauan-kilauan kecil seperti bintang, terlihat ada wanita muda yang keluar dari sana, rambutnya abu-abu kebiruan seperti Venus, matanya biru bagaikan langit dan mengenakan pakaian biru muda.


Dewa Matahari melihat Lin Chen dengan tatapan merendahkan. "Ternyata kau yang merusak susunan Semesta, satu Dewa hanya boleh menguasai satu Semesta, dan kau mengambil banyak darinya."


Dewi Venus memandangi Lin Chen tanpa berbicara dan matanya terpejam; terlihat seperti air yang tenang, tapi di dalamnya sangat berbeda seperti ombak ganas yang siap menelan apa pun.


Dewi Venus membuka matanya perlahan, menatap lembut Lin Chen seperti orang yang bersahabat.


Tiba-tiba, datang air yang entah dari mana menelan Lin Chen dari belakang; mengurungnya di dalam bola air yang mulai menekan tubuhnya, bahkan darah mengalir dari pori-pori kulit karena tekanan air yang lebih kuat dari yang diharapkan.


Lin Chen merasakan sakit yang terlalu kuat; pori-pori kulitnya dipaksa terbuka untuk air masuk sampai ke pembuluh darah maupun Meridian, kemudian membalikan alirannya dari dalam dengan menggunakan air dingin yang tajam seperti serpihan kaca.


Dewa Taoist melambaikan kuas yang dibawanya; warna air yang mengurung Lin Chen berubah menjadi hitam pekat seperti tinta, memberikan efek penyumbatan pada pembuluh darah maupun Meridian.


Dewa Matahari menjentikkan jarinya, menciptakan Matahari yang mengelilingi Lin Chen di tengah-tengahnya.


Air yang mengurung Lin Chen mulai mendidih dan sangat panas dari Matahari itu sendiri, membuat rasa sakit yang diterima berlipat ganda; memberikan efek pada Meridian yang aliran energinya terlalu kuat tak beraturan dan kasar seperti bercampur dengan serpihan kaca.


Jika energi kasar mengalir deras pada jalur yang tersumbat, sakit yang diterima akan bertambah berkali-kali lipat.


Lin Chen yang berada di dalam air, menggertakkan giginya seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada, memeluk bahunya sendiri mencoba menahan sakit. Tubuhnya tidak bisa digerakkan karena ada kekuatan dari Element Ruang dan Waktu yang menahan gerakannya.


Dewi Venus mengangkat tangannya ke arah Lin Chen, lalu mengepalkannya; air yang mengurung Lin Chen terus memadat dan menekan orang yang ada di dalamnya, hingga saat ia mengibaskan tangannya, air itu meledak.


Beberapa Matahari yang mengitari Lin Chen juga menghilang, dan saat itu tidak ada siapa pun lagi di tengah-tengahnya.


Dewi Kuxing hanya diam tak bersuara; bahkan meski ia merasakan ada kehadiran Lin Chen di belakang, ia tetap tenang seperti yang lain yang tidak bisa menyadari bahwa Lin Chen memasuki ruang dan membiarkan kloning yang terkena serangan Dewi Venus.


Kecepatan pergantian tubuhnya sangat cepat, tidak ada tanda-tanda akan datangnya kloning.


Celah ruang terbuka tepat di belakang Dewa Matahari tanpa mengeluarkan suara sekalipun, bahkan energinya juga tidak bisa dirasakan, sehingga keberadaan Lin Chen tidak diketahui.


Dewa Taoist menggeleng pelan; menertawakan kebodohan dan kepercayaan diri Dewa Matahari yang tidak pernah berubah. "Dia sangat kuat, bagaimana bisa terbunuh dengan mudah, mungkin dia kembali dan meninggalkan kloning."


Tangan Lin Chen keluar dari celah ruang, bergerak perlahan ke arah Dewa Matahari. Ia tidak mengeluarkan kekuatannya, tidak sampai mencapai jarak serang yang tidak bisa dihindari.


Dewa Matahari berbalik hendak kembali ke Semesta Taiyang melalui Gerbang Dimensi; alangkah terkejutnya saat melihat tangan yang hendak meraih bajunya. "Sial! Dia di sini!"


Dewa Taoist, Dewi Venus dan Dewi Kuxing berbalik melihat Dewa Matahari.


Lin Chen tidak akan membiarkan kesempatan ini lepas; tidak mungkin ada kesempatan lain untuk bisa membunuh Dewa Matahari dalam keadaan sekarang, keadaan tidak terjaga dan tanpa adanya energi yang melindungi.


Energi Iblis muncul dalam sekejap menyelimuti tangan Lin Chen sampai terlihat seperti pedang merah. Energi Iblis itu langsung menusuk dada Dewa Matahari sampai menembusnya ke punggung.


Lin Chen yang sudah memberikan serangan sederhana, langsung kembali bersembunyi di dalam celah ruang.


Booom!

__ADS_1


Ketiganya menyerang celah di mana Lin Chen menghilang, tapi mereka terlambat seperkian detik karena hanya tangannya saja yang terlihat, namun dalam serangan ini Dewi Kuxing menahan diri; memperlambat maupun melambatkan serangannya, tidak mungkin membunuh Lin Chen, karena ingin membiarkan Lin Chen membunuh 3 God Realm dan mengambil Esensi Darah-nya.


Dewa Taoist melambaikan kuasnya, melepaskan energi murninya untuk menyelimuti tubuh Dewa Matahari agar luka-luka yang diterima pulih kembali. Aura merah juga terlihat keluar dari dada Dewa Matahari, yang memberikan rasa sakit sampai membuatnya berteriak.


Untuk orang yang tidak memiliki ketahanan terhadap Energi Iblis, mereka akan merasakan sakit yang luar biasa, apalagi jika Energi Iblis itu dikeluarkan secara paksa.


"Apakah ini yang membunuh Dewa Lima Element?" Dewa Taoist melihat Dewi Kuxing yang membantu mengeluarkan Energi Iblis, meski masih meninggalkan secuil Energi Iblis.


Dewi Kuxing menganggukkan kepalanya, lalu menoleh; menatap celah ruang yang baru saja terbuka; tempat Lin Chen bersembunyi di arah lain dari sebelumnya. "Iya, karena itulah, kalian harus berhati-hati, sebisa mungkin jangan sampai terlena energinya, sepertinya itu adalah Energi Iblis..."


"Untuk menghadapinya, aku memotong anggota tubuh berkali-kali dan menggunakan Tubuh Api untuk menghindarinya."


"Itu ...." Dewi Venus tidak bisa berkata-kata; tidak menyangka Dewi Kuxing yang terkuat dan mampu selamat dari jutaan kutukan, tapi tidak berdaya di hadapan Lin Chen.


Lin Chen keluar dari celah ruang, memancarkan aura merah yang keluar dari tubuhnya. Ia mengangkat tangan kanannya di depan dada; mengarahkan dua jari ke atas. "Dao Iblis, Kutukan. Kematian Abadi."


Dewa Taoist dan Dewi Venus mengalihkan perhatiannya pada Lin Chen yang baru saja datang.


Devi Venus melintas bagaikan cahaya yang mengejar Lin Chen, namun saat baru setengah jalan, ia berhenti dan menoleh ke belakang.


"Keugh!" Dewa Matahari memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya.


Tubuh Dewa Matahari mulai bersinar, seperti ada lampu merah di dalam tubuhnya. Sinar itu menembus tubuhnya dan terlihat seperti pipa merah tebal yang memancarkan aura kematian, Energi Iblis yang tersisa di dalam tubuhnya kembali menyebar ke sekujur tubuh.


Bang!


Energi Iblis di dalam tubuh Dewa Matahari sangat kuat, menghempaskan Dewa Taoist dan Dewi Kuxing.


"Aarrgghh!" Dewa Matahari tidak bisa menahan sakit saat semua organ dalam tubuhnya mulai digerogoti; Meridian-nya tersumbat, Dantian mulai bercampur dengan Energi Iblis.


Cahaya yang menyelimuti Dewa Matahari makin terang dan auranya terus meningkat. Hingga tak lama, Dewa Matahari meledak, menimbulkan api besar dengan gelombang udara yang menghempaskan apa pun, termasuk meledakkan bintang-bintang.


Dari dalam Gerbang Dimensi Matahari, terlihat ada ledakan beruntun yang merupakan meledaknya kloning Dewa Matahari.


Dewa Taoist yang sudah bisa berdiri lagi, terpana tak tahu harus berkata apa; semua kloning Dewa Matahari terbunuh sampai menghilangkan Esensi Jiwa, dengan ini Dewa Matahari sudah sepenuhnya menghilang tanpa bisa beregenerasi atau bahkan bereinkarnasi.


Dewi Venus juga kehabisan kata-kata, tapi kemarahan dan kebencian mulai bangkit dari dalam hatinya karena Lin Chen telah membunuh Dewa Matahari, orang yang ia kagumi selama ini.


"Aku akan membunuhmu!"


Dewi Venus memancarkan energi biru; tetesan air mulai bermunculan di sekitarnya dan ada Cincin Air yang terlihat seperti Cincin Api milik Dewi Kuxing.


Lin Chen tidak memperlihatkan perubahan ekspresi, bukan karena memakai Topeng Iblis, tapi karena memang ancaman Dewi Venus tidak membuatnya takut, asal jangan Dewi Kuxing yang bertindak bersama mereka.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2