Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 206 : Alam Tiantang


__ADS_3

Lin Chen dan Yan Xue sudah melewati Gerbang Dimensi dan tiba di Alam Tiantang.


Alam Tiantang yang sebelumnya penuh sayatan angin seperti sedang marah dan langitnya tidak cerah, tiba-tiba mengalami perubahan besar: angin bertiup lembut dan menyejukkan; langit tidak lagi gelap, langitnya berubah cerah dengan cahaya hangat yang menenangkan.


Petir tiba-tiba muncul di langit berbentuk zig-zag menyambar menembus langit. Alam Tiantang bergetar pada saat yang sama. Setelah itu, seberkas cahaya keluar dari tempat yang sangat jauh, membentuk segel yang menyatu di antara alis Kaisar Giok!


Segel Tiandi!


Segel ini adalah tanda bahwa Lin Chen sudah diakui sebagai Kaisar Giok oleh Surga sebagai Penguasa dari Tiga Alam. Tapi, Alam Diyu yang sudah memberontak dari jauh-jauh hari, tidak akan berhenti hanya karena Kaisar Giok kembali muncul, mereka akan terus melalukan pemberontakan, karena percaya bahwa Kaisar Giok masih sangat lemah.


Dengan Segel Tiandi, Lin Chen bisa dengan bebas mengangkat maupun memberhentikan Dewa dan Dewi yang berada di Alam Tiantang. Bahkan, ia bisa menurunkan kekuatan mereka sampai dasar hingga seperti manusia biasa.


Segel Tiandi (天) berubah saat sudah menyatu di antara alis Lin Chen menjadi api berwarna emas, Segel dari Ras Naga yang sebelumnya tertanam di sana maupun Segel Bai Hu menghilang karena tidak mampu bersaing dengan Segel Tiandi.


Walaupun menghilang, Lin Chen masih bisa merasakan bahwa ia terhubung dengan Bai Hu. Bahkan jika ia ingin, ia bisa memanggilnya saat ini juga di Alam Tiantang.


Semua penghuni Alam Tiantang yang melihat fenomena ini, tidak menunggu waktu lebih lama lagi, mereka semua berlutut seraya menangkupkan kedua tangan dengan maksud memberikan hormat maupun selamat karena Lin Chen diakui oleh Surga.


Lin Chen menganggukkan kepalanya dengan senyum indah di wajahnya. "Terima kasih, kalian bisa berdiri. Tidak perlu selalu berlutut seperti itu."


Semua makhluk berdiri dengan cara masing-masing, dan mereka tersenyum saat mengetahui bahwa Yang Mulia Kaisar Giok tidak berubah meski masih beberapa hari semenjak menerobos Lord Realm.


Lin Chen menyadari aura di Alam Tiantang lebih lemah dari Semesta Shangdi yang ia buat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[Nama : Lin Chen]


[Gelar : Yang Mulia Kaisar, Tuan Muda Keluarga Lin, Lutrinae, Orang Terhormat dari Benua Bumi, Raja Iblis, Orang Gila, Dewa Pencipta, Penguasa, Dewa Suci, Dewa Iblis, Monster Gila, Pencipta Semesta, Hukum dan Aturan, Ayah dari Dewa dan Dewi, Satu-satunya, Yang Mulia Kaisar Giok, Keabadian Emas]


[Usia : 63 Tahun]


[Ranah : Lord Realm]


____________________________________________


[Job : Master Array (Dewa), Master Mantra (Dewa), Alkemis (Dewa), Tabib (Dewa), Penempa (Dewa)]


____________________________________________


[Budidaya : Teknik Penyerap Bintang Lv. Max]


[Skill : Dao Dewa dan Iblis — Dao Catur]


____________________________________________


[Senjata : Pedang Cahaya — Pedang Dewa — Pedang Iblis — Pedang Kuno — Pedang Dewa Iblis — Pedang Dewa Kematian — Tombak Ashura — Pedang Neraka]

__ADS_1


[Artefak : Chakram Dewa — Syal Dewa — Rantai Dewa — Pedang Dewa — Segel Tiandi — Chakram Iblis — Topeng Iblis — Cambuk Iblis]


____________________________________________


[Hewan Kontrak : [Bai Hu (Penjaga Mata Angin Barat)] — [Xuanwu Jianqi (Penjaga Mata Angin Utara)] — [Zhu Que (Penjaga Mata Angin Selatan)] — [Qing Long (Penjaga Mata Angin Timur)]


____________________________________________


[Kekayaan : 890 Miliar Batu Roh Kualitas Tinggi, 912 Triliun Batu Roh Kualitas Menengah, 837 Kuardriliun Batu Roh Kualitas Rendah, 872 Miliar Tael Emas, 329 Miliar Tael Perak, 10.000 Keping Coin Emas, 999 Keping Emas, 1000 Perak]


[Inventory : Ginseng Abadi 500.000 Tahun — Akar Spiritual 700.000 Tahun, Persik Datar 300.000 Tahun, Air Abadi, Pil Energi Abadi ...]


[Point System : ∞]


[Point Teknik : 38.780 Septiliun]


[Point Pengetahuan : 37.280 Septiliun ]


•Shop• — •Gacha• — •Copy Item• — •Konversi• — •Fitur Pelatihan• — •Penciptaan Galaxy• — •Penciptaan Semesta• — •Create Item•


Versi Max


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Create Item, memungkinkan pengguna untuk membuat item apa pun yang dibayangkan. Artefak, Tanaman Spiritual, Senjata, Teknik, bahkan Batu dan Kayu. Tingkatan item yang dibuat tergantung pada seberapa banyak Point System yang dihabiskan.


Lin Chen terdiam dengan kerutan di dahi. Sebelumnya ia membuka statusnya tapi tidak melihatnya secara keseluruhan, tapi tidak berharap jika Point System akan tak terbatas (∞).


Lin Chen mencubit pipinya sendiri, masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya selama ini. Saat di Bumi, ia sering membaca tentang kisah Kaisar Giok, tapi tidak berharap jika ia adalah Kaisar Giok itu sendiri.


Segel Tiandi, saat segel itu berada di dahiku. Aku merasa kekuatanku bertambah dua kali lipat, tapi, karena Alam Diyu berani memberontak bahkan meski tahu bahwa aku telah kembali, sepertinya kekuatan yang sekarang masih jauh untuk melawan Alam Diyu.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya yang menarik perhatian semua orang dengan rasa penasaran, dan mereka yang tahu apa yang sedang dilakukan Lin Chen, merasa sangat bersemangat dengan jantung berdegup kencang seperti keluar dari dalam dada.


Gumpalan cahaya emas seperti bola kasti terlihat berkumpul di telapak tangannya, kemudian ada cincin emas yang mengitari gumpalan cahaya itu. Hanya karena kemunculannya saja, Energi Abadi di Alam Tiantang mulai mengalami peningkatan yang signifikan.


Bang!


Ketika Lin Chen mengepalkan tangannya, gelombang aura yang kuat menyebar ke seluruh penjuru Alam Tiantang dengan dentuman keras yang menggetarkan Alam Tiantang. Energi Abadi di sini meningkat pesat seperti sebelum Alam Tiantang sedikit hancur seperti ini, tapi, meski Energi Abadi telah kembali, bangunan-bangunan yang hancur harus dibangun secara manual.


"Di mana Juling Shen?" Lin Chen berkata dengan pelan, namun suaranya bisa didengar oleh semua makhluk di Alam Tiantang.


Raksasa berjalan dengan langkah kaki yang sedikit mengguncang, kemudian ia membungkukkan tubuhnya seraya menangkupkan kedua tangan dan berkata dengan suara besar, "Hamba di sini, Yang Mulia Kaisar Giok."


Lin Chen melihat raksasa yang mengenakan zirah berwarna biru dengan sedikit hiasan emas, kepalanya botak sampai bisa memantulkan cahaya dan memiliki janggut panjang berwarna merah.


Juling Shen membawa kapak besar di belakang punggung, dan dua kapak kecil yang menggantung di pinggangnya. Ukuran tubuhnya cukup besar, jika diibaratkan di Bumi, bisa mengangkat Pegunungan Himalaya dengan mudahnya.

__ADS_1


Lin Chen menunjuk Juling Shen. "Aku memerintahkan kau dan yang lain untuk membangun kembali Gerbang Langit Selatan yang hancur, dan semua tempat tinggal Dewa dan Dewi."


Gumpalan emas kecil muncul di ujung jari telunjuk Lin Chen, bergerak perlahan seperti kunang-kunang yang terbang ke arah Juling Shen.


Tiba-tiba, Juling Shen diselimuti oleh energi emas seperti nyala api yang merupakan Energi Keberuntungan.


Tanpa membuang waktu terlalu lama, Juling Shen memberikan hormat pada Lin Chen. "Baik! Yang Mulia Kaisar Giok! Hamba tidak akan berhenti sebelum semua pekerjaan selesai!"


Lin Chen tersenyum tipis dan berkata pelan, "Tidak perlu terburu-buru, kau bisa beristirahat jika lelah."


Juling Shen gemetaran, tidak pernah terpikirkan olehnya akan mendapatkan perhatian dari Lin Chen.


Juling Shen berlutut dengan segera. "Terima kasih, Yang Mulia Kaisar Giok!"


Juling Shen berdiri dan pergi setelah mendapatkan izin, ia tergesa-gesa karena ingin mengolah Energi Keberuntungan yang sangat besar sedang menyelimuti tubuhnya.


Energi Keberuntungan memiliki kegunaan: Pertama, bisa meningkatkan kekuatan. Namun, itu adalah penggunaan yang paling boros. Mereka bisa meningkatkan kekuatan dengan Energi Abadi, tapi jika terpaksa, mereka akan menggunakan Energi Keberuntungan, seperti dalam keadaan hidup dan mati.


Kedua, bisa membuat Tubuh Keberuntungan yang akan selalu dilindungi oleh Surga. Jika ada yang menyerang pemilik dari Tubuh Keberuntungan, orang itu akan langsung mendapatkan 9 Kesengsaraan Petir. Tapi itu sangat sulit untuk dicapai, karena tidak ada yang tahu bagaimana mendapatkan Energi Keberuntungan yang bahkan Kaisar Giok sendiri tidak memiliki hak untuk memberikannya.


Namun, entah bagaimana Lin Chen memiliknya dalam jumlah besar. Ia bisa memberikan atau mengambilnya sesuka hati tanpa harus melakukan hal-hal tertentu atau persetujuan dari Surga.


Lin Chen bisa memberikan Energi Keberuntungan pada Lin Da Zixuan sampai mendapatkan Tubuh Keberuntungan, tapi setelah memikirkannya kembali. Putranya itu sangat senang sekali bertarung dan mencari masalah seperti dirinya, akan sangat buruk jika 9 Kesengsaraan Petir terus turun ke Alam Semesta.


Ketiga, Energi Keberuntungan bisa digunakan untuk menciptakan sebuah artefak ataupun senjata, serta meningkatkannya. Bahan yang dibutuhkan juga tidak perlu yang berharga atau spesial, bahkan sebatang ranting pohon yang diberikan Energi Keberuntungan, bisa berubah menjadi Senjata Ilahi bahkan Dewa.


Ketika melihat Juling Shen mendapatkan Energi Keberuntungan, hampir semua makhluk terlihat iri, mereka ingin sekali bertukar tempat dengan Juling Shen untuk membangun Alam Tiantang. Tapi, mereka tahu mereka tidak bisa melakukannya karena sudah mendapatkan tempat masing-masing.


Lin Chen melihat ke belakang untuk sesaat, kemudian kembali fokus ke depan dan berkata, "Mari kita pergi ke Istana Tiantang."


Lin Chen terbang bersama Yan Xue dengan berdiri di gumpalan awan emas yang membawa mereka.


Yan Xue hanya diam semenjak awal datang, tidak sedikit pun ia berbicara karena masih belum terbiasa dengan hal ini. Bahkan, saat menjadi Permaisuri di Bintang Qiang, ia tidak terlalu sering memberi perintah karena selalu berdiri di belakang Lin Chen, membantunya dari belakang.


Sehingga saat Lin Chen tidak ada di Bintang Qiang, ia lebih memilih bermain dengan anak-anak.


Lin Chen menoleh ke kiri dan memainkan pipi Yan Xue. "Ada apa? Xue'er adalah Permaisuri Surga, jangan terlalu gugup. Coba lihat apa yang ada di atas kepalamu."


Yan Xue mengangkat tangan kanannya dan tiba-tiba ada cermin yang terbuat dari Element Es. Ia bisa melihat ada Mahkota Permaisuri di atas kepalanya berwarna emas.


Yan Xue tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya saat melihat Mahkota Permaisuri. Bibirnya bergetar, kemudian berkata dengan suara gemetar, "A- Aku? Xue'er kira, mereka memanggil dengan sebutan Permaisuri Surga hanya karena ingin memberi hormat untuk tidak mempermalukan Xue'er."


"Ta- Tapi, benar-benar ada Mahkota Permaisuri?!" Yan Xue mencoba menyentuh Mahkota Permaisuri. Ia masih tidak percaya karena tidak merasakan beban di atas kepalanya.


Prajurit Surgawi dan yang lain tersenyum tipis saat mengetahui bahwa Permaisuri Surga tetap menjadi dirinya sendiri, akan sangat heboh dengan hal-hal sederhana meski terkadang akan terlihat sangat anggun.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2