
Kabar mengenai pertarungan di utara kota sudah tersebar luas dan diketahui oleh semua orang, tanpa terkecuali anak-anak kecil. Banyak yang ingin bertemu, entah untuk menjadi murid atau meminta perjodohan. Karena itulah, di depan Mansion Lin banyak warga yang datang, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang dibiarkan masuk.
Lin Chen tidak berniat untuk menerima murid lagi, cukup Yan Lin dan Ling Ji Yue saja yang menjadi muridnya. Usia muridnya sendiri sudah 34 tahun, dan entah mengapa ia merindukan mereka.
Kabar ini juga terdengar sampai di telinga Raja, membuat Raja merasa marah dan kesal pada Lin Chen. Ingin sekali mengendalikan Lin Chen dibawah kekuasaannya, tapi statusnya sebagai Raja tidak membuat Lin Chen gentar atau merasa takut.
"Sangat membosankan, tapi aku juga tidak bisa pergi ke Semesta lain. Penjagaannya semakin diperketat, hampir di setiap tempat ada Dewa ataupun Dewi yang berjaga."
Sudah tujuh hari semenjak Gelombang Monster berakhir, yang dilakukannya selama ini hanya bersantai-santai di bawah pohon yang masih tertutup salju.
Lin Chen sudah ingin sekali meninggalkan Bintang Logia, tapi karena Lin Da Zixuan meminta untuk tinggal lebih lama lagi, sampai Xue Ying selesai mengurung diri. Akhirnya, ia hanya bisa mengikuti permintaan dari putranya dengan senyuman hangat.
"Ngomong-ngomong ..." Lin Chen yang bersandar di kursi bersantai di bawah pohon, membenarkan posisinya seraya menoleh ke kanan, melihat tembok tinggi. "Sampai kapan mereka berada di luar? Jika terus begini, Jian'er dan Xuan'er akan marah karena tidak bisa berjalan-jalan."
Lin Chen mengetuk-ngetuk jarinya pada sandaran lengan di kursi, merasa kesal dengan kerumunan orang yang mengelilingi Mansion Lin. "Aku tidak menerima murid, dan aku juga tidak menerima pekerja. Perjodohan? Anak-anakku masih sangat muda."
Suara Lin Chen terdengar menggema di langit di Ibu Kota, membuat siapa saja yang mendengarnya merasa kecil dan tidak berani bergerak karena tekanannya. Tapi itu bukanlah akhir, masih ada suara lain yang menggema di langit.
"Aku tidak ingin menambah istri, lagi pula, aku sudah berusia lima puluh tiga tahun."
Yan Xue yang baru datang di belakang Lin Chen, terdiam dengan mata terpejam. Senyum indahnya juga terlihat, namun seperti iblis yang siap memakan mangsanya. "Gege..."
"Kemudian, ingin menjadikanku bawahan? Seberapa pantas dirimu sampai berani menjadikan Dewa sebagai bawahan?"
Awan putih sedikit gelap terbelah dua, memperlihatkan langit biru yang indah. Tapi yang menjadi perhatian, bukan perubahan cuaca, melainkan dua mata putih yang memandangi Ibu Kota Kerajaan Epitychimenos.
Semua orang yang melihat dua mata besar di langit, mulai berjatuhan, tertunduk di jalanan dengan tubuh gemetaran ketakutan. Akhirnya mereka mengetahui, mengapa Lin Chen mampu menciptakan makhluk hidup, dan mengapa anak-anak yang masih sangat muda sudah sangat kuat, itu karena Lin Chen merupakan Dewa.
Pada saat itu juga, suatu Katedral yang memiliki banyak umat, yang mempercayai Dewa Bumi sebagai pelindung Kerajaan Epitychimenos, mereka mulai merasa dibohongi.
Lin Chen menghilangkan dua mata di langit, dan membuat cuaca kembali seperti sebelumnya dengan hujan salju yang tidak terlalu lebat.
Lin Chen mengangkat tangannya, membuat Yan Xue melayang perlahan dan mendarat di atas tubuhnya. "Aku sangat kesal dengan penduduk, mereka selalu mengatakan ingin menikahkan anak mereka denganku, atau melakukan perjodohan dengan Jian'er dan Xuan'er." Ia menepuk-nepuk kepala dan mengusap punggung Yan Xue.
Yan Xue yang dalam posisi telungkup di atas tubuh Lin Chen, menutup matanya dan tersenyum lembut saat merasakan hangat di tubuhnya. "Gege, peluk Xue'er lebih erat."
__ADS_1
Lin Chen melakukan hal yang diminta Yan Xue, memeluknya erat, tapi tidak sampai meremukkan tulang-tulangnya.
"Gege ..." Yan Xue mendongak menatap wajah Lin Chen.
Lin Chen mengusap lembut wajah Yan Xue, lalu mengecup hangat keningnya. "Aku mencintaimu."
Lin Chen tahu Yan Xue hendak mengatakan sesuatu, tapi segera ia hentikan saat itu juga dengan mengecup keningnya. Apa yang ingin dikatakan Yan Xue, adalah tentang rencana menambah anak lagi. Ia sendiri tidak masalah, bahkan jika ia memiliki belasan atau puluhan, hanya saja, saat ini Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan masih butuh perhatian.
Apalagi saat memiliki anak, mereka harus menunggu selama lima tahun lagi untuk bisa bepergian. Karena tidak mungkin membawa bayi kecil bepergian ke tempat-tempat berbahaya, meski ia bisa memindahkan mereka dalam waktu singkat.
"Setelah aku menembus God Realm tahap Akhir atau Puncak, barulah kita menambah keturunan."
Yan Xue terkejut ketika mendengarnya, tapi ia tersenyum beberapa saat setelahnya dan menganggukkan kepala. "Baik."
Walaupun Point Pengalaman yang dibutuhkan lima kali lebih banyak, yang setidaknya harus membunuh 80 God Realm tahap Awal. Tapi dengan menjadi Penyihir 9 Hati, pendapatan Point Pengalaman dari menyerang Energi Spiritual dan Mana, menjadi lebih cepat lagi.
Setidaknya, membutuhkan 1.369 tahun untuk bisa menembus tahap Akhir jika hanya diam seperti ini tanpa berlatih atau membunuh.
"Di mana anak-anak?" Lin Chen berpura-pura tidak tahu tentang keberadaan Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan.
Lin Chen sedikit mengangguk, lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh Yan Xue yang di atasnya. Kemudian ia menutup matanya, beristirahat bersama seraya menepuk-nepuk punggung Yan Xue.
***
6 Bulan Kemudian
Tidak ada lagi yang berani macam-macam dengan Manison Lin, dan tidak ada lagi yang berani menawarkan perjodohan atau proposal kerja sama. Termasuk Raja, yang sudah tidak berani lagi mencari masalah dengan Lin Chen, yang mana sebelumnya, hampir tiap hari menganggu ketenangannya.
Pada saat ini, Lin Chen sudah mengumpulkan semua pekerja di dalam aula, ada sesuatu yang ingin ia bahas dan ini sangat penting.
Pekerja yang bekerja di Mansion Lin, merasa sedih karena mereka tahu apa yang akan terjadi pada mereka ke depannya, karena mereka teringat akan pesan Lin Chen sebelum menerima para pekerja di Mansion Lin.
"Langsung saja, aku akan meninggalkan Kerajaan Epitychimenos. Anak-anakku sudah merasa bosan di sini dan ingin pergi ke Dinasti Ming yang ada di timur."
Bukan hanya itu saja alasan mengapa ia meninggalkan Kerajaan Epitychimenos. Alasan lainnya adalah di sini sudah tidak ada monster kuat untuk dijadikan sebagai pelatihan Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan. Karena itu, ia berencana untuk pergi ke Donasi Ming yang lebih baik, dengan nuansa seperti Abad Pertengahan China.
__ADS_1
Lin Chen melihat semua orang di depannya. "Aku juga tidak berencana untuk membawa kalian."
Lin Chen mengangkat tangan kanannya sejajar dengan dada, terlihat ada puluhan gumpalan energi putih. Energi itu berubah menjadi sebuah tas kecil berwarna cokelat, tas itu bisa menyimpan barang-barang dalam jumlah tertentu, Tas Ruang.
Puluhan Tas Ruang bergerak menghampiri semua pekerja.
"Di sana ada beberapa Keping Emas." Lin Chen menunjuk salah satu Tas Ruang yang dibawa.
Pelayan-pelayan terdiam tidak tahu harus berkata apa, mereka sudah merasa nyaman tinggal di Mansion Lin. Tapi, mereka tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa membungkukkan badan untuk berpamitan, kemudian meninggalkan Mansion Lin.
Walaupun tidak bisa membawa mereka, Lin Chen sudah memberikan beberapa barang di Tas Ruang, yang mungkin saja menjadi kutukan bagi pelayan-pelayan itu. Yang ia berikan adalah beberapa cairan yang berasal dari Pil Panjang Umur, yang bisa menahan penuaan dan bisa hidup selama ratusan bahkan ribuan tahun.
Ketika semuanya sudah pergi, Lin Chen membawa keluarganya untuk meninggalkan Ibu Kota dengan cara teleportasi.
Dinasti Ming sendiri tidak terlalu jauh, hanya berjarak 8.500 mil dari Ibu Kota. Tapi mereka tidak langsung pergi ke sana, melainkan menggunakan kereta kuda yang ditarik oleh Baixue dan Baimei.
"Apakah di Dinasti Ming ada monster?" Lin Da Zixuan menoleh ke kanan melihat Lin Chen.
"Tentu ..." Lin Chen menganggukkan kepalanya, lalu menoleh membalas tatapan Lin Da Zixuan. "Bukankah itu yang Xuan'er inginkan?"
"Iya!"
Lin Qiao Jianying yang berada di dalam gerbong kereta, merasa sedih karena harus berpisah dengan salah satu pelayan yang berusia lima tahun di atasnya saat di Mansion Lin. "Ayah, apakah Jian'er bisa bertemu dengan mereka lagi?"
Pelayan berusia 12 tahun, yang mengurus tanaman di Mansion Lin. Awalnya ia tidak ingin menerima gadis muda sebagai pekerja, tapi karena gadis itu terlihat sangat ingin membutuhkan pekerjaan, maka Lin Qiao Jianying memintanya untuk menerima gadis itu.
Lin Chen terdiam sejenak, kemudian menghela napas panjang dan menjawab, "Tentu, tapi tidak sekarang."
Lin Qiao Jianying mengangguk kecil, lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Lin Chen dari belakang.
Lin Chen tahu mengapa Lin Qiao Jianying sangat sedih, karena pelayan bernama Mein adalah teman dekat pertama putrinya.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...