Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 096 : Monster Kuno?


__ADS_3

Walaupun ruangan yang dipesan memiliki banyak kamar di dalamnya, Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan selalu saja menyelinap ke kamar mereka berdua, seperti halnya saat ini. Lin Chen terbangun dan melihat dua anaknya yang tidur di antaranya dengan Yan Xue, menggunakan lengannya sebagai bantal.


"Hidup seperti ini sangat menyenangkan dan damai." Lin Chen mengulurkan tangannya memeluk Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan.


Kemudian ia kembali tidur, melupakan niat awalnya yang datang ke Kota Fangma. Namun saat baru tertidur, ia merasa ada yang menggoyang-goyangkan badannya. Ia membuka matanya perlahan, terlihat Lin Qiao Jianying yang mencoba untuk membangunkannya.


"Ayah, sudah pagi."


"Baik." Lin Chen beranjak turun dari tempat tidur seraya membawa Lin Qiao Jianying untuk pergi ke kamar mandi, membersihkan wajah dan menggosok gigi.


Ketika sudah sampai di wastafel, Lin Chen mengeluarkan kursi kayu agar Lin Qiao Jianying bisa menggunakan cermin di depannya.


"Hari ini kita akan berburu monster, banyak darah yang mengalir dan lain sebagainya." Lin Chen mengusap kepala Lin Qiao Jianying di sebelah kirinya. "Jika Jian'er tidak tahan nanti, kau bisa memeluk Ibumu."


Lin Qiao Jianying menundukkan kepalanya, lalu ia berucap dengan pelan, "Ayah, Jian'er sering mendengar cerita dari Nenek dan Bibi Ying. Jika Ayah sangat kuat ..."


Lin Chen mengacak-acak rambut Lin Qiao Jianying, menghentikannya untuk berbicara lebih jauh lagi. "Jian'er ingin melihatnya sendiri? Ayah rasa kemarin sudah cukup. Lalu, Ayah merasa Jian'er masih terlalu muda untuk mengetahuinya ..."


Ia berlutut dan menatap Lin Qiao Jianying seraya memegangi kedua bahunya. "Jika sudah waktunya, Ayah akan menceritakannya. Tapi, Ayah harap Jian'er tidak membenci Ayah."


"Membenci?" Lin Qiao Jianying membuka mulutnya lebar, lalu mendongak dan menggelengkan kepalanya cepat. "Jian'er tidak akan membenci Ayah!"


Lin Chen tersenyum ringan saat mendengarnya, merasakan kebahagiaan karena Lin Qiao Jianying mengatakan tidak akan membencinya. Ia berencana untuk menceritakan bahwa ia merupakan Dewa yang pernah membunuh ratusan miliar makhluk hidup, tapi ia tidak ingin membuat anak-anak membencinya.


Namun, apabila ia tidak menceritakan dan anak-anaknya mendengar dari orang lain, tentunya ia tidak bisa mengelak.


Lin Chen juga tidak bisa menyembunyikan ini terlalu lama. Bagaimanapun perlakuan yang diterima anak-anaknya sangat baik di Kota Chen, dan tentunya mereka akan mencari tahu kebenarannya sendiri.


"Jika sudah waktunya, Ayah akan menceritakannya."


Lin Qiao Jianying menatap wajah Lin Chen. "Janji?"


"Janji." Lin Chen menganggukkan kepalanya, lalu berdiri dengan membawa Lin Qiao Jianying.


Yan Xue yang berada di ruang tengah mendengar pembicaraan Lin Chen dan Lin Qiao Jianying. Ia juga merasa tidak nyaman saat membahas tentang hal ini, mengingat putra-putrinya masih sangat muda untuk mengetahui tentang hukum dunia.


Tiga jam kemudian semenjak mereka bangun dari tidur, setelah membasuh wajah dan menyantap sarapan pagi, mereka berjalan ke pusat kota untuk mengikuti acara berburu monster.


Banyak tatapan mata dan pembicaraan yang mengatakan bahwa Lin Chen adalah ayah yang tidak tahu diri, karena membawa anak-anak ke tempat berbahaya untuk mengikuti acara perburuan monster.


"Ayahku sangat kuat!" Lin Da Zixuan berteriak lantang saat ada yang menghina Lin Chen.

__ADS_1


Salah seorang pemuda berambut cokelat menunjuk ke arah Lin Da Zixuan. "Bocah— Aarrgghh!"


Teriakan itu menarik perhatian semua orang yang datang, terlebih lagi lengan pemuda itu meledak tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Tapi saat mereka mengalihkan pandangannya pada Lin Chen, tubuh mereka bergidik ngeri seperti melihat Iblis yang siap menyantap mereka.


Lin Chen menatap dingin pemuda itu, membuatnya tertekan di dalam tanah seperti ada gunung yang menjatuhi pemuda itu. "Jangan pernah gunakan tangan kotormu untuk menunjuk wajah anakku."


Walaupun ucapannya terdengar pelan dan santai, tapi apa yang dipancarkan dari matanya tidak bisa disembunyikan sama sekali.


Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan terdiam dengan mulut terbuka, mereka tidak pernah melihat Ayahnya bersikap seperti ini, seperti orang asing yang tidak pernah mereka kenal.


"Ayah ..." Lin Da Zixuan mencengkeram erat jari-jarinya di dada Lin Chen.


Lin Chen menundukkan kepalanya, mengusap punggung Lin Da Zixuan. "Apakah Ayah membuat Xuan'er takut?"


Lin Da Zixuan hanya diam menyembunyikan wajahnya di dada Lin Chen.


Lin Chen menoleh ke kiri menatap Yan Xue, lalu menganggukkan kepala bersamaan. Kemudian, mereka semua menghilang dari Kota Chen dalam sekejap, meninggalkan puluhan ribu manusia yang heran dan takut secara bersamaan.


Ketika Lin Chen pergi, pemuda yang sebelumnya mencari masalah itu mulai berdiri perlahan setelah lengan kanannya beregenerasi. Kekesalan terlihat jelas di wajahnya. "Aku akan membunuhmu." Ia menggertakkan giginya.


Duarr!


Tubuh pemuda itu meledak begitu saja tanpa meninggalkan jejak, bahkan tidak ada kabut darah dan Inti Jiwa di sana.


***


Keluarga Lin Chen berpindah ke sebuah hutan yang cukup lebat, alam terjaga dengan baik, banyak sumber daya dan ada sungai yang mengalir dengan arus yang tidak terlalu deras.


Meski sumber dayanya berlimpah dan berkualitas, monster di sini juga sama, kekuatannya hampir menembus Ranah Yuzhao.


"Ayah ..." Lin Qiao Jianying menatap Lin Chen dengan tatapan penuh tanya.


Lin Chen yang duduk di batang pohon seraya memangku Lin Da Zixuan itu terdiam sejenak dan menghela napas panjang. Ia tidak menduga akan datang secepat ini, meski sebelumnya bertekad untuk tetap tenang dan tidak emosi di depan anak-anaknya.


"Apakah kalian ingin mendengar cerita bagaimana Ayah bertemu dengan Ibu kalian?" Lin Chen berusaha untuk mengalihkan pembicaraan, sehingga tidak ditanyai tentang ekspresi yang ia tampilkan barusan.


"Ceritakan!" Keduanya sangat bersemangat untuk mendengarnya.


Lin Chen menghela napas lega, lalu mulai menceritakan awal pertemuan mereka, dan bagaimana Yan Xue yang selalu terkena masalah, yang kemudian ia akan selalu menyelesaikannya.


Pembunuhan, pembantaian dan kematian Yan Xue tidak ia ceritakan. Ia hanya menceritakan bahwa Yan Xue sakit parah sampai harus tertidur di tempat tidur selama belasan tahun, lalu ia terus berlatih untuk menyembuhkannya.

__ADS_1


Cara penyampaian cerita, ia memvisualisasikan keadaan yang pernah ia lalui dengan menggunakan Element Cahaya dan Petir, membentuk siluet manusia di udara.


Lin Da Zixuan terlihat sangat bersemangat, itu bisa dilihat dari matanya yang nampak bersinar.


Hingga hampir dua jam bercerita, akhirnya Lin Chen mengakhiri ceritanya setelah banyak hal yang ia simpan sampai anak-anaknya siap mental.


"Zixuan ingin seperti Ayah dan melindungi Ibu!" Lin Da Zixuan mendengkus semangat seraya mengepalkan kedua tangannya di depan dada.


"Apakah Xuan'er tidak ingin melindungi Ayah?"


"Ah!" Lin Da Zixuan tersentak saat melupakan hal itu. Ia mendongak ke belakang menatap Lin Chen. "Zixuan juga akan melindungi Ayah!"


Lin Chen tersenyum cerah, mengusap puncak kepala Lin Da Zixuan yang duduk di pangkuannya. Lalu mendongak menatap Lin Qiao Jianying yang duduk di depannya, di pangkuan Yan Xue. Ia mengulurkan tangannya dan mengusapnya lembut.


Ketenangan yang sangat diharapkan Lin Chen, tidak bisa bertahan lama karena ia merasakan aura yang tidak asing dan cukup kuat, cukup untuk menghancurkan Alam Semesta.


Perubahan ekspresi wajah Lin Chen disadari oleh Yan Xue. "Ada apa, Sayang?" Kekhawatiran terlihat di wajahnya, dan mulai memeluk erat putrinya.


Lin Chen mengerutkan keningnya, tidak ingin hal ini sampai diketahui oleh orang-orang di sekitarnya. Aura yang ia rasakan adalah aura yang serupa seperti Pemimpin dari Monster Kuno, namun lebih kuat lagi.


Kekuatan pemilik aura ini adalah Heavenly Immortal tahap Akhir, sejajar dengan kekuatannya saat ini. Ia tidak tahu dari mana Monster Kuno ini berasal, karena seharusnya ia sudah menghabisi semuanya ketika di Alam Selestial.


Tunggu! Lin Chen teringat bahwa Hitam dsn Putih tidak mampu atau tidak menghabisi Monster Kuno, meski saat itu adalah Dewa Terkuat dari 314 Dewa. Yang artinya, ada satu kemungkinan, ada dimensi tersendiri yang diciptakan oleh Monster Kuno.


Dari dalam ingatan yang pernah ia lihat, ia juga tidak bisa menemukan di mana dimensi itu berada, meski sudah dicari sekuat tenaga.


"Monster Kuno."


Yan Xue tertegun dengan wajah yang pucat, kemudian menundukkan kepalanya hening.


Lin Chen berdiri dari tempat duduknya di batang pohon. "Kita pergi dari sini, aku akan membunuh Monster Kuno itu, dan memastikan bahwa mereka akan menghilang dari Semesta Yongheng."


Membunuh? Itu adalah pertama kalinya Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan mendengar Ayahnya mengucapkan kata itu.


Lin Chen menyerahkan Lin Da Zixuan pada Yan Xue, lalu ia mengecup kening ketiganya bergantian, kemudian memasukkan mereka bertiga ke dalam Ruang Dimensi.


"Sepuluh tahun, akhirnya aku bisa menggerakkan tubuhku setelah sekian lama."


Seringai dingin terlihat di wajahnya, seperti bukan Lin Chen yang selama ini ia tampilkan di depan kedua anaknya. Tapi, ini bukanlah hal aneh, karena ini memanglah dirinya.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2