
Lin Chen duduk bersila di bagian teratas Feichuan yang dilindungi oleh kaca tebal dengan bentuk setengah bola. Ia tidak sendirian, dan ditemani oleh Yan Xue yang sedang menanam bunga. Bagian atas memang disengaja dibuat menjadi taman yang mampu menampung hingga 1.000.000 orang secara bersamaan.
Ia berkultivasi menggunakan Teknik Budidaya Penyerap Bintang, dan mencoba menyerap energi spiritual di angkasa luar yang tidak terlalu banyak, tapi setidaknya cukup untuk membantunya meningkatkan kekuatan.
Dalam kultivasinya ini ia membuka layar interface melihat informasi status di mana Point Pengalaman terus bertambah secara signifikan, namun masih sangat jauh untuk menembus Yuzhao tahap Awal.
Kultivasi Lin Chen juga tidak terlalu lama, hanya memakan waktu empat batang dupa atau dua jam. Ketika ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah taman indah yang dipenuhi bunga dan jalanan yang terbuat dari batu marmer, ada juga Bunga Sakura yang sudah mekar, termasuk Teratai 9 Warna.
Bukan hanya satu atau dua Bunga Teratai 9 Warna, melainkan puluhan yang tersebar di bagian teratas Feichuan yang atapnya berbentuk setengah bola dan terbuat dari kaca tebal itu.
Bunga Teratai 9 Warna akan memiliki manfaat yang berlimpah jika diolah menjadi Pil Ilahi, namun jika menyebarkan banyak Teratai 9 Warna, kandungan dan kemurnian energi spiritual di sini akan meningkatkan, sehingga tidak terlalu berbeda dari menelan Pil Ilahi.
"Chen'er..."
Lin Chen menoleh ke kiri dan kanan mencari dari mana sumber suara. Lalu saat ia mendongak, terlihat Luo Yi yang terbang melesat ke arahnya dengan kedua tangan terbuka. "Peluk Ibumu..."
Karena Lin Chen memperlihatkan wajah menjijikkan baginya, namun terlihat sangat imut bagi Luo Yi, akibatnya Luo Yi selalu memintanya untuk berperilaku seperti anak kecil dan meminta pelukan setiap hari. Ini benar-benar menyebalkan, tapi ia tidak bisa menolaknya.
Bahkan, mertuanya yang entah itu Ji Yue Ling dan Guang Li Xiqing juga ingin memeluknya. Karena itu juga, Yan Xue terlihat kesal dan memarahi Ji Yue Ling dan Guang Li Xiqing.
Lin Chen menghembuskan napas panjang dan membuka kedua tangannya untuk menangkap Luo Yi. Namun saat hampir sampai, Luo Yi mengubah arah terbangnya ke arah Yan Xue.
"Xue'er." Luo Yi memeluk Yan Xue dan mengusapkan pipinya pada pipi Yan Xue.
Yan Xue menutup sebelah matanya saat tiba-tiba Luo Yi berada di sebelah kirinya. "I- Ibu? Bukankah biasanya akan memeluk Chen Gege?"
"Ibu merasa bersalah karena mengambil Chen'er darimu, karena itulah Ibu juga harus memberikan pelukan pada Xue'er."
Yan Xue menggaruk pipinya dan tersenyum canggung. Mungkin karena ia selalu bereaksi datar, Luo Yi mengira bahwa dirinya sedang kesal, meski sebenarnya ia sedang membaca buku melalui Computer Pen.
Computer Pen sudah disebarkan untuk para Penasihat, Penatua dan Wakil Penatua, serta beberapa orang penting lainnya. Walaupun hanya membeli satu, namun dengan Fitur Copy Item, barang seperti itu bisa digandakan berkali-kali.
Lin Chen yang membuka kedua tangannya itu terdiam, kemudian ia menyilangkan kedua lengannya memeluk bahunya sendiri. "Aku tidak apa-apa, sungguh ..."
Luo Yi dan Yan Xue tertawa kecil, kemudian menghampiri Lin Chen.
__ADS_1
"Ibu, apakah kita masih lama untuk sampai ke Bintang Dongjie? Bukankah Bibi bisa memindahkannya dalam hitungan detik saja?"
Luo Yi duduk bersebelahan dengan Lin Chen. "Bibimu ingin berada di Feichuan selama satu minggu, setelah itu barulah ia akan memindahkannya berdekatan dengan Bintang Dongjie. Ayah dan Ibu juga menyetujuinya, kita ingin berkultivasi sebentar."
Lin Chen mengangguk kecil dan kemudian merebahkan tubuhnya, dengan menggunakan paha Yah Xue sebagai bantal.
Luo Yi melihat Lin Chen dan Yan Xue secara bergantian, kemudian menganggukkan kepalanya berkali-kali. "Kapan kalian berencana untuk memiliki anak? Bukankah kalian sudah menikah hampir lima tahun?"
Yan Xue terdiam dengan kepala tertunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah. Begitu pun dengan Lin Chen yang hanya diam dan membenamkan wajahnya ke bagian perut Yan Xue.
"Setelah kembali ke Istana Naga dan mengambil alih Tahta." Lin Chen masih belum siap untuk memiliki anak, karena mendengar pendapat dari teman sekelasnya yang harus terbangun saat tidur malam, dini hari.
Memang mereka mengatakan ada kebahagiaan tersendiri memiliki seorang anak.
"Begitu ..." Luo Yi mengangguk kecil melihat Lin Chen, kemudian mengalihkan pandangannya pada taman yang datarannya lebih rendah. Di sana banyak sekali orang-orang yang bermain bersama. "Tapi, teman-teman Chen'er sudah memiliki putra dan putri ..."
"Ibu ingin memeluk anak kecil..."
Lin Chen melirik ke arah Ibunya sedikit, kemudian membenamkan wajahnya kembali. "Yi'er bisa mengubah bentuk tubuhnya seperti gadis berusia empat tahun. Ibu bisa memeluk Yi'er sepuasnya."
Lin Chen mengalihkan pandangannya dan terlihat Xue Ying yang sudah menatapnya tajam. Ia tidak tahu dari kapan Xue Ying berada di sana, karena ia tidak bisa merasakan auranya sama sekali.
"Tidak ada, kau salah dengar ..." Lin Chen mendorong wajah Xue Ying agar sedikit menjauh. "Lalu, jangan tatap Kakakmu dengan pandangan seperti itu."
Xue Ying mendengkus dingin seraya berkacak pinggang. Ia menoleh ke kiri melihat Ibunya yang sedang duduk, kemudian ia berjalan menghampiri dan duduk di pangkuannya.
Lin Chen yang melihat itu hanya diam dan tersenyum tipis. Tidak ingin diperlakukan seperti anak kecil, namun bertingkah seperti anak kecil.
Luo Yi memeluk Xue Ying dari belakang dan menggosokkan wajahnya pada pipi Xue Ying. "Yi'er kecil."
Lin Chen tersenyum hangat saat melihat wajah Yan Xue dan Xue Ying, kemudian menutup matanya kembali menikmati hari danau yang sangat langka ini. Karena hanya dalam waktu lima hari lagi, Feichuan akan langsung dipindahkan ke Bintang Dongjie untuk membunuh dan membunuh.
Lin Chen sangat penasaran dengan kekuatan yang akan diperlihatkan oleh Ayahnya, mengingat memiliki identitas sebagai Dewa Pedang dan Kematian. Saat melawan Shu Xiansha, ia tahu jika Ayahnya tidak serius sama sekali, dan bahkan bisa dibilang sedang bermain-main.
***
__ADS_1
7 Hari Kemudian
Long Xia Yun yang selama ini mengurung diri akhirnya memutuskan untuk mengakhiri meditasinya, meditasi untuk mencoba menembus Ranah Tongzhi tahap Menengah, meski tidak berhasil sama sekali.
Long Xia Yun naik ke bagian teratas dari Feichuan dan melepaskan Energi Hukum ke seluruh penjuru bagian Feichuan, serta bagian Bintang Dongjie yang bisa ia rasakan dari jarak yang sangat jauh.
Tap!
Long Xia Yun menyentuhkan kedua telapak tangannya yang sebelumnya ia rentangkan, dan pada saat itu juga pandangan semua orang mulai berubah. Terlihat di depan mereka ada sebuah bidang bintang berwarna biru yang melepaskan aura dingin, bahkan sampai membekukan asteroid yang berada di sekitar.
Lin Chen juga tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat bidang bintang, terlebih dengan Profound Ark yang jumlahnya sangat banyak dan mampu menutupi Bintang Dongjie. Bintang Dongjie yang ukurannya setengah dari Matahari yang ada di Tata Surya, Galaxy Yinhexi.
Profound Ark itu memiliki ukuran yang berbeda-beda dan warna yang berbeda pula. Aura yang berbeda dan niat membunuh yang mengerikan berada di setiap Profound Ark.
Lin Chen melangkahkan kakinya ke depan dan berdiri sejajar dengan Long Xia Yun. "Bibi, maaf jika pertanyaanku sensitif. Jika mereka memburu Paman Ho, mengapa tidak meledakkan Bintang Dongjie?"
Long Xia Yun menoleh ke kanan dan mengusap lembut puncak kepala Lin Chen. "Jika Liiu Yaoshan mati, usaha mereka yang mengejarnya selama ini akan percuma. Mereka ingin menangkapnya hidup-hidup untuk diambil organ dalamnya, dan mengubahnya menjadi Pil Ilahi."
Lin Chen mengangguk kecil dan mengangkat kedua tangannya, mencoba menurunkan tangan Long Xia Yun dari atas kepalanya. Ia tidak tahu mengapa banyak sekali yang senang mengusap kepalanya, lama-lama rambut akan rontok dan benar-benar berubah menjadi Monk.
Lin Chen mengeluarkan benda seperti microfon dari Cincin Ruang. "Untuk mereka yang berada diatas Ranah Jenderal Dewa, silakan bergabung dalam pertarungan. Jumlah ini masih terbilang sangat sedikit sekali."
Lin Zhian melangkah perlahan dan penampilannya berubah dengan pedang hitam di pinggang.
"Sayang, apakah sudah waktunya menggunakan pedang itu?"
Pedang itu? Lin Chen memiringkan kepalanya menatap heran Lin Zhian saat mendengar pertanyaan Ibunya, tidak ada yang spesial dari pedang yang dibawa Ayahnya saat ini.
Lin Zhian menggeleng pelan. "Belum, pedang itu hanya aku gunakan untuk melawan Diyu Maozang. Jika dihitung melalui waktu, sudah tiga puluh lima juta tahun pedang itu belum ditarik dari sarungnya." Ia menyentuh dadanya sendiri, di mana pedangnya bersembunyi di dalam jiwanya.
Lin Chen kembali memiringkan kepalanya ke sisi lain. Apakah Ayah memiliki banyak pedang? Bukankah Kultivator biasanya akan memfokuskan pada satu pedang?
...
***
__ADS_1
*Bersambung...