Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 068 : Kembali ke Alam Selestial


__ADS_3

Semuanya kembali berkultivasi setelah melepas rindu dan makan bersama-sama, mereka sangat ingin menembus Ranah yang lebih tinggi untuk bisa membantu Lin Chen dalam pertarungan, meski hanya sedikit atau melawan bawahan-bawahan.


Lin Chen, walaupun ia tidak berkultivasi di sini, Point Pengalaman yang ia dapat terus bertambah setiap detiknya akan mendapatkan belasan digit angka. Tapi masih jauh untuk dapat menembus tahap Akhir dari Ranah Earth Realm, entah butuh berapa tahun lagi untuk bisa menembusnya.


"Aku sendirian lagi." Lin Chen duduk di atas awan dengan kedua kaki yang bergelantungan. Ia memandangi ratusan ribu manusia dan binatang yang sedang berkultivasi bersama.


Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat langit Alam Bawah dan menembusnya. "Diriku yang di Alam Semesta belum menemukan Telur Seiryu. Di mana dia berada?"


"Hah..." Lin Chen mengembuskan napas panjang seraya menundukkan kepalanya, kembali melihat semua orang. "Alam Semesta sangat luas, satu klon hanya mampu merasakan tiga sampai lima galaksi secara bersamaan, dan ada dua triliunan galaksi yang harus diperiksa."


Lin Chen menutup matanya dan mengendalikan dirinya yang lain untuk pergi ke Galaxy Zhongyang mencari Telur Seiryu, karena entah mengapa ia merasakan telur itu tidak terlalu jauh dari Istana Naga.


Kemudian meski kekuatannya sudah sangat kuat, Lin Chen masih menahan diri untuk membalas dendam. Ia ingin mencapai Earth Realm tahap Akhir terlebih dahulu sebelum bertindak, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Lin Chen tidak ingin hal yang sangat memalukan di Alam Selestial itu kembali terulang, atau bahkan saat melawan Qui Zhalian karena ia yang terlalu sombong, menganggap yang lain hanyalah semut. Ternyata, dirinyalah yang merupakan katak di dalam sumur.


Hanya membutuhkan hitungan detik saja untuk mengatur klon miliknya yang pergi ke Galaxy Zhongyang. Kemudian ia membuka layar interface melihat statistik kekuatannya, semua kemampuannya yang selama ini ia kultivasikan sudah ia buang dan digantikan dengan Dao Dewa dan Iblis.


[Ranah : Earth Realm tahap Menengah (12 Kuardriliun/7.267 Sekstiliun)]


Melihat dari jumlah Point Pengalaman yang dibutuhkan, Lin Chen membutuhkan waktu sekitar 36.869 tahun. Menurut orang lain itu adalah waktu yang sangat cepat, seperti tidur siang, namun baginya yang tidak mengingat kehidupan pertama dan kedua. Waktu sebanyak itu benar-benar membuatnya gila.


Kecepatan kultivasi secepat itu hanya dari Semesta Xinxing, dan ia tidak bisa menambahkannya lebih banyak lagi. Ia juga belum berkeinginan untuk mengirimkan dirinya yang lain ke Semesta lain. Ia tidak ingin dirinya disadari oleh Dewa yang menunggu di Ruang Para Dewa.


Lin Chen menggertakkan giginya memikirkan apakah harus mengirimkan klon lain hanya untuk cepat-cepat menembus tahap Akhir. Memang ada keraguan karena kekuatannya yang sekarang masih rendah untuk memasuki Semesta, tapi ketika mendapatkan saran dari Putih, ia membuat keputusan.


"Baiklah, aku akan mengirimkan klon ke Semesta lain. Lalu untuk yang ada di Semesta Xinxing, aku akan menggandakannya."


Lin Chen mengangkat kedua tangannya di depan dada dan menyentuhkan keduanya secara perlahan-lahan. Kali ini tidak seperti 12 tahun lalu yang sangat kesulitan, bahkan menimbulkan fenomena yang luar biasa. Sekarang, ia bisa membuka celah ruang seperti bukan hal yang spesial.


Walaupun ia sendiri masih agak kesulitan untuk mempertahankannya agar bisa bertahan lebih lama.


Ketika celah ruang yang memperlihatkan Semesta telah terbuka, Lin Chen mengirimkan dua klon untuk memasuki celah.


Sebelum mengirimkannya, ia sudah menyamarkan atau mengubah auranya agar benar-benar aman dan tidak dapat disadari oleh Dewa di Semesta itu. Termasuk mengubah 10.000 klon di Semesta Xinxing yang mendapatkan identitasnya sendiri berserta auranya.

__ADS_1


Dalam kultivasinya, Lin Chen juga mengendalikannya agar berkultivasi di tempat yang ramai, meski mengambil energi spiritual di angkasa luar. Itu semua dilakukan agar tidak terlalu menarik perhatian, karena apabila ada keanehan di Semesta itu, Dewa yang menjaga akan mencari tahu satu per satu.


Putih mengatakan ada bermacam-macam Dewa. Ada yang hanya bisa merasakan auranya saja, tanpa bisa melihat tindakan kecil di seluruh Semesta. Ada yang baik tidak membunuh semuanya, hanya membunuh yang pantas, dan ada juga yang kejam seperti Dewa Semesta Kuxing.


Point Pengalaman yang diperolehnya terus bertambah dan waktu yang dibutuhkan untuk menembus tahap Akhir berkurang sekitar dua puluhan kali, atau 1843 tahun. Namun ia akan terus menambahkan klon, meski tidak langsung dan sedikit demi sedikit.


***


Ruang Dimensi


Lin Chen yang sudah mengirimkan dirinya yang lain ke Semesta itu memutuskan untuk membangkitkan Lebah Perak dan Semut Emas, yang sebelumnya tertunda karena harus bertarung melawan Yan Xue di tempat tidur.


Untuk Inti Jiwa atau Api Jiwa mereka sendiri sudah ia kumpulkan bersamaan dengan membangkitkan semua manusia, hanya saja belum memasukkannya ke dalam tubuh mereka, karena tempatnya yang berlawanan.


Lin Chen membagi tubuhnya menjadi dua bagian dan terbang ke arah yang berlawanan, pergi ke Wilayah Hutan di utara dan pergi ke Wilayah Tanah di tenggara.


Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk sampai, hanya perlu satu tarik napas sudah berada di tempat.


Lin Chen bisa melihat Lebah Perak yang tergeletak di tanah atupun tersangkut di dahan pohon, beberapa juga mengalami kerusakan pada tubuhnya, seperti kakinya yang hancur atau tubuhnya yang terbelah.


Lin Chen duduk bersila di awan putih dan ada sesosok besar yang menyelimuti tubuhnya. "Dao Dewa. Kelahiran, Pengembalian Jiwa."


Inti Jiwa dan Api Jiwa mulai bergerak ke arah yang berbeda-beda, memasuki tubuh masing-masing tanpa tertukar dengan tubuh lain.


"Dao Dewa. Kelahiran, Hidup." Sosok itu mengarahkan telapak tangannya dan memandikan semua Lebah Perak yang belum benar-benar bangun.


Tidak lama setelah bermandikan cahaya putih yang penuh dengan esensi kehidupan, satu per sayu Lebah Perak mulai bergerak dan bangkit perlahan.


Lin Chen berdiri dengan menghilangkan sosok besar yang menyelimutinya, kemudian ia mengarahkan telapak tangannya sendiri ke semua Lebah Perak. "Dao Dewa. Berkah, Tubuh Manusia."


Lebah Perak mulai bersinar dengan warna putih terang, dan menghilang tak lama setelahnya, memperlihatkan bentuk manusia mereka yang berambut perak, dengan sepasang sayap di punggung seperti lebah.


Sepasang sayap kecil itu bisa dihilangkan, asalkan kekuatan mereka sudah sampai ditingkat yang sesuai.


Semua Lebah Perak yang mendapatkan bentuk manusianya itu mulai bersujud mengarah pada Lin Chen yang melayang di langit. "Terimakasih pada Dewa yang telah membangkitkan kami!"

__ADS_1


Lin Chen mengangkat tangannya yang tidak terlalu tinggi untuk membalas salam mereka semua. "Berdiri, aku sudah memberikan kalian bentuk manusia. Tapi kalian tidak perlu khawatir, kalian bisa berubah kembali ke bentuk asli. Lalu ..."


Lin Chen menoleh ke sekitarnya mencari sarang Lebah Perak, yang nampaknya sudah hancur. "Sarang kalian sudah hancur, kalian bisa membuatnya dan menebang pohon sesuka kalian untuk membuat sarang."


Wanita muda dengan pakaian terbuka dan dada besar menangkupkan kedua tangan. "Terimakasih, kami akan membuat sarang kaki hari ini juga, dan memberikan Madu Perak kami pada Dewa."


"Terimakasih." Lin Chen menganggukkan kepalanya, kemudian pergi meninggalkan Ruang Dimensi.


***


Alam Semesta


Karena semua klon terhubung satu sama lain dan tidak jauh berbeda dengan tubuh utama, Lin Chen menggunakan dirinya yang ada di Alam Semesta untuk bergerak mencari informasi.


Bagaimanapun, mau menggunakan tubuh yang mana, itu tidak ada perbedaan.


Informasi apa yang ia cari? Tentunya informasi mengenai organisasi yang ada di Alam Selestial. Ia benar-benar ingin tahu dari mana mereka berasal serta kekuatan apa yang mereka miliki.


Walaupun ia sudah bisa menghilangkan auranya agar tidak diketahui keberadaannya di Alam Selestial, ia tetap melakukan penyamaran supaya menjamin keselamatannya. Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan.


Lin Chen mengubah penampilannya seperti monster kelelawar yang memiliki cakar tajam dan mata merah menyala bagaikan bola lampu.


Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat ke atas dengan mengarahkan telapak tangannya ke arah yang sama. Perlahan, ruang kosong di atasnya mulai bergerak-gerak, yang kemudian membuka celah ruang.


Apa yang ada dibalik celah ruang bukan lagi lautan awan dengan langit biru, melainkan lautan hitam luas yang mendidih dan gelembung yang meledak-ledak. Langitnya juga selalu berubah-ubah warna, dari biru, merah, hitam dan ungu.


Entah apa yang terjadi di sana, Lin Chen tidak akan mengurungkan niatnya lagi. Tanpa berlama-lama dan banyak berpikir, ia melesat masuk ke dalam celah yang ia buka.


Celah itu juga menutup sesaat Lin Chen masuk, dan pergi tanpa meninggalkan jejak sama sekali atau membiarkan organisasi di Alam Selestial mengetahui jika celah ruangnya terbuka.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2