
"Kakak, apakah kita harus membangunkan Chen'er?"
Luo Yi menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan dari Long Xia Yun. "Tidak perlu, biarkan dia beristirahat. Sepertinya dia telah mengalami kejadian yang tidak bisa dilupakan, dan ini membuat mentalnya terganggu." Ia mengusap punggung dan belakang kepala Lin Chen.
Long Xia Yun tahu akan hal itu, tapi ini sudah lebih dari satu jam Lin Chen memeluk Luo Yi seraya terus memanggil 'Ibu' sampai-sampai suaranya serak hampir habis. Luo Yi juga masih tidak berpakaian karena tidak bisa berdiri, lebih tepatnya tidak ingin.
"Sebentar lagi dia bangun."
Long Xia Yun menunduk ke kanan melihat Lin Chen, kemudian mendongak. "Bagaimana Kakak bisa tahu?"
Dengan senyum indah yang terukir di wajahnya, Luo Yi menjawab, "Firasat seorang Ibu."
"Hum?" Lin Chen membuka matanya perlahan, terlihat perut Ibunya yang basah karena ia yang menangis. Kemudian ia duduk seraya mengusap matanya yang merah dan sedikit bengkak, saat itu juga matanya kembali seperti semula seperti tidak pernah ada bengkak di sana.
"Sejak kapan?" Lin Chen menatap wajah Luo Yi dengan senyum bahagia yang terlihat di wajahnya.
Luo Yi tertegun mendengar pertanyaan itu, kemudian menghela napas dan menjawabnya, "Baru satu minggu."
Lin Chen tersenyum ringan dan menoleh ke kanan membuka pintu yang ia kunci, lalu ia meminta semua orang yang tidak berhubungan dengannya sebagai keluarga untuk keluar dari ruangan. Ada sesuatu yang ingin ia bahas, tentang apa yang ia lalui selama ini.
"Apa maksudnya sudah satu minggu?" Long Xia Yun penasaran dengan ucapan Lin Chen yang sangat membingungkan, mengingat Lin Chen yang baru saja bangun.
Lin Chen hanya diam dan menoleh ke kiri, membiarkan Ibunya sendiri yang menjawab pertanyaan itu.
Luo Yi tersenyum cerah seraya menundukkan kepalanya dan mengusap perutnya dengan kedua tangan. "Aku hamil, kembar."
Semua orang terpana dengan mulut terbuka lebar, tidak menduga jika Luo Yi akan hamil anak kedua? Ya! Anak kedua dari rahim Luo Yi yang sekarang.
Banyak yang mengucapkan selamat dan mencoba menyentuh perut Luo Yi, terutama Xue Ying yang akhirnya menjadi seorang kakak.
Senyum di wajah Lin Chen menghilang dan ia merebahkan badannya di tempat tidur seraya menutupi matanya dengan lengan kanan. Bayang-bayang kejadian di kehidupan pertama terus saja terbesit di benaknya, membuatnya sangat sulit melupakan perasaan yang sangat menyakitkan.
"Apakah Ibu mengenal Yi Xinran?"
Luo Yi yang sedang berpakaian itu mengalihkan pandangannya pada Lin Chen yang terlentang di atas kasur. "Siapa dia? Ibu tidak mengenalnya, apakah kau selingkuh!?"
__ADS_1
Bagaikan petir yang menyambar, Yan Xue merasakan sakit di dadanya, namun ia menunggu penjelasan dari Lin Chen.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya menggapai langit-langit ruangan, ada gumpalan cahaya putih yang berada di telapak tangannya. Gumpalan itu berubah menjadi layar hologram, yang kemudian memperlihatkan gambaran dari ingatan di kehidupan pertama.
Karena ingatannya memiliki gambaran yang terlalu banyak, layar hologram lain kembali muncul memenuhi ruangan dan memberikan rekaman ingatan yang berbeda-beda.
Hua Jia Ran, Wang Ji Fei, Luo Yi, Long Xia Yun, Guang Li Xiqing, Ji Yue Ling, Yan Xue dan Xue Ying tidak bisa berkata-kata lagi ketika melihat ratusan hologram yang memperlihatkan ingatan Lin Chen.
Gambaran itu memperlihatkan sepasang suami istri yang penampilannya sama Persih seperti Lin Zhian dan Luo Yi, kemudian ada anak kecil yang senang bermain di gunung, saat bercermin pada permukaan air, terlihat wajahnya sama seperti Lin Chen.
Bukan hanya rekaman dari ingatannya saja, tapi ada suara yang juga terdengar, menambah perasaan yang mendalam dan ikut merasakannya.
Hingga tiga jam kemudian, ratusan hologram itu menghilang kembali bersamaan dengan meledaknya Lin Chen di kehidupan pertama.
Luo Yi duduk di sebelah kanan Lin Chen, mengusap dada putranya yang terbaring itu. "Apakah ini yang dialami Chen'er?" Suaranya terdengar halus dan sedikit ditekan, mencoba menahan tangis agar tidak pecah.
Masih dalam posisi terlentang, Lin Chen mencoba menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, aku tinggal selama miliaran tahun di dalam ingatan itu, tanpa bisa berbuat apa-apa. Lalu alasan mengapa Ayah dan Ibu selalu bersama, itu karena teknik yang aku pasangkan ...,"
"Setelah aku berhasil kembali ke dunia nyata, aku mendatangi Ibu untuk menenangkan mentalku yang sedikit terganggu." Lin Chen memegang punggung tangan Luo Yi yang ada di dadanya.
Yan Xue mengangguk kecil dan baik ke atas kasur, lalu duduk dengan kaki terlipat. Perlahan, ia mengangkat kepala Lin Chen, meletakkannya perlahan di antara kedua pahanya. "Chen Gege..." Air matanya yang mengalir di dagu itu jatuh mengenai dahi Lin Chen.
Lin Chen menurunkan lengan kirinya yang menutupi kedua matanya, lalu ia menatap wajah Yan Xue yang juga terlihat sangat sedih. "Aku tidak apa-apa, jangan menangis." Ia mengulurkan tangan kirinya menggapai wajah Yan Xue.
"Ngomong-ngomong, sampai kapan kalian menatapku seperti itu? Aku merasa tidak nyaman, itu adalah masa lalu, jadi tidak perlu dipikirkan lagi." Lin Chen memalingkan wajahnya ke kiri, menghindari tatapan mata semua orang.
Xue Ying juga naik ke atas tempat tidur dan merebahkan badannya, dengan tatapan mata yang fokus pada wajah Lin Chen. "Kakak ..."
Lin Chen menghela napas panjang, kemudian mengusap pipi kiri Xue Ying. "Tidak apa, tidak perlu khawatir, aku sudah baik-baik saja."
Entah mengapa Lin Chen merasa bersalah karena menunjukkan ingatan tentang kehidupan pertama, yang mana itu mengubah suasana yang sebelumnya bahagia karena berita kehamilan Luo Yi, kini suasana berubah menjadi tegang, suram dan sedih.
Lin Chen mengubah posisinya dan memilih untuk duduk di tepi tempat tidur. Ketika ia hendak berdiri karena ingin melihat perkembangan Kota Chen, Luo Yi menahan pundaknya untuk tetap duduk.
"Jangan pergi, beristirahat saja dulu di sini." Luo Yi mengecup lembut kening Lin Chen, kemudian ia berbalik untuk menyiapkan makanan kesukaan Lin Chen.
__ADS_1
"Kakak ..." Xue Ying juga mengecup pelipis kiri Lin Chen, lalu turun untuk membantu Luo Yi.
Hua Jia Ran, Wang Ji Fei, Long Xia Yun, Guang Li Xiqing, Ji Yue Ling juga mencium wajah Lin Chen, entah di kening, pelipis atau pipi.
Yan Xue yang duduk di belakang Lin Chen melingkarkan lengannya dan memeluknya erat. "Jika ada masalah, jangan pernah memendamnya seorang diri. Ceritakan pada yang lain, kami selalu ada untuk Gege."
Lin Chen tertunduk seraya memegangi lengan Yan Xue di lehernya, lalu ia mengangkat tangannya untuk mengusap pipi Yan Xue yang bersandar di pundak kanannya. "Terimakasih, dan selamat karena berhasil menembus Yuzhao ..."
Menembus Divine God tahap Awal ke Yuzhao dalam waktu lima tahun, itu adalah pencapaian yang luar biasa.
Yan Xue hanya diam dengan senyum cerah terukir di wajahnya, seraya mengusapkan pipinya pada pipi Lin Chen.
Lin Chen tersenyum ringan, kemudian senyumnya menghilang dari wajahnya saat memikirkan tentang ke depannya. Sebelumnya ia berencana akan meninggalkan Semesta Yongheng setelah mendapatkan ingatan, namun karena Luo Yi hamil, ia menunda kepergiannya untuk melihat bagaimana Adiknya.
"Xue'er. Apakah kau ingin seorang bayi kecil? Ayo membuatnya."
"Eh!?" Semua orang menoleh ke arah Lin Chen secara bersamaan.
Yan Xue terdiam sejenak, air mata mulai terbendung, kemudian mengalir dari sudut matanya. "Iya!" Ia tersenyum bahagia.
Lin Chen tersenyum hangat membalas senyuman Yan Xue. Ini sudah waktunya untuk memiliki keturunan, mengingat ia yang sudah berusia 44 tahun. Tapi, ia masih seperti bayi kecil saat di hadapan Ibunya.
Karena ingin membuat keturunan, menunggu sampai bisa berbicara dan aman untuk dibawa berkelana antar Semesta, maka ia harus tinggal selama lima tahun lagi di Semesta Yongheng.
Dirinya yang lain, yang ada di 2 Semesta lain memilih mengurung diri tanpa berkultivasi, hanya diam dan mengamati agar keberadaannya tidak diketahui.
Kekuatannya sendiri sudah berada di Heavenly Realm tahap Akhir.
"Nanti malam ayo kita lakukan."
Yan Xue tersenyum bahagia dan memeluk Lin Chen lebih erat lagi saat ada suara yang masuk di dalam benaknya.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...