Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 092 : Lin Qiao Jianying


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu, hari di mana Yan Xue akan melahirkan anak pertama mereka. Untuk melahirkan anak pertama mereka, Lin Chen meminta bantuan dari Dokter serta Tabib, Modern dan Kuno.


Tentunya Lin Chen memilih yang wanita saja, ia tidak ingin ada pria lain yang datang ke ruangan bersalin.


Pria di dalam ruangan ini hanyalah Lin Chen, meski ada Lin Zhian dan Yan Zhong yang sedang menunggu di luar ruangan.


Lin Chen berdiri di sebelah Yan Xue yang terbaring di ranjang khusus bagi ibu bersalin. Tatapannya terfokus pada Yan Xue yang sudah mulai berkeringat dingin, seraya mengigit bibir bawah menahan rasa sakit.


"Apakah persiapannya belum selesai?" Lin Chen menoleh ke kiri melihat wanita muda yang mengenakan setelan perawat, menggunakan sarung tangan dan juga masker.


"Sudah."


Yan Xue mulai merasakan sakit di bagian perutnya, seperti sudah memasuki fase atau kala aktif. Setidaknya masih menunggu beberapa jam lagi untuk memasuki tahap akhir, di mana berusaha untuk mengeluarkan bayi.


Lin Chen menggenggam tangan kiri Yan Xue. "Apakah Xue'er ingin mengubah pikiran dan meminum pil?" Ia tidak tega melihat Yan Xue yang terlihat kesakitan seperti ini.


Yan Xue tidak menjawabnya, namun menggelengkan kepala seraya memegangi perut besarnya.


"Walaupun sudah bersiap-siap, tapi harus menunggu beberapa waktu sampai fase ini berakhir dan salurannya benar-benar terbuka." Wanita itu berucap saat melihat bagian bawah Yan Xue, lalu mendongak menatap Lin Chen.


Lin Chen terlihat sangat panik karena tidak tahu apa yang harus diperbuat, tapi saat mendengar suara Lin Zhian dan Yan Zhong yang memintanya untuk tetap tenang, ia mulai mengatur napasnya.


Waktu terus berjalan dan terasa sangat lambat sekali untuk berakhirnya fase atau kala akhir yang membuat Yan Xue merasakan kram, sakit punggung dan pendarahan.


Ketika tiba di waktu melahirkan, kekuatan kontraksi akan meningkat pesat sehingga terasa sangat hebat, kuat, dan menyakitkan. Frekuensi kontraksi juga terasa cukup intens, yang bisa muncul setiap 30 detik hingga 4 menit sekali dan berlangsung selama 60 sampai 90 detik.


"Sudah, coba lakukan dorongan."


Yan Xue mulai melakukan hal yang diperintahkan, ia mencoba mendorong bayinya agar bisa keluar dan rasa sakitnya seperti semua tulang patah secara bersamaan. Ia mencengkeram erat jari-jarinya pada tangan Lin Chen, napasnya tersengal-sengal.


Lin Chen mencoba memeluk kepala Yan Xue dengan lembut, sesekali juga mengecup keningnya dan mengatakan kata-kata yang membuat Yan Xue tetap semangat.


Air mata Yan Xue mengalir deras dan keringatnya juga sama. Rasa sakit yang ia terima benar-benar sangat menyakitkan dalam waktu satu sampai dua menit, setiap dua puluhan menit sekali.


Bayinya juga cukup sulit untuk keluar, mungkin karena ini adalah kali pertama dan mengandung Energi Dewa dari Lin Chen.


"Gege ..." Yan Xue bernapas terengah-engah, lalu mengatur pernapasannya dan kembali mencoba mengeluarkan bayinya.

__ADS_1


Hingga saat kepalanya sudah keluar, ada fenomena di atas Pohon Dewa, dengan lautan awan yang terbelah dua memperlihatkan langit biru yang indah. Samar-samar, di langit biru mulai berkumpul energi spiritual berwarna putih yang berkumpul di atas Pohon Dewa.


Auman naga juga terdengar di langit Kota Zhan, menimbulkan dampak yang signifikan pada kota. Seperti aliran energi spiritual yang tidak beraturan, tunas-tunas baru yang mulai tumbuh dari dalam tanah dan mekar membentuk bunga indah.


Lin Chen yang sedang menggenggam tangan kiri Yan Xue itu mulai mengubah warna rambutnya menjadi putih berkilau, menyamakan warna rambut dari bayi kecil yang sedikit terlihat.


Dari warna rambutnya, Lin Chen menduga bayi kecilnya itu memiliki DNA Dewa atau Tubuh Suci dari Yan Xue. Tapi dari kekuatan yang terpancar dan fenomena di langit, ada darah dari Ras Naga yang juga mengalir di darah bayi kecilnya yang baru terlihat kepalanya saja.


"Aaahhh!" Yan Xue berteriak keras mengungkapkan rasa yang sangat menyakitkan, seraya mendorong kuat-kuat agar bayinya cepat keluar.


Fenomena di langit Kota Zhan semakin meningkat setiap detik yang berlalu, energi spiritual berwarna putih yang muncul dari kekosongan udara itu mulai berkumpul di satu titik dan membentuk siluet Naga Putih, dengan mata cokelat yang memancarkan sinar emas.


Naga Putih itu berputar-putar mengelilingi langit Pohon Dewa.


Kembali lagi pada Yan Xue yang masih berjuang, ia mengambil napas dalam-dalam dan mendorong sekuat tenaga. Ia melakukannya berkali-kali sampai dua jam berlalu, akhirnya bayi yang ia kandung benar-benar keluar.


Terdengar suara tangis yang cukup keras sesaat setelah bayi itu keluar.


Bang!


Auman Naga Putih semakin kuat dan menggema, serta ukuran tubuhnya yang semakin membesar. Samar-samar juga terlihat ada siluet sepasang kekasih yang melindungi Naga Putih itu.


Siluet yang melindungi Naga Putih tentunya adalah Yan Xue yang menggunakan wujud Dewi Cahaya, dengan Lin Chen yang menggunakan wujud Dewa dengan ratusan chakram di belakang punggung.


Lin Chen sudah menduga semua ini akan terjadi, karena itulah ia melepaskan kekuatannya untuk melindungi orang-orang yang berada di dalam ruangan agar tidak terhempas.


Kemudian, walaupun bayi sudah keluar, perjuangan Yan Xue masih belum berakhir, karena harus mengeluarkan plasenta yang masih di dalam.


Xian Fang Yin yang merupakan Dokter itu mengambil tindakan dengan memberikan suntikan obat, agar Yan Xue tidak mendorong atau berusaha lebih keras. Obat itu juga merangsang reaksi kontraksi, kemudian Xian Fang Yin akan menariknya perlahan.


Xian Fang Yin membawa bayi kecil itu sebentar untuk melakukan pemotongan plasenta dan membersihkan cairan ataupun darah yang menempel.


Dalam pemotongan plasenta, tentunya harus dilakukan dengan hati-hati dan oleh yang berpengalaman. Serta menggunakan peralatan yang benar-benar steril.


Sebelum bersalin, Lin Chen sudah membelikan peralatan yang diinginkan oleh Xian Fang Yin. Klem penjepit, kapas pembersih, cairan antibakteri, alkohol 70%, kain kasa steril, pisau atau gunting, dan sarung tangan.


Lin Chen mempercayakan semuanya pada Xian Fang Yin, karena semasa di Bumi, sudah menangani ratusan ibu hamil. Saat Ibunya melahirkan, Xian Fang Yin juga yang mengambil alih.

__ADS_1


Belasan menit kemudian, Xian Fang Yin datang membawa bayi yang sudah dibalut dengan kain putih bersih yang lembut dan memberikannya pada Lin Chen.


Lin Chen mengambil bayi kecil itu, lalu mencium keningnya. "Aku, menjadi seorang Ayah."


Yan Xue mengulurkan kedua tangannya, mengambil bayi kecil yang diarahkan padanya oleh Lin Chen. Ia menggendongnya dengan kedua tangan, terlihat rambut putihnya yang berkilau, alis hitam tebal seperti milik Yan Xue.


Hidungnya juga terlihat sama seperti Yan Xue, namun dari segi kekuatan, itu berasal dari Lin Chen. Untuk matanya, belum bisa dilihat karena masih tertutup.


Lin Chen menyentuh tangan bayi kecil yang belum ia beri nama itu, lalu ada kebahagiaan tersendiri saat jarinya digenggam.


Air mata kebahagiaan menetes dari sudut mata Yan Xue saat memandangi bayi yang ia bawa, yang mana sudah ia harapkan selama hampir 28 tahun pernikahan.


Lin Chen mengecup kening Yan Xue. "Terimakasih ..."


Xian Fang Yin yang sudah melepaskan masker dan sarung tangannya itu berjalan mendekati Lin Chen sembari berucap, "Ini sudah waktunya untuk memberikan bayi itu minum."


Yan Xue mengangguk kecil, lalu menurunkan pakaian bersalin untuk menyusui bayi mereka.


Ji Yue Ling yang berada di kejauhan mulai mendatangi, meski tidak menyentuh bayi itu karena masih tidak lama semenjak lahir.


"Lin Qiao Jianying. Jian'er ..." Lin Chen mengeluarkan nama yang terpikirkan olehnya. "Bagaimana menurut Xue'er?"


Lin adalah Marga Keluarga. Qiao memiliki arti cantik, meski Mei sendiri memiliki arti yang sama, namun Lin Chen lebih memilih kata Qiao. Jianying berarti perempuan yang pintar dan dianggap penting.


Lin Chen ingin putrinya menjadi seseorang yang pintar, dan dianggap penting oleh semua orang.


Yan Xue terdiam sejenak, memikirkan nama yang terlalu panjang karena menggunakan empat suku kata. Biasanya nama terpanjang hanya menggunakan tiga suku kata, namun meski demikian, ia sangat setuju dengan nama yang diberikan oleh Lin Chen.


"Nama yang indah."


Lin Chen tersenyum hangat, lalu kembali mengecup kening Yan Xue yang sedang menyusui Lin Qiao Jianying.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2