Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 186 : Monster Kuno Emas dan Hitam


__ADS_3

Lin Chen melihat Kaisar Naga Kuno yang terus meraung-raung, menimbulkan suara yang sangat berisik dan mengganggu ketenangannya, tapi apa yang bisa diharapkan dari Monster Kuno?


"Kau." Lin Chen mengulurkan tangannya mengarah pada Kaisar Naga Kuno; ia memposisikan jari telunjuk dan ibu jari seperti sedang mengapit Kaisar Naga Kuno di antaranya.


Bang!


Ketika Lin Chen mendekatkan antara ibu jari dan jari telunjuk, dentuman keras dengan gelombang energi bisa dirasakan dari atas dan bawah Kaisar Naga Kuno; tekanan kuat menekan Monster Kuno yang berada di antaranya.


Booom!


Hingga saat Lin Chen saling mempertemukan antara jari telunjuk dan ibu jari, Kaisar Naga Kuno terus menyusut seperti sebuah kapas yang ditekan dari atas maupun bawah, yang kemudian meledak sangat keras dengan api membakar cukup besar.


Terlihat ada siluet dua jari berwarna putih saat api yang membakar mulai menghilang, itu adalah jari dari Dewa dan memiliki kekuatan luar biasa.


Dewi Kuxing terpana; merasa aneh mengapa Master-nya tidak menggunakan kekuatan ini saat melawannya, ini adalah kekuatan yang luar biasa, meski sederhana, tapi dampaknya sangat besar sampai mampu melukai God Realm. Walaupun, tidak bisa melukainya yang mampu mematahkan semua serangan.


"Jangan memikirkan yang tidak-tidak, kau hanya membuatku terlihat buruk." Lin Chen tahu apa yang dipikirkan Dewi Kuxing; pada saat itu ia tidak terlalu memiliki banyak kesempatan untuk bisa memanggil Dewa dan Iblis. Bahkan saat bisa memanggilnya, itu adalah saat-saat terakhir; berada dalam keadaan antara hidup dan mati.


Kematian Kaisar Naga Kuno sangat berdampak pada keadaan Dimensi Monster Kuno; sinar yang menerangi dimensi sudah menghilang, dan sekarang digantikan dengan kegelapan tak berujung serta terblokirnya kemampuan untuk merasakan fluktuasi energi yang ada di sekitar.


Lin Chen mengibaskan tangannya perlahan, memanggil Xue Ying untuk tiba di belakangnya. Energi Dewa keluar dari tubuhnya dan bergerak terbang mengelilingi mereka seperti hewan kecil yang memiliki kesadaran spiritual sendiri, kemudian Energi Dewa berubah menjadi bola yang melindungi mereka.


Dari kejauhan, bola itu seperti sebuah bintang besar, tapi lebih mudahnya bisa dibilang seperti lampu yang bersinar di dalam ruangan luas nan gelap.


Lin Chen sangat penasaran dengan wujud Monster Kuno yang memiliki kekuatan God Realm, sampai saat ini ia tidak pernah menemuinya, yang tertinggi hanyalah Heavenly Realm tahap Puncak atau yang hampir menembus God Realm.


Bola energi yang melindungi mereka dalam kegelapan terus masuk lebih jauh dari Dimensi Monster Kuno untuk menemui monster-monster yang lebih kuat dari Kaisar Naga Kuno, dan sepertinya Monster Kuno di dalam sana memiliki hubungan kerja sama dengan Dewa Langit.


Lin Chen sangat kesal hanya dengan memikirkannya saja, mengapa banyak sekali yang menghormati Dewa Langit, bahkan Monster Kuno sekalipun.


Belasan menit kemudian, mereka tidak lagi bergerak setelah masuk cukup jauh dengan kecepatan lambat; seperti ada dinding tebal yang menghalangi pergerakan mereka untuk masuk lebih jauh lagi.


"Yi'er, setelah ini kita akan memasuki bagian terdalam. Monster di dalamnya tidak seperti di luar, di sini memiliki bentuk campuran dan menjijikkan," ucap Lin Chen—ia tidak ingin Xue Ying langsung menerjang masuk, tapi ternyata enggan melawan hanya karena bentuk monsternya.


"Baik, Kakak. Yi'er sudah siap." Xue Ying sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk melawan Monster Kuno, dan sudah tahu bentuknya dari gambaran Lin Da Zixuan.


Yan Xue hanya diam tanpa bersuara semenjak memasuki Dimensi Monster Kuno, itu karena sedang duduk bersila dan memanfaatkan tekanan yang ada untuk memadatkan energi di dalam tubuhnya dibantu dengan energi spiritual murni dari Point System.


Lin Chen mengulurkan tangannya ke depannya, kemudian mengepalkan tangannya seperti menangkap sesuatu, lalu menariknya.


Bang!


Gerakan Lin Chen menimbulkan dentuman yang sangat keras dan ledakan energi, tapi tidak sampai mengganggu konsentrasi Yan Xue. Kegelapan tak berujung langsung menghilang dan digantikan awan putih, bola-bola perunggu dengan ukiran juga terlihat melayang di atas awan, mengeluarkan aliran air terjun.


Ada yang menunggu; Monster Kuno terbang di atas awan, mengenakan pakaian Kaisar dan ada selendang maupun cincin emas di atas kepala seperti Dewa. Bagian bawah tubuhnya adalah tentakel gurita, namun memiliki sisik keras seperti ular berwarna merah kecokelatan.



Monster Kuno tidak memiliki wajah, tapi dirasa bisa tahu pergerakan kecil di sekitar dan mampu merasakan fluktuasi energi meski sangat kecil dan lemah. Aura yang dikeluarkannya berwarna emas, sangat berbeda sekali dengan Monster Kuno lainnya.


God Realm tahap Awal!


"Yi'er, yang besar di sana adalah God Realm tahap Awal. Kau tidak bisa mengalahkannya." Monster Kuno yang Lin Chen rasakan adalah Monster Gurita? Entahlah.


Ada aura yang tidak asing dari Monster Kuno di depannya, ini sama persis seperti aura Dewa Langit.


Lin Chen mengalihkan perhatiannya pada bagian gelap yang berada di arah kiri depannya. "Di sana, adalah Monster Kuno yang bisa menjadi lawanmu."


Hanya karena Lin Chen yang menunjuk ke arah gelap, tiba-tiba kegelapan itu menghilang digantikan oleh kabut tebal seperti di pagi hari.


Ada monster seperti tulang yang dilapisi dengan otot-otot tebal, bertangan empat dan memiliki bagian bawah tentakel. Kepalanya juga terlihat seperti tentakel dan hanya ada mulut tanpa ada bagian lainnya.


__ADS_1


Kekuatan dari Monster Kuno itu adalah Heavenly Realm tahap Awal dan sepertinya memiliki hubungan yang sama seperti Monster Kuno Emas dengan Dewa Langit.


"Apakah kau yang membunuh Naga Kuno di luar sana?" Monster Kuno Emas memandangi Lin Chen meski tidak ada mata, tapi nyatanya terasa seperti itu.


Monster Kuno lain lebih agresif, mulai menyerang secara membabi buta ke segala arah, menimbulkan ledakan keras dan ada tekanan kuat dari aura yang dikeluarkan.


Lin Chen tidak tahu namanya, jadi sebut saja sebagai Monster Kuno Hitam.


"Apakah kau berhubungan dengan Dewa Langit? Aku bisa merasakan auranya darimu."


"Dewa Langit? Dia adalah kakakku yang memberikanku kekuatan seperti ini." Monster Kuno Emas merentangkan kedua tangannya, terlihat ada garis-garis emas di belakang punggungnya yang membentuk persegi.


"Dia bilang, aku bisa kembali ke bentuk manusia lagi saat dia berhasil menembus God Realm tahap Puncak. Dan, aku tetap bisa memiliki kekuatan ini tanpa berkurang sedikit pun."


Kakak? Lin Chen tidak menduga Dewa Langit akan lebih gila lagi dari Dewi Kuxing, sampai mengubah adiknya sendiri menjadi Monster Kuno dengan melakukan percobaan.


"Aku sudah membunuh Dewa Langit."


Monster Kuno Emas tidak lagi bersuara; kedua tangannya turun perlahan dan aura yang dikeluarkannya kian menurun, namun bukan karena kekuatan yang melemah, tapi karena amarahnya mulai bangkit dan tertahan agar bisa meledak.


Bang!


Aura kuat meledak dari dalam tubuh Monster Kuno Emas sampai energinya bisa terlihat menyelimuti tubuhnya. Monster Kuno Hitam juga melepaskan auranya, seperti merasakan perasaan marah yang sama.


Xue Ying melompat keluar dari dalam bola pelindung; tubuhnya memancarkan aura hijau yang menyelimuti tubuh dan terus membesar sampai setara dengan Monster Kuno Hitam.


Wusshh...


Angin berembus dengan aura kuat yang menekan sekitar; energi yang menyelimuti tubuh Xue Ying mulai berubah bentuk seperti Kaisar Emas milik Lin Chen, tapi pada bagian kepalanya memiliki bentuk kepala naga dan ada sayap hijau di punggung.


Xue Ying tiba di depan Monster Kuno Hitam, langsung mengayunkan pukulannya mengarah pada bagian wajah.


Bam!


Kepala naga membuka mulutnya selebar mungkin; energi spiritual berkumpul di dalamnya dan kemudian menembakkannya.


Booom! Booom! Booom!


Energi besar seperti bintang melesat sangat cepat, menghancurkan daratan hanya karena efek gelombang udara dan meledakkan semua yang menghalangi jalurnya.


Monster Kuno Emas yang sebelumnya berniat menyerang Lin Chen, mengalihkan targetnya pada Xue Ying. Ia meraih Persegi Emas di belakang punggungnya, lalu melemparkannya pada Xue Ying.


Lin Chen merasa apa yang dilemparkan Monster Kuno Emas sangat berbahaya. Ia mengibaskan tangannya mengarah pada bagian samping Xue Ying.


Fluktuasi Energi Iblis kuat dan mengerikan mulai berkumpul di samping Xue Ying. Dalam sekejap mata, Energi Iblis berubah menjadi Iblis yang matanya terpejam dan mengulurkan tangan mencoba menangkap Persegi Emas.


Monster Kuno Emas mengangkat tangan kanannya di depan dada; dua jari menghadap ke atas. "Membesar."


Bang!


Persegi Emas melepaskan aura kuat yang langsung membesar, lebih besar dari tangan Iblis. Kemudian Persegi Emas itu mengelilingi tangan Iblis seperti gelang, lalu menyusut dalam sekejap dan menekan tangan Iblis sampai terlihat pergelangan tangannya seperti hampir putus.


Lin Chen menyuntikkan Energi Iblis lebih banyak lagi. "Mengunci tangan dan memaksa kekuatanmu untuk masuk, lalu meledakkannya dari dalam?"


"Entah mengapa aku teringat akan seseorang, dia menggunakan teknik yang sama dan meledakkan Meridian." Lin Chen menoleh ke kanan melihat Dewi Kuxing yang memalingkan wajah menghindar tatapannya.


Bang!


Tangan Iblis membesar tanpa ada tanda-tanda, langsung meledakkan Persegi Emas yang mengunci tangannya. Gelombang energi menyebar ke segala arah, mengikis semuanya hingga hancur tak bersisa kecuali Monster Kuno.


Bam!


Dewa jatuh dari langit dan langsung berlutut; sepasang sayap di belakang punggungnya terbuka, melindungi Xue Ying yang berada di bawah Dewa.

__ADS_1


Bentuk Xue Ying yang sekarang setidaknya 15.000 mil, dan di hadapan Dewa milik Lin Chen yang datang, hanya sebatas lututnya saja.


Karena ledakan tadi, Dimensi Monster Kuno berubah warna menjadi merah di mana-mana tanpa ada warna lain.


Dewa yang melindungi Xue Ying mulai berdiri dan berbalik menatap tajam Monster Kuno Emas yang hanya setinggi lututnya. Tanpa membuang waktu, Dewa mengangkat kaki kanannya dan menginjak Monster Kuno Emas.


Monster Kuno Emas mengangkat kedua tangannya untuk menahan kaki yang sangat besar di atasnya. Darah mulai mengalir di pergelangan tangannya saat bersentuhan dengan kaki Dewa, tekanan yang sangat kuat itu sampai mematahkan tulangnya dan melukai pergelangan tangan.


Xue Ying melihat Dewa yang menginjak Monster Kuno Emas, lalu menoleh ke belakang, di sana ada Lin Chen yang masih berada di dalam bola pelindung bersama Yan Xue dan Dewi Kuxing.


"Yi'er, jika kau memiliki waktu untuk melihat ke belakang, pastikan Monster Kuno Hitam tidak berada di dekatmu atau kau akan mendapatkan kerugian."


Xue Ying kembali berbalik setelah mendapatkan peringatan dari Lin Chen. Alangkah terkejutnya ia saat melihat Monster Kuno Hitam yang sudah berada di depannya tanpa pemberitahuan dan tidak ada aura yang ia rasakan.


Monster Kuno Hitam menggenggam bahu dan kepala Xue Ying; tentakel-tentakel tajamnya juga tidak tinggal diam, mereka bergerak liar dan menusuk tubuh besar Xue Ying sampai pecah di beberapa tempat.


Xue Ying menggertakkan giginya merasakan sakit saat energinya ditekan oleh Monster Kuno Hitam. Ketika melihat Monster Kuno Hitam yang membuka mulut dan mengeluarkan asap hitam yang merupakan miasma beracun, ia melompat keluar dari energi yang membentuk tubuh dari bagian punggung.


Kaisar Naga mulai rusak saat terkena miasma beracun, tapi untungnya Xue Ying sudah keluar dari sana, sehingga tidak terlalu berdampak banyak pada tubuhnya yang sekarang. Xue Ying mengangkat kedua tangan yang terbagi menjadi dua energi berbeda: tangan kanan berwarna hijau keemasan dan kiri berwarna putih.


"Teknik Kaisar Naga, Pemusnah!"


Kaisar Naga mulai meredup seperti kehilangan kekuatannya, tapi tidak lama kemudian ada gumpalan putih yang berkumpul di bagian dada. Gumpalan energi putih itu menyebar seperti dan terlihat seperti bulu babi yang menusuk keluar Kaisar Naga.


Duarr!


Energi yang sudah berkumpul di dada Kaisar Naga, mengakibatkan ledakan keras karena tidak mampu menahan tekanan dari energi yang terus memadat.


Api menyala cukup besar dan membakar Monster Kuno Hitam sampai tidak terlihat lagi tubuhnya karena nyala apinya.


"Gruoahhhh!" Monster Kuno Hitam meraung keras karena tubuhnya tidak bisa menahan rasa sakit; bukan hanya api saja yang membakar tubuhnya, tapi ada energi milik Xue Ying yang memaksa masuk.


Monster Kuno Hitam memeluk tubuhnya sendiri, lalu merentangkan kedua tangannya seraya melepaskan aura kultivasinya, meledakkan api yang membakar tubuhnya.


Api menyebar membentuk cincin merah dengan suhu yang sangat panas, menghempaskan Xue Ying karena terkena tekanan udaranya.


"Mmff!" Xue Ying mengencangkan bibirnya mencoba menahan api yang membakar tubuhnya meski tidak terlalu parah.


Lin Chen menambahkan Energi Dewa untuk membesar ukuran tubuh Dewa. Dewa mengulurkan tangannya ke bawah, menangkap Monster Kuno Emas dan menggenggamnya erat.


Dari langit merah, ada pusaran cahaya emas yang mengeluarkan aura kuat yang bisa membuat orang-orang berlutut untuk menyembahnya. Raungan naga bisa terdengar dari dalam pusaran cahaya, dan terlihat ada Naga Emas yang keluar dari sana.


Dewa mencengkeram lebih erat Monster Kuno Emas sampai mengeluarkan darah hitam dari sela-sela jarinya. Kemudian Dewa melemparkannya ke atas mengarah pada Naga Emas.


Naga Emas membuka mulutnya, memakan Monster Kuno Emas dan langsung menelannya tanpa mengunyahnya lebih dulu.


Lin Chen menunduk melihat tangannya sendiri, menembus sampai bisa melihat aliran energinya yang lebih teratur namun kuat. Perubahan ini setelah ia menyerap kekuatan dari Dewi Kuxing. Ia menoleh ke kanan, melihat Dewi Kuxing dan memeluknya erat. "Terima kasih."


Dewi Kuxing tersentak saat tiba-tiba dipeluk oleh Lin Chen; sebelumnya ia sudah pernah mendapatkan pelukan, tapi tidak terasa seperti saat ini, karena pada waktu itu mereka berdua masih bermusuhan.


"Aku tidak tahu mengapa, tapi, terima kasih kembali." Dewi Kuxing tersenyum hangat membalas pelukan Lin Chen, lalu melepaskannya perlahan dengan cara mendorongnya.


Lin Chen tersenyum ringan, lalu mengalihkan perhatiannya pada Yan Xue yang masih tenang untuk mencoba menembus Ranah Ziranzhi. Ia sedikit membungkukkan badannya; kecupan lembut dan hangat ia berikan di dahi Yan Xue.


Lin Chen duduk bersila di samping Yan Xue; perhatiannya kembali teralihkan pada Xue Ying. "Yi'er, jangan terlalu cepat membunuhnya, cobalah manfaatkan aura yang dia berikan untuk menekanmu sebagai keuntungan. Bagaimana caranya? Pikirkan sendiri."


Xue Ying menganggukkan kepala dan mencoba mengikuti saran Lin Chen untuk melonggarkan energi yang melindunginya, saat itu juga ia kembali merasakan tekanan kuat di sekujur tubuh dan ada perasaan gejolak energi di dalam tubuhnya.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2