
Kabar mengenai dua daratan yang berubah dan pohon harta di Samudra Yuan telah tersebar luas, bukan hanya di Kota Abadi yang merupakan Ibukota dari Serikat Suci, tapi semua kota yang ada di Daratan Meili. Feichuan dari berbagai tempat dengan jumlah besar dikirimkan ke dua tempat berbeda, dengan harap dapat mengklaim daratan di sana dan mendapatkan sumber daya berlimpah.
Luo Yi yang mengetahui tentang berita ini sangat kesal, bukan karena membuat kekacauan, tapi kesal karena tidak dibawa bersama-sama untuk menambah permainan yang ada. Menurut Luo Yi, rintangan yang dibuat Xue Ying terlalu biasa dan kurang menantang.
Untuk menenangkan amarah Luo Yi, Lin Chen mencoba menenangkannya sebaik mungkin dan membawa Ibunya pergi ke Daratan Yanshan, daratan yang bersebalahan langsung dengan Daratan Xhusan untuk melihat peperangan antar Feichuan.
***
Daratan Yanshan, Barat Laut dari Daratan Meili
Lin Chen duduk di kursi goyang dan membawa popcorn untuk menemani menonton pertunjukan Feichuan yang saling menyerang satu sama lain, atau terkena serangan dari sulur tanaman yang membuat Feichuan meledak.
"Terlalu membosankan, serangan mereka memang setara dengan Divine God, tapi tidak ada yang spesial."
Lin Chen hanya diam dan sedikit tersenyum. Ia tidak tahu mengapa Ibunya semakin banyak bicara setelah tiga jiwa yang bergabung menjadi satu, dan setiap kata-katanya terdengar sangat angkuh dan mendominasi.
Luo Yi menoleh dan memeluk erat Lin Chen. "Apakah Ibu terlihat seperti orang jahat?"
"Iya." Lin Chen menjawabnya dengan tenang tanpa menyembunyikan pemikirannya sama sekali.
Seketika itu juga, Lin Zhian dan Long Xia Yun tersentak. Keduanya memalingkan wajah ke sisi lain, dan berdoa agar Lin Chen tetap selamat tidak mengalami luka-luka.
Luo Yi tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian tersenyum lembut menatap wajah Lin Chen. "Kalau begitu, Ibu akan menjadi lebih baik lagi."
Luo Yi menoleh ke kanan kemudian mengusapkan wajahnya pada wajah Xue Ying.
Lin Chen merapikan rambutnya yang acak-acakan, dan kembali fokus pada pertarungan Feichuan yang saling menembakkan laser dan peluru energi. "Sangat membosankan, Bintang Sheng bisa dikatakan sebagai bidang bintang yang damai. Jika terus berada di sini, peningkatan kekuatanku akan melambat ..."
"Dua minggu lagi kita akan meninggalkan Bintang Sheng. Bibi sudah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan, dan bersiap-siap untuk pertarungan besar di Bintang Dongjie." Long Xia Yun mengutarakan niatnya yang belum tersampaikan saat pertama kali pergi ke Daratan Liyang.
Lin Chen tersenyum cerah saat mendengarnya, ia benar-benar ingin melakukan pertarungan yang sudah ia nantikan. Bertarung di Bintang Sheng memang tidak ada masalah, hanya saja lawan terkuat sebatas Dewa Giok, tidak lebih. Dengan kekuatan Divine God tahap Akhir, melawan Dewa Giok seperti meniup debu halus.
Setidaknya Lin Chen ingin melawan Divine God tahap Akhir, atau Yuzhao tahap Awal untuk mempersiapkan diri sebelum bertarung melawan Long Ka Xian, dan menghabisi semua pengkhianat.
Boom!
__ADS_1
Lin Chen tersadar dari lamunannya saat benturan keras terjadi di lautan dan menciptakan gelombang tsunami yang cukup tinggi, itu semua bisa terjadi karena Feichuan yang jatuh ke dalam laut dan meledak.
Untungnya tempat ia saat ini cukup jauh, 10.000 mil dari Daratan Xhusan, sehingga dampaknya tidak sampai ke sini.
Feichuan dari Kota Jishu menembakkan ratusan peluru energi dengan kecepatan kilat mengarah pada ribuan Feichuan lain.
Feichuan yang terkena serangan juga tidak tinggal diam dan membalas setiap tembakan yang ada. Mereka melepaskan gumpalan energi yang lebih besar dari peluru, bahkan bahan peledak yang daya ledaknya seperti ratusan nuklir.
Pohon Berduri yang diciptakan Xue Ying juga turut andil dalam pertarungan, puluhan ribu sulur tanaman bergerak ke sana kemari mengejar setiap Feichuan yang masuk dalam jangkauan. Ketika Feichuan tertangkap oleh sulur tanaman, Feichuan itu akan dililit erat hingga meledak.
Pertarungan itu terus berlanjut sampai langit mulai gelap, namun masih belum ada tanda-tanda akan berhenti dan mungkin tidak akan pernah berhenti sampai ada yang berhasil mendapatkan sumber daya.
Karena merasa sangat bosan, pertarungan Feichuan juga tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan Lin Chen. Akhirnya, mereka semua kembali ke Kota Abadi untuk beristirahat dan mengatur rencana untuk ke depannya setelah meninggalkan Bintang Sheng.
***
Triti, 23 Suci 8927 Abadi
Tiga hari terlewati dengan cepat dan peperangan di Samudra Yuan yang memisahkan antara Daratan Meili dan Liyang, maupun Daratan Meili dan Xhusan sudah berakhir. Berakhirnya peperangan tidak dimenangkan oleh salah satu pihak atau pihak ketiga, melainkan membuat suatu perjanjian yang saling menguntungkan.
Pemerintah Pusat menduga perubahan dua daratan itu untuk memancing beberapa kubu dan melemahkan kekuatan Bintang Sheng.
Tapi yang diberitakan ke media hanya perdamaian dan perjanjian atas pembagian hasil dari Daratan Liyang serta Xhushan. Untuk dugaan dari Pemerintah Pusat, itu tidak pernah diberi tahu ke luar.
Lin Chen mengetahui informasi ini juga berasal dari Long Xia Yun yang memiliki pendengaran sensitif, dan jika benar-benar ingin, bisa mendengar suara dari seluruh penjuru Bintang Sheng.
"Bibi, sudah tiga hari kira tidak melakukan apa-apa, aku sangat bosan. Apakah kita tidak bisa pergi sekarang?"
Long Xia Yun yang duduk bersila di depan Yan Xue itu menggeleng pelan. "Tidak, jika kita keluar sekarang di saat kekacauan baru saja tenang, kita akan dicurigai sebagai dalang di balik perubahan dua daratan."
Lin Chen hanya diam dan menghembuskan napas panjang. Ia berdiri dari kursi goyang, kemudian berjalan menuju sofa untuk merebahkan tubuhnya di sana dan melihat Yan Xue yang berlatih.
"Feichuan sudah ditingkatkan, dan sekarang aku benar-benar bosan. Jika dulu saat selalu menemui masalah aku ingin bersantai, tapi setelah bersantai terlalu lama, aku merindukan pertarungan."
Feichuan yang Lin Chen beli sudah selesai diperbaiki, dan bahan bakarnya tidak menggunakan Batu Roh, melainkan energi spiritual yang tersebar di sekitar. Fitur-fitur lain juga telah ditambahkan, dan memiliki Dimensi Ruang di tiga lantai terbawah.
__ADS_1
Long Xia Yun memutar bola matanya dan sedikit kesal dengan Lin Chen yang selalu mengeluh setiap jam. "Apakah Chen'er ingin bertarung bersama Bibi? Kali ini Bibi tidak akan menahan diri seperti melatih Chen'er saat masih di Bumi dulu."
Lin Chen tertegun dan menutup matanya perlahan. "Sepertinya aku mulai mengantuk, aku akan beristirahat saja ..."
Berlatih bersama Long Xia Yun? Tentu saja Lin Chen akan menolaknya! Tidak mungkin ia bisa menahan latihan yang diberikan oleh Bibinya yang mengerikan dan sangat kejam itu, entah sudah berapa puluh atau ratusan kali ia merasakan rasa dari tubuh yang meledak, merasakan Inti Jiwa yang retak dan setengah hancur.
Jika itu orang lain yang menerima pelatihan Long Xia Yun seperti yang diterima Lin Chen, bisa dipastikan tidak akan bertahan, bahkan untuk satu menit. Kalaupun bertahan, pikiran orang itu akan rusak karena jiwa yang terganggu.
"Chen'er, apakah Zhu Que masih belum ada tanda-tanda untuk menembus Ranah Dewa?"
"Entahlah ..." Tanpa sadar Lin Chen menjawabnya meski tengah berpura-pura tidur. Tapi karena sudah terlanjur, maka lanjutkan saja. "Xuanwu Jianqi tidak membubuhkan waktu lama, dan Zhu Que sudah hampir satu tahun namun belum menembus Ranah Dewa ..."
"Wilayah Api di Ruang Dimensi memiliki energi spiritual yang sangat murni dari Element Api. Seharusnya tidak membutuhkan lebih dari enam bulan untuk menembusnya, tapi sepertinya ada beberapa kendala yang membuatnya lambat dalam menyerap energi di sana."
Lin Chen memasukkan kesadarannya ke dalam Ruang Dimensi dan melihat semua yang terjadi di sana, Wyvren, Lebah Perak dan Semut Emas sudah menembus Ranah Jenderal Dewa. Bahkan Ratu Semut dan Lebah Perak sudah mengambil wujud manusia.
Sepertinya aku harus mengeluarkan Lebah Perak dan Semut Emas.
Kesadarannya berpindah ke Wilayah Api, dan ia bisa melihat Zhu Que yang sedang bertengger di tebing tinggi yang bawahnya adalah kawah gunung, dengan lava panas yang meledak-ledak.
Aura panas memasuki tubuh Zhu Que, warna bulunya juga terlihat berubah, lebih merah menyala seperti api yang sangat panas.
Lin Chen tersenyum tipis, kemudian membuka matanya perlahan dan duduk di sofa. "Half God tahap Akhir, hampir menembus Ranah Dewa ..."
"Mungkin seminggu lagi sebelum akhirnya benar-benar menembus."
Long Xia Yun hanya diam dan mengangguk kecil, dengan kedua tangan ke depan membantu mengendalikan energi Yan Xue.
Jika Yan Xue mau menerima pemahaman dari Lin Chen menggunakan Point Teknik, tentunya Yan Xue bisa dengan mudah menguasai seluruh teknik. Namun Yan Xue menolaknya dan lebih memilih untuk memahaminya perlahan-lahan.
Lin Chen tidak bisa memaksa kemauan Yan Xue yang ingin berusaha, akhirnya ia membiarkannya dan meminta Bibinya membantu mengarahkan energi spiritual Yan Xue.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...