
Tidak butuh lama untuk klan lain datang ke Pulau Hitam; mereka semua memiliki aura Lord Realm dan yang terendah adalah God Realm tahap Akhir. Walaupun banyak Lord Realm, ia memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk membunuh mereka dalam sekali jalan.
Lin Chen dengan tenang menunggu kedatangan musuh-musuh yang ingin melawan Wilayah Tiantang. Harusnya, sebagai Kaisar Giok, ia hanya perlu tinggal di Istana Tiantang dan duduk bersantai. Tapi tidak mungkin ia bisa melakukannya di saat hobinya adalah bertarung dan bertarung! Besar di dalam pertarungan tiada henti! Hampir seluruh hidupnya digunakan untuk bertarung.
"Aku akan membawa seluruh pasukan untuk melawan Alam Diyu. Melawan tikus-tikus kecil di Alam Tiantang, aku bisa melakukannya sendiri. Jika melawan Alam Diyu sendirian, kedudukan ku sebagai Kaisar Giok akan dipertanyakan."
"Kaisar Giok macam apa yang tidak membawa pasukan saat menghadapi Peperangan Antar Alam."
"Apa itu?" Lin Chen menyipitkan matanya saat melihat bayangan hitam yang bergerak dalam jumlah besar dan ada suara dengungan yang menyebalkan, ingin sekali datang ke sana dan menamparnya agar suara itu berhenti.
Lin Chen mengangkat sebelah alisnya. "Lalat? Ranah Ziranzhi?" Ia terus memperhatikan lebih teliti bayangan hitam yang bergerak memasuki Pulau Hitam. "Aku merasa, ada aura dari Kota Chen. Apakah mereka datang ke Bintang Qiang?" Ia panik saat merasakan aura di dalam tubuh lalat.
Lin Chen mengubah pandangannya pada kloning yang ia tinggalkan di Pohon Dewa, Kota Chen, tidak ada tanda-tanda kerusakan dan semuanya baik-baik saja.
Ketika rombongan lalat terus terbang mendekat, Lin Chen merasakan aroma busuk yang tidak tertahankan. Ia bahkan sampai menutup hidung dan mulutnya, lupa bahwa ia bisa menyingkirkan aroma itu hanya dengan sedikit energi spiritual.
Lin Chen mengikuti rombongan lalat yang bergerak ke tengah-tengah pulau menuju gunung batu tandus berwarna hitam legam. Pada bagian tebingnya terdapat sebuah gua yang di dalamnya sangat luas, mampu menampung ribuan orang bersama.
Keberadaannya tidak diketahui oleh Lord Realm—karena kemampuannya yang menyamarkan diri sudah sampai puncaknya! Ia berhasil menyelinap memasuki gua dengan sudah sangat bau seperti kotoran. Di dalam gua terdapat puluhan Lord Realm di bawah tahap Sembilan, tapi salah satu dari mereka sudah cukup untuk menghancurkan 324 Semesta.
Setiap Lord Realm duduk di tebing tinggi di dalam gua yang jarak antata dasar dan puncaknya ratusan mil. Dan, ada tebing tertinggi yang menjadi pusat, di sana ada seorang pria paruh baya mengenakan pakaian hitam, mengeluarkan aura yang kuat dan mencekam.
"Lord Fei, apa yang kau bawa? Mengapa itu sangat bau?" Banteng merah yang tidak bisa menyembunyikan apinya menatap pria paruh baya di pusat gua.
Lord Fei menghirup napas dalam-dalam, mencium aroma segar yang mengitarinya. "Ini adalah bawahanku yang berada di Alam Semesta ratusan tahun lalu, mereka mencari keberadaan Energi Abadi dan berhasil menemukannya dalam jumlah besar ..."
Keterkejutan terlihat jelas di wajah semua orang, mereka tahu bagaimana berharganya Energi Abadi, apalagi saat melihat keadaan Alam Tiantang yang memprihatinkan seperti ini. Energi atau Qi Abadi adalah energi khusus yang sangat diperlukan bagi mereka yang sudah menembus Lord Realm untuk melangkah lebih maju.
Sama halnya seperti mereka yang sudah menerobos Body Realm, mereka akan membutuhkan energi yang lebih kuat dari Qi Spiritual, ada yang menyebutnya Qi Dewa; ada pula yang menyebutnya Qi Spiritual 2.
Lord Fei tersenyum dengan maksud tertentu saat melihat semua Lord Realm, ia merasa sangat kuat karena memiliki sejumlah besar Energi Abadi. Kemudian ia berkata dengan bangga dan menyombongkan diri, "Satu lalat bernilai seribu tahun kultivasi Energi Abadi! Aku memiliki seratus ribu! Dengan ini, aku bisa menerobos Lord Realm tahap Sepuluh!"
Tahap Sepuluh!? Semua orang kembali dikejutkan, mereka tahu kekuatan tertinggi di Alam Tiantang adalah Lord Realm tahap 15, mereka tidak mengacu pada Tiga Dewata Murni—mereka menganggap Tiga Dewata Murni sudah mati! Tahap tertinggi yang pernah dicapai di Alam Tiantang adalah Lord Realm tahap 100—Kaisar Giok!
"Lord Fei, aku akan menyerahkan Artefak Dewa sebagai ganti seribu tahun Energi Abadi!"
"Artefak Dewa? Ha! Aku akan memberi Tanaman Spiritual Seratus Ribu Tahun! Pil Dewa! Senjata Dewa dan Tunggangan God Realm tahap Menengah!"
"Lord Xieye! Jangan menggertak hanya karena kau mendapatkan dukungan Lord Sanzu! Aku akan menukarkan Sepuluh Artefak Dewa untuk sepuluh ribu tahun Energi Abadi!"
"Apa bedanya dengan Artefak Dewa ditukarkan dengan seribu tahun Energi Abadi!? Jika kau ingin membuat tawaran, pikirkan tentang apa yang ingin kau katakan! Aku akan menyerahkan Tombak Pedang Klan Rusa Merah!"
Gema dari suara-suara Lord Realm terus terdengar tanpa henti. Keadaan yang sebelumnya hening, kini ramai seperti rumah lelang. Mereka bahkan tidak terganggu dengan bau busuk yang memenuhi gua.
__ADS_1
Harta-harta yang mereka tawarkan juga sangat berharga, itu termasuk harta yang sangat mereka jaga dan bahkan sangat jarang digunakan.
Lin Chen menerima informasi baru setiap harinya ketika terus berkelana di Alam Tiantang. Dengan terburu-buru membuka System untuk melihat statistik kekuatannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Nama : Lin Chen]
[Gelar : Yang Mulia Kaisar, Tuan Muda Keluarga Lin, Lutrinae, Orang Terhormat dari Benua Bumi, Raja Iblis, Orang Gila, Dewa Pencipta, Penguasa, Dewa Suci, Dewa Iblis, Monster Gila, Pencipta Semesta, Hukum dan Aturan, Ayah dari Dewa dan Dewi, Satu-satunya, Yang Mulia Kaisar Giok, Keabadian Emas]
[Usia : 63 Tahun]
[Ranah : Lord Realm (50/100)]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kerutan dalam terlihat di dahi Lin Chen apabila ia tidak membaur dengan udara. "Hanya Seratus?" Ia tidak ingin menerima kekuatannya hanya bisa sampai tahap 100. Ketika ia menyentuh layar interface, ada penjelasan lebih lanjut.
Tahap 100 hanyalah batas yang bisa digapai oleh Kaisar Giok di Kehidupan Pertama, tapi setelah 9 Reinkarnasi dan 10 Kehidupan, kekuatannya bisa meningkat tanpa batas, bahkan melebihi Tiga Dewata Murni.
Lin Chen bisa tahu kekuatan Tiga Dewata Murni hanya sampai batas Lord Realm tahap 150. Kemudian, ia merasa lebih mudah meningkatkan kekuatan dengan mendapatkan kepercayaan daripada harus berkultivasi ataupun memanfaatkan Point Pengalaman.
Karena terlalu fokus pada statistik kekuatannya yang kembali mengalami perubahan, ia tidak sadar jika acara lelang sudah berakhir. Hampir semua Lord Realm sudah memegang Lalat Penghisap Energi dengan mata berbinar seperti menemukan harta.
Aroma busuk di Lalat Penghisap Energi adalah kotoran sapi yang dipelihara di Kota Chen. Meski praktisi seperti mereka tidak bisa merasakan lapar dan haus, tapi Lin Chen memerintahkan murid-murid magang untuk mengurus sapi, memberi makan mereka dengan Tanaman Spiritual. Kemudian setiap bulan, akan membagikan 100.000 ekor sapi untuk manusia-manusia biasa di Bintang Qiang.
Kemudian, setelah Lin Chen menerobos Lord Realm, Pohon Dewa yang merupakan pusat Kota Chen, akan berfotosintesis dengan menyerap karbondioksida dan memberikan oksigen yang mengandung Energi Abadi. Tanaman-tanaman di sana juga mengandung Energi Abadi, sehingga tidak aneh jika kotoran sapi akan menghasilkan Energi Abadi.
"Untuk semua Energi Abadi! Untuk mengambil alih Wilayah Tiantang! Bersulang!" Lord Fei mengangkat tangannya setinggi mungkin saat membawa Lalat Penghisap Energi.
"Bersulang!"
Puluhan Lord Realm memasukkan Lalat Penghisap Energi ke dalam mulut mereka.
Lord Fei mengerutkan keningnya saat mengunyah Lalat Penghisap Energi. "Teksturnya lengket ..." Ketika sudah menelannya, ia merasakan hangat di dalam perutnya saat Energi Abadi meledak dan menyebar ke sekujur tubuh.
"Aromanya juga busuk ..." Anjing Kepala Tiga melihat Lord Fei. "Lord Fei! Apakah kau yakin ini mengandung Energi Abadi!? Mengapa aromanya busuk!?"
Lord Fei mengeram dengan tatapan tajam ke arah Anjing Kepala Tiga. "Bodoh! Energi Abadi di Alam Semesta kotor! Tapi manfaat yang kita dapatkan tidak perlu diragukan!"
"Benar juga ..." Anjing Kepala Tiga menganggukkan kepala, lalu memasukkan Lalat Penghisap Energi ke dua mulut lainnya. Tiba-tiba, ia merasakan ledakan energi di dalam tubuhnya dengan rasa hangat.
Seketika itu, semua Lord Realm menganggukkan kepalanya dan berdiri dari kursi masing-masing saat merasakan Energi Abadi yang meledak. Heavenly Realm dan God Realm yang melihat, hanya bisa menelan ludah dan menatapnya iri.
__ADS_1
Mereka tertawa bahagia dan saling berbincang-bincang seperti sedang pesta, bahkan ada yang meminum arak sebagai pelengkap.
Lin Chen mengernyitkan dahi sampai membentuk kerutan di hidung. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan dan mengalihkan pandangan. Ia tidak tahan saat melihat 78 Lord Realm yang memakan Lalat Penghisap Energi dengan bahagia, apalagi saat melihat kotoran hitam di sudut bibir mereka.
Apa yang dilakukan orang-orang bodoh ini! Kalian sangat menjijikkan memakan kotoran sapi! Aku ingin membunuh kalian semua karena memperlihatkan hal menjijikkan di depanku!
Lin Chen menggerutu di dalam hatinya. Ia sangat kesal karena baru saja memakan belut panggang, dan sekarang harus melihat pertunjukan aneh di depannya.
Awalnya ia menduga bahwa mereka akan mengekstrak isi perut Lalat Penghisap Energi untuk mengambil Energi Abadi di dalamnya, tapi siapa yang mengira bahwa mereka akan langsung memakannya mentah-mentah, bahkan ekspresi mereka seperti sedang memakan hidangan yang sangat lezat.
Lin Chen tidak tahan dengan aroma busuk yang memenuhi ruangan, akhirnya ia memilih untuk keluar dari gua untuk menghirup udara segar.
"Huek!" Lin Chen tidak bisa menahannya lagi dan memuntahkan isi perutnya. Ia bahkan sampai berkumur-kumur dengan Air Surgawi 9 Warna dan menyemprotkan parfum yang ia buat khusus untuk Yan Xue di tubuhnya.
"Gila! Bukan hanya mereka sangat menjijikkan, mereka bahkan makan hal yang menjijikkan. Jangan bilang, Wanyu Wang ..." Lin Chen tidak bisa membayangkannya; tubuhnya bergidik sampai bulu-bulu halus di tangannya berdiri.
Lin Chen berbalik melihat mulut gua, kemudian tubuhnya kembali bergidik. "Hiii!"
Lin Chen mundur sangat jauh dari gua di lereng gunung, duduk bersila di awan yang melayang di udara. Tatapan tertuju pada mulut gua dengan niat membunuh yang kuat di matamu, ia sudah menargetkan 78 Lord Realm, 442 God Realm dan 1.076 Heavenly Realm.
Ketika sudah menunggu selama tiga jam, akhirnya semua orang di dalam gua mulai bermunculan, terlihat ekspresi bahagia di wajah mereka semua setelah memakan Energi Abadi. Mereka sangat senang karena bisa meningkatkan kekuatan hanya dengan makan, tidak perlu berkultivasi secara manual.
Lin Chen yang sudah menunggu sejak lama, akhirnya membuka matanya lagi setelah bosan. "Apakah kalian sudah selesai? Awalnya aku sangat senang, tapi suasana hatiku saat ini berbeda. Aku sangat marah dan ingin sekali menghilangkan kalian dari Alam Tiantang, bahkan jika kalian datang ke Alam Diyu setelah kematian, aku akan tetap mengejar kalian dan membunuh."
Suara Lin Chen tidak keras, tapi itu menggema di langit dan bumi, menggetarkan hati Heavenly Realm yang mendengarnya, mereka bahkan hampir kehilangan kendali; Inti Jiwa mereka juga hampir hancur karena tekanan yang diberikan.
Lord Fei dan yang lain mengalihkan perhatian pada Lin Chen yang duduk di atas awan. Mereka mengamati kekuatan Lin Chen, kemudian saat mengetahui kekuatannya lebih lemah dari mereka, tawa keras terdengar dari mulut Lord Fei dan diikuti oleh yang lain.
"Hahahaha! Lord Realm tahap Tiga berani bersikap sombong di depan tahap Sepuluh!?"
Lin Chen berdiri perlahan seraya meluruskan tangan kanannya; tiba-tiba ada sekop yang digunakan untuk menggali tanah, sekop yang ia gunakan saat menanam bumbu dapur di halaman belakang Rumah Makan Qiao An Xuan.
"Sayang sekali, jika saja kalian tidak memakan Lalat Penghisap Energi, mungkin aku akan membesarkan kalian sampai gemuk."
Lin Chen memiringkan kepalanya menatap tajam Rusa Merah dalam bentuk manusia. "Aku akan membuat rusa panggang. Tapi, ah ... sayang sekali."
Kemarahan Lin Chen sudah sampai puncaknya, tapi ia tidak ingin membunuh mereka semua dalam sekali langkah. Ia ingin memberi mereka pelajaran karena sudah memperlihatkan hal yang tidak pantas. Ia ingin menanamkan teror di hati mereka sebelum kematian mereka!
...
***
*Bersambung...
__ADS_1