
Lin Qiao Jianying berjalan ke tepi tembok kota dan duduk di sana. "Tidak ada yang bagus, padahal Jian'er ingin mengambil salah satu dari mereka sebagai hewan peliharaan."
Petualang lain tidak mengerti apa maksud perkataan Lin Qiao Jianying, karena memang mereka masih tidak melihat apa-apa di sana selain pegunungan tinggi yang tertutupi salju.
"Apakah Jian'er ingin hewan peliharaan?" Lin Chen datang menghampiri Lin Qiao Jianying. "Ayah bisa menciptakannya satu, Jian'er ingin seperti apa?"
Lin Qiao Jianying menoleh menatap wajah Lin Chen penuh harapan. "Apakah bisa?"
Petualang lain yang tidak menyukai Lin Chen, mulai mencibir dan menghina, mengatakan bahwa Lin Chen hanya bermodalkan omongan tanpa bukti nyata.
Lin Chen mengabaikan itu, ia tidak ingin ada pertumpahan darah tepat di depan anak-anaknya. Sampai saat ini, ia belum pernah membunuh manusia di depan anak-anak, apabila monster, sudah banyak yang ia bunuh.
"Tentu." Lin Chen menepuk-nepuk kepala Lin Qiao Jianying. "Jian'er ingin yang seperti apa?"
Lin Qiao Jianying tidak bisa menjawabnya dan hanya diam, memikirkan hewan apa yang ingin ia pelihara. Hingga akhirnya, Lin Da Zixuan berteriak memanggilnya.
"Kakak!" Lin Da Zixuan mengangkat kedua tangannya yang membawa Baixue. "Minta Ayah ciptakan ini, kasihan Baixue sendirian."
Lin Qiao Jianying terdiam sejenak seraya menyentuh bibirnya, kemudian mengangguk kecil. "Jian'er ingin seperti Baixuer. Tapi yang betina." Matanya bersinar penuh harapan.
Lin Chen tersenyum ringan dan mengecup lembut kening Lin Qiao Jianying, tidak mungkin ia bisa menolak permintaan putrinya yang tercinta saat melihat tatapan mata seperti itu. "Baiklah."
Lin Chen mengangkat tangan kanannya perlahan, membuat tubuh Baixue membesar dan ada gumpalan cahaya putih yang keluar dari tubuh Baixue. Ia mengambil DNA Baixue dan mengubahnya, ini dilakukan agar bisa menciptakan hewan dengan bentuk yang sama.
Perubahan Baixue ini sangat mengejutkan, membuat tubuh sebagian Petualang bergetar karena takut, dan ada pula yang takjub melihat Fenrir.
Angin mulai berembus dengan energi yang sangat asing, energi kuat yang tidak pernah ada di Bintang Logia. Energi itu berasal dari tangan Lin Chen yang terangkat, dan ada sinar putih yang memancar dari sana.
Bukan hanya itu saja, ada fenomena lain seperti tembok kota yang mulai bergetar, membuat semua orang mencari tahu dari mana sumber getaran. Ketika mereka menundukkan kepala, terlihat tanah di depan tembok kota mulai terbelah dengan celah yang cukup besar, banyak sekali tunas-tunas baru mulai tumbuh.
Tunas-tunas itu tumbuh dengan cepat, yang kemudian saling menyatu, melilit satu sama lain. Tumbuhnya sampai melewati tembok kota yang cukup tinggi ini, dan terus naik sampai tidak bisa dilihat lagi mana ujungnya.
Penciptaan hewan ini tidak seperti menciptakan manusia yang membutuhkan banyak sekali sumber daya, dan karena sudah mencapai God Realm, ia bisa menciptakan makhluk hidup lebih mudah lagi.
Lin Chen mengulurkan tangannya ke depan, membiarkan gumpalan cahaya putih milik Baixue memasuki pohon di depannya.
Pohon di depannya mulai bersinar dengan warna yang sama, bersamaan dengan aliran energi yang bertambah semakin kuat. Kemudian, tepat di depannya, di batang pohon yang sejajar dengan tembok kota, ada kuncup bunga sebesar mobil dan berwarna putih kemerahan.
__ADS_1
Ctak!
Lin Chen menjentikkan jarinya, membuat kuncup bunga itu mekar dan ada aroma harum yang menyebar ke segala arah tertiup angin. Aroma ini menenangkan siapa saja yang menghirupnya, serta melancarkan peredaran darah.
Dari tengah-tengah bunga yang mekar, ada Fenrir kecil berbulu putih bersih nan indah, dan ada berlian merah muda di dahinya.
Lin Chen menggerakkan tangannya perlahan, membuat Fenrir kecil itu melayang menghampirinya. Ia menyerahkan Fenrir itu pada Lin Qiao Jianying, dan menghilangkan pohon besar di depannya.
Ketika pohon mulai menghilang, Fenrir kecil mulai bergerak-gerak, meski matanya masih tertutup.
Lin Qiao Jianying tersenyum hangat, kemudian mengalirkan energi spiritualnya di telapak tangan untuk menghangatkan tubuh Fenrir. "Terimakasih, Ayah!" Ia mengecup pipi Lin Chen.
Lin Da Zixuan datang menghampiri Lin Qiao Jianying, dengan Baixue yang kembali mengecil dan berada di pelukannya. "Dia sama seperti Baixue."
"Apakah hanya Ayah saja? Ibu?" Yan Xue menunjuk pada pipinya sendiri, meminta ciuman dari Lin Qiao Jianying.
Lin Qiao Jianying tersenyum bahagia, lalu melakukan hal yang sama seperti Lin Chen pada Yan Xue.
Petualang-petualang yang melihat ini, merasa iri karena keluarga Lin Chen yang sangat harmonis, saling mendukung satu sama lain dan semuanya sangat kuat. Bahkan, ada yang mampu menciptakan makhluk hidup, ini sudah diluar nalar, bahkan untuk Penyihir Hati 9 sekalipun.
Inilah asalan mengapa Lin Chen menciptakan Fenrir yang masih sangat muda dan tidak langsung dewasa, agar Lin Qiao Jianying bisa mengurusnya. Tapi bukan berarti ia mengatakan Lin Da Zixuan tidak pandai dalam mengurus Baixue, Lin Da Zixuan sangat bertanggung jawab pada Baixue.
Lin Chen mendongak menatap lurus ke depan, saat merasakan Gelombang Monster yang sudah mulai mendekat. Ia berdiri dari tempat duduknya di tepi tembok kota, kemudian melangkahkan kakinya di udara seperti berjalan di taman bunga.
"Karena aku sudah tinggal di sini, maka aku akan memberikan hadiah." Lin Chen berbalik melihat Ibu Kota dari Kerajaan Epitychimenos, kemudian mengibaskan tangannya perlahan.
Dari kibasan tangannya, mulai bermunculan pola-pola aneh dan huruf kuno berwarna emas di langit. Pola-pola itu menyebar ke segala arah, yang kemudian menciptakan sebuah pelindung berbentuk kubah.
Lin Chen kembali berbalik seraya mengibaskan tangannya ke kiri, menghilangkan badai salju yang menghalangi pandangan semua orang.
Seketika itu juga, 4367 Petualang dan 23.680 Prajurit, bisa melihat Gelombang Monster yang datang menyerang dengan jelas. Dengan segera, tanpa ada aba-aba, semua orang dengan kemampuan bertarung jarak dekat, mulai turun dari atas tembok melalui tangga batu.
Lin Chen yang sudah menghilangkan badai salju, tidak langsung menyerang dan memilih kembali ke tembok kota. "Xuan'er, kau mengatakan ingin melawan monster, maka lakukanlah, Ayah ingin melihatnya ..."
"Jian'er." Lin Chen mengalihkan pandangannya pada Lin Qiao Jianying yang masih merawat Fenrir. "Jika Jian'er ingin mempercepat pertumbuhannya, Jian'er bisa memberikan Inti Monster ..."
"Ayah sudah memberikannya pada Jian'er, gunakan itu, tapi secara bertahap, dari yang terendah."
__ADS_1
Lin Qiao Jianying menganggukkan kepalanya, tapi tidak langsung memberikan Inti Monster, dan tetap memberikan susu hangat pada Fenrir yang ia beri nama Baimei.
"Ayo, Baixue!" Lin Da Zixuan melompat dari atas tembok, yang kemudian berlari di udara. Ia tidak seperti Ayahnya yang bisa dengan bebas bergerak di udara, langkah yang ia ambil di udara mengharuskannya untuk menciptakan dinding spiritual di bawah kakinya.
Lin Da Zixuan mengakali bagaimana ia yang tidak diperbolehkan untuk terbang, tapi tetap ingin bergerak di udara, dan akhirnya belajar mengendalikan energi spiritual untuk menciptakan dinding spiritual di berbagai tempat.
Baixue membesar, yang kemudian melompat dari atas tembok. Kemudian ia membuka mulutnya lebar setelah mendarat di atas permukaan salju, membuat salju di depannya mulai naik membentuk tsunami.
"Aku juga akan membantunya. Sayang, tolong jaga Jian'er," ucap Yan Xue yang juga melompat. Ia tidak bisa diam saja melihat Lin Da Zixuan yang berdiri di baris depan, meski monster terkuat hanya setara dengan Half Saint.
Lin Da Zixuan yang berdiri di atas dinding spiritual, mulai membuka kedua tangannya yang saling bersentuhan. Terlihat ada petir yang menyambar di kedua tangannya, dan tubuhnya juga diselimuti oleh petir biru.
Warna rambut Lin Da Zixuan juga memutih, dan ada sepasang sayap yang sepanjang tujuh meter jika dibentangkan.
Lin Da Zixuan menyilangkan kedua lengannya di wajahnya, kemudian mengayunkannya ke depan.
Wush! Boom!
Dua petir melesat dari tangannya mengarah pada barisan belakang Gelombang Monster, yang menciptakan ledakan keras dan menghempaskan monster-monster karena gelombang angin yang kencang.
Yan Xue yang sudah berada di samping Lin Da Zixuan, menepuk-nepuk kepala putranya. "Jangan terlalu keras, Xuan'er harus menyimpan tenaga. Bagaimanapun, Xuan'er masih dalam masa pertumbuhan."
Lin Da Zixuan menoleh ke kanan dan mendongak. "Baik, Ibu." Ia menganggukkan kepalanya.
Lin Chen yang berada di kejauhan, masih menemani Lin Qiao Jianying. Ia tidak tertarik dengan pertarungan melawan Gelombang Monster, karena memang tidak menantang sama sekali.
"Sudah!" Lin Qiao Jianying melompat kegirangan karena Baimei sudah membuka mata, serta ukuran tubuhnya sudah bertambah besar seperti domba, yang sebelumnya hanya sebesar anak anjing.
Lin Qiao Jianying terbang menghampiri Yan Xue dan Lin Da Zixuan seraya membawa Baimei. "Ayah, Jian'er pergi!"
Lin Chen hanya diam dan tersenyum hangat, serta tetap berada di tembok kota.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1