
Walaupun mengatakan ingin menyiksa lawannya sampai meminta ampunan, tapi ia tidak tahu harus melakukannya dengan cara apa, karena tidak ada lagi cara menyiksa yang bisa ia pikirkan kecuali seperti yang sudah-sudah.
Memotong anggota tubuh? Mengukir di permukaan kulit? Menghilangkan panca indra? Meracuni? Memakan anggota tubuh di depan mata? Memotong, membiarkan beregenerasi dan memotongnya lagi? Ia sudah pernah melakukan itu semua.
Karena tidak tahu harus menyiksanya dengan cara apa, akhirnya Lin Chen hanya mengeluarkan ratusan Api Surgawi secara bersamaan dan rempah-rempah maupun herbal berkualitas tinggi yang sangat jarang dijumpai.
Api yang dimunculkan tidak dikuatkan sampai mampu merusak Semesta Tian yang memang sudah hancur.
Lin Chen mengulurkan tangan kanannya perlahan, memerintahkan Dewa dan Iblis untuk mengelilingi 14 God Realm. Api Surgawi juga ikut bergerak dengan suhu yang cukup tinggi untuk membakar Dewa dan Dewi sampai mengubahnya.
Aku tidak tahu ingin menyuling pil apa, tapi lebih baik kita coba.
Dewa dan Iblis saling bersentuhan tangan membentuk lingkaran yang mengurung 14 God Realm di tengah-tengahnya, bukan hanya menjaga agar mereka tidak bisa bergerak, tapi juga untuk menghalau mereka yang ingin mengubah bentuk tubuhnya sebesar Galaxy atau bahkan Semesta.
Ratusan Api Surgawi melayang mengelilingi 14 God Realm, kemudian Api Surgawi itu mulai menyala terang dengan semburan api yang berkumpul di satu titik, membentuk api lain dengan warna yang sangat indah.
"Aaarrrgghh!"
Lin Chen yang matanya terpejam, tersenyum tipis saat mendengar teriakan. "Sangat indah." Ia menganggapnya sebagai sebuah nyanyian yang merdu, bukan orang yang tersiksa.
Walaupun mereka adalah Dewa dan Dewi, mereka tidak akan bisa menahan Api Surgawi dalam jumlah besar seperti ini, yang mana mereka hanya terlahir dengan satu atau dua Api Surgawi. Jika ingin memilikinya lebih, mereka harus mencarinya sendiri di tempat tertentu, dan menggabungkannya dengan Dantian, Tubuh, Jiwa.
Miliaran sumber daya berkualitas tinggi mulai terbakar karena suhunya yang mulai meningkat dan menggantikannya dengan cairan berbeda warna yang mengelilingi 14 God Realm.
Ada alasan tertentu mengapa Lin Chen memilih untuk menyuling mereka ketimbang langsung membunuhnya, karena saat menyuling pil, rasa sakit yang diterima akan meningkat ratusan kali lebih besar, dan semakin tinggi Ranah maka akan semakin sakit. Tapi alasan terpentingnya, ia tidak ingin menyia-nyiakan peluang untuk mendapatkan Pil Dewa.
Pil Dewa adalah tingkat yang hanya diketahui oleh Dewa yang sudah menerobos Lord Realm.
Lord Realm mampu mengetahui tentang rahasia dari 'Kehidupan' dan 'Semesta'. Anehnya, walaupun Lin Chen sudah pernah mencapai Lord Realm, ia tidak mampu mengingat apa yang pernah ia alami saat ditingkat itu.
Mengapa ia bisa tahu tentang Pil Dewa ketika ingatannya buram? Ia pernah mendengarnya dari Putih saat sedang menjelaskan tentang Artefak Dewa.
Kembali lagi pada proses penyulingan yang terus berjalan, teriakan-teriakan masih bisa terdengar saat tubuh yang mulai terbakar dan meleleh, meninggalkan Esensi Jiwa yang melayang di tempat tubuh mereka terbakar.
Lin Chen membuka matanya perlahan melihat 14 Esensi Jiwa yang berusaha untuk mempertahankan kekuatannya agar tidak dimurnikan. Ia mengangkat tangan kanannya di depan dada, dua jarinya terangkat dengan tiga jari lain yang menekuk.
"Api Surgawi. Membesar."
Wosh!
__ADS_1
Api Surgawi kembali membesar dalam waktu satu tarikan napas. Api itu mulai memurnikan Esensi Jiwa yang mencoba memberontak.
***
30 Hari Kemudian
Butuh waktu yang sangat lama untuknya memurnikan Esensi Jiwa dari God Realm tahap Menengah, menyisakan tahap Akhir yang masih bertahan dan memberontak.
Lin Chen tidak masalah jika mereka terus bertahan, karena bukan ia yang merasakan rasa sakitnya, melainkan God Realm tahap Akhir yang terus melawan.
"Mau sampai kapan kalian ingin melawan? Cepatlah mati dan biarkan aku memurnikan kalian. Aku adalah Dewa yang baik hati karena menyarankan kalian untuk mati lebih cepat, agar kalian tidak merasakan rasa sakit ini terlalu lama lagi."
Esensi Jiwa bergetar saat mendengar ucapan Lin Chen yang sangat menghina, mereka sangat marah dan ingin membunuhnya. Tapi, mereka tidak mampu melakukannya, jika ada Dewi Kuxing dan Dewa 5 Element, mereka yakin Lin Chen akan mati dalam sekejap.
Seperti mengetahui pemikiran dari Esensi Jiwa, Lin Chen tersenyum tipis dan kembali berucap, "Jika kalian ingin, katakan langsung, jangan hanya memikirkannya. Aku tahu kalian bisa berbicara meski tidak ada tubuh fisik."
Lin Chen mengangkat tangan yang lain dan saling menyentuhkannya dengan tangan kanan yang sudah ia angkat sejak satu bulan lalu. "Dao Dewa, Kehidupan. Domain Dewa!"
Medan gelap di sekitarnya mulai berubah dalam sekejap menjadi putih bersih tanpa ada kotoran, selain Dewa dan Iblis yang menjaga 14 Esensi Jiwa. Lingkaran putih penuh pola emas muncul di atasnya, yang mengeluarkan sinar dan memandikannya yang duduk bersila.
"Aaarrrgghh!"
Esensi Jiwa yang bentuknya seperti Inti Jiwa, tapi ada cincin-cincin yang mengelilingi itu akhirnya mulai terbakar satu per satu hingga kehilangan kesadarannya.
Lin Chen mengulurkan tangan kanannya dengan telapak yang menghadap ke atas. "Berkumpul!"
Cairan berbeda warna dari rempah-rempah maupun herbal mulai bergerak ke satu titik, bersamaan dengan Esensi Jiwa yang sudah dimurnikan juga berkumpul.
Semua bahan yang sudah dimurnikan terus memadat membentuk bola berukuran seperti bintang. Ada pola-pola emas membentuk sabuk yang terus berputar-putar mengelilingi pil yang ia suling, gerakannya seperti atom.
Electron yang berputar mengelilingi Proton dan Neutron.
Boom! Boom! Boom!
Pil berukuran seperti bintang itu mulai menyusut secara perlahan, dengan efek suara keras yang menyebarkan gelombang suara kuat. Semakin mengecil, aura yang dikeluarkannya akan semakin kuat.
Fluktuasi energi berkumpul di atas pil yang sedang disuling. Dalam waktu singkat, terlihat ada lingkaran putih yang memancarkan sinar putih dan memandikan pil yang terus mengecil.
"Keugh!" Lin Chen mengigit bibirnya saat merasakan sakit di tubuhnya akibat Energi Dewa dan Iblis yang keluar paksa dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
Bang!
Lin Chen melepaskan kekuatannya lebih banyak lagi agar proses penyulingan pil berjalan dengan lancar dan bisa selesai dengan cepat.
Pil Dewa terus menyusut lebih cepat lagi ketika Energi Dewa dan Iblis yang diterima lebih banyak lagi. Aura yang keluar darinya juga kian bertambah, bahkan sampai menggetarkan Semesta Tian dan menciptakan makhluk dari kekosongan.
Bang!
Lin Chen mengepalkan tangan kanannya secara paksa, terlihat tangannya yang mengeluarkan aliran darah segar karena sangat sulit untuk menggerakkan tangannya. Bagaimanapun, pil yang masih menyusut setengahnya, langsung ia paksa mengecil sebesar kepalan tangan.
"Pil Dewa." Lin Chen melihat Pil Dewa yang tiba-tiba muncul di genggamannya.
Jika Pil Kuning memiliki garis kuning, Pil Ungu garis ungu, Pil Perak garis perak, Pil Emas garis emas, Pil Surgawi membentuk corak awan, Pil Ilahi membentuk corak naga. Maka, Pil Dewa ini tidak ada tingkatan 1 ~ 7, untuk polanya juga tidak ada, hanya ada gumpalan energi putih, emas dan merah yang mengelilinginya.
Mungkin, Pil Dewa memiliki pola atau fenomena sesuai dengan siapa yang menyulingnya.
"Aku tidak tahu ini memiliki efek seperti apa, tapi yang pasti, jika ada yang memurnikannya ke dalam Dantian, orang itu akan menembus God Realm tidak peduli tingkat apa mereka sekarang ..."
"Hanya saja ..." Lin Chen berdiri dari posisi duduknya yang bersila, seraya mengeringkan tubuhnya yang bermandikan keringat.
"Apakah mampu menahan tekanannya? Bahkan, aku saja ragu untuk menyerapnya langsung."
Lin Chen menoleh melihat sekitar, melihat Semesta Tian yang kosong. Ia mengibaskan tangannya, menghilangkan Naga Emas, Dewa dan Iblis.
"Sekarang, mari kembalikan semuanya seperti sedia kala. Jika mereka tidak datang, mungkin aku sudah selesai sejak lama dan kembali."
Tidak seperti sebelum-sebelumnya yang memakan waktu lama untuk mengembalikan Semesta Tian, sekarang ia sangat mudah untuk mengembalikan semuanya, ia hanya perlu melepaskan Energi Dewa ke seluruh penjuru Semesta, dan memutar waktu.
Boom!
Tiba-tiba ada ledakan keras yang bersamaan dengan munculnya bintang-bintang, galaksi-galaksi.
"Sudah selesai, aku juga sudah mengambil alih Semesta lain. Sekarang, aku merasa sudah mampu untuk melawan Dewa Kuxing, tapi, hanya di Ruang Para Dewa."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1