Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 085 : Kehidupan Chen Hao Ling


__ADS_3

Tidak terasa sudah dua tahun penuh ia hidup di dalam tubuh bayi kecil tanpa bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, karena memang ini semua hanyalah ingatan semata, tapi sangat tidak mengenakkan baginya.


Dalam waktu dua tahun terakhir, Lin Chen diberi susu domba yang dibawa Chen Haiyang dari desa sebelah, tapi setiap kali membawa susu domba, pastinya terlihat luka-luka cambuk yang mengikis kulit tubuhnya dan meninggalkan bekas luka.


Lin Chen yang melihat itu merasa sakit di hatinya, melihat Ayahnya yang harus menahan malu untuk mendapatkan susu domba dari desa sebelah, dan juga mendapatkan cambukkan dari pemilik.


Yang dimakannya selama ini juga bubur gandum dan kentang kering yang hampir busuk. Dan, ia bisa merasakan rasanya.


Tapi anehnya, tubuhnya sangat sehat seperti menyantap hidangan penuh nutrisi, tidak seperti kedua orangtuanya yang semakin kurus meski memakan makanan yang sama. Energi Dewa di dalam tubuhnya juga meningkat, meski tidak berlatih sama sekali.


Ini seperti mengatakan jika ia memang terlahir sebagai seorang Dewa.


Lin Chen kecil terlihat sangat bahagia meski hidup sederhana, dan tidak meminta macam-macam, menerima semua makanan yang diberikan oleh Yi Xinran.


Setiap harinya Lin Chen akan dibawa pergi ke ladang, karena tidak bisa ditinggal sendirian di rumah. Orangtuanya menanam kentang di tanah tandus, dan Chen Haiyang selalu naik turun gunung untuk mengambil air agar bisa menyiram tanaman setiap pagi dan sore hari.


Walaupun mereka berdua terlihat sangat lelah, mereka tetap tersenyum hangat.


Lin Chen yang dibawa pergi ke ladang hanya diperbolehkan duduk di bawah pohon layu yang bagian atasnya sudah dipasang ranting-ranting pohon dan daun lebar, agar mampu menghalau sinar matahari yang mengenainya.


***


Tiga tahun berlalu dan usia Lin Chen sudah menyentuh lima tahun, kekuatan tubuhnya benar-benar luar biasa. Mungkin setara dengan Raja Dewa, yang artinya tidak lama lagi akan ada peristiwa besar di mana Chen Haiyang dan Yi Xinran akan mati terbunuh, karena di makan Monster Kuno di depan matanya.


"Ibu, Hao Ling pergi bermain." Lin Chen berpamitan pada Ibunya yang berada di dalam rumah dan meninggalkannya tanpa menunggu jawaban.


Yi Xinran berlari keluar dari dalam rumah. "Hati-hati! Jangan pulang terlambat," teriaknya.


Lin Chen berlari seraya melambaikan tangan kirinya. "Baik!"


Karena tidak memiliki teman seumuran dengannya di Desa Huang, biasanya Lin Chen akan pergi bermain ke gunung seorang diri dan berpetualang di sana.


Jarak dari Desa Huang ke gunung terdekat tempatnya bermain sekitar dua mil. Setiap hari Ayahnya akan naik turun gunung sebanyak dua sampai empat kali hanya untuk mengambil air, melihatnya membuat hatinya terasa sakit.


Chen Hao Ling atau Lin Chen kecil merahasiakan tentang perubahan tubuh fisiknya yang sangat kuat, agar tidak dianggap sebagai anak aneh. Karena beberapa tahun lalu, ada anak yang sangat pintar lahir di desa, namun dianggap kerasukan makhluk jahat dan akhirnya dibuang.


Membutuhkan waktu singkat, tidak sampai satu menit untuknya sampai di gunung dengan pepohonan lebat.

__ADS_1


Lin Chen melompat dari satu dahan ke dahan pohon lain, berlari ke tengah-tengah hutan yang di sana terdapat air terjun dan teman-temannya juga berkumpul di sana.


Byar!


Lin Chen langsung melompat ke dalam air saat pepohonan tempatnya melompat sudah habis. Kemudian mengambang di permukaan air, dan pergi ke tepian.


"Maaf, Hao Ling terlambat."


Teman-teman Lin Chen adalah binatang-binatang yang ada di gunung, seperti beruang, kangguru, kera, jaguar.


Binatang-binatang ini mengajarinya cara berburu dan bertahan hidup di gunung, mengajarinya beladiri, melompat di atas pohon, berenang cepat dan menyelam di sungai dalam.


Kera Abu-abu setinggi hampir dua meter itu mendatangi Lin Chen, mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat Lin Chen setinggi mungkin.


"Hahahaha..." Lin Chen tertawa bahagia saat diangkat tinggi-tinggi.


"Goah!" Beruang hitam setinggi tiga meter sedikit berteriak, terlihat ada ikan besar di mulutnya.


Lin Chen melepaskan genggaman monyet abu-abu untuk turun, lalu ia menghampiri beruang hitam untuk mengambil ikan. Ia juga belajar membersihkan ikan ini dari monyet, tidak mungkin ia belajar dari Ibunya, mengingat tidak ada uang untuk membelinya.


Puluhan menit kemudian semenjak membakar ikan dan selesai memakannya, Lin Chen duduk bersila dengan kepala tertunduk, ada kesedihan yang terpancar dari kedua matanya yang berkaca-kaca.


Jaguar berwarna emas mengangkat kaki kanan depannya dan menyentuh pundak kiri Lin Chen.


Lin Chen mendongak menatap jaguar, kemudian kembali menundukkan kepala. "Aku tidak tahan melihat Ayah yang naik turun gunung untuk mengambil air."


Kangguru yang berdiri di kanan depan Lin Chen mulai melompat-lompat seraya memukulkan tinju dari kedua tangannya, seperti memberi pesan pada Lin Chen.


"Apakah Paman Kangguru meminta Hao Ling memukul tanah dan membuat parit? Tapi, Hao Ling takut dianggap kerasukan makhluk jahat dan diusir dari desa."


Kera menggerak-gerakkan kedua tangannya seraya mengeluarkan suara khasnya, mencoba berkomunikasi dengan Lin Chen.


Lin Chen kembali tertunduk memikirkan apa yang dikatakan monyet. "Benar, mungkin Hao Ling akan diusir jika ketahuan. Tapi, setidaknya Hao Ling bisa mengurangi beban Ayah!" Ia mendongak kembali dengan api yang menyala-nyala di matanya menjelaskan semangat yang membara.


Lin Chen berdiri dari tempatnya, kemudian berjalan mengikuti aliran sungai ditemani dengan teman-teman binatangnya. Tidak lupa juga ia membawa ranting pohon yang digunakan untuk menggali parit.


Tidak lama kemudian, Lin Chen sudah tiba di aliran sungai yang mengarah ke barat, sedangkan Desa Huang di arah selatan. Untuk mengambil air, penduduk di desa harus memutar dan itu berjarak tiga kali lipat dari caranya datang.

__ADS_1


Lin Chen mengangkat tangan mungilnya setinggi mungkin dengan membawa ranting pohon, kemudian ia mengayunkannya secara vertikal ke arah selatan.


Wush! Boom!


Sungai di depannya terbelah dan ayunan ranting pohonnya juga menghilangkan pepohonan di depannya, bergerak turun menuruni lereng, sampai ke gunung seberang. Untungnya ayunan ini tidak sampai mengenai ladang penduduk atau rumah, karena Lin Chen mengayunkannya lurus ke depan di luar desa.


Air sungai mulai mengalir deras mengaliri parit selebar dua meter dengan dalam satu meter itu. Ikan-ikan berbagai ukuran juga ikut terbawa aliran sungai. Dengan ini, ia tidak perlu lagi diam-diam membawa ikan untuk dimakan bersama.


***


5 Tahun Kemudian


Usia Lin Chen sudah genap sepuluh tahun dan ia tumbuh menjadi pemuda yang tampan, otot-otot tubuhnya mulai terbentuk meski masih sangat muda. Kekuatannya juga sudah berada ditingkat Kaisar Dewa dan memahami teknik-teknik yang berhubungan dengan 5 Element.


Tapi, sampai saat ini ia masih merahasiakan tentang kekuatannya. Hanya pernah ia gunakan saat kedua orangtuanya sedang tertidur, membuat tubuh mereka segar bugar pada esok harinya.


Kehidupan di Desa Huang semakin membaik setelah ada aliran sungai, lahan pertanian ataupun perkebunan juga diperluas. Rumah-rumah yang rapuh dan hampir roboh sudah diperbaiki sesaat setelah sungai tercipta, mengambil pohon-pohon yang terbawa arus sungai.


Lin Chen dewasa yang berada di dalam tubuh Chen Hao Ling merasa senang dengan perkembangan desa, namun tentunya akan ada masalah yang akan datang, seperti pajak atau ada kerajaan yang akan mengakui kepemilikan tanah.


Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan diriku di kehidupan ini saat itu terjadi. Lalu menurut Putih, Monster Kuno akan menyerang saat aku menembus Immortal God. Sebentar lagi...


"Hao Ling. Ayo masuk, waktunya makan."


Lin Chen yang sedang berjongkok mencabut rumput-rumput halaman itu menoleh ke belakang. "Baik, Bu!" Ia berdiri dan berjalan menuju bak kayu besar untuk mencuci tangannya yang kotor.


Kemudian, ia masuk ke dalam rumah kecil yang sudah diperbaiki untuk menyantap makanan buatan Yi Xinran.


Ketika Lin Chen baru melangkahkan kaki kanannya melewati pintu, ia berhenti dan menoleh ke belakang mengarah ke barat. Ia merasakan ada ratusan orang dengan kuda yang bergerak ke Desa Huang. Mungkin akan sampai tujuh hari kemudian.


Ketakutan ku akhirnya terjadi, sekarang apa yang akan kau lakukan, 'Diriku' dari masa lalu.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2