Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 147 : Kota Mang


__ADS_3

Daratan Jinmang


Profound Ark mendarat di pinggiran tebing tinggi yang langsung berbatasan dengan lautan yang ganas penuh ombak tinggi dan badai angin. Monster-monster kuat juga terasa mengintai dari balik permukaan air yang di bawah tebing, bersiap-siap untuk menangkap Profound Ark.


Lin Chen yang baru saja melompat turun dari Profound Ark, hanya melangkah maju tanpa menoleh ke belakang.


Byurr...


Ada benda yang jatuh ke dalam air, jatuhnya cukup keras karena air yang melonjak lumayan tinggi sampai mengenai bagian teratas tebing. Benda yang jatuh adalah monster yang naik secara mengendap-endap, monster dengan kepala gurita, tapi kakinya kaki kepiting.


Lin Da Zixuan yang duduk di atas punggung Baixue, menoleh ke belakang saat mendengar suara benda yang terjun ke dalam lautan. "Apa itu?"


"Entahlah." Lin Chen menjawabnya singkat dan tetap fokus ke depan untuk memimpin jalan.


Tempat mereka datang cukup jauh dari tempat manusia tinggal, tapi ini memang disengaja karena anak-anak yang meminta untuk datang ke tempat penuh monster untuk meningkatkan kekuatan.


Karena sudah seperti ini, Lin Chen menyanggupinya dengan baik, karena memang anak-anaknya yang sudah mahir dalam berburu. Tapi tidak dengan Yan Xue, yang selalu menolak jika anak-anak harus melawan monster.


"Sudahlah, mereka sudah menapaki jalan yang sama seperti kita, jadi tidak masalah jika mereka suka berburu monster."


Yan Xue tetap diam ketika suara Lin Chen terdengar di dalam benaknya, ia masih kesal karena suaminya selalu menuruti keinginan anak-anak yang ingin berburu monster.


Lin Da Zixuan menoleh ke kanan melihat Ibunya yang berdiri di belakang Ayah. "Ibu, jangan salahkan Ayah. Zixuan sendiri yang ingin berburu monster, bahkan jika Ayah tidak mengajarkannya, Zixuan akan berlatih sendiri setelah mendengar cerita kehidupan Ayah."


Yan Xue menoleh ke kanan menatap Lin Da Zixuan yang matanya berbinar-binar. Ia tidak bisa menyangkal jika anaknya menatapnya dengan tatapan seperti itu, ia menghela napas panjang dan berucap, "Baiklah, tapi jangan selalu berburu monster. Ibu merasa kesepian karena tidak ada yang ingin bermain dengan Ibu lagi ..."


Lin Chen menoleh ke belakang melihat Yan Xue untuk beberapa saat. "Kita bisa bermain setiap malam saat anak-anak sudah tidur." Ia mengirimkan transmisi suara.


Wajah Yan Xue memerah ketika mendengarnya, jika saja hanya mereka berdua di sini, ia akan bersikap biasa-biasa saja, tapi sekarang sedang bersama anak-anak, meski hanya ia yang bisa mendengarnya.


Yan Xue mengangkat tangan kanannya, lalu menampar punggung Lin Chen dengan cukup keras. "Mesum!"


"Ack!" Lin Chen terperanjat sedikit melompat, lalu mengusap punggungnya yang terasa panas. Entah mengapa ia merasa sedikit sakit, padahal ia bisa menahan serangan dari belasan God Realm, dan tidak merasakan apa-apa.


Yan Xue menghampiri Lin Chen dan membantu mengusap punggungnya. "Apakah sakit?"


Lin Chen menoleh ke kiri menatap datar Yan Xue. "Menurutmu, Sayang?"

__ADS_1


Yan Xue tertawa kecil melihat raut wajah Lin Chen, lalu ia berbalik menghampiri Lin Da Zixuan, dan duduk menyamping di punggung Baixue.


Lin Chen menghela napas seraya menggeleng pelan, kemudian kembali fokus pada jalan di depannya yang penuh rumput setinggi lututnya. Jika anak-anak berjalan sendiri, mungkin setengah tubuh mereka akan tenggelam di dalam rumput.


Whooooosh!


Tiba-tiba ada yang melesat ke arah tangan Lin Chen, terlihat ada ular jenis King Cobra yang menggigit pangkal jari kelingking Lin Chen.


Lin Chen mengangkat tangannya, melihat ular yang menggigit jarinya mulai pucat dan lemah, yang kemudian terjatuh begitu saja dan terbunuh tanpa menunggu waktu lama.


Darahnya bisa menjadi obat penawar racun, yang mampu menyembuhkan segala racun, tapi juga bisa menjadi racun mematikan tergantung pada keinginannya.


"Bagaimana Kakak bisa digigit monster kecil? Bukankah kulit Kakak sangat keras? Bahkan Heavenly Realm saja tidak mampu menggoresnya."


Lin Chen menoleh ke kanan belakang melihat Xue Ying yang duduk di atas pedang di sebelah Baimei. "Aku melemahkan kulitku, aku sedang mencoba seberapa kuat racun di daerahku."


"Racun?" Lin Qiao Jianying memiringkan kepalanya menatap heran Ayahnya. "Apakah darah Ayah beracun? Kalau begitu, Jian'er juga?"


Lin Chen mendongak menatap Lin Qiao Jianying seraya tersenyum hangat, kemudian menggeleng dan menjawabnya, "Tidak, ini adalah teknik yang Ayah kembangkan, darah Ayah bisa menjadi obat penawar maupun racun, tergantung apa yang Ayah inginkan."


Kelompok enam manusia dan dua hewan itu terus bergerak mengarah ke selatan untuk pergi ke kota manusia seraya melawan monster-monster yang ditemui dalam perjalanan, tapi tidak satu pun monster yang mendatangi.


Mungkin ini karena Lin Chen yang sedikit melepaskan auranya yang mendominasi. Tapi, ini ada alasannya tersendiri, karena monster-monster yang berada di dekat mereka terlalu kuat untuk anak-anak, yang mana sudah menembus Ranah Divine God.


Blarr! Blarr! Blarr!


Suara ledakan dari sambaran petir bisa terdengar di beberapa tempat, dengan asap hitam yang mulai naik ke langit karena hasil dari pembakarannya. Itu adalah serangan Lin Chen yang membunuh monster-monster di sekitar tanpa meninggalkan sisa dari tubuhnya.


Lin Chen menghentikan langkah kakinya, kemudian menengadah melihat langit biru.


Apa yang harus aku lakukan untuk mengisi waktu sampai saatnya melawan Dewi Kuxing? Jika aku masih belum menjadi Dewa, banyak hal yang bisa aku lakukan, tapi setelah menjadi Dewa, aku sangat mudah bosan, batin Lin Chen.


"Ada apa, Sayang?"


"Ah! Tidak ..." Lin Chen menoleh ke kiri melihat Yan Xue yang duduk di atas punggung Baixue. "Aku hanya bingung, aku tidak tahu harus melakukan apa, aku sangat bosan."


Lin Chen menghela napas panjang, kemudian kembali berjalan kaki menuju ke arah selatan.

__ADS_1


Tunggu! Aku sudah lama tidak mendatangi Tempat Misterius atau Terlarang, aku akan mengajak anak-anak untuk pergi ke sana agar mereka bisa merasakan sensasi berburu harta.


***


Keesokan Harinya


Lin Chen sudah tiba di kota manusia yang berada di pinggiran Kekaisaran Qing, kota kecil dengan jumlah penduduk sekitar tiga puluhan juta.


Kota ini diapit oleh dua hutan lebat dengan dua aliran sungai deras yang lebarnya sekitar lima puluhan meter, dan ada monster-monster kecil yang masih Ranah Fana, meski terkadang ada Ranah Immortal.


Alasan mengapa Lin Chen membawa keluarganya mendatangi Kota Mang karena beberapa hari ke depan akan ada acara perburuan, perburuan di Tempat Misterius yang terbuka setiap lima tahun sekali.


Lin Chen bisa membuka paksa Tempat Misterius agar terbuka lebih awal, tapi tidak menyenangkan apabila bisa dilakukan dengan singkat. Dan, mungkin saja ia tidak akan mengambil langkah dan membiarkan anak-anak yang berusaha sendiri nantinya.


Saat baru tiba di depan gerbang Kota Mang setelah menyeberangi sungai deras, mereka diberhentikan oleh beberapa penjaga setelah melihat Baixue dan Baimei.


Salah seorang penjaga yang mengenakan pakaian hitam, membawa dua pedang di pinggang. Rambutnya hitam panjang diikat dengan hiasan hanfu di atas kepalanya, ia mengangkat tangannya menghentikan Lin Chen.


"Tunggu! Sebelumnya saya harus minta maaf, untuk biaya masuk peliharaan seperti monster, harus dikenakan biaya sepuluh kali lebih tinggi."


Pria itu mengambil gulungan kertas berwarna cokelat dan memperlihatkannya pada Lin Chen. "Aturan ini sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu, saya harap kalian semua bisa mengerti."


Lin Chen melihat aturan yang tertulis di sana, biaya pajak terbagi menjadi beberapa bagian, seperti manusia tak bermuatan hanya harus membayar 2 Perunggu, tapi jika berasal dari Kota Mang, maka akan digratiskan.


Untuk memiliki identitas sebagai penduduk Kota Mang, harus tinggal sekurang-kurangnya selama lima tahun.


"Baiklah." Lin Chen sedikit mengangguk, lalu mengeluarkan 26 Batu Spiritual kualitas Rendah.


Pria itu menerimanya dan mempersilakan Lin Chen untuk memasuki Kota Mang, setelah ia memberikan tanda pengenal yang bertahan selama satu bulan di Kota Mang.


Jika tanda pengenal sudah habis masa aktifnya, maka dipersilakan untuk memperpanjangnya dengan membayar pajak lagi atau dikeluarkan dari Kota Mang selama 2 × 24 jam, jika tidak keluar-keluar juga, maka akan diusir dengan kekerasan.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2