
Lin Chen mengendalikan chakram berduri di belakangnya untuk turun jauh ke bawah, beberapa meter dari permukaan danau darah. Kemudian ia mengangkat tangannya yang lain di depan dada dengan jari telunjuk dan tengah mengarah ke langit. "Membesar!"
Chakram itu membesar sangat cepat dengan suara dengung yang menggetarkan tulang-tulang, serta memecahkan gendang telinga. Chakram itu membelah udara dan mulai terlihat percikan api yang membakar tanah tandus.
Notifikasi sistem terus terdengar saat chakram itu terus membesar tanpa henti dan membunuh semua hal yang dilaluinya.
Lin Zhian dan Diyu Maozang terdiam dengan mata terbuka lebar saat melihat kekuatan yang diperlihatkan Lin Chen. Benar-benar di luar nalar mereka selama ini, apabila ada kekuatan yang seharusnya tidak ada.
Lin Chen menurunkan tangan kirinya perlahan, membuat chakram itu kembali ke wujud semula dan melesat ke belakang punggungnya. "Semua makhluk di Alam Bawah, sudah musnah tanpa sisa. Dalam ratusan tahun lagi, mungkin akan ada monster baru yang terlahir. Tapi tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu ..."
Diyu Maozang berusaha untuk tidak memercayai apa yang didengarnya, namun ketika mengingat bagaimana usahanya selama ini dihancurkan dalam sekejap, mau tidak mau ia hanya bisa menerima.
"Ba- Bagaimana kau bisa mengalahkan ratusan Tongzhi? Sedangkan kau hanya Huangdi!"
Lin Chen mengangkat tangannya bersamaan dengan Diyu Maozang yang ia genggam. "Kalian semua hanyalah Kultivator Palsu, dan aku adalah Kultivator Sejati. Dari perbedaan ini saja sudah terasa, dan ..."
Lin Chen melepaskan Topeng Iblis dan memperlihatkan perubahan penampilan tubuhnya yang dimulai dari dua tanduk merah yang muncul di dahi, matanya yang merah menyala dan taring tajam yang muncul.
"I- Iblis Sejati?" Diyu Maozang membuka matanya lebar-lebar.
Lin Chen mengerutkan keningnya, kemudian ia melepaskan kekuatannya untuk memasuki pikiran Diyu Maozang. Banyak pecahan gambar, tapi ia mengabaikan semuanya dan langsung saja mencari ingatan tentang Iblis Sejati.
Hanya membutuhkan sedikit waktu, ia sudah mendapatkannya, Iblis Sejati adalah hal yang ingin dicapai oleh setiap Iblis. Dari catatan itu juga tertulis, jika semua Iblis tidak akan bisa mengalahkan Iblis Sejati, karena ada kesenjangan antara status keduanya. Tidak peduli apa tingkatan Iblis Sejati, Iblis akan selalu tertekan.
Lin Chen membuka matanya perahan setelah mendapatkan informasi tentang Iblis Sejati dari membaca ingatan Diyu Maozang.
"Itulah mengapa aku mengatakan bahwa Lin Zhian masih belum mampu."
"Siapa yang menyangka catatan itu masih bertahan!"
Lin Chen terdiam mencoba memahami suara di dalam benaknya, yang sedikit sulit dicerna karena Hitam dan Putih mengucapkannya secara bersamaan. Akhirnya ia menyadari mengapa ia bisa menang dengan mudah tanpa ada perlawanan sama sekali, itu semua karena statusnya sebagai Iblis Sejati.
__ADS_1
Lin Chen meninggalkan ratusan klon di Alam Bawah, kemudian kembali memasuki Ruang Dimensi bersama dengan Lin Zhian dan Diyu Maozang.
***
Ketika sudah tiba di tempat biasa di dalam Ruang Dimensi, ia langsung disambut oleh Long Xia Yun dan Ibunya yang bersantai bersama di bawah pohon menikmati hamparan bunga yang indah, dengan ditemani oleh sebotol Baijiu yang merupakan minuman dengan 50% kandungan alkohol, dan terbuat dari sorgum.
"Chen'er."
Lin Chen tersenyum hangat saat menatap Luo Yi dan Long Xia Yun. "Ibu, Bibi."
Luo Yi mengalihkan perhatiannya pada pemuda yang ditarik oleh Lin Chen dan terseret di tanah. "Siapa dia?"
"Diyu Maozang." Lin Chen menjawabnya singkat dan terus berjalan melewati Ibunya. Ia ingin bergegas menuju penjara bawah tanah untuk mengurung Diyu Maozang.
Energi spiritual yang sangat murni di sini tidak cocok untuk Diyu Maozang, dan apabila ia ingin Diyu Maozang mati. Ia bisa melakukannya dengan mudah, karena ini adalah tempatnya, kekuasaannya, tidak ada yang bisa melawannya sama sekali.
Luo Yi dan Long Xia Yun tertegun ketika mendengar hal yang tidak mereka sangka. Mereka memang tahu jika Lin Chen sedang menyelamatkan manusia dan berlatih di Alam Bawah dari Xue Ying, tapi tidak dengan melawan Diyu Maozang.
Ketika sudah mendarat di bawah kaki gunung yang seperti tebing. Ia mengangkat tangannya menyentuh dinding tebing dan melepaskan kekuatannya, membuat pintu tersembunyi mulai terbuka langsung. Bisa dilihat sebuah mulut gua yang kecil di depannya, dan ada pencahayaan berwarna biru yang merupakan nyala api.
Lin Chen berjalan memasuki mulut gua dan menutupnya kembali setelah masuk. Diyu Maozang yang ia bawa tidak bisa bergerak dan diam saja, matanya suram tidak ada cahaya, seperti orang yang sudah kehilangan semangat untuk hidup.
Penjara bawah tanah ini dibuatnya sengaja untuk menghukum pengacau di Ruang Dimensi, tapi sampai saat ini tidak ada yang pernah mengacau, sehingga tidak pernah digunakan sama sekali, sampai akhirnya hari ini ada Diyu Maozang.
Lin Chen terus berjalan masuk dan semakin dalam ke bawah permukaan tanah, tempat kiri dan kanannya masih dinding gua yang sempit, masih jauh dari ruangan utama dari penjara.
Hingga belasan menit berlalu, Lin Chen sudah berada di ruangan luas penuh pilar-pilar kayu yang kokoh, dan jeruji besi yang kokoh. Tapi ini belum sampai ke tempat penjara utama untuk Diyu Maozang, dan akhirnya ia terus menuruni lantai penjara sampai ke lantai 99.
Di depan Lin Chen ada penjara berwarna hitam, dengan tinggi belasan meter. Pada jeruji besinya banyak sekali rantai-rantai hitam besar seperti rantai kapal. Tanpa berlama-lama, Lin Chen membuka jeruji dan melemparkan Diyu Maozanv ke dalam.
Baru saja melemparkannya, rantai-rantai yang berada di dinding penjara mulai bergerak dan menebas lengan Diyu Baozang. Serta mulai melilit badan, paha maupun kaki.
__ADS_1
Rantai yang sudah mengikat tubuh Diyu Maozang mulai mengencang, membuat tubuhnya dalam posisi berlutut dengan kedua lutut menyentuh lantai.
Ada aura merah yang mengalir ke rantai hitan melalui tubuh Diyu Maozang, yang menyerap kekuatannya secara perlahan dan itu benar-benar sangat menyakitkan. Tapi tidak dengan Lin Chen, kekuatannya kian bertambah seiring melemahnya Diyu Maozang.
"Kau akan tinggal di sini selamanya sampai kau benar-benar mati."
Diyu Maozang mendongak menatap Lin Chen, kemudian menundukkan kepalanya lagi. Ia sudah tidak memiliki harapan lagi dan tidak mungkin bisa menang melawan Iblis Sejati yang hanya dalam legenda, bahkan jika ia berusaha sekuat tenaga, kekuatannya tidak akan bisa mengalahkan Lin Chen.
"Tidak masalah. Tapi, aku akan mengingatkan kalian satu hal, ada kekuatan yang lebih kuat dari Alam Bawah, Istana Naga dan bahkan Alam Selestial."
Walaupun suaranya sangat pelan, Lin Chen bisa mendengarnya dengan baik, dan ia tahu kekuatan apa yang dimaksud oleh Diyu Maozang. Itu adalah organisasi baru yang kemungkinan besar adalah pelaku hancurnya Suku Maya Kuno.
Lin Chen berbalik meninggalkan Diyu Maozang seorang diri, dan setiap ia melangkah keluar, akan ada suara dentuman keras yang tak lain adalah pintu yang menutup satu per satu.
"Apakah aku harus membangkitkan Suku Maya Kuno untuk mengetahuinya?"
Jika Suku Maya Kuno dibangkitkan kembali, tentunya ia bisa menerima banyak informasi. Hanya saja, ia masih belum terlalu mahir dalan mengumpulkan pecahan jiwa yang tersebar di udara, terlebih lagi Alam Bawah bisa dikatakan sudah hancur.
Lin Chen menggeleng pelan. "Belum, belum waktunya." Ia kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari penjara bawah tanah. "Setidaknya setelah naik ke Alam Selestial, memahami Esensi Dao Dewa. Barulah aku benar-benar bisa membangkitkan orang mati tanpa ada kekurangan."
Untuk perjalanan keluar dari penjara, tidak memakan waktu selama memasukinya.
Lin Chen yang sudah keluar langsung bergerak menuju Kediaman Jinguang Long. Ia merasa di halaman belakang yang sudah diatur dengan khusus, ada aura dari Guang Li Xiqing dan Yan Xue yang sedang berlatih.
Lin Chen tidak ingin mengganggu pelatihan Yan Xue dan memilih bersantai di luar. Ia duduk di kursi goyang dan menengadahkan kepalanya melihat dahan pohon, menembusnya dan melihat keluar dari Ruang Dimensi. "Apakah aku harus pergi ke Alam Selestial saat ini juga?"
"Semakin cepat memang bagus, tapi, apakah itu adalah keputusan yang tepat?"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...