
Naga Hitam membuka mulutnya lebar dan menjerit, lalu menyemburkan api hitam yang sangat panas serta mengandung racun mematikan. "Hahahaha!" Ia tertawa terbahak-bahak, merasa bahwa Lin Chen sudah mati.
Lin Chen tetap tenang dan bernapas seperti biasa meski berada di dalam api hitam yang panasnya seperti berjemur di bawah teriknya sinar matahari. Untuk miasma, ia hanya merasa seperti bau daging terbakar, tidak berdampak pada pernapasannya.
Wosh!
Api hitam terbelah saat Lin Chen mengulurkan tangannya, menciptakan siluet tangan putih yang menangkap leher Naga Hitam. Dengan tangan terangkat, Naga Hitam melesat naik ke udara yang tinggi.
"Jatuh." Lin Chen menurunkan tangannya, membuat Naga Hitam melesat turun dengan kecepatan penuh, seperti petir yang menyambar.
Boom!
Daratan bergetar hebat dengan lubang yang sangat dalam, lubangnya sendiri cukup muat untuk dimasukkan beberapa Planet Bumi di dalamnya. Ia menunduk melihat lubang besar di depannya, tidak ada cahaya selain gelapnya ruang.
"Aku tahu kau bisa merubah bentuk, cobalah ambil bentuk manusia. Kemudian kita bertarung dengan tangan kosong, mungkin ini tidak terlihat seperti Kultivator, melainkan Pendekar. Tapi, apa salahnya?"
Tidak ada jawaban dari dalam gelapnya lubang di depannya, tapi tidak lama kemudian, ada suara ledakan yang cukup keras dari lubang terdalam. Sinar merah kehitaman melesat naik ribuan mil ke langit, menembus dinding es yang sengaja dilemahkan.
Melemahnya dinding es seperti pedang bermata dua, antara menarik perhatian Earth Realm yang menguntungkan Lin Chen, atau sebaliknya, menarik perhatian Dewa Xing untuk datang ke Bintang Xu.
"Terlalu berisiko." Lin Chen menutup matanya, lalu membukanya lagi secara tiba-tiba, mengubahku seperti nyala api putih.
Bang!
Sinar merah kehitaman yang melesat naik ke langit itu meledak ketika menghantam pelindung tak kasat mata, yang menahan aura atau fenomena di dalam Bintang Xu agar tertahan dan tidak sampai diketahui oleh Kultivator Sejati di sekitarnya.
Kultivator Sejati di Semesta Xing sendiri dimulai dari mereka yang menembus Spirit Realm. Seperti ada aturan tersendiri, yang mengharuskan untuk memahami diri sendiri dan menjadi Kultivator Sejati, barulah bisa menembus Spirit Realm.
Ini sama seperti saat Lin Chen harus menembus Kaisar Dewa, yang mana mengharuskannya untuk mencapai tahap Memahami Element dari 4 Element.
Ketika cahaya merah kehitaman meledak di langit, ada siluet cahaya dengan warna yang sama, yang melesat naik dari kedalaman lubang ke langit. Terlihat ada pemuda berambut hitam, mata merah menyala seperti bola lampu, mengenakan pakaian hitam dengan corak sisik.
"Hanya orang bodoh yang memintaku untuk bertarung dalam bentuk manusia. Karena, sebelum aku menjadi naga, aku adalah manusia." Naga Hitam menatap tajam Lin Chen yang berdiri di atas permukaan tanah.
Lin Chen sedikit terkejut mendengar hal itu, meski hanya sebentar saja sebelum akhirnya kembali tenang. "Aku tidak peduli."
__ADS_1
Keduanya tetap diam saling memandang satu sama lain. Naga Hitam mencoba mengamati seberapa besar kekuatan Lin Chen. Berbeda dengan Lin Chen yang memang malas untuk bergerak.
Naga Hitam menghilang seperti cahaya, dan tiba tepat di belakang Lin Chen dengan kaki kanan terangkat, lalu menendang pelipis kanan Lin Chen.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya, menahan serangan Naga Hitam yang tidak terlalu kuat.
Bang!
Angin bertiup kencang ke arah barat, atau kiri. Tiupan angin kencang ini menciptakan parit lebar yang dalam, dalam garis lurus sampai menghantam dinding es di ujung.
Naga Hitam menurunkan kaki kanannya, lalu melompat cukup tinggi seraya melepaskan tendangan berputar, mengarahkan tendangannya ke pelipis kiri menggunakan tumit kaki kanannya.
Seperti sebelumnya, Lin Chen mengangkat tangan kirinya untuk menahan tendangan Naga Hitam dan menciptakan efek angin yang sama.
"Apakah sudah selesai?" Lin Chen menarik kaki kanannya ke belakang seraya mengayunkan tangan kanannya, memukul wajah Naga Hitam dengan punggung tangannya.
Bam!
Naga Hitam terhempas jauh saat terkena pukulan Lin Chen. Tubuhnya juga memantul di tanah seperti batu pipis yang dilemparkan ke permukaan air.
Lin Chen menoleh ke kanan, melihat Naga Hitam yang masih terhempas. Dengan tatapan matanya, ia berpindah jauh ke belakang Naga Hitam dengan tangan mengulur ke depan, bersiap-siap untuk menangkapnya.
Boom! Boom! Duarr!
Tanah meledak saat Lin Chen menghantamkan kepala Naga Hitam di tanah, menciptakan lubang besar dengan retakan-retakan yang terus menyebar dan menerbangkan bebatuan dari kedalaman tanah.
Tidak cukup disitu, Lin Chen yang masih mencengkeram leher Naga Hitam itu melangkah maju, membentuk kuda-kuda kokoh dengan kaki kiri di depan. "Pergi!" Ia melemparkan Naga Hitam ke arah timur.
Lesatan yang sangat cepat itu membelah udara di sekitarnya, membuat tebakan yang cukup kuat untuk menambahkan dalamnya jurang parit lebar. Serangan-serangan sederhana yang Lin Chen lepaskan sudah ia tahan sedemikian rupa agar tidak menghancurkan Bintang Xu. Ia tidak ingin hancurnya Bintang Xu malah menimbulkan masalah yang tidak perlu.
Lin Chen kembali berpindah tepat di atas Naga Hitam, lalu ia turun sangat cepat seperti gunung besar yang jatuh. Turunnya ia ini menginjak tepat dada Naga Hitam, yang langsung menghantam tanah untuk sekali lagi.
Heavenly Realm tahap Puncak melawan Earth Realm tahap Puncak. Perbedaan kekuatan keduanya sangatlah besar, karena itulah ia bisa mendominasi Naga Hitam.
Lin Chen melompat turun dari atas tubuh Naga Hitam. Ia mengangkat kaki kanannya lagi, dan menghentakkan kakinya di tanah, menimbulkan suara keras dengan tombak batu yang mencuat keluar dari dalam tanah, membuat Naga Hitam kembali melesat ke langit.
__ADS_1
"Jangan mati, aku ingin menggunakanmu sebagai samsak."
Lin Chen menghilang untuk sekali lagi, dan muncul di sebelah Naga Hitam. Ia melepaskan pukulan yang tidak terlalu kuat, namun sangat menyakitkan. Pukulan itu membuat Naga Hitam terhempas ke arah selatan, kemudian ia kembali pergi ke arah yang sama untuk mengejar Naga Hitam.
Naga Hitam tidak bisa bergerak sama sekali, hanya menerima serangan demi serangan Lin Chen. Dengan tubuhnya yang bergerak ke arah utara, selatan, barat, tenggara, timur, barat laut dan arah lainnya.
Ketika sudah cukup puas, Lin Chen pergi menjauh dari Naga Hitam yang tergeletak di permukaan tanah.
Naga Hitam mencoba membuka mulutnya, lalu berucap dengan suara pelan dan serak, "Bi- Bintang Xu. Akan hancur ... satu minggu ... lagi."
Lin Chen merentangkan kedua tangannya selebar mungkin, seraya melepaskan Energi Dewa. "Datanglah!"
Tiba-tiba energi yang sangat kuat berfluktuasi di langit biru, memunculkan pusaran cahaya putih yang sangat besar. Dari dalam pusaran cahaya, terlihat ada benda besar yang tidak lain dan tidak bukan adalah asteroid dari luar Bintang Xu.
Asteroid itu memiliki ukuran seperti Bumi yang ada di Tata Surya, Galaxy Yinhexi. Asteroid jatuh mengenai Naga Hitam yang tidak bisa bergerak sama sekali, membuat tubuhnya tertelan dan terus masuk jauh ke dalam tanah.
Asteroid mulai mengikis daratan, serta mengakibatkan ledakan yang sangat besar, menyapu bersih seluruh daratan yang berada di dalam dinding es. Jika saja tidak ada dinding es, mungkin Kota Xuyin yang jaraknya 2,5 Juta mil juga akan terkena dampaknya.
[Ding~ Membunuh Earth Realm tahap Puncak. Mendapatkan 70 Sektiliun Point Pengalaman +25% dan 7 Sektiliun Point System]
Lin Chen tersenyum tipis melihat Point Pengalaman dan System yang ia dapatkan, meski masih jauh dari cukup untuk membantu Yan Xue mencapai Earth Realm.
"Dia tidak memiliki Cincin Ruang, tubuhnya juga hancur. Aku tidak bisa mengambil tubuhnya untuk dijadikan aksesoris."
Lin Chen menghela napas panjang, merasa sedikit kecewa karena terlalu bersemangat untuk menarik asteroid, sehingga lupa untuk menahan kekuatanku, yang mengakibatkan menarik asteroid yang terlalu besar.
"Tapi ..." Tatapan Lin Chen terfokus pada asteroid atau meteor karena sudah berada di dalam Bintang Xu. "Dengan adanya meteor ini, aku bisa menggunakannya untuk menempa Artefak Ilahi untuk anak-anakku."
Lin Chen mengarahkan telapak tangannya pada meteor, dan menyimpannya di Inventory System.
"Naga tadi mengatakan Bintang Xu akan hancur dalam waktu satu minggu. Apakah dia mempercepat kehancuran Bintang Xu? Sepertinya aku harus membantu Yan Xue untuk meningkatkan kekuatannya secepat mungkin."
Tubuhnya mulai terbakar dari bagian kaki, yang secara perlahan mulai naik hingga ke kepala dan membuatnya menghilang dari Hutan Siwangzha.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...