
Keduanya terpisah oleh jarak yang cukup jauh, namun aura mereka sangat kuat dan menekan satu sama lain sampai berdampak pada sekitarnya; membunuh banyak sekali makhluk hidup termasuk Monster Kuno.
Pertarungan kali ini terlihat sederhana, tapi memiliki dampak ratusan kali lebih kuat daripada menghadapi 32 God Realm secara bersamaan, mungkin karena kekuatan keduanya yang sama-sama hampir mencapai Lord Realm.
Lin Chen mengatur pernapasannya agar kembali tenang dan mengulur waktu; membiarkan semua kloning menyerap aura spiritual untuk meningkatkan kekuatannya lebih tinggi lagi.
"Dao Kehancuran ..." Dewi Kuxing mengangkat tangannya perlahan sampai batas dada; telapaknya terbuka mengarah ke atas, ada api hitam kecil seukuran ibu jari yang menyala di sana.
Lin Chen tersadar dari lamunan tentang tindakan yang akan ia ambil, tidak menduga Dewi Kuxing tidak memberinya kesempatan untuk beristirahat, meski ia juga akan melakukan hal yang sama saat melawan orang lain.
Dewi Kuxing melintas seperti cahaya, bahkan mungkin lebih cepat dari cahaya itu sendiri dan tiba di belakang Lin Chen. "Malapetaka, Api."
Lin Chen tidak tahu jika Dewi Kuxing sudah tiba di belakangnya, karena cahaya yang ia lihat masih dalam jangkauan pandang; berada belasan meter di depannya. Ia memutar tubuhnya ke belakang, menangkap pergelangan tangan Dewi Kuxing.
Booom!
Semesta Kuxing kembali meledak cukup kuat, meski masih bisa bertahan, tapi semua kehidupan sudah tidak lagi tersisa. Keadaan sekitarnya sudah berubah menjadi Neraka yang terus mengeluarkan api merah dan putih, menikmati efek yang mampu melemahkan kekuatan.
Dewi Kuxing mengepalkan tangannya dan melangkah mundur, menghindari tangan Lin Chen yang hendak menangkapnya. Tapi hanya sebentar, karena ia kembali melangkah seraya memukul tangan Lin Chen, lalu menusuk lehernya menggunakan empat jari.
Lin Chen melangkah mundur menghindari serangan; kedua tangannya sudah terangkat, mengayunkannya bersamaan memukul tangan Dewi Kuxing. "Ugh!"
Pukulannya berhasil mengubah serangan Dewi Kuxing, tapi mengenai dadanya sampai perut, menciptakan luka yang cukup dalam sampai mengeluarkan darah segar.
"Dao Kematian, Tujuh Penyiksaan. Pembalik Meridian!" Dewi Kuxing mendorong tangannya sampai menyentuh antara dada dan perut Lin Chen.
Lin Chen merasakan adanya sengatan listrik di dalam tubuhnya, kemudian ada rasa sakit di sekujur tubuhnya; darah mengalir deras mengubah warna pakaian, tubuhnya berubah total karena aliran energi yang terbalik.
Dewi Kuxing yang memberi serangan sampai tidak bisa menahan ekspresi wajahnya ketika melihat dampak yang dihasilkan, karena ia sendiri sudah pernah mencoba menyerang menggunakan teknik ini pada Dewa lain, hasilnya tidak separah pada Lin Chen.
Rasa sakit yang diterima berkali-kali lipat, karena Meridian Lin Chen tidak seperti Meridian Kultivator Sejati lain, aliran energinya bergerak melalui tulang, darah, daging, pembuluh darah dan otot.
Lin Chen kehilangan kendali atas tubuhnya karena kacaunya energi di dalam tubuhnya, membutuhkan setidaknya tiga detik untuk meregenerasi semuanya.
Dewi Kuxing memanfaatkan keadaan Lin Chen yang sekarang, ia mengangkat kakinya menendang dagu Lin Chen.
Bam! _.suara ledakan udara.
Lin Chen terhempas bagaikan cahaya ketika terkena tendangan yang sangat kuat, menimbulkan rusaknya rahang bawahnya dan bahkan sampai ada luka koyak yang cukup dalam.
Dewi Kuxing mengangkat tangannya tanpa melihat Lin Chen. "Dao Ruang, Pemadatan Ruang!"
Lin Chen yang terhempas, berhenti saat merasakan aliran waktu di sekitarnya membeku; tubuhnya terasa terhimpit seperti sedang ditekan dari segala arah yang membuat tulang-tulang tubuhnya retak dan patah secara perlahan; ini sangat menyakitkan sekali, bahkan ada salah satu tulang yang keluar dari tubuhnya.
Lin Chen tidak menyangka Dewi Kuxing akan memiliki 3 Esensi Dao, yang mana menguasainya satunya aja sangat sulit karena harus fokus dan menghabiskan banyak sekali waktu, akhirnya ia mengerti mengapa Dewa 5 Element sedikit takut dengan Dewi Kuxing.
Sepertinya sudah cukup, batin Lin Chen.
Bang!
Aura kultivasinya meledak saat tubuhnya sudah membaik seperti sedia kala; energi merah menyelimuti tubuh Lin Chen dan ada Cambuk Iblis maupun Chakram Iblis yang muncul di punggung. Sudah cukup untuk membuatnya terlihat lemah, sekarang saatnya benar-benar serius agar bisa kembali ke rumah.
Walaupun, Lin Chen merasa tidak sesederhana itu, karena Dewi Kuxing memiliki kekuatan yang berada di luar pemikirannya.
Lin Chen langsung memakai Topeng Iblis, yang berdampak pada emosinya yang terlihat liar. Tapi, ini membantunya untuk beradaptasi dengan keadaan sekitar yang sudah sangat kacau seperti Neraka.
Dewi Kuxing tidak nampak terkejut, ia sudah menduganya dan menambah semangatnya untuk mengambil Esensi Darah Lin Chen. "Bagus." Ia mencengkeram pakaiannya.
Dewi Kuxing menarik pakaiannya, menyisakan penyangga dada dan celana panjang seperti bawahan hanfu. Banyak pola-pola yang terlihat menempel di tubuhnya, dari bagian selangka menyebar ke lengan dan dada sampai pusar.
Pola itu berbentuk seperti gabungan antara petir dan api, lalu ada bagian-bagian tertentu yang berbentuk lingkaran seperti mantra.
Lin Chen mengerutkan keningnya melihat pola-pola di tubuh Dewi Kuxing, merasa setiap pola memiliki makna yang berbeda dan apabila semuanya aktif, bahaya besar akan terjadi.
__ADS_1
Dewi Kuxing menekan menekan sendi di bahu kirinya menggunakan ibu jari yang diselimuti api putih. Pola yang ditekan mulai memancarkan sinar putih sampai ke ujung jari, lalu meredup dan menghilangkan pola.
Bang!
Aura Dewi Kuxing naik saat pola yang sepertinya itu adalah segel telah menghilang; ada semacam cincin yang muncul di sebelah kirinya seperti Chakram Iblis, namun memiliki ukuran yang lebih kecil.
Dewi Kuxing tidak berhenti, ia masih bergerak untuk membuka segel lainnya.
Lin Chen tidak bisa membiarkan Dewi Kuxing bertindak semaunya saja dan membuat dirinya kewalahan nantinya. Ia melesat seperti cahaya yang melintas di langit, dan ketika sudah sampai, ia mengulurkan tangannya seperti mencoba meraih leher Dewi Kuxing.
Cambuk Iblis di belakang Lin Chen bereaksi terhadap gerakannya, membuat Cambuk Iblis itu ikut bergerak mengincar Dewi Kuxing.
Dewi Kuxing mundur selangkah seraya mengangkat tangannya; Cincin Api bergerak ke depan dadanya mencoba menghalau Cambuk Iblis. Namun, Cambuk Iblis terlihat melewatinya begitu saja, tapi bukannya khawatir, Dewi Kuxing terlihat santai-santai saja bahkan sudut bibirnya terangkat.
"Dao Kehancuran, Malapetaka. Kehilangan."
Dewi Kuxing mengepalkan tangannya, menimbulkan perubahan pada Cincin Api yang menyusut dalam sekejap, memotong Cambuk Iblis seperti pisau yang jatuh ke mentega.
Lin Chen tersentak melihat Cambuk Iblis yang sangat mudah dipotong tanpa ada beban atau tolakan sama sekali, ini menimbulkan sedikit guncangan terhadap kepercayaan dirinya yang berniat untuk membunuh Dewi Kuxing. Tapi ia tidak menyerah; ia sudah berjanji pada anak-anak akan pulang membawa kemenangan.
Whooooosh!
Lin Chen melesat lebih cepat dari kecepatan yang biasanya ia gunakan; tiba di belakang Dewi Kuxing dengan tenang seraya membawa Cincin Dewa di tangannya.
Dewi Kuxing tetap tenang dan membuka segel di bahu kanannya. Ketika serangan hampir mengenai kepalanya, ia memutar tubuhnya seraya mengangkat kaki, menendang tangan Lin Chen menggunakan tumitnya.
Bang!
Dentuman keras terdengar ketika dua energi berbeda saling menghantam satu sama lain, menimbulkan gelombang energi yang menyebar luas sampai menggetarkan Semesta; bahkan ada celah-celah yang cukup besar dan mampu menelan bintang.
Bang!
Segel kedua Dewi Kuxing terbuka, menambah tekanan pada tendangannya dan menghempaskan Lin Chen menjauh.
Lin Chen yang terhempas, menutup mata untuk menyebarkan Energi Dewa, Energi Iblis dan Mana ke seluruh tubuh. Ketika membukanya kembali, matanya seperti api yang menyala berbeda warna, dan pada bagian lebih dalam dari matanya ada pola sihir.
"Sepertinya kau sudah mulai serius, aku akan memberitahukannya padamu, aku hampir menerobos Lord Realm, hanya membutuhkan Esensi Darah-mu agar benar-benar berhasil."
Dewi Kuxing sudah melepaskan semua segel di tubuhnya yang berdampak pada peningkatan kekuatan; 9 Cincin Api muncul di belakang punggungnya yang saling terhubung dan memiliki warna berbeda: Hitam, Putih, Merah, Biru, Oranye, Hijau, Emas, Kuning dan Ungu. Kesembilan Cincin Api itu terhubung oleh petir berwarna putih yang mengeluarkan efek sengatan listrik saat mendekatinya.
"Apakah kita bertarung dengan cara klasik? Kita menggunakan Fisik ketimbang Domain?" Lin Chen tidak memiliki masalah harus bertarung menggunakan cara yang mana; keduanya bagus untuk menambah kekuatan.
"Domain?" Dewi Kuxing memiringkan kepalanya menatap aneh Lin Chen. "Lihat sekitarmu, ini adalah Domain Neraka. Dan, kau seperti tidak terpengaruh... ."
Lin Chen mengangguk kecil, lalu membalasnya, "Begitu pun denganmu, kau tidak terpengaruh oleh Domain Es dan Petir."
Keduanya kembali diam; mengamati satu sama lain untuk beberapa waktu. Hingga tak lama, mereka bergerak bersamaan dan melepaskan pukulan yang sama.
Booom!
Dua pukulan yang saling membentur itu menimbulkan ledakan yang cukup kuat, menghempaskan udara sekitar yang memperbesar nyala api maupun memperlebar lantai es yang membeku.
Dewi Kuxing mengangkat kaki kirinya menendang ke arah kepala Lin Chen.
Lin Chen menahan tendangan Dewi Kuxing; berhasil menangkapnya di pergelangan kaki yang terselimuti oleh api hitam; tangannya terasa panas dan hampir terbakar karena suhu yang tinggi.
Tidak ingin terlalu lama menyentuh, Lin Chen mengayunkan tangannya, melemparkan Dewi Kuxing menjauh darinya ke bawah.
Dewi Kuxing terhempas karena lemparan Lin Chen; ada ledakan udara yang berasal dari lemparan itu karena tekanan yang sangat kuat, bahkan meretakkan ruang sekitarnya seperti kaca yang terkena pukulan.
Lin Chen mengarahkan tangannya lagi setelah melempar Dewi Kuxing, menciptakan dinding es untuk menahan Dewi Kuxing agar tidak pergi lebih jauh. Dinding itu terdapat duri-duri yang cukup banyak dan tajam, mampu melukai God Realm tahap Awal, namun tidak tahu untuk tahap Puncak.
Dewi Kuxing tersenyum tipis, menyilangkan kedua tangannya di depan dada, lalu merentangkannya dengan kekuatan kuat seperti sedang memukul bagian kiri dan kanan.
__ADS_1
Blarr!
Api menyala di kedua tangannya yang menghantam dinding berduri dan langsung melelehkannya dalam sekejap.
Lin Chen mengulurkan tangan kirinya mencoba menggapai Dewi Kuxing; Rantai Petir melesat dan terlihat seperti memiliki kesadaran spiritual yang mengejar Dewi Kuxing, lalu melilit pinggangnya.
"Datang!" Lin Chen menarik tangannya.
Dewi Kuxing kembali melesat ke arah Lin Chen; tidak ada rasa takut atau tegang; ia tersenyum tipis seperti sedang merencanakan sesuatu hal. Ketika jaraknya hanya tersisa belasan meter dan Lin Chen bersiap-siap untuk memukulnya, tubuhnya menyebar seperti api yang tertiup angin bersamaan disiram bensin.
Lin Chen membulatkan matanya melihat Dewi Kuxing yang menghilang, dan saat itu juga berbalik seraya mengangkat tangan kirinya. "Chakram Dewa! Menyatu!"
Ngung, ngung... Ngung, ngung...
Chakram Dewa mulai berdengung bersamaan, lalu semuanya menyatu membentuk Chakram Dewa yang sangat besar, seperti memisahkan Semesta Kuxing menjadi bagian atas dan bawah.
Lin Chen bisa melihat Dewi Kuxing yang tengah bersiap-siap untuk menyerang; tangannya sudah diselimuti oleh Api 9 Warna dan 9 Cincin Api juga terlihat membesar, memenuhi bagian atas dan suhunya semakin meningkat.
Booom!
Chakram Dewa berhasil menahan serangan Dewi Kuxing; api menyebar luas di bagian atas yang terhalang oleh Chakram Dewa; semuanya sangat berwarna dan panas, bahkan Chakram Dewa tidak mampu menahan suhunya agar tidak menyebar.
Lin Chen mengangkat tangan yang lain untuk menambah daya serang, namun gerakannya terhenti saat baru setengah terangkat. "Tch! Dao Ruang."
Celah ruang terbuka di atas Lin Chen, dan dari dalamnya terlihat ada Dewi Kuxing yang kembali bersiap-siap dengan serangan yang sama, tapi 9 Cincin Api mengitari tangannya.
"Mati!"
Lin Chen tidak bisa membiarkan dirinya terkena serangan; Cambuk Iblis di belakangnya bereaksi dengan sendirinya saat ia dalam bahaya; mulai bergerak ke depan dan menangkap tangan Dewi Kuxing.
Cincin Sihir yang mengelilingi leher Lin Chen seperti kalung, bergerak turun ke bawah tubuhnya dan membuatnya bisa bergerak kembali. Lin Chen berpindah ke belakang Dewi Kuxing, meninggalkan Cambuk dan Chakram Iblis di tempat.
Karena mereka adalah God Realm tahap Puncak yang sama-sama memiliki kecepatan dan kekuatan tinggi, termasuk pertahanan yang keras, akan sangat sulit untuk mengalahkan satu sama lain. Tapi, Lin Chen bisa bernapas lega karena Dewi Kuxing tidak bisa menembus Lord Realm, sehingga ia bisa mundur kapan saja dan datang lagi.
Lin Chen melepaskan pukulan penuh dari God Realm tahap Puncak pada punggung Dewi Kuxing. Alangkah terkejutnya ia saat melihat pukulan yang ia lepaskan menembus punggung; tidak mengeluarkan darah, ini seperti tangan yang tenggelam di dalam air.
Lin Chen menggertakkan giginya, melepaskan lebih banyak kekuatan. "Domain Es!"
"Domain Api!" Dewi Kuxing pun melepaskan kekuatan tertinggi dari God Realm.
Aura dingin terfokus pada tangan Lin Chen yang tertelan punggung Dewi Kuxing; berencana mengeluarkan kekuatan dingin untuk membekukan aliran energi di Meridian maupun Dantian. Tapi, Dewi Kuxing juga melakukan hal yang sama, melepaskan Domain Es untuk menahan Domain Api dan merusak Meridian Lin Chen.
Domain Api dan Es saling memakan satu sama lain, dan meski tubuh mereka tidak bergerak, tapi dampak yang diterima benar-benar nyata maupun menyakitkan.
Api mulai membakar tangan Lin Chen, yang kemudian membeku, hal itu terus berulang-ulang. Begitu pun dengan Dewi Kuxing yang punggungnya membeku, kemudian mencair kembali menjadi api.
Kedua Domain yang berlawanan terus melawan dan menyerang selama beberapa menit, hingga energi yang dikeluarkan terlalu besar, menciptakan ledakan super keras yang meledakkan setengah Semesta Kuxing; tidak ada lagi angkasa gelap, setengahnya berwarna biru dan yang lain berwarna putih.
Lin Chen dan Dewi Kuxing juga terhempas ke dua arah yang berlawanan, terhempasnya mereka menimbulkan ledakan lain yang sangat keras, bahkan ledakan ini bisa didengar oleh 313 Semesta lainnya.
Lin Chen terengah-engah merasakan suhu yang sangat panas; melihat tangan kanannya yang sudah terbakar dan terus menjalar sampai ke bahu. Tanpa memikirkannya, ia memotong tangannya agar tidak menjalar lebih jauh sampai ke leher.
Punggung Dewi Kuxing membeku sampai ke dada dan merasakan Meridian-nya yang membeku, tapi tidak dengan Dantian yang tetap terjaga. Apalagi, ia bisa memindahkan Dantian dengan mudah, ia bisa melakukan hal ini setelah melakukan banyak percobaan pada tubuhnya sendiri.
Dewi Kuxing memukul dadanya sendiri sampai berlubang untuk menghilangkan jejak es yang membekukan punggungnya. Ketika es yang membeku menghilang, api kembali menyala di dalam dadanya, mengisi ruang kosong di tubuhnya dan kembali beregenerasi.
"Element Es, 'kah? Aku juga memilikinya, tapi tidak sampai mampu menciptakan Domain Es."
Lin Chen hanya diam tak menjawab; sedang berpikir langkah apa yang harus ia ambil kali ini. Ia sendiri merasa Dewi Kuxing memiliki setidaknya 7 Element yang dikuasai, dan tiga darinya memiliki 'Domain'.
Tidak! Aku masih ada Domain Dewa, dan, Domain Iblis belum pernah aku gunakan.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...