Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 261 : Pergi ke Dunia Dewa-Iblis


__ADS_3

Lin Chen memimpin semua orang untuk memasuki Dimensi Kekacauan. Tidak perlu lagi meminta bantuan Xue Ying untuk membuka portal, dia bisa melakukannya sendiri hanya dengan satu jari yang mengarah ke tempat mana pun yang di tunjuk.


Pusaran ungu muncul di hadapan semua orang, itu membawa sambaran petir yang tak terhitung jumlahnya dengan kekuatan luar biasa.


Lin Chen yang berada di barisan depan, menjadi target utama dari sambaran petir. Tapi setiap sambaran itu tidak melukai tubuhnya, bahkan dia tidak merasakan gatal darinya.


Dia menarik napas dalam-dalam kemudian mengembuskannya perlahan. Walaupun sudah bersiap-siap selama ribuan tahun di Tanah Suci dan meningkatkan kekuatannya sampai Lord Realm tahap 820, dia masih gugup karena ini adalah pertama kalinya memasuki Dimensi Kekacauan.


"Apakah kau gugup?" Permaisuri Nuwa menepuk pundak Lin Chen dari belakang. Dia tersenyum saat melangkah dan menambahkan, "Itu wajar, bagaimanapun kalian terlahir di Tiga Alam yang terbilang aman, bukan di Dimensi Kekacauan seperti kami."


Lin Chen membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba ada suara denting kecil di dalam benaknya. Itu adalah suara sistem, tapi anehnya tidak ditujukan padanya, melainkan Permaisuri Nuwa. Namun, di tengah-tengah suara, sepertinya sistem membatalkan niatnya dan diam.


"Apa ada yang ingin kau katakan?"


Tidak ada balasan, seolah-olah sistem telah tertidur pulas dan meninggalkannya. Dia melihat layar interface yang muncul di depan matanya, tidak ada yang aneh, tapi ini malah menambah rasa penasarannya.


Waktu berjalan, setelah tidak ada balasan sama sekali, Lin Chen menghela napas tanpa daya dan berhenti memanggil sistem untuk menjawabnya.


Lin Chen menoleh melihat Xue Ying untuk memastikan.


Xue Ying menyadari tatapan Lin Chen, dan hanya bisa mengangkat bahu seraya menghela napas. Dia juga mendengar suara dentingan di dalam benaknya, tapi tidak mengatakan apa-apa lagi setelah suara itu datang.


Karena tidak mengetahui apa-apa dan tidak ada balasan lagi, Lin Chen melangkah memasuki portal.


...***...


Dimensi Kekacauan


Kehampaan yang sangat tidak nyaman penuh tekanan, bisa menghancurkan God Realm tanpa perlindungan yang baru datang ke sini, bahkan Lord Realm tidak bisa bertindak sesuka hati karena tekanan dari segala arah.


Angin kencang seperti pedang samar-samar terlihat, serta sambaran petir ungu yang datang entah dari mana. Sambaran itu tidak ada habisnya, terus menyambar dengan marah seperti tidak ada hari esok.


Pada saat itu, portal ungu muncul dari kehampaan.


Dari dalam portal, terdapat lima orang yang keluar dari sana. Yang memimpin adalah pria muda dengan rambut putih panjang dan pakaian sederhana putih yang berkibar, seolah-olah ada angin yang meniupnya.


Alisnya tajam bagaikan pedang putih, matanya berwarna-warni tapi bukan pelangi. Bagian terdalam berwarna emas, kemudian ungu, merah, hitam dengan pola-pola aneh yang tidak ada di Dunia Kultivator.


Mata Naga Emas, Qi Kekacauan, Iblis, Dewa Kematian, dan Mata Sihir.


Blarr!


Baru datang, sambaran petir yang meledak-ledak datang entah dari mana.


Semuanya menengadahkan kepala, melihat petir ungu yang berkumpul di satu tempat, bahkan petir yang jaraknya miliaran mil datang di atas mereka.


Petir yang berkumpul itu terus membesar dengan ukuran yang melebihi hukuman untuk Chuangshi Yuanling. Ini menjelaskan bahwa Dimensi Kekacauan tidak ingin Lin Chen ada, dan ingin menghilangkannya sampai tidak meninggalkan bekas.


Dengan kedua tangan di belakang, Lin Chen memandang petir yang jatuh.


Tiba-tiba, tangan berwarna ungu yang lebih besar dari petir datang. Tangan itu menangkap petir yang jatuh dan merobeknya dengan kasar.


Sengatan petir yang meledak terus terdengar meski sudah dihancurkan, kemudian petir kembali berkumpul untuk menciptakan sambaran yang berkali-kali lebih besar dari sebelumnya.


Jika Chuangshi Yuanling ada di sini, dia pasti akan terkejut dengan petir dan tindakan Dimensi Kekacauan yang di luar nalar. Harusnya, setelah petir dihancurkan, tidak akan ada lagi petir yang datang, tapi ini berbeda. Dimensi Kekacauan tidak menyerah meski telah dihancurkan, dan terus mengumpulkan petir untuk membunuh Lin Chen.


Ngung!


Suara mendengung yang keras datang dari tubuh Lin Chen, membuat semua orang menutup telinga karena suaranya yang terlalu kuat bahkan untuk Lord Realm tahap 750.


Duarr!


Petir yang hampir jatuh itu meledak tanpa meninggalkan jejak, bahkan kilatan petir yang awalnya ingin membantu untuk menambah daya serang, memilih memutar arah dan meninggalkan pusat ledakan.

__ADS_1


Lin Chen, terdiam dengan mulut terbuka. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, bahkan dia pun tidak tahu asal suara dengungan yang datang dari tubuhnya. Tiba-tiba saja suara itu muncul dan menakut-nakuti Dimensi Kekacauan.


"Apa yang terjadi?" Permaisuri Nuwa menurunkan kedua tangannya, dan melihat punggung Lin Chen. "Apakah kau menyembunyikan kekuatan yang mampu menekan Dimensi Kekacauan?"


Lin Chen terdiam tanpa bisa berkata apa-apa, dan tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.


"Mungkin... Karena Kakak memiliki Qi Kekacauan yang berlimpah, Dimensi Kekacauan yang awalnya ingin membunuh Kakak, merasa Kakak adalah satu dengan Dimensi Kekacauan setelah Qi Kekacauan di dalam tubuhnya meledak." Xue Ying menjawabnya dengan asal-asalan untuk menggantikan Lin Chen. Dia tidak tahu kekuatan apa itu, tapi yang pasti itu adalah tindakan yang dilakukan System, atau haruskah dia menyebutnya sebagai Dao/Tao Surgawi?


Walaupun Permaisuri Nuwa merasa jawaban itu tidak tepat, tapi dia hanya diam dan menganggukkan kepalanya tanpa menanyakannya lebih jauh.


Begitu pun dengan Tao Agung, ketika melihat Permaisuri Nuwa tetap diam, dia juga memilih untuk tidak bertanya.


Tapi berbeda dengan Lin Chen yang kebingungan. Dia bahkan tidak memobilisasi kekuatan dari Qi Kekacauan di tubuhnya, dan Xue Ying malah mengatakan bahwa Qi Kekacauan di dalamnya telah meledak.


"Permaisuri Nuwa." Lin Chen menoleh ke kanan belakang melihat Permaisuri Nuwa. "Bisakah Anda memimpin kami ke Dunia Dewa-Iblis?"


Permaisuri Nuwa yang sedang memikirkan alasan, tiba-tiba tersentak dan mendongak menatap Lin Chen, kemudian menganggukkan kepalanya. "Baik. Jaraknya cukup jauh, seperti pergi dari satu sisi ke sisi lainnya dari Tiga Alam beratus-ratus kali."


Lin Chen menganggukkan kepala, kemudian dengan tangan kirinya, dia meminta Permaisuri Nuwa untuk berangkat terlebih dahulu dan memimpin.


Tanpa membuang waktu, Permaisuri Nuwa terbang di depan semuanya dengan kecepatan penuhnya.


Lin Chen terbang di belakangnya, dan merasa kecepatan Permaisuri Nuwa terlalu lambat. Tapi, keputusannya untuk meminta Permaisuri Nuwa memimpin jalan sangat tepat. Dia sudah tahu di mana Dunia Dewa-Iblis setelah mengirimkan serangan, tapi jika dia yang memimpin, semua orang akan tertinggal.


Petir-petir ungu dan angin seperti pedang tajam menghindar ketika Lin Chen terbang, seolah-olah mereka takut dan harus membuka jalan.


Karena semua halangan telah terbuka, perjalanan mereka terasa sangat cepat.


Lin Chen sudah bisa melihat bintang seperti Matahari, tapi berwarna merah dengan api yang menyala-nyala di sekitarnya.


Samar-samar dia juga bisa melihat berbagai macam serangan berbagai ukuran yang dilemparkan dari berbagai tempat ke Dunia Dewa-Iblis. Sepertinya, serangan itu tidak digunakan untuk menghancurkannya, tapi untuk membuka segel seperti segel yang melindungi Tiga Alam.


"Apakah sulit untuk menghancurkan pelindungnya?" Lin Chen penasaran apakah kekuatannya yang sekarang mampu merusak pelindung itu dengan sekali serang.


Permaisuri Nuwa tersenyum tipis. "Tidak ada yang mampu merusaknya. Bahkan aku, tahap Tujuh Ratus Lima Puluh, membutuhkan berbulan-bulan untuk menghancurkannya. Berbeda dengan Klan Dewa-Iblis, mereka memiliki metode aneh, apalagi Tiga Alam sangat lemah, jadi sangat mudah bagi mereka menghancurkan segelnya ..."


"Apakah karena Kaisar Dewa-Iblis telah membunuh Dewa Pan Gu? Kemudian Sura, aku merasa, dia sudah menyerapnya untuk memperkuat Kaisar Dewa-Iblis dan Dunia Dewa-Iblis itu sendiri," kata Lin Chen mengutarakan isi pikirannya.


Permaisuri Nuwa menganggukkan kepalanya, tetapi tidak menjawab dan mempercepat kecepatan terbangnya. Dia dapat merasakan aura familiar yang sedang menyerang Dunia Dewa-Iblis.


...


Setelah terbang cukup lama, kelima orang itu sudah sampai di Dunia Dewa-Iblis yang ukurannya sedikit lebih besar dari Tiga Alam. Warnanya merah darah dengan cahaya yang bersinar, itu memancarkan aura membunuh.


Ketika mereka datang, tiga orang yang menyerang Dunia Dewa-Iblis berhenti dan menoleh ke belakang secara bersamaan.


Ketiga orang yang sudah tiba terlebih dahulu adalah Hongjun, Hun Kun Patriak dan Lu Ya Doujin.


"Junior Nuwa?" Hongjun adalah yang pertama menghampiri Permaisuri Nuwa.


Hun Kun Patriak dan Lu Ya Doujin saling memandang, kemudian mengikuti Permaisuri Nuwa.


"Kakak Senior, Adik Junior!"


Lin Chen berhenti saat Permaisuri Nuwa terbang ke arah tiga orang yang terbang ke arah mereka.


Hongjun tersenyum, tapi pandangannya langsung teralihkan pada Lin Chen. Mata mereka bertemu, dan tiba-tiba dia merasakan sakit yang menyerang kepalanya sampai membuatnya memegangi kepalanya.


"Kakak Senior!" Lu Ya Doujin yang biasanya tenang, bahkan sampai panik saat melihat Hongjun yang seperti ini. Dia membantu Hongjun untuk berdiri, kemudian mendongak untuk melihat Lin Chen. "Apa yang sebenarnya—"


"Jangan lihat matanya!" Hongjun menarik pundak Lu Ya Doujin untuk menunduk.


"Mata?" Lin Chen mengerutkan keningnya. Dia menoleh ke kiri menatap Yan Xue dan bertanya, "Sayang, apakah ada yang salah mataku?"

__ADS_1


Yan Xue melihat mata Lin Chen dari dekat, kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, mungkin warnanya saja yang bercampur, tapi tidak ada yang aneh."


Hun Kun Patriak melihat Lin Chen dari bawah ke atas, tapi langsung menunduk saat hampir melihat matanya. "Anak muda, siapa kau sebenarnya? Jalur Abadi yang kau miliki lebih sedikit dari Guru, tapi auramu lebih padat dan dalam darinya. Tatapan matamu bisa menyakiti Kakak Senior Hongjun ..."


"Kemudian, Dimensi Kekacauan sepertinya takut padamu, semua angin dan petir, mereka menghindar. Tidak seperti kami, mereka terus menyerang kami seperti tidak ada hari esok." Hun Kun Patriak menambahkan.


Lin Chen terdiam sejenak, kemudian melipat kedua tangannya di depan dada dan menjawabnya dengan asal-asalan, "Bagaimana jika, aku adalah Dewa yang menciptakan Dimensi Kekacauan?"


Semua orang tersentak, terutama Hongjun.


Sebelum mereka sempat berbicara, Lin Chen menambahkan, "Bercanda! Hahahaha! Mana mungkin!"


Permaisuri Nuwa menatap Lin Chen, memperingatkan agar tidak bersikap tidak sopan di depan Kakak Senior dan Adik Junior. Kemudian dia menoleh ke arah Hongjun dan bertanya, "Di mana Guru?"


Hongjun mengembuskan napas panjang dan dapat duduk dengan benar di atas burung bangau. "Guru sedang melawan Kaisar Dewa-Iblis. Kekuatannya meningkat pesat, dari tahap Tujuh Ratus Lima Puluh, sekarang sudah Delapan Ratus. Tapi, sepertinya dalam segi kekuatan, itu tidak jauh berbeda dengan Guru."


Lin Chen menggenggam tangan Yan Xue, kemudian berpindah dalam sekejap mata ke penghalang Dunia Dewa-Iblis. "Xue'er."


Yan Xue menganggukkan kepalanya.


Keduanya mengangkat tangan yang lain, menyentuh penghalang Dunia Dewa-Iblis yang terasa sangat panas.


Bang!


Aura kuat meledak dari tubuh keduanya, Sembilan Yin dan Yang muncul dari punggung mereka berdua. Itu terus membesar dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang.


Sembilan Yin dan Yang diselimuti Qi Kekacauan yang berlimpah. Kemudian tidak seperti sebelum-sebelumnya, Sembilan Yin terjalin menjadi satu dengan Qi Kekacauan yang menghubungkan, begitu pun dengan Sembilan Yang.


Ngung, ngung...


Suara mendengung, dari atas Dunia Dewa-Iblis, terlihat ada Diagram Yin Yang yang ukurannya lebih besar dari Dunia Dewa-Iblis itu sendiri.


Dari dalamnya, terlihat ada tangan besar berwarna putih dengan ratusan simbol Diagram Yin Yang. Itu memancarkan aura penindasan yang tak terbayangkan, membuat semua orang mundur ratusan juta mil kecuali Xue Ying yang dengan santainya memakan camilan.


Tangan itu terbuka lebar, kemudian mencengkeram Dunia Dewa-Iblis seperti menggenggam bola kasti.


Bang!


Lin Chen dan Yan Xue melepaskan Qi Kekacauan yang lebih besar. Samar-samar ada kilauan bintang di Sembilan Yin dan Sembilan Yang, masing-masingnya menyimpan satu galaksi.


Cengkeraman tangan besar itu terus menguat, dan anehnya, Lin Chen dan Yan Xue tidak terkena cengkeraman, seolah-olah tangan itu hanyalah ilusi hologram.


Crack!


Pelindung Dunia Dewa-Iblis retak pada permukaannya, itu menyebar ke segala penjuru.


Duarr!


Ledakan berasal dari penghalang Dunia Dewa-Iblis, itu menghempaskan Tangan Bersimbol Yin dan Yang.


Lin Chen dan Yan Xue terkena serangan balasan, membuat keduanya terhempas seperti komet. Tapi, mereka tidak mendapatkan luka sedikit pun, karena Yan Xue berada di dalam pelukan Lin Chen, dan tubuh fisik Lin Chen yang sangat kuat.


Hongjun, Hun Kun Patriak, Permaisuri Nuwa, Lu Ya Doujin dan Tao Agung terdiam dengan mata terbuka dan rahang yang hampir jatuh. Sangat tidak sesuai dengan asal-usul mereka yang merupakan Makhluk dari Dimensi Kekacauan.


Xue Ying menggelengkan kepalanya nampak kecewa. "Serangan Kakak terlalu lemah, harusnya keluarkan lebih banyak galaksi, mungkin penghalang itu bisa langsung hancur."


Lin Chen mendengarnya, dan langsung memukul kepala Xue Ying dengan pelan.


"Aku bisa mengeluarkannya lebih banyak, tapi tidak baik bagi Xue'er." Jika Lin Chen melepaskan semuanya di saat sedang menggunakan Teknik Sembilan Yin dan Yang, Yan Xue akan terkena dampaknya.


Apalagi Yan Xue masih Lord Realm tahap 750, dan Dunia Jiwa yang dimilikinya belum terlalu kuat. Bahkan belum ada kehidupan di dalamnya.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2