
Karena masalah yang terjadi hari ini, ada rencana untuk pindah tempat agar tidak ada masalah yang sangat menganggu ke depannya, apalagi dengan kejadian yang barusan terjadi, perlakuan dari penduduk Kota Fanren akan berbeda dan mungkin akan sangat menghormati.
Tapi, tidak bisa langsung pergi dan meninggalkan masalah ini untuk diselesaikan sendiri oleh Kota Fanren, mengingat Lin Chen yang bertanggung jawab karena menyerang Penerus dari Sekte Elang Putih. Jika kabar ini terdengar, Sekte Elang Putih akan datang dan meratakan Kota Fanren.
"Ayo berkemas, kita pergi ke kota lain yang lebih tenang. Usaha yang ingin aku bangun kali ini bukan toko herbal, tapi rumah makan." Lin Chen memasuki toko untuk mengambil semua barang-barang yang ia jual dan menyimpannya ke dalam Inventory System.
"Yi'er, bawa masuk Pohon Jujube Surgawi, itu bisa digunakan untuk membuat makanan lebih enak." Lin Chen harus mengamankan Pohon Jujube Surgawi, atau Kota Fanren akan menjadi medan perang, apalagi Pohon Jujube Surgawi sudah memiliki kesadarannya sendiri.
Lin Chen bisa melihatnya tadi saat sedang berhadapan dengan Hu Dajin, Pohon Jujube Surgawi terlihat menembakkan buah jujube hingga menembus salah satu paha murid Sekte Elang Putih, bahkan saat ada yang memetik buahnya, orang itu terlihat tidak bisa menariknya dan malah dilemparkan menjauh.
"Baik, Kakak." Xue Ying bisa merasakan kemarahan dari Kakaknya dan aura membunuh yang sangat kuat, namun ditahan agar tidak meledak yang mempengaruhi segel.
Xue Ying berdiri di bawah Pohon Jujube Surgawi; mengarahkan tangannya yang mengeluarkan energi berwarna hijau muda dan ada sedikit warna emas.
Pohon Jujube Surgawi mulai menyusut secara perlahan dan tercabut dari dalam tanah, namun akar pohonnya tidak ada tanda-tanda akan layu atau mati. Pohon Jujube Surgawi bergerak ke arah tangan Xue Ying dan terlihat ada pelindung berwarna hijau muda yang menjaga kesegarannya.
Ketika Xue Ying mengepalkan tangannya, Pohon Jujube Surgawi menghilang dan tersimpan di dalam Inventory System.
Semua orang dari Sekte Elang Putih merasakan takut melihat kemampuan Xue Ying; mereka salah menargetkan Chenlong Herbal sebagai lawan dan mulai merasa menyesal karena datang ke Kota Fanren.
Hu Yangsan sebelumnya sangat percaya diri untuk mendapatkan Chenlong Herbal yang bisa memasok sumber daya bagi Sekte Elang Putih, tapi siapa menyangka malah musibah yang didapat. Bukan hanya tidak mendapatkan sumber daya, tapi Penerus mereka juga terbunuh dan ia juga terluka parah tanpa bisa memberikan perlawanan.
Dewi Kuxing berjongkok seraya menatap rendah Hu Yangsan yang tergeletak tak bisa bergerak. "Master-ku bisa menghancurkan Bintang Qiuzan, apalagi menghilangkan Sekte Elang Putih, itu sangatlah mudah ..."
"Bahkan, jika Dewa Langit masih hidup, dia tidak akan berani macam-macam ... ." Dewi Kuxing berhenti sebelum menyelesaikan kata-katanya saat Lin Chen memanggilnya.
Dewi Kuxing berdiri yang kemudian berbalik, tapi ia menyempatkan waktu untuk menendang kepala Hu Yangsan sampai meledak, meski tidak menghancurkan Inti Jiwa-nya.
Untuk memahami makna dari Kehidupan, Lin Chen harus menghargai kehidupan itu sendiri seperti tidak membunuh atau menindas orang lain, karena itulah ia menyerahkannya pada Xue Ying dan Dewi Kuxing, meski sebenarnya itu tetaplah salah.
Lin Chen menunggu Xue Ying untuk kembali masuk ke dalam toko, dan saat sudah memasuki toko, ia langsung berkata, "Yi'er, karena hal ini, Kota Fanren berada dalam keadaan buruk. Karena itu, aku memintamu untuk meninggalkan kloning di sini dan menjaga keamanan Kota Fanren."
Xue Ying menganggukkan kepalanya; tubuhnya mulai bercahaya untuk beberapa detik dan tiba-tiba sudah berdiri kloningan dirinya di sampingnya.
__ADS_1
"Ada kota manusia yang tidak lebih besar dari Kota Fanren, di sana sama-sama kota manusia dan terkenal dengan tempat wisatanya," ucap Xue Ying—sudah mencari informasi terkait kota manusia lain sesaat Sekte Elang Putih datang untuk mencari masalah.
"Jaraknya, lima hari kereta kuda kecepatan normal tanpa istirahat."
Lin Chen hanya diam memikirkan waktu yang terbuang dalam perjalanan, tapi ia rasa tidak masalah karena waktu dalam perjalanan bisa ia gunakan untuk beristirahat dan menenangkan dirinya dari emosinya saat ini.
"Baik, ayo kita berangkat hari ini." Lin Chen berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar untuk melihat langit Kota Fanren.
Semua hal yang mengganggu di langit Kota Fanren sudah dibersihkan; tidak ada rasa bersalah sama sekali, karena Lin Chen percaya Xue Ying tidak mungkin asal membunuh, kecuali mereka memang pantas untuk dibunuh.
Lin Chen berjalan menuju gerbang keluar yang dihalangi ratusan murid dari Sekte Elang Putih, namun barisan itu mulai terbelah dengan tubuh gemetaran karena takut. Ia bisa melihat Hu Yangsan yang masih tergeletak dan menghalangi jalan, tanpa rasa bersalah sekalipun, ia berjalan di atas tubuhnya.
Hu Yangsan tidak bisa berdiri meski tubuhnya digunakan sebagai pijakan dan ini sangat merusak harga dirinya, tapi ia akan menahan diri sampai bisa kembali ke Sekte Elang Putih dan melaporkan kejadian hari ini. Tidak ada yang tahu tentang ini, tapi Sekte Elang Putih memiliki Pelindung yang baru saja menerobos Earth Realm.
Ketika Hu Yangsan merasa sudah delapan orang yang menginjak tubuhnya, ia mencoba berdiri dengan posisi seperti push up.
"Siapa yang menyuruhmu berdiri?"
Hu Yangsan gemetaran dan terasa ada gunung yang berada di atas tubuhnya, membuatnya kembali menghantam tanah sampai menciptakan lubang yang lebih besar.
Ratusan orang dari Sekte Elang Putih mulai berjatuhan menghantam tanah dan tidak bisa berdiri, apalagi setiap langkah yang diambil oleh penghuni Kediaman Lin, aura yang keluar semakin berat dan merusak tubuh. Akhirnya mereka memilih merangkak keluar dari kediaman, berharap bisa kembali berdiri, tapi sayang mereka tetap tidak bisa melakukannya.
Xue Ying mengibaskan tangannya, menghempaskan semuanya untuk keluar dari Kediaman Lin, tapi tidak membiarkan mereka untuk berdiri sampai bisa keluar dari Kota Fanren.
***
10 Mil ke Arah Selatan dari Kota Fanren
Lin Chen sedang berada di dalam gerbong kereta kuda dan membaca sebuah buku tebal yang merupakan resep-resep masakan tradisional dan modern dari Timur maupun Barat.
"Kakak, Yi'er sudah mengusir orang-orang dari sekte burung puyuh itu."
Lin Chen menoleh ke kanan melihat Xue Ying yang duduk di kursi kusir. "Terima kasih, pastikan tempat itu tetap aman. Kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan untuk menjaganya."
__ADS_1
Xue Ying tersenyum cerah dan kembali mengendalikan kuda perang untuk tetap berada di jalur.
Lin Chen kembali fokus untuk menghafalkan semua resep masakan di saat Yan Xue sedang menyuapinya sup ayam. Tubuhnya yang sekarang tidak berbeda jauh dari manusia biasa yang membutuhkan makanan dan tidur, meski dari segi kekuatan dan kecepatan sangat jauh.
"Yi'er, bisakah kuda ini bertahan sampai kita sampai?" Lin Chen khawatir kuda yang menarik gerbong tidak bisa bertahan hidup karena harus bekerja keras selama lima hari lima malam tanpa istirahat.
Xue Ying tidak menoleh sama sekali dan menjawab, "Tidak masalah, kuda ini sendiri yang ingin menarik gerbong kereta yang dinaiki Kakak. Kekuatannya juga di Spirit Realm tahap Awal, harusnya tidak ada masalah."
"Begitu." Lin Chen menganggukkan kepalanya berkali-kali.
Lin Chen membenarkan posisinya setelah menghabiskan semua makanan; tidur dengan kepala berada di pangkuan Yan Xue.
Yan Xue membelai lembut rambut Lin Chen dan terkadang memainkan hidung maupun pipinya. Ia sangat senang dan bahagia saat Lin Chen akan melakukan apa pun, bahkan sampai harus mengulang semua latihan hanya untuk menjaga dirinya agar tidak mendapat masalah. Tapi, karena ini juga ia berniat untuk membantunya dari belakang, seperti saat ini di mana Lin Chen tidak bisa mengetahui apa-apa karena kesadaran spiritual yang disegel.
Wusshh...
Angin berembus kencang dengan aliran energi yang tidak beraturan, dan pada saat itu juga semuanya menoleh ke arah Lin Chen yang memancarkan sinar putih dengan aura hangat yang menenangkan jiwa.
Tidak ada yang menggangu Lin Chen saat dalam keadaan seperti ini, meski berdampak pada aliran energi mereka yang sangat kacau; mereka tidak akan menggangu dan akan membunuh siapa saja yang mengganggunya saat ini.
Xue Ying mengangkat tangannya; menciptakan sebuah formasi pelindung agar tidak ada yang menyerang dalam radius belasan mil dari pusat dan menjauhkan Kultivator untuk tidak mendekat. Sangat mudah membuat mereka tidak mendekat, hanya perlu mengeluarkan aura yang memberikan teror.
Aura yang dikeluarkan oleh Xue Ying adalah Heavenly Realm dan bisa dirasakan dalam radius 250 mil, sehingga semua Kultivator yang mencoba mendekat akan langsung pergi menjauh dengan rasa takut.
"Ge—" Yan Xue hendak berteriak tapi dengan sigap langsung menutup mulutnya.
Yan Xue takut saat melihat tubuh Lin Chen yang berubah seperti orang tua dengan kulit yang mengkerut, dan ada janggut panjang yang tumbuh. Namun sesaat itu juga tubuh Lin Chen mengecil seperti bayi, anak-anak, remaja dan kembali dewasa.
Lin Chen tidak merasakan ada yang salah dan tetap menutup matanya. Ketika ia terlihat seperti orang tua yang berumur dan membuka matanya, penampilannya langsung kembali ke tampilannya saat ini, tidak dimulai dari bayi.
Ini terasa seperti kemampuannya sendiri mencoba merahasiakannya dari Lin Chen. Tapi tidak masalah karena Lin Chen merasa sangat segar bugar seperti baru terlahir menjadi bayi kecil tanpa dosa.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...