Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 087 : Kembali dari Masa Lalu


__ADS_3

Gigi yang sangat besar itu turun sangat cepat dan terjadi gempa yang sangat mengerikan, meledakkan daratan yang membuat tanah mulai melonjak ratusan mil ke langit. Hari yang sebelumnya terang berubah sangat gelap saat bintang di mana Chen Hao Ling tinggal terbelah dua.


"Hao Ling..."


Chen Hao Ling yang berlutut berpegangan dengan tanah itu menoleh ke belakang, melihat rumah yang mulai meleleh. Tapi, yang membuatnya lebih terkejut adalah Yi Xinran yang juga mulai hancur secara signifikan.


Ketika ia melihat sekitarnya, tanah-tanah juga mulai meleleh termasuk semua manusia yang ada menjerit keras mengungkapkan rasa yang sangat menyakitkan, tubuh mereka seperti mentega yang dipanaskan di atas penggorengan.


Chen Hao Ling bergerak sangat cepat mengarah ke Yi Xinran. "Ibu..." Ia memegangi tangan Ibunya yang mulai meleleh.


Chen Hao Ling mengalirkan kekuatannya berkali-kali untuk menyembuhkan Yi Xinran, namun hanya mampu bertahan selama beberapa detik saja, sebelum akhirnya kembali meleleh. "Ibu! Ibu! Ibu!"


Yi Xinran yang terbaring di tanah itu mengangkat tangan kanannya perlahan, menyentuh wajah Chen Hao Ling. "Cukup, Ibu tahu Hao Ling berbeda. Ibu tidak bisa bertahan ... lebih ... lama lagi. Bisakah, Hao Ling ... bantu Ibu menemui ... Ayah?"


Chen Hao Ling menggendong Yi Xinran dengan kedua tangan, kemudian berlari menuju ladang yang cukup jauh. Walaupun sangat gelap, ia bisa melihat dengan jelas. Ia melompat dari satu tempat ke tempat lain, menghindari tanah yang mulai menghilang dan digantikan oleh genangan asam.


Hingga belasan detik kemudian, Chen Hao Ling masih terus berlari dengan kepanikan yang tinggi, sampai-sampai tidak menyadari bahwa ada sebongkah batu di depannya. Kakinya tersandung, membuatnya terjatuh dan tanpa sengaja melemparkan Yi Xinran.


Chen Hao Ling menekan kedua tangannya di tanah, kemudian bangkit kembali untuk membawa Yi Xinran. Alangkah terkejutnya ia saat melihat Chen Haiyang yang menyeret tubuhnya sendiri, dengan kedua kaki yang sudah putus.


"Xinran..." Chen Haiyang mengulurkan tangan kanannya mencoba meraih Yi Xinran.


Chen Hao Ling membantu mereka berdua untuk berbaring bersebelahan. Ia menatap mereka berdua dengan air mata yang mengalir sangat deras. "Ayah, Ibu..."


Tubuh semua manusia sudah meleleh, menyisakan Chen Haiyang dan Yi Xinran yang prosesnya cukup lambat karena ada kekuatan Chen Hao Ling yang tertanam di keduanya. Meskipun keduanya tidak merasakan rasa sakit, tapi tetap saja stamina mereka terus turun dengan kesadaran yang mulai menghilang.


Yi Xinran mengangkat tangan kanannya, mencoba menyentuh wajah Chen Hao Ling namun tidak kekuatan untuk mempertahankan posisi tangannya.


Chen Hao Ling menangkap tangan itu dan menyentuhkan ke pipi kirinya. "Ibu, aku tidak ingin sendirian. Aku ingin bersama kalian."


Yi Xinran tersenyum hangat dengan mata terpejam. "Hao ... Ling. Jika Hao Ling bisa selamat dari sini ... hiduplah dengan baik, jangan lupa makan tiga kali ... sehari. Lalu, jangan balas dendam, jangan ... lupakan ... Ibu dan Ayah ..." Suaranya mulai terdengar serak dan tidak jelas.


Setengah wajah Yi Xinran sudah hancur, begitu pun dengan Chen Haiyang. Yang tidak lama kemudian kesadaran mereka berdua benar-benar menghilang. Hingga tak lama, tubuh mereka sudah berubah menjadi cairan ungu.

__ADS_1


Keadaan sekitar juga sudah tidak ada apa-apa, hanya ada ia seorang yang melayang di dalam kegelapan tak berujung.


Air mata Chen Hao Ling tidak bisa berhenti sama sekali, terus mengalir deras dengan rasa marah dan sedih yang bercampur menjadi satu. Aura berwarna merah mulai menyelimuti tubuhnya dan secara perlahan ada perubahan di dahinya, ada tanduk merah yang tumbuh dan cambuk-cambuk juga bermunculan.


"Aaaahhh!" Chen Hao Ling berteriak keras seraya merentangkan kedua tangannya, matanya memancarkan cahaya merah seperti nyala api.


Taring Chen Hao Ling mulai tumbuh, kemudian ia melesat dengan kecepatan penuh ke dinding tubuh Monster Kuno, lalu ia mulai memakan daging monster itu yang membuat tubuhnya semakin membesar.


Chen Hao Ling terus memakan daging Monster Kuno yang beracun dan sangat asam itu selama puluhan tahun, sampai membuat tubuhnya lebih besar dari Monster Kuno, membuatnya terbunuh dari dalam.


***


Alam Bawah


Alam Bawah sudah terendam dengan air sampai puncak Pohon Dewa, hingga air banjir itu mulai bergolak seperti air yang mendidih. Air mulai meletup-letup dan naik ke langit yang lebih tinggi lagi, menciptakan suasana yang menyeramkan.


Bang!


Cincin putih menyebar luas menyapu awan hitam maupun putih, memperlihatkan langit biru cerah. Terlihat di tengah-tengah ledakan, ada Lin Chen yang melayang tenang dengan sir mata yang mengalir deras.


Matanya merah karena terlalu banyak menangis, bibirnya gemetar karena kesedihan yang ia rasakan selama ini.


"Ibu ..."


Lin Chen menghilang dari sana dan berpindah ke Pohon Dewa yang ada di Bintang Qiang. Ia ingin menemui Luo Yi tanpa mengusap wajahnya yang masih basah akan air mata, perasaan yang selama ini ia rasakan dari ingatan masa lalu itu benar-benar nyata.


Brak!


Lin Chen membuka pintu ruangan dengan keras sampai menimbulkan suara keras, terlihat di dalam ruangan ada Hua Jia Ran, Wang Ji Fei, Luo Yi, Long Xia Yun, Guang Li Xiqing, Ji Yue Ling, Yan Xue dan Xue Ying. Yang sepertinya mereka sedang melakukan perawatan rutin.


Kedatangan Lin Chen yang tiba-tiba ini membuat mereka semua membuka mata, dan akan menyerang yang berani-beraninya membuka pintu. Bagaimanapun, mereka hanya mengenakan dalaman. Namun saat melihat siapa yang berdiri di tengah-tengah pintu, mereka terpana.


Menangis? Ini adalah hal yang sangat mengejutkan melihat Lin Chen yang menangis, dan ada perasaan yang tak tertahankan terpancar dari matanya. Seperti sudah melalui hal yang sangat menyakitkan dan tidak bisa dilupakan.

__ADS_1


Lin Chen menutup kedua pintu dan menguncinya dari dalam menggunakan kekuatannya.


"Chen'er?—"


Lin Chen memeluk erat tubuh Luo Yi yang duduk di tepi tempat tidur. Saat itu juga suasana hatinya yang panas dan sakit, mulai kembali tenang. "Ibu, Ibu, Ibu ..."


Luo Yi tidak tahu apa yang terjadi dengan putranya selama lima tahun terakhir. Tapi ia tidak menanyakan hal itu dan mengusap lembut kepala Lin Chen yang berada di pangkuannya. "Ibu di sini, Ibu tidak pergi ke mana-mana. Ibu akan selalu ada untuk Chen'er."


Lin Chen mengeratkan pelukannya pada pinggang seraya membenamkan wajahnya di perut Luo Yi.


Jika dilihat, mungkin Lin Chen seperti melecehkan Ibunya sendiri karena hanya mengenakan dalaman. Tapi saat ini pikirannya sedikit terganggu dan hanya ingin memeluk Luo Yi.


"Chen'er, apa yang terjadi padamu dalam waktu lima tahun terakhir ini?" Long Xia Yun datang menghampiri dan mengusap punggung Lin Chen.


Lin Chen hanya diam tanpa menjawab, yang terdengar darinya hanyalah isak tangis tiada henti. Jika memang hanya lima tahun, mungkin ia tidak akan seperti ini, namun ia menahan rasa yang sangat menyakitkan selama miliaran tahun.


Banyak yang ia lalui selama waktu itu, berkelana seorang diri untuk meningkatkan kekuatan, kemudian membunuh Monster Kuno yang ia temui. Ketika sudah menjadi Dewa Terkuat, ia ingin menghilangkan Iblis di dalam hatinya dan hidup tenang sesuai pesan terakhir Ibunya. Namun ada penolakan dari Iblis yang membuatnya meledak dan menghancurkan Semesta Yongheng.


Kemudian, mengapa Lin Chen mendatangi Luo Yi terlebih dahulu ketimbang Lin Zhian. Itu karena di kehidupan pertama ia lebih dekat dengan Ibunya, sedangkan Ayahnya selalu bekerja di ladang dan sangat jarang berbicara dengannya karena memang pendiam.


Luo Yi menggelengkan kepalanya saat menatap Long Xia Yun yang ingin bertanya kembali. Ia memberi tanda untuk diam dan membiarkan Lin Chen tenang terlebih dahulu, serta jangan bertanya sebelum diceritakan.


Long Xia Yun menganggukkan kepalanya, tidak lagi bertanya dan mengikuti arahan dari Luo Yi. Lalu ia membantu Kakaknya untuk menenangkan Lin Chen yang selalu memanggil 'Ibu' tanpa henti.


Rasa sakit di dada juga dirasakan oleh semua orang yang ada di ruangan ini, mereka merasa tidak tega melihat Lin Chen yang mentalnya seperti bermasalah.


Lin Chen tidak melepaskan pelukannya, bahkan setelah ia tertidur pulas pun masih memeluk pinggang Luo Yi seraya terus berucap, "Ibu ..."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2