Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 119 : Mendapatkan Tunggangan


__ADS_3

Lin Chen mengenakan kaus hitam polos dengan jaket putih yang terbuka, celananya berbahan jeans berwarna abu-abu dan memakai sepatu putih. Rambut panjangnya ia ikat dengan hiasan hanfu berwarna emas.


Yan Xue mengenakan setelan hanfu modern musim panas, atasan putih yang lengannya dengan ukuran ¾. Bawahan rok hijau telur asin sejengkal di atas lutut, dan mengenakan cardigan sampai bawah lutut berwarna biru langit.


Lin Qiao Jianying mengenakan celana panjang bermotif kotak-kotak, kaus hitam panjang dan topi hitam musim panas dan sepatu hitam.


Lin Da Zixuan mengenakan celana hitam panjang, kaus putih dan mengenakan jaket dia warna, hitam, merah, hitam. Sepatu yang ia kenakan berwarna putih, serta memakai topi putih yang terbalik.


Ketika semuanya sudah selesai, mereka berjalan menuruni gunung. Tidak melompat dari ujung tebing, melainkan berjalan kaki di tengah-tengah hutan. Mungkin tidak cocok dengan pakaian yang mereka gunakan sekarang, tapi ini atas kemauan anak-anaknya.


"Apakah kalian yakin ingin melewati jalan ini?" Lin Chen memastikannya untuk sekali lagi seraya melihat Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan yang memimpin jalan.


"Yakin!" Keduanya mengangkat tangan setinggi mungkin.


Lin Chen masih sedikit khawatir karena di hutan ini banyak binatang beracun yang mungkin saja akan melukai anak-anaknya, terlebih lagi dengan nyamuk yang sangat mengganggu.


Yan Xue tertawa kecil melihat kekhawatiran Lin Chen, tidak menduga akan melihat hal ini.


Lin Chen mengerti maksud dari tawa Yan Xue. Ia sendiri tidak bisa menyangkal bahwa ia sangat khawatir dengan anak-anaknya, meski kedua anaknya bisa dibilang termasuk manusia terkuat di Bintang Logia.


"Gege, apakah tidak masalah kita berjalan-jalan seperti ini? Bukankah Gege sangat sibuk, Gege harus menghilangkan semua Dewa dan Dewi."


Lin Chen menoleh ke kanan menatap Yan Xue sekilas, lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan. "Walaupun demikian, aku ingin menyisihkan waktu untuk keluarga. Hal ini juga baik untuk pertumbuhan mereka berdua, dan aku butuh istirahat sebelum bertarung lagi." Ia membalas transmisi suara Yan Xue.


"Serigala!"


Lin Chen mendongak melihat arah yang ditunjuk Lin Da Zixuan. Bisa terlihat binatang seperti serigala dengan bulu putih bersih nan halus, matanya berwarna biru dan ada berlian biru di dahinya. "Fenrir?!"



Lin Da Zixuan berjalan menghampiri Fenrir, dan hal ini sangat membuat Lin Chen khawatir apabila terjadi apa-apa. Ia mengelilingi Fenrir yang selalu memandanginya, tapi Lin Da Zixuan tetap tenang. "Aku akan memberimu nama, Baixue!" Ia menunjuk jarinya pada Fenrir.


"Eh!?" Lin Chen tidak bisa berkata-kata lagi ketika melihatnya, bukan hanya Fenrir tidak menyerang, tapi juga Lin Da Zixuan langsung memberikan nama.


Fenrir menundukkan kepalanya mengarah pada Lin Da Zixuan, seperti menanggapi dan menerima pemberian nama itu.


"Apakah Ayah tidak tahu?" Lin Qiao Jianying menoleh ke belakang menatap Lin Chen. "Xuan'er bisa mengendalikan binatang liar, selama itu bukan monster buas ..."

__ADS_1


"Kemudian, Jian'er bisa berkomunikasi dengan tumbuh-tumbuhan dan mengendalikannya." Lin Qiao Jianying menepuk-nepuk dadanya dengan bangga.


Lin Chen tambah kebingungan, yang ia tahu, Fenrir adalah monste— Tidak! Ia pernah membaca buku di Bintang Biru, mengatakan bahwa Fenrir adalah Hewan Suci yang menjaga daratan. Tidak pernah muncul di depan manusia dengan niat jahat, dan keberadaannya bagaikan legenda.


Lin Chen menepuk-nepuk Lin Qiao Jianying yang mengenakan topi. "Benarkah? Jian'er sangat hebat."


"Hehehehe." Lin Qiao Jianying tertawa bahagia, lalu menoleh ke belakang ketika dipanggil Lin Da Zixuan. Ia berlari menghampiri, kemudian melompat naik ke atas punggung Baixue.


"Aku tidak menyangka, baru datang dan mendapatkan teman baru."


Yan Xue tertawa kecil melihat Lin Chen yang sedang memijat kening. "Ayo kita ikuti mereka." Ia menggandeng lengan kanan Lin Chen.


Lin Chen menganggukkan kepalanya, dan mempercepat langkah kakinya agar tidak tertinggal. "Jangan terlalu jauh." Ia merasa ada pertarungan yang jaraknya sekitar tiga kali lapangan sepak bola.


Sedikit banyak, Lin Chen sudah mengetahui tentang Bintang Logia. Geografis yang hampir serupa dengan Bintang Biru, bahkan ras yang ada di sini juga sama. Serta ada Guild dan Petualang, ini bisa ia gunakan sebagai pembelajaran bagi anak-anaknya dalam hal tanggung jawab dengan cara mengambil misi.


"Hutan di sini cukup lebat."


Tempat mereka berada sekarang tidak ada sinar matahari yang menembus rimbunnya dedaunan di atas mereka. Tapi tidak jauh dari mereka, mulai ada sinar matahari yang menyinari daratan.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk mendengar suara pertarungan, suara dua logam yang beradu dan jeritan yang sulit untuk dijelaskan.


Untuk kelompok manusia, berusia antara 18 sampai 24 tahun. Swordman, Archer, Mage, Tanker, Thief.


Lin Da Zixuan melihat belasan Goblin yang menyerang kelompok manusia. "Apakah kalian butuh bantuan?"


Kelompok lima orang itu menoleh ke kiri secara tiba-tiba, mereka tidak menyadari jika ada Fenrir yang berdiri di sana. Fenrir yang hanya bisa dilihat dari gambar-gambar di buku cerita, tapi yang lebih mengejutkan, adalah sepasang anak kecil yang duduk di atasnya.


Lin Qiao Jianying mengarahkan tangan kanannya pada Goblin, yang kemudian ada fluktuasi energi spiritual yang cukup kuat dengan embun es yang menyebar. Perlahan, terlihat ada ratusan pedang es yang muncul di udara.


Dengan kepalan tangannya, pedang-pedang itu bergerak secara bersamaan, menembus 18 Goblin tanpa membiarkannya melepaskan serangan.


Sangat mudah bagi Lin Qiao Jianying yang sudah mencapai tahap Memahami Element dari Element Es untuk membunuh monster-monster itu.


Lin Da Zixuan mengangkat tangan kanannya, menciptakan tombak petir yang cukup kuat. Kemudian mengayunkan tangannya, melemparkan tombak itu ke semak-semak yang berada puluhan meter di depannya.


"Kriek!"

__ADS_1


Jeritan Goblin terdengar dari dalam semak-semak, sebelum akhirnya keluar dari persembunyiannya dengan dada yang tertembus.


Penguasaan Element Es Lin Qiao Jianying dan Element Petir Lin Da Zixuan, sudah mencapai tahap Memahami Element di saat mereka baru lahir.


"Si- Siapa kalian?" Pemuda berambut pirang memasang kuda-kuda, dengan tangan gemetar saat memegang pedang.


"Maafkan anak-anak kami yang mengejutkan kalian."


Pemuda bernama Dean Edd mengalihkan perhatiannya ke sisi lain, terlihat ada sepasang suami istri yang keluar dari semak-semak, membawa mayat Ogre dengan cara menyeretnya.


Lin Chen melemparkan Ogre yang ia bawa di tangan kiri ke arah Dean Edd. "Kalian bisa membawanya, kami akan turun ke Ibu Kota."


Yan Xue menoleh ke kanan depan, melihat Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan. "Sayang, ayo berangkat."


"Baik, Ibu!"


Baixue berjalan menghampiri Lin Chen dan Yan Xue setelah mendapat perintah dari Lin Da Zixuan yang menepuk kepalanya.


Kelompok Dean Edd masih terdiam mematung dengan mulut sedikit terbuka, hingga akhirnya, wanita muda berusia 19 tahun, Mage, bernama Lily Ainsley berucap, "Bu- Bu- Bu- Bukankah yang tadi itu Fenrir?"


Lily Ainsley melepas jubah cokelat yang ia kenakan, dan mengusap keringat dingin yang membasahi tubuhnya. Kemudian memandangi Lin Qiao Jianying yang sudah cukup jauh. "Aku ingin belajar sihir darinya."


Sementara itu, Lin Chen mengibaskan tangannya perlahan, membuat semua pohon yang menghalangi itu bergerak dan membuka jalan. Bebatuan juga bergeser, serta tanah mulai naik ketika jalanan tidak rata.


"Ayah, mengapa mereka menggunakan pakaian yang aneh?" Lin Da Zixuan sangat penasaran dengan Petualang tadi.


Lin Chen mendongak ke kiri menatap Lin Da Zixuan yang duduk di atas Fenrir. Fenrir dengan tinggi dua meter dan panjang tiga meter. "Mereka adalah Petualang ..." Ia terus menjelaskan tentang Petualang, Guild dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh Petualang.


Mata Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan bersinar-sinar ketika mendengarnya, mereka sangat bersemangat dan ingin menjadi Petualang.


"Apakah kalian berdua ingin menjadi Petualang? Kita bisa tinggal di sini sebentar, sampai Bibi Ying selesai."


Keduanya menganggukkan kepala berkali-kali, menjelaskan keinginan untuk tinggal di Bintang Logia dan menjadi Petualang.


Lin Chen tersenyum hangat menatap keduanya. "Baiklah, Ayah akan mendaftarkan kalian."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2