Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 168 : Mendatangi 9 Earth Realm


__ADS_3

Monster Kuno yang seharusnya sudah menghilang semenjak sinar matahari naik, tapi saat ini masih bertahan dan tidak ada tanda-tanda akan bersembunyi kembali. Bagaimanapun, mereka tidak akan bisa bergerak karena tubuhnya terikat oleh rantai.


Lin Chen yang terjaga semalaman masih bersantai di sofa empuk dengan Lin Da Zixuan yang tertidur pulas. Ia bersenandung dan menepuk-nepuk punggung anaknya agar tetap tidur dengan nyenyak.


"Hum?" Lin Da Zixuan membuka matanya perlahan dan sesekali mengecap bibirnya yang basah. Kemudian ia bertumpu pada dada Ayahnya untuk duduk. "Apakah Zixuan ketiduran?" Ia mengusap matanya.


Lin Chen tersentak tipis seraya membantu Lin Da Zixuan untuk membersihkan bibirnya yang basah, dan ia melihat ada bekas air yang menempel pada pakaiannya.


"Ayah sudah menangkap Monster Kuno, apakah Xuan'er siap belajar?"


Mata Lin Da Zixuan membulat saat mendengarnya dan terlihat sekali ia bersemangat. Walau ia tidak bisa mengalahkan Monster Kuno, ini baik baginya yang sangat senang belajar tentang pengetahuan monster.


Lin Da Zixuan menoleh ke belakang ketika merasakan ada suara getaran kecil, alangkah terkejutnya saat melihat banyak sekali Monster Kuno yang sudah tertangkap, dan semuanya berpenampilan buruk.


Lin Da Zixuan berbalik menatap Ayahnya dengan mata berbinar-binar. "Ayah, Zixuan ingin melihatnya menyerang!"


"Baiklah, tapi jangan menangis karena ketakutan," ucap Lin Chen yang mengubah posisi duduk Lin Da Zixuan untuk melihat Monster Kuno.


Lin Da Zixuan mendengkus seraya melipat kedua tangannya di depan dada. Karena takutlah—alasan mengapa ia meminta untuk melihat Monster Kuno—sehingga ia mulai terbiasa dengan penampilan mereka.


Lin Chen melambaikan tangannya, menghilangkan Rantai Dewa yang melilit Monster Kuno di depannya.


Monster Kuno di depannya adalah gurita berbadan manusia, yang tentakelnya sangat besar dan bukannya memiliki kantong penghisap, pada bagian tentakelnya terdapat duri-duri tajam yang mampu menghancurkan bintang.


Bagian manusianya merupakan wanita dengan rambut hitam panjang yang menutupi dada, dan kedua tangannya bisa menumbuhkan kuku tajam.


Baru saja terlepas dari Rantai Dewa, Monster Kuno itu langsung mengayunkan tangannya yang sudah tumbuh kuku panjang berwarna hitam.


Bang!


Dentuman keras terdengar ketika serangan Monster Kuno menghantam pelindung Profound Ark, mengakibatkan terjadinya gelombang udara yang menimbulkan gejolak pada air laut.


Seperti termakan oleh amarah, Monster Kuno tidak berhenti meski serangannya tidak menggores pelindung Profound Ark. Ia menggunakan semua tentakelnya untuk melilit Profound Ark hingga semua tentakel saling menumpuk dan menekan.


Crack!

__ADS_1


Terdengar suara retakan beruntun, tapi bukan pelindung yang retak, melainkan jarum pada bagian tentakel karena tidak mampu menghancurkan pelindung Profound Ark. Pelindung ini berbasis pada kekuatan Lin Chen, dan tentunya tidak mampu untuk dihancurkan oleh Heavenly Realm.


Lin Da Zixuan mengamati dengan saksama tanpa berkedip, dan terlihat ada api yang menari-nari di matanya menjelaskan tekad yang membara. Ingin sekali rasanya kuat seperti Ayah, lalu bertarung melawan Monster Kuno.


Monster Kuno membuka mulutnya dan mengeluarkan suara yang menggetarkan lautan. "Manusia sialan, aku akan membunuhmu dan meledakan Dimensi Ruang ini!"


Monster Kuno melepaskan semua tentakel yang melilit, agar memudahkan dirinya untuk melepaskan serangan lain. Ia membuka mulutnya yang mampu menelan sebuah pulau, mulut itu mencoba mendekati Profound Ark dan menelannya.


Sangat gelap tanpa adanya cahaya, tapi Lin Chen bisa melihatnya dengan jelas jika Monster Kuno mulai melepaskan miasma beracun yang mampu melelehkan apa pun. Namun, perlu diingat, ini adalah pelindung yang terbuat dari Energi Dewa, sehingga tidak mungkin untuk menghancurkannya!


Lin Da Zixuan mencatat semua yang dilihatnya, ia tahu bahwa setiap Monster Kuno memiliki serangan yang berbeda, tapi hampir semuanya memiliki fisik yang luar biasa.


Chakram Dewa kembali muncul mengelilingi Profound Ark, yang kemudian berdengung seraya terus membesar sampai membelah kepala Monster Kuno.


Byurr...


Monster Kuno terjatuh setelah kehilangan kehidupan dengan kepala yang terbelah; Monster Kuno lain terlihat takut, itu ditandai dari wajahnya yang terlihat pucat dan ada sedikit getaran pada Rantai Dewa.


Darah segar mulai mengalir deras menambahkan perubahan warna pada lautan yang sebelumnya tidak terlalu gelap, tapi sekarang sudah berubah total dengan bau amis yang menyengat dari lautan.


Bahkan, ada uap yang terlihat keluar dari lautan dan itu memancarkan aura kuat yang menambahkan gejolak pada laut.


Dewi Kuxing tidak bodoh hanya menunggunya datang ke sana, pastinya menggunakan berbagai cara untuk menembus Lord Realm. Jika ia terlambat, maka semuanya akan berakhir dan semua usahanya selama ini akan sia-sia.


Lin Da Zixuan berpikir sejenak tentang Monster Kuno yang baru saja mati. Ia samar-samar merasakan adanya energi yang berlawanan atau mematikan bagi Monster Kuno, ia tahu monster tidak mudah dibunuh karena memiliki Inti Monster dan Inti Jiwa, tapi Ayahnya sangat mudah melakukannya.


Dari pemikirannya, Lin Da Zixuan dapat menyimpulkan bahwa serangan Ayahnya yang terlihat sederhana, tapi memiliki perhitungan yang luar biasa. Serangan tadi langsung mengirimkan energi yang kuat ke dalam Inti Jiwa dari Monster Kuno agar berhenti beregenerasi maupun hancurnya kesadaran.


Lin Da Zixuan mendongak, menoleh ke belakang. "Ayah, tolong lepaskan semua Monster Kuno."


Lin Chen tersenyum ringan ketika mendengar permintaan dari Lin Da Zixuan, ini adalah saatnya untuk serius. Tapi tidak seperti yang diharapkan, semua Monster Kuno tidak bergerak sekalipun; mereka gemetaran ketakutan.


Lin Da Zixuan terlihat kecewa, karena tidak ada satu pun Monster Kuno yang berani bergerak. "Ayah, bunuh mereka."


Dengan senang hati Lin Chen menerima permintaan dari Lin Da Zixuan. Ia mengangkat tangannya untuk menghancurkan semua Monster Kuno yang ada, tapi saat itu juga Monster Kuno bergerak ke segala arah untuk kembali bersembunyi di dalam lautan.

__ADS_1


Lin Chen tidak membiarkan mereka melarikan diri darinya dan hanya dengan lambaian tangannya; Chakram Dewa bermunculan di langit dan mengubah warnanya.


Whooooosh!


Chakram Dewa melintas seperti sebuah piring terbang yang bergerak ke sana-kemari dengan kecepatan bagaikan cahaya. Monster Kuno yang dilewati oleh Chakram Dewa akan langsung terbunuh hingga terbakar menjadi abu.


Dengan ini, Monster Kuno di dalam Dimensi Ruang Leluhur Yang sudah habis terbunuh tanpa meninggalkan satu pun. Akhirnya alasan mengapa ia datang ke sini akan ia kerjakan, yaitu membunuh semua Earth Realm yang datang lebih awal.


***


3.750.000 Mil dari Laut Si de


Setidaknya ada 9 Earth Realm yang datang, mereka adalah Lao Tzuxan, Guo Annbi, Yao Xuanma, Kaisar Qing, Raja Qiuran dan Penatua yang datang bersama.


Kesembilan orang itu sedang berusaha melewati lautan lahar panas untuk menyeberang ke gunung api di tengah-tengahnya; di sana ada aura kuat yang dirasa adalah harta Bumi dan Langit, harta yang tercipta secara alami dan bukan karena manusia.


Ada pusaran cahaya yang berada jauh dari 9 Earth Realm dan terlihat Profound Ark yang keluar darinya. Profound Ark itu milik Lin Chen yang sudah membunuh Monster Kuno di Laut Si de.


Kedatangan mereka tidak disadari karena tidak datang di dekat 9 Earth Realm, melainkan di pegunungan hijau yang berbatasan dengan laut lahar panas.


Lin Chen yang berada di bagian depan Profound Ark, sedang menggendong Lin Da Zixuan agar bisa melihat dengan jelas. Perhatiannya tertuju pada Giok Wali Kota yang dibawa Qing Yuwen, yang sedang berdiri di tepi antara tanah berbatu dan lahar panas.


Qing Yuwen mengangkat Giok Wali Kota dan memberinya energi. "Keluarlah!"


Lahar panas mulai bergolak lebih keras dari sebelumnya, bahkan meledak-ledak sampai menyembur ke langit; ada pula yang mulai naik seperti ada yang bangkit dari dalam lahar. Hingga saat lahar itu kembali turun, terlihat ada jembatan batu yang muncul bertahap sampai ke gunung api di tengah-tengahnya.


Mungkin akan lebih cepat jika terbang, tapi ada tekanan yang tidak mampu ditahan oleh 9 Earth Realm, membuat mereka mencari jalur lain. Jika saja mereka tidak membawa Giok Wali Kota, mereka tidak akan bisa bergerak sampai sejauh ini.


Lin Chen melihatnya dengan jelas, tapi tidak mengambil tindakan dengan segera. Ada pemikiran lain yang terlintas saat melihat 9 Earth Realm yang sedang melangkah melewati tangga bersama, akan sangat menyenangkan jika membiarkan mereka mengambil harta, lalu bunuh saat sudah keluar dari sana.


Jika melakukan hal itu, pastinya akan sangat menyakitkan bagi mereka karena sudah bersusah-susah mendapatkan harta, tapi hartanya tidak bisa mereka miliki dan malah mendapatkan kematian.


Memikirkannya saja sudah membuat Lin Chen tertawa.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2