
Bintang Qiang, Semesta Yongheng
Semua kehidupan di Semesta Yongheng bergetar ketakutan selama beberapa jam lamanya ketika aura penindasan yang tak terbayangkan memborbardir mereka, bahkan bintang-bintang kecil yang tidak memiliki pertahanan, meledak tanpa meninggalkan jejak karena tidak bisa menahan auranya.
Banyak yang berpikiran jika Alam Semesta akan hancur dan ini adalah akhir dari segalanya. Tapi, tidak lama kemudian, getaran itu menghilang dan kembali tenang.
Luo Yi yang berada di halaman depan gubuk kecil di pinggiran Kota Chen dengan kedua tangan di kepala, menengadahkan kepalanya melihat langit. "Apa yang terjadi?" Ia mengerutkan keningnya, merasakan bintang-bintang di luar Bintang Qiang sudah pulih. "Apakah Chen'er mengembalikan semuanya?"
Luo Yi terdiam sejenak, tapi setelah memikirkannya cukup lama, ia tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Hingga akhirnya memilih untuk pergi ke Pohon Dewa—mendatangi Lin Zhian di sana.
Lin Zhian dan Luo Yi, meski sudah cukup lama setelah mereka mengundurkan diri dari pengurusan Sekte Chenlong dan Bintang Qiang. Kedudukan mereka berdua tetap berada di atas segalanya, Patriak, Penatua, Leluhur, Penasihat; mereka semua harus menghormati atau setidaknya mendengarkan ucapannya dan tidak boleh memotong saat berdiskusi.
Alasan mengapa Lin Zhian dan Luo Yi mengambil gubuk kecil di pinggiran Kota Chen, itu adalah untuk menenangkan pikiran mereka tanpa harus mendengarkan kebisingan kota dengan cara menanam sayur dan beternak.
Dari segi kekuatan, Lin Zhan dan Luo Yi sudah menerobos Heavenly Realm tahap Akhir.
Perlu diketahui, di Semesta Yongheng hanya ada 4 Heavenly Realm dan 10 Earth Realm. Itu jika Lin Chen, Yan Xue, Xue Ying dan Dewi Kuxing tidak dimasukkan dalam daftar pembudidaya terkuat.
Tidak butuh waktu lama untuk Luo Yi sampai, bahkan hanya dengan beberapa tarikan napas, sudah cukup baginya untuk tiba di Pohon Dewa.
Ketika tiba di Pohon Dewa, Lin Huang secara khusus datang di hadapan Luo Yi bersama Bing Lan Ran, dengan badan membungkuk dan menangkupkan kedua tangan. "Salam, Bibi Yi."
Luo Yi tersenyum tipis menepuk pundak Lin Huang dan bertanya, "Apakah ada pergerakan dari Chen'er, Xue'er, Yi'er dan Yin'er?"
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Lin Chen, Yan Xue, Xue Ying dan Dewi Kuxing telah lama meninggalkan Bintang Qiang. Kemudian yang berada di Pohon Dewa hanyalah klon yang ditinggalkan, tapi tidak ada seorang pun yang berani datang ke sana untuk melihatnya kecuali Lin Zhian, Luo Yi, Yan Zhong dan Ji Yue Ling.
Lin Huang mendongak seraya menegakkan tubuhnya. "Saya hanya merasakan gelombang energi yang lebih kuat dari energi spiritual dari Sepupu, tapi setelah itu, energinya kembali tenang ..."
Jeda sejenak, kemudian Lin Huang menambahkan, "Mungkin, Sepupu menggunakan kekuatannya untuk meredakan Semesta Yongheng."
Luo Yi menganggukkan kepalanya, kemudian menengadah melihat Pohon Dewa. "Di dalam sedang ada pertemuan, apakah kau tidak pergi ke sana? Bagaimanapun, kau adalah Patriak."
Lin Huang tersenyum pahit kemudian terkekeh. "Bibi tahu, kan? Saya tidak hebat dalam memimpin, saya bahkan tidak berniat untuk menjadi Patriak. Jadi, saya meminta Ayah yang menggantikan saya dalam pertemuan, dan menyambut kedatangan Bibi."
Luo Yi menganggukkan kepala seraya menepuk-nepuk kepala Lin Huang. "Bibi ingin menemui Chen'er, apakah kalian berdua mau ikut?"
"Bolehkah?" Lin Huang sudah sangat lama ingin datang ke dahan Pohon Dewa, tapi tidak pernah bisa datang, bahkan meski sudah menjadi Patriak.
Banyak dahan di pohon, tapi ada beberapa yang tidak boleh didatangi.
Luo Yi tersenyum, kemudian mereka bertiga berpindah dalam sekejap.
__ADS_1
Pandangan mereka berubah, melihat Lin Chen, Yan Xue, Xue Ying dan Dewi Kuxing yang duduk bersila, membelakangi mereka.
Lin Huang dan Bing Lan Ran merasakan perbedaan aura spiritual di sini yang lebih tebal, mungkin 100 kali lebih kuat, dan perlu diketahui, aura spiritual di Kota Chen setidaknya 100.000 kali lebih kuat dari Benua Bumi dari Alam Immortal.
Luo Yi datang menghampiri Lin Chen seraya berkata, "Chen'er, apakah kau bangun?"
Lin Chen membuka matanya perlahan, kemudian berdiri dan berbalik. "Ada apa, Ibu? Sudah enam tahun aku tidak bertemu Ibu. Aku, mohon maaf." Ia membungkukkan badannya.
Luo Yi tersenyum saat membantu Lin Chen untuk berdiri, kemudian memberikan kecupan hangat di dahi dan kedua pipinya.
Terlihat, bekas lipstik yang menempel di wajah Lin Chen karena mendapatkan kecupan. Jika ada Hua Jia Ran, Wang Ji Fei, Long Xia Yun, Guang Li Xiqing dan Ji Yue Ling—wajahnya akan merah karena lipstik.
"Di mana Nenek, Nenek Buyut dan Yue Mu?" Lin Chen tidak merasakan mereka ada di Bintang Qiang.
"Nenek kembali ke Kekaisaran Roh, Ibu pergi dengan Ayah untuk berpetualang bersama. Li Xiqing dan Yue Ling sedang memancing bersama dengan suami mereka." Luo Yi kembali mengecup pipi Lin Chen. Ia sangat senang masih bisa bertemu dengan putranya, karena kembar bepergian dari Bintang Qiang, dan itu membuatnya kesepian.
Guang Li Xiqing sudah mendapatkan suaminya yang sebelumnya telah terbunuh, itu karena Lin Chen memaksakan kehendaknya, mengekstrak semua pecahan jiwa yang tersebar di seluruh Semesta Yongheng, dan tentunya mendapatkan serangan balik karena pada awalnya suami Guang Li Xiqing sudah benar-benar terbunuh tanpa meninggalkan jiwa.
Lin Chen sedikit terganggu dengan kecupan tiada henti, tapi tetap menerimanya.
Hingga, Luo Yi mengalihkan perhatiannya pada Xue Ying. "Yi'er, bangun jika kau di sana."
Luo Yi mendatangi Xue Ying dengan panik. "Ada apa?"
Lin Chen mengabaikannya, dan memilih untuk pergi ke arah Lin Huang dan Bing Lan Ran. Sudah lama sejak mereka berkomunikasi, terakhir kali adalah saat Bintang Qiang terbentuk, dan seterusnya ia sangat sibuk dengan kultivasi serta masalah-masalah yang berdatangan dan harus diselesaikan, apalagi hanya ia yang bisa menyelesaikannya.
Xue Ying terdiam, tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan itu. Bagaimanapun, ia tidak tahu peraturan di Alam Tiantang, apakah dibolehkan atau tidak untuk memberi tahu masalah itu pada manusia di Alam Semesta.
"Kami habis datang dari pertempuran terakhir. Cukup berat, tapi untungnya pihak kami tidak ada korban, bahkan meski banyak kematian, mereka semua bisa hidup kembali." Lin Chen kembali mendatangi Luo Yi, menggantikan Xue Ying dalam melakukan penjelasan. "Kebetulan, Yi'er melindungi banyak orang, karena itulah dia terluka."
"Oh?!" Luo Yi terpana, lalu memalingkan wajahnya dari Lin Chen untuk menatap Xue Ying kembali. "Putri kecil Ibu sangat berjasa, apakah ada yang sakit?" Ia mencubit pipi Xue Ying.
Xue Ying mengeluh. "Ibu, Yi'er bukan lagi anak kecil, secara usia, Yi'er sudah hidup lebih dari tiga puluh juta tahun."
Luo Yi terkekeh kecil, tetapi tidak membalasnya. Kemudian tatapannya kembali teralihkan pada Yan Xue yang diam seperti patung, bahkan napasnya tidak terdengar.
Seperti melihat melalui pikirannya, Lin Chen kembali duduk di samping Yan Xue. "Xue'er sedang beristirahat, dia sangat kelelahan setelah melawan musuh yang lebih kuat darinya, dan berhasil membunuh lima Lord Realm." Walaupun demikian, ia masih khawatir dengan kondisi Yan Xue.
Ingin membangunkannya segera, tapi tidak baik karena butuh waktu untuk menstabilkan kekuatan yang meningkat tiba-tiba.
"Begitu ..." Luo Yi menganggukkan kepalanya. "Jaga dia baik-baik, jangan pernah menyakitinya lagi, atau Ibu akan memukulmu!" Ia menjewer telinga Lin Chen.
__ADS_1
Lin Chen tidak bisa berkata-kata lagi, tapi tidak melawannya karena sudah lama tidak mendapatkan jeweran dari ibunya, bukan berarti ia suka, hanya saja merasa rindu.
Tiba-tiba...
Aura setingkat Earth Realm datang dari berbagai arah, dan itu adalah Yang Wuxuan, Guang Li Xiqing, Yan Zhong dan Ji Yue Ling.
"Pantas saja aku merasa ada perubahan aura di Pohon Dewa, ternyata Chen'er sudah bangun." Ji Yue Ling melangkah mendatangi Lin Chen seraya melipat kedua tangan di bawah dada, menekankan dadanya yang besar.
"Xue'er?" Ji Yue Ling melihat Lin Chen.
"Tubuh utamanya sedang tertidur karena kelelahan," jawab Lin Chen. Ia tidak perlu menjelaskannya lebih jauh, karena bisa menambah kekhawatiran yang tidak perlu.
Ji Yue Ling menganggukkan kepalanya, kemudian membungkukkan badannya dan memberikan kecupan hangat di dahi Yan Xue. Lalu ia memalingkan wajahnya melihat Lin Chen.
Lin Chen menyadari arti dari tatapan itu, dan hendak menolaknya, tapi sayangnya, Ji Yue Ling menangkap kepalanya, memberikan kecupan yang sangat lama di pipinya.
Lin Chen mengeluh, usianya hampir 70 tahun, tapi masih mendapat perlakuan seperti anak kecil berusia lima tahun, ini sangat memalukan.
Bahkan Lin Huang dan Bing Lan Ran sampai harus mengalihkan pandangan mereka saat menutup mulut untuk menahan tawa.
Lin Chen tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya membiarkannya begitu saja.
Kesembilan orang itu mulai berbincang tentang pertarungan yang dilakukan, tapi tidak mengatakan tentang Alam Tiantang dan Diyu, agar tidak membebani pikiran mereka. Biarkan saja semuanya berjalan dengan normal, adapun masalah Tiantang dan Diyu, biarkan mereka menebaknya sendiri, sama halnya seperti Xue Ying yang mengetahui tentang Alam Tiantang.
Ketika sudah berbincang selama dua jam, Lin Chen berhenti dan mengerutkan keningnya.
Luo Yi tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Ada apa, Chen'er?"
Lin Chen berpikir sejenak, mencari jawaban yang tepat. "Ada tamu penting yang datang, aku memang bisa berbincang dengannya bersamaan dengan kalian, tapi ..."
"Pergilah," ucap Ji Yue Ling.
Lin Chen masih diam, tidak bereaksi. Tapi, setelah semua orang menganggukkan kepala, akhirnya ia menutup matanya perlahan untuk menghilangkan semua Kesadaran Ilahi di tubuhnya yang dipakainya saat ini.
Xue Ying? Ditahan oleh Luo Yi.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1