
Keduanya saling menatap satu sama lain, kemudian menganggukkan kepala bersamaan. Tiba-tiba ada kloning masing-masing yang berdiri bersebelahan, menggantikan mereka berdua untuk berjaga-jaga di Bintang Qiang.
Lin Chen dan Yan Xue berencana pergi secara diam-diam, tidak ingin memberi tahu yang lain karena terlalu merepotkan untuk menjelaskannya, dan tidak ingin terlalu banyak yang mengenai identitas asli Lin Chen.
Untuk memanggil Prajurit Surgawi dan Naga Emas, Lin Chen pergi ke Semesta Shangdi. Belum ada apa-apa di sana, tapi tidak membutuhkan waktu lama untuk menciptakan makhluk hidup.
Lin Chen mengangkat tangannya sampai batas dada, banyak kilauan-kilauan di telapak tangan dengan Esensi Kehidupan berlimpah. "Fiuh..." Ia meniup telapak tangannya.
Kilauan bintang itu terbang ke segala arah, ke seluruh penjuru Semesta Shangdi yang ia ciptakan.
Kilauan bintang yang sudah berada di posisi masing-masing itu mulai meledak, bukan meledak karena hancur, tapi membelah menjadi miliaran bintang yang membentuk galaksi. Jumlah galaksi yang diciptakan di Semesta Shangdi setidaknya lebih dari 2 Triliun, dan aura yang diperlukan untuk menjaga kestabilannya tidaklah sedikit.
Lin Chen menghabiskan 700 Septiliun Point System yang dikonversi menjadi Point Pengalaman, kemudian diubah lagi menjadi energi spiritual.
Lin Chen tidak mengganggap ini sebagai kerugian, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang bisa digunakan untuk memasok energi untuk meningkatkan kekuatannya. Semakin makmur Semesta yang ia jaga, semakin baik manfaat yang ia dapatkan.
Walaupun ingin menjaga Semesta Shangdi agar tetap makmur, Lin Chen tidak bisa sesuka hati meniadakan bahaya di sini. Ia harus menciptakan kehidupan lain seperti Binatang Liar, Hewan Buas, Monster, Binatang Suci dan Manusia.
Binatang Suci di Semesta Shangdi tidak seperti di Semesta Yongheng: Kupu-kupu Surgawi, Macan Taring Pedang, Merpati Tujuh Warna, Kuda Sayap Elang, Kelinci Tiga Warna, Lebah Perak, Semut Emas.
Binatang Suci di Semesta Shangdi adalah: Phoenix, Rubah Ekor Sembilan, Unicorn, Naga, Kirin dan lain-lain.
Gumpalan cahaya lain terbentuk di telapak tangannya dan saat ia tiup seperti sebelumnya, kilauan cahaya berbeda warna itu pergi ke bintang-bintang yang sudah tersebar. Setiap ras, setidaknya memiliki 100 awalan yang nantinya akan berkembang.
Ketika semuanya sudah selesai, Lin Chen memikirkannya lagi bahwa tidak baik pergi melalui Semesta Shangdi, karena di sini tidak termasuk dalam Tiga Alam. Bagaimanapun, Semesta Shangdi ada karena kekuatannya.
Akhirnya, Lin Chen kembali ke Semesta Yongheng, yang pada saat mereka kembali, waktu di sana berhenti dan pergerakan semua makhluk pun berhenti.
"Maaf, kita malah kembali lagi. Aku merasa di sini adalah tempat yang cocok untuk pergi ke Alam Tiantang." Lin Chen menoleh ke kiri menatap Yan Xue.
Yan Xue menggelengkan kepala, tersenyum dan kemudian berkata lembut, "Tidak, asalkan bersama Gege, ke mana pun Xue'er akan tetap bahagia."
Lin Chen tidak bisa menahan senyum ketika melihat bagaimana Yan Xue merespon, ingin sekali kembali ke kamar dan menunda keberangkatan mereka. Tapi, ia tidak bisa melakukannya karena sudah berjanji akan pergi ke Alam Tiantang hari ini.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya seperti menopang langit luas, tiba-tiba ada fluktuasi energi yang sangat kuat bahkan lebih kuat dari kemunculan pertamanya di Semesta Kongxu.
Cahaya emas berkumpul di atas kepalanya dan terbelah dua seperti sebuah Gerbang Dimensi. Terlihat ada tangga emas dengan 9.999 anak tangga yang mengarah turun ke Lin Chen dan Yan Xue.
Dari dalam Gerbang Dimensi, terlihat ada makhluk-makhluk: Prajurit Surgawi yang berdiri di samping Gerbang Dimensi, kemudian berlutut; Hou Yi, pemuda berambut hitam yang mengenakan zirah merah dan membawa busur panah; Chang'e, wanita muda berambut hitam indah mengenakan hanfu seperti warna rembulan.
Tai Huang, Tian Huang, Tian Guan, Wu Lao, mereka termasuk Dewa yang mengatur tentang atmosfer (bintang, petir, angin, hujan, awan dan lain sebagainya) seperti Hou Yi yang merupakan roh matahari dan Chang'e yang merupakan roh rembulan.
__ADS_1
Raja Naga yang merupakan Naga Emas; kemudian ada juga Hou Tu yang merupakan roh gunung yang menjaga bumi, mengenakan pakaian berwarna cokelat dan memakai topi bertani yang menyembunyikan wajahnya.
Dan 81 makhluk lain yang memiliki tugasnya masing-masing dan mereka berdiri di kiri maupun kanan dari tangga emas. Hanya penjabat yang mengatur Alam Diyu saja yang tidak datang, karena mereka mulai memberontak melawan Alam Tiantang.
Lin Chen yang melihat ini sedikit terkejut dalam kejutan, terutama saat melihat Chang'e yang memiliki penampilan sama seperti Yue Chang'e, murid dari Long Xia Yun. Jika mereka berdua berdiri bersebelahan, tidak aneh jika ada yang mengatakan bahwa mereka berdua kembar.
Yan Xue gugup ketika melihat semua makhluk yang agung sedang berdiri di kiri dan kanan tangga emas, menunggu kedatangan mereka.
Lin Chen menghirup napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Lalu ia mulai menaiki anak tangga dengan membawa Yan Xue di samping kirinya.
"Selamat datang, Yang Mulia Kaisar Giok dan Permaisuri Surga!"
Yan Xue terlihat tidak bisa menahan kejutan saat mendengar ada yang memanggilnya dengan sebutan Permaisuri Surga.
Lin Chen tersenyum tipis saat menaiki anak tangga emas; tidak merasakan lelah saat menaikinya, melainkan perasaan kekuatannya yang terus meningkat.
Yan Xue sedikit tertekan saat menaiki anak tangga, tapi setelah melewati anak tangga kesembilan, ia tidak lagi merasakan tekanan yang membebani tubuhnya. Bahkan, langkah kakinya mulai ringan dan samar-samar ada Mahkota Permaisuri di atas kepalanya.
Keduanya melangkah perlahan dan setidaknya memakan waktu lebih dari satu jam untuk sampai di depan Gerbang Emas dengan bertuliskan 天堂 atau Tiantang dengan warna yang sama, hanya saja kilauan cahayanya lebih terang.
Prajurit Surgawi, Raja Naga Emas dan 87 Dewa maupun Dewi lainnya masih menundukkan kepala dengan badan membungkuk. Mereka tidak akan mengubah posisinya sampai Kaisar Giok dan Permaisuri Surga masuk ke Gerbang Tiantang.
Lin Chen dan Yan Xue berhenti untuk sementara waktu, menoleh ke belakang untuk melihat Semesta Yongheng sebelum akhirnya memasuki Gerbang Tiantang.
***
Alam Tiantang
Tempat tersembunyi di Alam Tiantang yang tertutupi oleh kumpulan awan yang padat, sampai tidak bisa ditembus oleh mereka yang tidak mendapatkan izin. Jauh di dalam kumpulan awan, ada kuil kecil berwarna merah seperti kayu secang dan bergaya dengan nuansa China tradisional.
Jika kuil yang memiliki pintu kembar berwarna merah pada bagian pinggir dan cokelat pada bagian tengah dibuka, akan terlihat tiga pria tua yang nampak segar sedang duduk dan membawa benda di tangan masing-masing.
Mereka adalah Sanqing atau Tiga Dewata Murni.
Yuanshi Tianzun mengenakan pakaian berwarna biru, duduk di atas zabuton atau bantal duduk dengan delapan tingkatan, membawa tongkat putih yang bagian atasnya seperti kepala naga dengan permata. Itu adalah Permata Penciptaan! Menegaskan fungsinya menciptakan alam semesta dari kekosongan dan kekacauan.
Lingbao Tianzun mengenakan pakaian berwarna merah, duduk di atas zabuton dengan tujuh tingkat yang berada di sebelah kiri Yuanshi Tianzun, membawa tongkat berwarna biru dan seperti ada gulungan kain di tengahnya. Itu adalah Tongkat Ruyi! Menampilkan otoritas: tahap kedua dalam Penciptaan adalah saat Yang dipisahkan dari Yin serta Hukum Segala Sesuatu ditetapkan pada tempatnya masing-masing.
Daode Tianzun mengenakan pakaian kuning, duduk di atas zabuton dengan enam tingkat yang berada di sebelah kanan Yuanshi Tianzun, memegang kipas yang menyimbolkan selesainya Penciptaan, dan posisi mengipas mempresentasi tindakan menyebarkan Tao ke seluruh umat manusia.
Ketiganya membuka matanya perlahan secara bersamaan, merasakan adanya perubahan signifikan pada Alam Tiantang.
__ADS_1
"Apakah kau merasakannya?" Lingbao Tianzun menoleh ke kanan melihat Yuanshi Tianzun.
Daode Tianzun menganggukkan kepala, kemudian berkata dengan suara sedikit serak, "Iya, setelah sekian lama, akhirnya Kaisar Giok telah kembali."
Yuanshi Tianzun tersenyum tipis, menganggukkan kepala dan sedikit tertawa, "Bocah itu akhirnya kembali. Dia telah menjalani sembilan reinkarnasi dan sepuluh kehidupan. Sepertinya, dia melakukannya di saat-saat terakhirnya saat mempertahankan Energi Abadi di Alam Tiantang."
Daode Tianzun mengerutkan keningnya. "Sembilan reinkarnasi? Apakah dia ingin menjadi seperti Buddha?"
"Mungkin ..." Lingbao Tianzun menganggukkan kepalanya, kemudian menambahkan, "Bagaimanapun, dia dan Permaisuri Surga adalah murid dari Dao Zu."
Yuanshi Tianzun menganggukkan kepalanya. "Dia ingin merasakan delapan penderitaan manusia, tapi dia hanya empat bereinkarnasi menjadi manusia atau ras berakal. Lima lainnya menjadi sapi, daun bawang di tanah bersalju, meski begitu, dia tetap dapat merasakan delapan penderitaan manusia ..."
"Sekarang, setelah mendapatkan kehidupan yang kesepuluh, dia benar-benar menjadi Kaisar Giok Abadi. Kekuatannya tidak terbatas, dan aku merasa dia bisa menciptakan Semesta."
Lingbao Tianzun tidak bisa tidak takjub dengan Kaisar Giok. "Dia melakukannya hanya karena ingin memastikan manusia tetap dalam kebaikan, menjaga manusia dan memusnahkan kejahatan."
Ketiganya teringat akan Yu Huang Da Di saat masih kecil dan belum mendapatkan gelar 'Da Di'. Saat itu Yu Huang sebenarnya merupakan putera mahkota Negeri yang Bercahaya Terang Benderang dan Elok penuh Suka-cita.
Raja dan Permaisuri telah berusia lanjut, tetapi belum memiliki putra sebagai penyambung keturunan dan melanjutkan takhta kerajaan. Selama bertahun-tahun mereka berdoa kepada Thian, hingga suatu malam Permaisuri bermimpi bertemu dengan Tai Shang Lao Jun yang sedang mengendarai kereta naga emas. Ia sedang menggendong anak kecil yang bercahaya, sang Permaisuri memohon agar bayi itu diserahkan kepadanya.
Tai Shang Lao Jun adalah gelar resmi Taiqing, Yang Murni Agung, Daode Tianzun.
Saat kelahirannya, Yu Huang memancarkan cahaya luar biasa yang memenuhi seluruh kerajaan.
Saat masih muda, dia sangat baik, pandai, dan bijak. Ia mengisi seluruh masa kanak-kanaknya dengan menolong yang membutuhkan (yang miskin dan menderita, yang ditinggalkan dan sendirian, yang lapar dan lumpuh).
Yu Huang tidak membeda-bedakan, menolong dan berbaik hati pada manusia dan semua makhluk.
Yu Huang yang naik takhta, memastikan setiap orang di kerajaannya menemukan kedamaian dan tercukupi. Kemudian mengatakan pada para menterinya bahwa dia ingin mempelajari Tao di atas Tebing Terang dan Harum.
Setelah 1.550 kalpa, tiap kalpa adalah sepanjang 129.600 tahun, dia menerima Keabadian Emas. Setelah seratus juta tahun pelatihan selanjutnya, akhirnya dia menjadi Yu Di atau Kaisar Giok, kemudian kembali ke Alam Tiantang untuk memenuhi tugasnya.
Membutuhkan 300.880.000 tahun untuk menjadi Kaisar Giok.
Daode Tianzun memainkan janggut putihnya yang panjang. "Bocah kecil yang aku bawa menaiki kereta emas, hanya membutuhkan tiga ratus juta tahun untuk menjadi Kaisar Giok. Kekuatannya yang sekarang terus meningkat, aku tidak sabar untuk melihatnya."
Yuanshi Tianzun menganggukkan kepalanya dan memainkan janggutnya. "Begitu pun denganku, tapi kita tidak boleh keluar dari tempat ini, karena bisa menggemparkan seisi Alam Tiantang. Kita akan menunggunya datang kemari." Ia menutup matanya perlahan.
Lingbao Tianzun dan Daode Tianzun juga menutup matanya, dan suasana kuil menjadi hening seperti tidak pernah ada obrolan di dalamnya.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...