Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 089 : Melakukannya


__ADS_3

Chongqing Hot Pot, itu adalah makanan pedas yang disiapkan oleh Luo Yi untuk dimakan bersama. Banyak bahan-bahan makanan yang juga sudah disiapkan, seperti kembaran daging, jamur enoki, tofu, bakso, mie, sayuran, lembaran tipis ikan, udang, dan lain sebagainya.


Masakan yang bisa dibilang tidak cocok untuk wanita yang merawat diri, karena memakan makanan berminyak, terlebih lagi Luo Yi yang hamil.


Lin Chen mendongak menatap Luo Yi yang berada di seberang meja. "Apakah Ibu tidak salah?" Ia khawatir jika makanan ini berefek pada Ibunya.


Luo Yi menggelengkan kepalanya dan mengambil mie yang sudah matang. "Tidak, lagi pula ini permintaan dari bayi kecil di perut Ibu."


Lin Chen hanya diam menatap Luo Yi, mulutnya juga sedikit terbuka dengan omong kosong dari Ibunya itu. Nutrisi Ibunya sangat terjaga dengan baik, jadi tidak mungkin ini adalah keinginan dari bayi. Kecuali, memang karena Ibunya yang ingin memakan hidangan seperti ini.


Lagi pula, menurut ilmu medis, keinginan bayi adalah perubahan hormon dari ibu hamil atau kurangnya nutrisi tubuh, sehingga ada keinginan yang bangkit untuk memakan makanan tertentu, mengisi nutrisi yang kurang.


Namun, ia tidak tahu apakah ada keinginan untuk memukul suami, semoga saja tidak ada agar Yan Xue tidak memukulnya.


"Chen'er juga harus makan yang banyak." Luo Yi sedikit berdiri dan meletakkan beberapa makanan di dalam mangkuk Lin Chen. "Yi'er juga." Ia memberikannya pada Xue Ying di sebelahnya.


Sembilan orang itu makan bersama dan tidak keluar dari ruangan, sampai langit berubah jingga, menandakan bahwa Matahari sudah tenggelam di ufuk barat, barulah mereka keluar dari ruangan dan pergi ke tempat masing-masing.


Hua Jia Ran yang merupakan Permaisuri dari Ras Roh juga tinggal di Pohon Dewa dan tidak kembali ke Bintang Jingshen untuk menemui Wang Xi Zhang. Ia sudah merasa sangat betah tinggal di Bintang Qiang, karena bisa bertemu dengan semua keturunannya.


Untuk Wang Xi Zhang, harus berada di Bintang Jingshen mengurus pekerjaan yang menumpuk dan tanggung jawab atas perbuatannya terhadap Lin Chen puluhan juta tahun lalu, dengan mengirimkan orang-orang dari Ras Roh untuk mengembangkan Bintang Qiang, tentunya setelah melewati seleksi ketat.


***


Kamar Lin Chen


Lin Chen keluar dari kamar mandi bersama dengan Yan Xue yang ia bawa di kedua tangan, kemudian menurunkannya perlahan di kasur lebar berwarna merah. Hiasan ini seperti mereka adalah pengantin yang baru menikah.


Ia melepaskan mantel handuk putih yang ia kenakan, memperlihatkan tubuh berototnya yang tidak terlalu besar. Ia merangkak naik ke atas kasur, berada di atas Yan Xue. "Aku akan memakanmu."


Lin Chen membuka mantel handuk yang melindungi tubuh Yan Xue, memperlihatkan dua gunung kembar yang tidak muat di dalam genggamannya. Kulit istrinya juga semakin halus, lembut dan ada aroma bunga yang menempel dipermukaan kulit.


Jilatan-jilatan kecil ia berikan pada telinga Yan Xue, dan secara bergantian mengigit dua tombol berwarna merah muda yang sangat menggoda itu.


Tangan kirinya juga bergerak memainkan jari-jarinya pada bagian bawah, tentunya melakukannya dengan lemah lembut agar tidak melukai atau membuat Yan Xue merasa sakit.

__ADS_1


Yan Xue tidak henti-hentinya mengeluarkan suara merdu yang sangat menggoda, membuat suasana di dalam kamar semakin romantis dan pemanasan yang dilakukan semakin intens.


Ketika semuanya sudah cukup dan Lin Chen hendak memasukkan pedang ke dalam sarungnya, Yan Xue menahannya, lalu memainkan pedang itu dengan kedua tangan.


"Cukup." Lin Chen menahan tangan Yan Xue, kemudian memasukkannya.


Karena mereka melakukannya untuk memiliki keturunan, bukan kebutuhan, maka Lin Chen memperlakukan Yan Xue lebih lembut lagi dari sebelumnya.


Lin Chen memeluk Yan Xue, menggunakan lengan bawahnya sebagai bantal bagi Yan Xue. Tangan kirinya memainkan gunung, dan ia juga mencium leher maupun bibir istrinya itu.


"Puah..." Yan Xue bisa bernapas kembali setelah Lin Chen berhenti mencium bibirnya.


"Aaaahhh..." Yan Xue tidak bisa menahan suaranya lagi karena Lin Chen tidak menciumnya, terlebih lagi lehernya terus saja dicium.


Keduanya terus melakukannya tanpa henti, hingga hampir dua jam, pelukan Lin Chen semakin erat.


"Bersiap-siap." Lin Chen membisikkan ucapannya di telinga Yan Xue, dengan gerakan pinggulnya yang semakin cepat.


Dengan napas berat, Yan Xue berucap, "Bersiap ... untuk ap— uuuhhh..." Ia mengerang panjang saat ada rasa hangat di dalam perutnya.


"Chen ... Gege ... aauhhh..."


Lin Chen melakukannya kembali tanpa memberikan kesempatan Yan Xue untuk mengambil napas atau beristirahat, meski untuk beberapa menit.


Keduanya tidak melakukannya satu atau dua kali, melainkan berkali-kali dari selesai makan malam sampai pagi. Menggunakan berbagai macam gaya, namun akan berganti lagi dengan Yan Xue berada di bawah saat masa-masa tertentu.


Lin Chen membiarkan Yan Xue tidur karena sangat kelelahan, terlihat juga kasur yang sudah sangat basah karena keringat. Ia beranjak turun dari tempat tidur, berjalan menuju pintu keluar tanpa mengenakan pakaian untuk membersihkan tubuhnya.


Walaupun di dalam batang pohon, tentunya semua orang di dalamnya tidak tinggal di satu tempat. Di dalam rongga batang pohon ini sangat luas dan ada bangunan-bangunan tersendiri, lalu ada juga bangunan yang gunakan untuk pertemuan ataupun kumpul-kumpul keluarga.


Lin Chen membasuh tubuhnya dan menggosok gigi, lalu berendam di air panas yang sudah ditambahkan dengan beberapa herbal berkualitas. "Sepertinya aku terlalu berlebihan."


"Sudah bangun? Kenapa tidak beristirahat sebentar lagi?" Lin Chen menoleh ke belakang melihat Yan Xue yang membawa selembar handuk putih.


Yan Xue menggelengkan kepalanya, lalu duduk di kursi kecil untuk membasuh tubuhnya. "Tubuh Xue'er lengket akan keringat, tidak nyaman untuk tidur."

__ADS_1


Lin Chen beranjak naik dari kolam kecil, berjalan menghampiri Yan Xue dari belakang dan membantunya untuk membersihkan tubuh. "Kita hanya memiliki waktu satu jam lagi, sebelum makan bersama dengan yang lain."


Yan Xue mengangguk kecil tanpa bersuara tidak menjawab ucapan Lin Chen. Bahkan ia mencoba untuk menahan suaranya agar tidak keluar karena tangan suaminya yang nakal itu, membuatnya sedikit kesusahan untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah cukup bersih, keduanya kembali berendam di air hangat.


Yan Xue menyandarkan badannya pada dada Lin Chen yang duduk di belakangnya. "Apakah dengan begini Xue'er sudah hamil?" Ia mendongak menatap Lin Chen.


Lin Chen menundukkan kepalanya membalas tatapan mata Yan Xue. "Aku tidak tahu, tapi kita akan melakukannya setiap malam sampai Xue'er mengandung."


Yan Xue tertegun melihat Lin Chen, lalu menundukkan kepalanya seraya memeluk kedua lututnya sendiri. Lalu menutup matanya saat Lin Chen memeluknya dari belakang, ada rasa hangat nyaman yang mengalahkan air herbal.


***


Keesokan Harinya


Lin Chen dan Yan Xue berjalan kaki mengelilingi Kota Chen yang sudah semakin maju, terlebih lagi dengan bantuan Suku Maya Kuno yang sangat hebat dalam hal teknologi. Tapi, teknologi di sini dibatasi agar tidak terlalu mengubah esensi dari Bintang Qiang yang merupakan Pusat Alam Semesta, tempat yang sangat ingin didatangi oleh pembudidaya atau praktisi.


Awalnya tidak ada yang tahu tentang Bintang Qiang, namun setelah mengedarkan rumor atau kejadian tentang hancurnya Bintang Zhuyao, banyak yang ingin datang dan melihatnya secara langsung.


Sekte Chenlong di Daratan Tianhu juga sudah datang berkunjung ke Kota Chen, setelah bergerak melalui jalur udara selama dua bulan penuh. Tapi saat mereka datang, mereka tidak bisa bertemu dengan Lin Chen.


Orang-orang yang dibawanya dari Bumi juga sudah beradaptasi dengan baik di Bintang Qiang, dan sudah bergabung dengan Sekte Chenlong, meski tidak semuanya karena tidak mampu atau takut mengikuti Ujian Penerimaan. Karena tidak bergabung, maka tidak bisa berlatih atau akan tetap menjadi manusia biasa yang berusia pendek.


Lin Chen dan Yan Xue saat ini sudah berada di salah satu rumah makan yang dibangun oleh salah seorang yang ia bawa dari Bumi, kebetulan memang kenalannya dan pernah menjalankan Restoran Bintang 3.


Hanya dalam waktu lima tahun, ia tidak menyangka bisnisnya akan meningkat pesat seperti ini.


Ketika Yan Xue di seberangnya sedang membaca menu, diam-diam Lin Chen membuka System. Alangkah terkejutnya ia saat mengetahui ada tambahan pada Fitur System, yang tidak pernah ia duga-duga akan ada fitur seperti itu.


Luar biasa, hanya itulah yang bisa menggambarkan Fitur System.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2