
Semesta, 314 Semesta di Weiqi memiliki susunan yang hampir sama dan mungkin tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain. Karena itulah saat Lin Chen mengirimkan klon ke Semesta Xinxing, ia tidak merasakan tekanan di sana dan mudah beradaptasi.
Semua persiapan telah selesai, sekarang hanya perlu memilih Semesta mana yang harus ia datangi, karena ia tidak bisa asal memilih yang mungkin berdampak buruk baginya.
Untuk datang ke Semesta Kuxing, ia merasa harus mencapai God Realm tahap Menengah untuk bisa bertahan hidup apabila bertemu dengan wanita sialan yang pernah menendang dan membunuhnya. Meski yang datang ke Ruang Para Dewa hanyalah kesadaran, rasa sakit yang ia rasakan benar-benar nyata.
"Ayah?" Lin Da Zixuan memiringkan kepalanya menatap Lin Chen yang berhenti makan. "Apakah Ayah memiliki rahasia lain yang tidak bisa diberi tahu pada kami?"
Lin Chen tersadar dari lamunannya, lalu tersenyum tipis dan menjawabnya, "Xuan'er tahu, kan? Ada ratusan Semesta, Ayah sedang memikirkan harus datang ke mana terlebih dahulu. Jika Ayah salah mengambil keputusan, mungkin kita bisa berada dalam bahaya."
Lin Da Zixuan yang sudah mulai paham tentang hukum dunia itu mengangguk kecil. Ia sudah bertekad untuk mengikuti jejak Ayahnya, berlatih untuk bertambah kuat agar bisa melindungi orang-orang yang berharga.
"Ayah, karena setiap Dewa memiliki wilayah dan Ayah bisa berpindah. Lalu, bagaimana dengan Semesta Yongheng? Bukankah kita semua dalam bahaya?" Giliran Lin Qiao Jianying yang bertanya, menanyakan pertanyaan yang sangat masuk akal dan tidak pernah ditanyakan oleh orang lain.
Jika ini adalah pertanyaan sebelum bergabung dengan Hitam dan Putih, mungkin ia akan kesulitan untuk menjawabnya dan sangat panik.
Namun kali ini berbeda, Semesta Yongheng sudah dilindungi oleh System, yang mana tidak ada yang mampu memasuki Semesta Yongheng. Ini sudah ia buktikan sendiri, saat ia memasuki Ruang Para Dewa.
Dewa lain selain dirinya sedang berdiskusi saat ia datang ke sana dengan menghilangkan aura, tentunya dengan bantuan System.
Ia mendengar pembicaraan antara 313 Dewa yang terlihat kesal dan marah karena tidak bisa memasuki Semesta Yongheng. Bahkan, Dewa dari Semesta Kuxing, God Realm tahap Akhir juga tidak mampu.
Karena bantuan System juga, kemampuannya dalam menyembunyikan aura keberadaan benar-benar luar biasa, ia bisa menghilangkan keberadaannya sampai tidak diketahui saat menyusup ke pertemuan di Ruang Para Dewa.
Tapi, entah memang karena mereka tidak merasakan auranya, atau mereka hanya berpura-pura, ia tidak tahu hal itu. Karena itulah, ia berencana tidak langsung menuju Top 100 Semesta.
"Jian'er tidak perlu khawatir, Ayah sudah membuat persiapan yang matang sebelum kita meninggalkan Semesta Yongheng." Lin Chen membersihkan pipi Lin Qiao Jianying yang duduk di sebelah kirinya, yang mana di pipinya terdapat saus yang menempel.
"Sekarang, bagaimana latihanmu? Apakah Bibi Ying dan Nenek Yun keras saat melatihmu?"
Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan tersentak, bahkan hampir tersedak karena pertanyaan itu.
Melihat dari ekspresi yang ditunjukkan, Lin Chen mengetahui bagaimana beratnya latihan yang mereka terima.
Mengingat bagaimana cara Long Xia Yun yang melatih, yang bahkan dengan teganya meledakkan tubuhnya ratusan kali sampai melukai Inti Jiwa, sepertinya bukan hal aneh.
Xue Ying juga terkenal kejam saat melatih, bisa dengan tenang melepaskan serangan pada siapa pun yang tidak menyelesaikan latihannya dengan baik. Seperti saat awal-awal pelatihan Pasukan Jinlong, Xue Ying melepaskan hujan panah pada siapa saja yang berada di barisan belakang saat latihan lari.
__ADS_1
"Mengerikan." Tubuh Lin Qiao Jianying gemetaran ketika mengingat latihan yang ia jalani.
"Apakah Ayah harus meminta mereka untuk lemah lembut, atau biarkan yang lain untuk melatih kalian berdua?"
Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan menggelengkan kepala dengan cepat sembari menjawab secara bersamaan, "Tidak!"
Lin Qiao Jianying berdiri di atas kursi. "Meski pelatihan Bibi Ying cukup berat, tapi Jian'er merasa bisa memanggil Naga Putih lebih cepat lagi!" Ia mengangkat tangan kanannya yang membawa sumpit setinggi mungkin.
Lin Da Zixuan yang duduk di seberang itu menganggukkan kepalanya berkali-kali, menegaskan bahwa ucapan Lin Qiao Jianying memang benar.
"Baiklah kalau itu mau kalian." Lin Chen mengulurkan tangannya, memberi daging pada mangkuk Lin Da Zixuan. Lalu mendongak ke kiri menatap Lin Qiao Jianying. "Jian'er, turun, tidak baik berdiri di atas kursi saat sedang makan."
Lin Qiao Jianying turun dan duduk, lalu kembali menyantap hidangan di atas meja.
Lin Da Zixuan tertawa kecil melihat Kakaknya yang terkena teguran dari Lin Chen.
Pikiran Lin Chen kembali terfokus pada Semesta yang ingin ia kunjungi, dan langkah apa yang harus ia ambil saat tiba di sana. Mencari keberadaan Dewa di sana, itu masih terlalu awal.
Biarlah, yang penting pergi dulu, kemudian bisa memikirkan apa yang harus dilakukan. Seperti, membangun sekte untuk membangun kekuasaan di sana, dan setelah membunuh Dewa, aku akan pergi ke Semesta lain untuk membangun sekte lain.
***
Intensitas latihan yang diterima anak-anaknya semakin meningkat dan berat setiap harinya. Ia merasa sangat tidak tega melihat keduanya yang terluka, tapi saat ia meminta mereka berhenti, mereka malah menolaknya dan berlatih lebih giat lagi.
Perubahan sikap mereka yang menjadi semangat berlatih tentunya karena cerita yang Lin Chen beri tahu, dan itu membuatnya merasa bersalah karena membuat mereka berdua seperti itu.
"Sudahlah, Bu." Lin Chen meminta pada Luo Yi untuk berhenti memeluknya, karena ia menjadi pusat perhatian.
"Chen'er akan pergi lama, jadi Ibu ingin memelukmu dulu." Luo Yi mendongak menatap wajah Lin Chen. "Bukankah Chen'er sangat suka saat Ibu memelukmu?"
Lin Chen hanya diam saja tidak bisa mengelak. Ini sangat memalukan karena dilihat oleh adik kembar serta anak-anaknya. Jika saja ia belum memiliki anak, mungkin masih bisa diterima, tapi sekarang berbeda, ia harus terlihat berwibawa.
Ketika Luo Yi sudah selesai memeluknya, Kiki berganti ke Hua Jia Ran, Wang Ji Fei, Long Xia Yun, Guang Li Xiqing, Ji Yue Ling. Tentunya Yan Xue, Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan juga mendapatkan pelukan yang sama.
"Yi'er." Lin Chen masih mencoba membujuk Xue Ying untuk pergi bersamanya.
Xue Ying menggelengkan kepalanya, dan menjawab, "Tidak bisa, Yi'er harus menjaga Guang'er dan Yu'er. Setelah mereka berusia empat belasan tahun, Yi'er baru bisa bergabung dengan Kakak."
__ADS_1
Alasan itu bisa dimengerti, Xue Ying ingin tinggal agar Lin An Guang dan Lin An Peiyu tetap mendapatkan kasih sayang dari seorang kakak. Jika Xue Ying tidak ada, kemungkinan mereka berdua akan kesulitan untuk berlatih, mengingat Luo Yi yang mengambil alih kekuasaan di Bintang Qiang.
Awalnya sudah ditawarkan agar Long Min Zhong dan Wang Ji Fei yang mengambilnya lagi, tapi mereka berdua menolak karena ingin menikmati masa tua.
Lin Chen sendiri tidak menceritakan tentang klon yang ia tinggalkan di dalam Pohon Dewa, jutaan klon yang tersebar di Alam Bawah dan Semesta. Serta patung besar di kedalaman danau yang menyimpan 10% kekuatan murninya.
Lin Chen membuka kedua tangannya, lalu memeluk erat Xue Ying. "Baiklah, tenang saja, aku akan melihat keadaan kalian setahun sekali." Ia menepuk-nepuk belakang kepala Xue Ying.
Xue Ying yang berada di dalam pelukan Lin Chen itu hanya diam dan menganggukkan kepalanya, ada rasa sedih karena harus berpisah dari Kakaknya yang sangat baik padanya. Bahkan meski Lin Chen sudah beristri dan mendapatkan dua malaikat kecil, ia masih mendapatkan kasih sayang dari Kakaknya itu.
Lin Chen melepaskan pelukannya dari Xue Ying, lalu berbalik menuju tempat kosong di dahan Pohon Dewa.
Dengan kedua tangan terangkat di depan dada, angin mulai bertiup kencang dengan fluktuasi energi kuat di depan Lin Chen. Fenomena membuka ruang sudah mulai terkendali, tidak seperti saat kali pertamanya bepergian ke Semesta Xinxing, yang mana menimbulkan ledakan dan badai.
Setiap kedua telapak tangannya hampir menyentuh, fluktuasi energi spiritual di depannya semakin kuat dan perlahan terlihat ada celah ruang berwarna biru.
Bang!
Dentuman yang tidak terlalu keras terjadi ketika dua telapak tangannya benar-benar saling bersentuhan, menciptakan celah ruang yang semakin besar.
Lin Chen menurunkan kedua tangannya, lalu ada dirinya yang lain yang muncul di depannya, berlari memasuki celah ruang.
Celah ruang mulai menutup cukup cepat sesaat setelah klon miliknya memasuki celah, membuat suasana kembali tenang lagi tanpa ada angin kencang yang bertiup.
Lin Chen berbalik melihat semua orang yang datang, lalu sedikit membungkukkan badannya dengan kepala tertunduk dan menangkupkan kedua tangan. "Aku, Lin Chen akan bepergian ke Semesta lain. Bahaya yang mengintai di Semesta Yongheng sudah aku hilangkan, tapi aku tetap meminta kalian semua untuk waspada."
Lin Chen kembali berdiri tegak setelah menyelesaikan ucapannya seraya menggendong Lin Qiao Jianying.
"Kami pergi."
Lin Chen, Yan Xue, Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan mulai bersinar putih, yang kemudian menghilang dengan efek cahaya yang pecah.
Semua orang tidak langsung pergi ketika Lin Chen sudah meninggalkan Semesta Yongheng, mereka masih berdiri di sana untuk beberapa puluh menit, barulah kembali menyelesaikan urusan masing-masing. Namun tidak dengan Xue Ying, yang tetap setia berada di dahan pohon sampai malam hari.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...