
Bintang Xu, Galaxy Fangya, Semesta Xing
Bintang Xu merupakan salah satu bintang terbesar yang ada di Semesta Xing, Semesta No.105 dengan Dewa yang memimpin berada di Ranah God Realm tahap Awal, hampir menembus tahap Menengah.
Bintang Xu juga adalah pusat dari Galaxy Fangya, yang bersinar terang dan dikelilingi oleh Planet-planet di sekitar.
Mungkin ini terlambat, karena para praktisi tidak pernah menyebutkan tempat mereka dengan sebutan Planet, melainkan Bintang.
Jika menurut Ilmu Astronomi, Planet memantulkan cahaya terang dari matahari, yang jaraknya cukup dekat dengan bumi. Sebaliknya, Bintang memancarkan cahayanya sendiri. Tapi menurut para praktisi atau pembudidaya, hanya ada dua istilah, Bintang dan Bintang Terbengkalai.
Untuk pengertiannya, hampir sama.
Dewa Xing adalah Kultivator Pedang, itu terlihat dari senjata yang dibawanya dan dipeluk saat di Ruang Para Dewa, tidak pernah dilepas meski hanya sedetik. Jika ada yang mencoba mengambilnya, ia akan menebas tidak peduli siapa orangnya.
Dari penglihatan Lin Chen, ia menduga Dewa Xing memahami Esensi dari Dao Pedang. Dao Hukuman, Dao Jiwa Pedang, Dao Pembunuh.
Tapi itu hanya tebakan yang tak berdasar, karena tidak pernah melihatnya menggunakan Esensi dari Dao Pedang. Jika ada Hitam dan Putih, mungkin ia masih bisa berdiskusi untuk memikirkan kekuatan apa yang dimiliki lawan.
Semesta Xing, tidak seperti Semesta Yongheng yang terbagi menjadi 3 Alam. Di sini tidak terbagi, hanya ada satu, meski ada pulau datar yang melayang di angkasa luar, dengan air terjun yang jatuh di ujung pulau.
Ketika pertama kali melihat itu, Lin Chen merasa heran dan bingung, namun setelah memikirkannya, itu wajar-wajar saja karena di Dunia Kultivator tidak ada hal yang berada dalam logika.
Untuk ukurannya sendiri tidak perlu ditanyakan, sangat luas!
"Akhirnya sampai." Lin Chen mendarat perlahan di salah satu hutan lebat di Bintang Xu.
Lin Chen menengadahkan kepalanya, melihat awan putih yang bergerak cepat di langit biru. "Tidak ada perbedaan, di Semesta Xinxing, aku menyatu dengan angkasa, sehingga tidak benar-benar tahu keadaan di dalamnya."
Lin Chen yang sudah berada di dalam hutan dan mendarat dengan selamat, tidak langsung mengeluarkan keluarganya yang ada di dalam Ruang Dimensi, karena harus memasukkan energi dari Bintang Xu ke dalam Ruang Dimensi secara perlahan, agar mereka bisa beradaptasi dengan perubahan aura.
"Semua klon tidak berkultivasi, hanya bernapas biasa tapi membantuku untuk mendapatkan Point Pengalaman."
Lin Chen tersenyum ringan, merasa semua penderitaan yang dialaminya selama ini benar-benar terbayarkan. Entah saat berada di Ruang Para Dewa, Alam Selestial dan saat melihat ingatan Chen Hao Ling.
Ia juga bertekad untuk menyelesaikan semuanya sebelum usianya genap satu abad, ia tidak ingin hari-harinya hanya diisi dengan beban pikiran berat dan kekhawatiran.
Bahkan, ia berpikiran untuk menyelesaikannya saat ini juga jika sudah menembus God Realm tahap Puncak.
__ADS_1
***
Ruang Dimensi
Lin Chen menemani Lin Qiao Jianying untuk melatih kekuatan dari Dewa dan Naga, melatihnya dengan perlahan namun pasti tanpa memaksa ataupun menyiksa. Tidak mungkin ia bisa bertindak keras pada putrinya yang sangat lucu dan manis.
Lin Qiao Jianying yang sedang duduk bersila di atas rumput, membuka matanya secara tiba-tiba. "Ayah?" Ia merasakan aura di dalam Ruang Dimensi mulai mengalami perubahan. "Aura di sini berubah."
"Apakah Jian'er merasakannya?" Lin Chen memberikan handuk putih kecil pada Lin Qiao Jianying. "Kita sudah sampai di Semesta Xing."
Gerakan tangan Lin Qiao Jianying berhenti saat mengambil handuk kecil itu. "Benarkah?! Tapi Jian'er tidak merasa kita sudah berpindah." Ia menoleh melihat sekitarnya.
"Tentu saja, kita berada di dalam dimensi yang berbeda. Diri Ayah yang lain sudah sampai, kita harus berada di sini beberapa waktu untuk bisa beradaptasi dengan aura Semesta Xing."
"Begitu." Lin Qiao Jianying mengangguk kecil seraya membersihkan keringat yang membasahi wajahnya. "Kapan kita bisa keluar?"
Lin Chen hanya diam untuk beberapa waktu seraya menggendong Lin Qiao Jianying. "Tergantung seberapa cepat kalian beradaptasi dengan perubahan aura ini. Aura yang Ayah bawa masih satu dari seratus. Jadi, mungkin kita masih harus tinggal beberapa minggu lagi."
Lin Qiao Jianying mengangkat kedua tangannya, mengusap wajah Lin Chen. "Wajah Ayah sangat halus, seperti yang Ibu bilang."
Lin Chen menundukkan kepalanya dengan kerutan di dahi. "Apa hubungannya dengan wajah? Kita sedang membicarakan tentang adaptasi.
"Jangan!" Lin Qiao Jianying sedikit berteriak seraya melingkarkan kedua tangannya di leher Lin Chen. "Jian'er tidak mau lagi dipeluk Ayah jika Ayah menumbuhkan janggut."
Lin Chen terdiam dengan mulut terbuka, ini adalah hal yang sangat mengerikan dan menyakitkan apabila Lin Qiao Jianying tidak ingin dipeluk olehnya lagi. "Baiklah, Ayah tetap membiarkannya saja."
Lin Qiao Jianying tertawa bahagia seraya memeluk erat Lin Chen.
Keduanya terus bergerak dari tempat yang panas, pergi menuju hamparan rumput luas dengan pohon yang tumbuh tidak terlalu banyak. Pada bagian tengah hamparan rumput, ada sebuah bongkahan batu belasan meter tingginya, dan di sana ada Lin Da Zixuan yang berlatih, yang sedang diawasi oleh Yan Xue.
Kekuatan Yan Xue sendiri sudah menembus Yuzhao. Entah mengapa peningkatannya sangat cepat setelah berhubungan dengan Lin Chen, lebih tepatnya saat sudah melahirkan anak. Kemudian saat melahirkan anak kedua, kecepatan kultivasinya juga semakin bertambah.
Lin Chen menciptakan gazebo kayu di hamparan rumput, dengan tinggi lantai yang sejajar dengan tinggi bongkahan batu. Ia membawa Lin Qiao Jianying untuk bernaung di sana seraya melihat Lin Da Zixuan yang sedang berlatih.
Pelatihan mereka berdua memang terpisah, Lin Da Zixuan ingin menguasai Tubuh Suci, dan Lin Qiao Jianying mengharuskan berkultivasi di tempat yang memiliki Esensi dari Element Kayu.
"Ayah, Jian'er ingin makan ice cream."
__ADS_1
Lin Chen menoleh ke kanan melihat Lin Qiao Jianying. "Tentu," ucapnya yang mengambil lemari pendingin dari dalam Cincin Ruang.
Lin Qiao Jianying berdiri dari tempatnya, berjalan ke belakang untuk mengambil ice cream kesukaannya.
Puluhan menit kemudian, Lin Da Zixuan membuka matanya setelah berhasil mengubah penampilan dan mempertahankan wujud dari Tubuh Suci. Kemudian ia melompat dari bongkahan batu ke arah gazebo untuk beristirahat.
***
Hampir satu bulan berlalu di dalam Ruang Dimensi dan aura di sini benar-benar telah berubah total. Auranya ribuan kali lebih kuat dari Semesta Yongheng, dan beberapa puluh kali lebih padat dari Alam Bawah.
Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan sudah mulai terbiasa dengan tekanan aura yang lebih kuat dari sebelumnya, bahkan mereka sudah bisa menyerap energi spiritual yang sudah dimurnikan.
Seharusnya batas terendah dalam berkultivasi harus berusia sembilan tahun, namun karena keduanya terlahir dengan tubuh fisik yang sangat kuat, tubuh kecil mereka mampu menahan tekanan aura spiritual.
"Apakah kalian sudah siap?" Lin Chen menoleh ke kanan melihat dua anaknya yang berdiri di antaranya dan Yan Xue.
"Siap!" Keduanya berteriak secara bersamaan dan mengangkat tangan setinggi mungkin.
Lin Chen tersenyum cerah ketika melihat bagaimana bersemangatnya anak-anaknya. Ia menyelimuti tubuh mereka dengan kekuatannya, lalu berpindah tempat tanpa ada efek spesial sama sekali.
Ketika sudah sampai di hutan tempat awalnya datang, dirinya yang lain ia kirimkan untuk meninggalkan Galaxy Fangya, sekaligus mencari informasi lebih lanjut tentang Semesta Xing dan di mana keberadaan Dewa Xing.
"Woa ... ah."
Semangat keduanya menghilang begitu saja ketika melihat hutan lebat yang sepi tanpa ada hal spesial kecuali monster yang berkeliaran.
"Tidak ada yang spesial." Lin Qiao Jianying terlihat kesal dan menggerutu.
Lin Chen hanya diam tidak bisa berbuat banyak, memang tidak ada perbedaan dari Semesta satu dengan yang lain. Mungkin perbedaannya hanya terletak dari pulau yang mengambang di luar angkasa, serta aliran sungai yang bergerak bebas. Bahkan di Semesta Xinxing, ada lautan luas di angkasa luar, dengan kapal-kapal besar mengarunginya.
"Bagaimana jika kita pergi ke kota?" Lin Chen berlutut untuk memegang pinggang Lin Qiao Jianying, lalu berdiri dan membawanya di atas pundaknya.
"Bawa Jian'er ke kota yang indah."
"Baik-baik."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...