Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 124 : Bersantai-santai


__ADS_3

Tidak terasa sudah satu tahun berlalu semenjak kedatangannya ke Bintang Logia, mereka sudah memiliki mansion besar di Wilayah Elit yang hanya segelintir orang saja yang bisa masuk ke sana.


Kekuatan Lin Chen berhasil menembus God Realm tahap Menengah setelah mengirim ratusan kloning ke Semesta lain tanpa henti, ia terus melakukannya meski terluka parah atau terbunuh. Tapi akhirnya ia berhasil membunuh 10 God Realm tambahan.


Lin Chen juga sudah menjadi Penyihir Hati 9, Penyihir dengan tingkat tertinggi yang ada di Kerajaan Epitychimenos. Kedudukannya sudah setara dengan Raja di sini, tapi itu suatu penghinaan baginya yang merupakan Dewa.


Banyak undangan dari Keluarga Kerajaan atau Bangsawan, tapi hanya segelintir saja yang ia terima. Alasannya, karena merepotkan, orang-orang di sini haus akan kekuasaan dan pujian, mereka selalu merasa yang paling superior dari yang lain.


Kembali lagi pada Lin Chen yang sudah menjadi Penyihir Hati 9, tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kekuatannya. Penyihir Hati 9 hanya mampu menggunakan sembilan mantra secara bersamaan, bisa berteleportasi, menciptakan kloning, dan tentunya terbang.


Semua itu sudah bisa dilakukannya jauh-jauh hari, yang menjadi keuntungan hanyalah ia bisa mengubah Mana menjadi Energi Dewa dan Iblis untuk membantunya meningkatkan kekuatan.


"Hah..." Lin Chen mengembuskan napas panjang seraya bersandar di kursi santai di bawah pohon rindang. "Point Pengalaman yang dibutuhkan, lima kali lebih banyak dari sebelumnya."


"Ayah! Kapan kita akan mengambil misi lagi?"


Lin Chen menoleh melihat Lin Da Zixuan yang berlatih pedang, dan ada Lin Qiao Jianying yang duduk bersila, mencoba berkultivasi di sebelahnya. "Apakah Xuan'er tidak ingin melakukan hal lain? Seminggu terakhir ini, kita terus mengambil misi."


"Tapi, Zixuan belum pernah mengambil misi Rank S." Lin Da Zixuan mengeluhkan tentang hal ini, karena selama menjadi Petualang, tidak ada satu pun misi melawan monster yang kuat.


Lin Chen sedikit menyesal karena mengubah anak-anaknya menjadi kecanduan berlatih dan melawan monster-monster kuat. Karena hal ini juga, ia yang biasanya akan melakukan seminggu tiga kali, kini menjadi seminggu sekali karena Yan Xue marah padanya.


Tapi, seminggu terakhir ini, Yan Xue sudah mulai tenang dan hubungan tidak ada perubahan, tetap dekat seperti biasa dan selalu romantis. Hanya saja, mereka mulai rutin melakukannya, bahkan hampir tiap malam.


"Sayang, makan siangnya sudah siap ..." Yan Xue datang menghampiri Lin Chen dan meletakkan nampan di atas meja. Lalu ia menoleh melihat anak-anak yang berlatih di hamparan rumput, bermandikan cahaya matahari. "Kalian berdua, waktunya makan."


Lin Da Zixuan melemparkan pedang kayu yang ia bawa, membuat pedang itu melesat naik ke langit dan jatuh ke tengah-tengah kota seperti nuklir.


Lin Chen yang melihat itu, dengan sigap mengarahkan tangannya dan memindahkan Pedang Shen yang terbuat dari Pohon Dewa. Jika Pedang Shen jatuh ke tengah-tengah kota dengan kecepatan yang tinggi, bisa dipastikan Ibu Kota Kerajaan Epitychimenos akan hancur dan rata dengan tanah.


"Xuan'er." Lin Chen memindahkan Lin Da Zixuan yang kemudian duduk di pangkuannya. "Jangan lakukan hal itu lagi, Ayah tahu kau ingin melemparnya ke belakang, tapi kau melemparnya terlalu kuat." Ia mencubit kedua pipi Lin Da Zixuan.


Lin Da Zixuan menundukkan kepalanya, dengan pipinya yang masih dimainkan. "Ba- Baik, Ayah." Ia berucap sangat pelan, menyesali perbuatannya.

__ADS_1


Lin Chen tersenyum tipis, menepuk-nepuk kepala Lin Da Zixuan dan mengecup pelipisnya. "Bagus kalau Xuan'er mengerti." Ia menurunkan Lin Da Zixuan untuk duduk di kursi lain.


"Lalu untuk misi Rank S—" Lin Chen mendongak menatap lurus ke depan, menembus dinding pagar mansion dan terus melewati dinding kota. "Tidak tahu apakah ini kebetulan atau memang sering terjadi. Tapi sepertinya, tidak lama lagi akan muncul misi Rank S."


Lin Da Zixuan menoleh ke kanan seraya mendongak, terlihat matanya yang bersinar-sinar, memancarkan ketertarikan. "Benarkah?"


Lin Chen menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, coba Xuan'er fokuskan pendengaran, dan dengarkan pembicaraan penduduk di sini."


Lin Da Zixuan mengikuti arahan Lin Chen, dan mulai menutup matanya, memfokuskan pendengarannya. Banyak pembicaraan yang tidak perlu, tapi ia mengabaikannya dan mencari informasi yang sesuai dengan Quest Rank S.


"Apakah kau tahu, parfume Count sangat mahal ..."


Lin Da Zixuan menggelengkan kepalanya, dan lebih memfokuskan pandangannya.


"Apakah sudah ada kabar dari penjaga? Sekarang sudah hampir memasuki musim dingin kedua, monster-monster harusnya mulai menyerang untuk mencari makan ..."


"Belum ada, tapi yang menjadi pertanyaan ku dari dulu, mengapa Gelombang Monster hanya muncul dua tahun sekali?"


Lin Da Zixuan membuka matanya perlahan setelah mendapatkan informasinya, kemudian ia kembali menoleh ke arah Lin Chen sembari berucap, "Ayah, apa itu Gelombang Monster?"


Tidak ada rasa takut ketika mendengarnya, karena sudah sering mendengar cerita tentang Ayahnya yang membantai banyak monster ataupun menghancurkan bintang dari Xue Ying.


"Zixuan ingin membunuh semua monster." Lin Da Zixuan mengepalkan kedua tangannya dan ada api yang menari-nari di matanya menjelaskan tekad yang membara.


"Ohok!" Lin Chen tersedak saat mendengar keinginan Lin Da Zixuan yang ingin membunuh monster.


"Xuan'er, jika terus mengoceh, bagianmu akan Kakak habiskan." Lin Qiao Jianying terus mengambil porsi daging Lin Da Zixuan di atas meja.


Lin Da Zixuan menoleh ke kiri, melihat Lin Qiao Jianying yang sudah menghabiskan mangkuk keempat berisikan daging.


Belasan pelayan pria dan wanita, yang berdiri tidak jauh dari meja makan, hanya diam mengamati. Awalnya mereka sudah sering diajak makan bersama, tapi mereka selalu menolak karena menganggapnya tidak pantas.


Pembayaran bekerja di Mansion Lin sendiri cukup besar, 10 Keping Emas untuk satu bulannya, yang mana itu beberapa kali lebih banyak dari gaji normal di Keluarga Bangsawan lain.

__ADS_1


Mereka sudah diberi tahu sebelum bekerja di Mansion Lin, yang mana keluarga Lin bisa menghilang kapan saja, meninggalkan mereka tanpa kabar dan tidak pernah kembali. Memang cukup kecewa dan sedih apabila kehilangan majikan yang sangat baik, tapi mereka tidak bisa berbuat banyak dan menerimanya.


"Oh iya." Lin Chen teringat tentang Gelombang Monster yang sedang mereka bahas. "Gelombang Monster akan sampai di utara dan timur laut dalam waktu tujuh hari. Jumlah mereka ada sekitar seratus lima puluh ribu."


Pernyataan Lin Chen ini sontak membuat belasan pelayan terkejut, karena yang mereka tahu, Gelombang Monster hanya datang dari selatan dan itu hanya berjumlah 1000 monster. Jumlah yang masih bisa dikalahkan oleh Penyihir Hati 6.


Kemudian, yang mereka tahu, di arah utara hanya ada gunung tinggi tanpa kehidupan, di sana juga tidak ada kota.


Lin Da Zixuan hanya diam dan mengangguk kecil, ia menahan diri untuk tidak terlalu bersemangat.


***


7 Hari Kemudian


Kabar mengenai Gelombang Monster yang berpindah tempat, sudah diketahui semua penduduk di Ibu Kota. Banyak yang mempercayai berita ini, karena langsung keluar dari mulut Penyihir Hati 9, tapi tidak sedikit pula yang mencibir karena membenci Lin Chen.


Lin Chen sendiri tahu alasan mengapa ia dibenci, dan alasan itu sangat konyol. Ia dibenci hanya karena tidak menghadiri acara salah satu bangsawan, yang mencoba dekat dengannya agar bisa menjodohkan putra-putri mereka dengan anak-anaknya.


Tentunya ia tidak ingin hal itu, ia ingin anak-anaknya mencari pasangan sendiri tanpa ada paksaan


"Salju yang sekarang lebih lebat dan dingin dari setahun yang lalu," ucap Lin Da Zixuan yang menengadahkan kepalanya melihat hujan salju.


Lin Chen menunduk ke kiri, melihat Lin Da Zixuan yang berdiri di sebelahnya, berdiri di atas tembok kota. "Apakah Xuan'er ingin Ayah mengubah cuaca? Ayah bisa mengubahnya menjadi badai angin, hujan petir, atau mengembalikannya agar cerah kembali."


"Tidak." Lin Da Zixuan menggelengkan kepalanya. "Zixuan ingin melawan monster di cuaca seperti ini."


"Ayah!" Lin Qiao Jianying yang berdiri di samping kanan Lin Da Zixuan, menunjuk lurus ke depan saat melihat Gelombang Monster. "Mereka datang!"


Terlihat ada Yeti, Serigala Es, Golem Es, Beruang Es, Ogre dan lain sebagainya.


Petualang lain melihat ke arah yang sama, dan mereka tidak melihat apa-apa, karena memang jaraknya masih 50 mil Ibu Kota.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2