
Lin Chen duduk di ujung tebing memandangi kota, menikmati perubahan warna langit dari biru ke jingga. Tapi sebenarnya, ia sedang berkomunikasi dengan Hitam dan Putih untuk meminta petunjuk lebih lanjut, ini seperti dirinya sedang berguru pada dirinya yang lain.
"Kau sudah menjadi Kultivator Sejati, yang memiliki Dao Dewa dan Iblis. Sekarang, untuk selanjutnya kau harus memahami Esensi dari Dao Dewa dan Iblis. Secara mudahnya, buang semua teknik milikmu, kemudian latih yang baru sesuai dengan Dao itu."
Lin Chen tertegun dengan keringat yang mengalir di pelipisnya. Membuang teknik yang telah dipelajarinya selama ini sama saja dengan membuang kekuatannya, tapi mau tidak mau, ia harus tetap melakukannya.
Kemudian, karena sekarang menjadi Kultivator Sejati, teknik-teknik yang ada di System tidak sesuai untuknya yang sekarang, sehingga ia harus menciptakan sesuai dengan Dao Dewa dan Iblis, agar ia bisa mengerahkan kekuatan dari seorang Kultivator Sejati.
Lin Chen mengangkat kedua kakinya yang menggantung dan duduk bersila, kemudian menutup matanya perahan. Ia memasuki mode meditasi, untuk memahami Esensi Dao, meski sepertinya sangat tidak mungkin bisa capai dalam waktu singkat.
"Dewa dan Iblis. Perdamaian dan Kehancuran. Kelahiran dan Kematian. Berkah dan Kutukan."
Lin Chen menarik napas selama 10 detik, menahannya 10 detik dan menghembuskannya perlahan selama 10 detik.
Napasnya memengaruhi aliran energi spiritual di Ruang Dimensi dan cuaca di sini sedikit berubah, lebih tepatnya waktu. Yang sebelumnya masih siang hari, tiba-tiba berubah menjadi malam dengan kilauan bintang di langit.
Lin Chen membuka matanya setelah satu menit meditasi, karena ia tidak ingin mengacaukan aliran waktu di Ruang Dimensi. Ia akan bermeditasi di luar saja, karena ia merasa di luar merupakan tempat yang cocok untuk memahami Esensi dari Dao Iblis.
Tapi sebelum itu, ia ingin bersama dengan keluarganya untuk beberapa waktu lagi. Setelah itu, ia akan menyelinap ke beberapa kota, dan mempelajari apa yang ia lihat untuk memahami Esensi Dai Iblis.
Bagaimanapun, belajar terbaik adalah melihat yang sebenarnya.
Lin Chen berdiri dari tempatnya duduk, berjalan menghampiri bangunan di belakangnya. "Xue'er, aku ingin pergi ke kota. Apakah kau ingin ikut?" Ia sedikit berteriak.
"Sebentar." Yan Xue yang berada di dalam bangunan juga sedikit berteriak.
Lin Chen kembali duduk dengan kedua kaki menggantung di ujung tebing, dan menunggu Yan Xue selesai bersiap-siap. "Aku melewatkan pernikahan Alex dan Ling Ji Lin, bahkan Bibi dan Paman ..."
"Aku juga tidak bisa berbuat banyak, karena saat itu aku sudah bisa dianggap tewas. Yi'er juga seperti sudah terputus denganku, jiwa kami sudah tidak bergabung. Bagaimanapun, jika tergabung, apabila aku mati, maka Yi'er akan mati." Lin Chen merebahkan tubuhnya di atas rerumputan basah, seraya memandangi langit yang kembali biru.
"Gege ..." Yan Xue keluar dari dalam rumah menghampiri Lin Chen. "Maaf, Xue'er terlambat."
Lin Chen menekan kedua tangannya pada rerumputan, menopang badannya untuk duduk. Kemudian ia berdiri seraya menepuk-nepuk belakang pakaiannya yang kotor. "Ayo, aku ingin membicarakan sesuatu dengan yang lain ..."
"Tapi, aku akan mengatakannya terlebih dulu padamu. Aku berencana untuk keluar, berkultivasi di sana dan mencari informasi."
__ADS_1
Mendengar itu, langkah kaki Xue Ying melambat saat menghampiri Lin Chen. Kemudian ia tertunduk dengan tangan kanan menyentuh dadanya. "Begitu..."
Lin Chen tersenyum tipis kemudian menghela napas berat, lalu berjalan menghampiri Yan Xue dan memegangi kedua bahunya. "Aku minta maaf karena waktu berdua kita berkurang, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa ..."
"Setelah waktunya tiba, aku akan menjelaskannya padamu." Lin Chen memeluk erat Yan Xue.
Hitam di dalam tubuhnya terlihat sangat marah, seperti mengatakan jika Lin Chen terlalu membuang-buang waktu, dan memikirkan hal yang tidak perlu. Berbeda dengan Putih, ia memberikan perasaan yang hangat, meski tidak sehangat saat bertemu dengan Luo Yi.
Yan Xue menganggukkan kepalanya dalam pelukan Lin Chen. "Baik, Gege ..." Suaranya terdengar sangat pelan, hampir seperti berbisik. Kemudian ia mendongak menatap wajah Lin Chen. "Ketika Gege di luar nanti, Xue'er juga ingin menutup diri untuk berlatih ..."
"Xue'er memang sudah menembus Heavenly Immortal, tapi di hadapan Gege ..." Yan Xue tidak melanjutkan perkataannya lagi dan membenamkan wajahnya di dada Lin Chen.
Lin Chen memeluk erat Yan Xue dan mencoba menghiburnya. Heavenly Immortal God, itu adalah tingkat yang sangat tinggi untuk orang seusia Yan Xue, bahkan Yu Nan Ru saja masih Immortal God.
"Daripada berlatih kultivasi untuk menaikkan Ranah, lebih baik Xue'er memahami jati diri terlebih dahulu. Cobalah untuk menjadi Kultivator Sejati, setelah itu kekuatan Xue'er bisa meningkat pesat ..." Lin Chen melonggarkan pelukannya.
Lin Chen menunduk dengan memegangi wajah Yan Xue. "Perbedaan penyerapan antara Kultivator Sejati dengan Setengah-Kultivator sangat jauh. Karena itu, cobalah pahami diriku sendiri, bukankah Xue'er sudah tahu hal itu, dan bahkan bisa saat pertama kali berkultivasi."
Yan Xue menganggukkan kepalanya seraya mengusap air mata di wajahnya, kemudian ia mendongak memperlihatkan senyum cerah. "Baik, Gege."
Lin Chen tersenyum ringan dan mengecup lembut kening Yan Xue, kemudian membawanya ke Kediaman Lin.
Keduanya juga tidak mempermasalahkan hal itu, bahkan menganggap Lin Chen terlalu berlebihan meski hanya menangkupkan kedua tangan.
Ketika Lin Chen dan Yan Xue datang, keduanya disambut oleh belasan penjaga gerbang yang langsung membiarkan masuk.
Lin Chen bisa melihat banyak sekali pemuda dan pemudi yang duduk di halaman, atas pohon, tepi sungai atau tempat yang di rasa nyaman. Mereka semua sedang mencoba memahami diri sendiri, berharap mampu menjadi Kultivator Sejati.
"Sepertinya sudah banyak yang mencoba untuk menjadi Kultivator Sejati. Di masa depan, pastikan Semesta Yongheng memiliki Kultivator Sejati, agar ada yang menjaga Semesta ini." Putih memberikan penjelasan.
Lin Chen menganggukkan kepalanya. Tapi daripada ia yang memberikan pengetahuan, lebih baik ia membiarkan yang lain untuk menyebarkan pengetahuan yang ada. Bahkan, Hou Mingzhuan di Alam Dewa juga sudah mengetahui informasi ini, dan melatih semua murid ke jalan Kultivator Sejati.
"Salam—"
Lin Chen mengangkat tangan kanannya menghentikan kelompok pemuda yang ingin memberikan salam. Ia tidak ingin menganggu waktu kultivasi yang lain karena kedatangannya kemari, lagi pula ia datang hanya ingin berpamitan pada keluarganya.
__ADS_1
***
Gazebo, Danau Spiritual
Lin Chen pergi ke halaman belakang dari Aula Keluarga, yang di sana ada danau buatan dengan energi spiritual yang berlimpah di sana. Danau itu sangat cocok untuk mereka yang ingin menembus atau baru memasuki kultivasi.
Pada bagian gazebo di tengah-tengah danau, ada belasan orang yang berkumpul di sana, mereka membahas mengenai pelatihan murid-murid Keluarga Lin dan Ling.
Kedatangannya yang tiba-tiba masih tidak disadari belasan orang itu, hingga akhirnya Yan Xue melangkah dan menimbulkan suara pada jembatan kayu.
"Ayah, Ibu, aku berencana untuk keluar dan berlatih."
Luo Yi mengerutkan keningnya, kemudian bertanya, "Apakah harus di luar? Apakah tidak bisa di sini saja?"
Lin Chen menggeleng pelan dengan senyum masam terukir di wajahnya. "Maaf, tapi tidak bisa. Aku harus keluar, sangat tidak cocok bagiku berlatih di sini."
Hitam juga menyarankannya untuk berlatih di luar, dan membunuh semua makhluk di Alam Bawah yang mengaku sebagai Iblis, meski Hitam sendiri tidak mengakui mereka yang ada di Alam Bawah sebagai keturunannya.
Meski enggan, Luo Yi hanya bisa menghela napas panjang dan melepaskan Lin Chen. "Baiklah, Chen'er sudah lebih kuat dari Ibu dan sudah dewasa, Ibu tidak bisa selalu meminta Chen'er bersama ..."
Luo Yi berjalan menghampiri Lin Chen. "Tapi, kau harus terus berhati-hati, jangan bertindak gegabah."
Lin Chen tersenyum hangat saat mendengarnya. "Baik, Bu."
"Aku jadi teringat akan kedua orangtua— Tidak! Lupakan."
Lin Chen mengerutkan keningnya saat mendengar Putih yang berbicara di benaknya.
"Ada apa?"
Lin Chen menggeleng pelan. "Tidak ada, hanya saja, dahiku terasa gatal." Ia menyentuh dahinya.
Luo Yi mengangguk kecil, kemudian membawa Lin Chen dan Yan Xue bersama untuk mengikuti rapat kecil mereka.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...