
Gerbang Dimensi terbuka, membuat semua orang mulai bergerak secara bersamaan, melepaskan serangan kuat yang mengarah pada Gerbang Dimensi. Dalang dibalik penyerangan ini, tentunya adalah Leluhur Surgawi yang menginginkan harta yang didapat dari Negeri Surgawi.
Lin Chen sudah menduga akan hal ini, dan artinya ini adalah waktunya untuk membunuh manusia, sebelum akhirnya ia mundur atau mengasingkan diri di dalam Semesta Shangdi.
Ia sudah berbicara dengan yang lain, yang mana ia akan mengasingkan diri dalam kultivasi di Semesta Shangdi, dan mereka mengizinkannya meski berat.
Tidak lama lagi, Lin Chen akan kembali menyerang Semesta Kuxing untuk mendapatkan Point Pengalaman, yang membantunya menembus Lord Realm. Kemudian, mengetahui rahasia terpenting yang sangat dicari-cari oleh semua Dewa, rahasia tentang Semesta.
Lin Chen melangkah maju menghampiri semua serangan yang ada, saat itu juga semua serangan berhenti bergerak sebelum mengenai tubuhnya, hanya tersisa beberapa inchi saja. Ia tidak menggunakan energi sama sekali, hanya melangkah, dan langit pun melindunginya.
"Kembali."
Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!
Semua serangan berbalik dan menyerang balik siapa yang melepaskan serangan pada Lin Chen.
Terdengar ledakan ataupun jeritan karena tidak bisa menghindari serangan, dan hanya tersisa satu orang yang terlihat baik-baik saja, saat di mana yang lain memegangi dada masing-masing. Yang tersisa itu adalah Xian Anqi, yang mana tidak menyerang Lin Chen.
Lin Chen melihat semua orang yang mengelilingi Gerbang Dimensi, entah di langit maupun di daratan. "Anak-anak, saat kalian bepergian, kalian mungkin akan menemukan situasi seperti ini. Jika menemukannya, pastikan tetap tenang dan jangan sekalipun merasa takut. Tapi ..."
Lin Chen menoleh ke belakang melihat anak-anaknya. "Jangan lupa, mundur bukan berarti kalah, jika kalian tidak bisa mengalahkannya, kalian bisa mundur dan membalasnya di kemudian hari."
"Melarikan diri?"
Lin Chen mengalihkan perhatiannya melihat pemuda berambut hitam panjang tergerai yang mengenakan celana emas tanpa atasan. Kekuatan dari pemuda itu hanya sebatas Heavenly Realm tahap Awal, dan merupakan orang yang merencanakan penyerangan.
"Jangan berpikir kau bisa melarikan diri, kau beruntung karena memiliki Artefak Ilahi yang melindungimu. Jika kau tidak memilikinya, ku sudah mati saat baru keluar dari Negeri Surgawi."
Banyak cibiran yang ditambahkan oleh orang lain saat mendengar Leluhur Surgawi yang menghina Lin Chen. Walaupun mereka merasa tidak bisa menang, tapi dengan adanya Leluhur Surgawi, Lin Chen tidak ada apa-apanya.
Lin Chen sudah tidak kaget lagi dengan kejadian ini, ia sudah sering mendapatkan tuduhan penggunaan Artefak Ilahi untuk melindungi tubuhnya atau menghalau serangan.
Leluhur Surgawi mengulurkan tangan kanannya, terlihat ada pedang yang muncul di sana terbuat dari Element Api. Pedang api itu sendiri berwarna biru, dan terlihat sangat panas karena sampai mempengaruhi atmosfer sekitarnya.
"Aku akan memberimu kesempatan, serahkan semua— Keugh!"
Tanpa ada suara dan tidak tahu dari kapan, Lin Chen sudah muncul di depan Leluhur Surgawi dengan tangan yang memukul perut Leluhur Surgawi. "Aku akan memberimu kesempatan, aku akan memberimu kesempatan, aku akan memberimu kesempatan ..."
"Aku sudah muak mendengarnya." Lin Chen mendorong pukulannya lebih kuat lagi.
Whooooosh! Booom! Booom!
Leluhur Surgawi melintas bagaikan cahaya yang bergerak sangat cepat, menabrak barisan gunung tinggi dan menghancurkannya menjadi serpihan batu kecil yang menyebar ke segala arah.
__ADS_1
Lin Chen mengalihkan perhatiannya lagi, melihat siapa saja yang mengarahkan serangan padanya tadi.
"Apa yang kalian tunggu? Serang dia! Gunakan keluarganya sebagai sandera!"
Suara Leluhur Surgawi menggelegar di langit dan terdengar sangat marah, bahkan langit mulai retak dan pecah seperti kaca yang dijatuhkan dari tempat tinggi.
Xian Anqi tidak bodoh, dan memilih untuk pergi dari tempat pertarungan. Ia merasa pilihannya untuk tidak menyerang adalah tepat, tapi ia tetap tidak bisa tinggal lebih lama lagi di sini.
"Pengecut. Apakah ini yang dinamakan Saint Anqi? Melarikan diri dari pertempuran?"
Xian Anqi mengabaikan cibiran dari semua orang, dan tetap pada pendiriannya.
Lin Chen menyadari bahwa Xian Anqi pergi, tapi ia tidak menghentikannya. Ia tahu Xian Anqi tidak melakukan tindakan bodoh selama ia berada di dalam Negeri Surgawi. Namun, berbeda dengan yang lain, bukan hanya berniat untuk membunuh dirinya, tapi juga berniat mengambil keluarganya sebagai sandera.
"Pengecut?" Lin Chen menatap lurus jauh ke depan, melihat Leluhur Surgawi yang tertanam di Gunung Suci yang ia ciptakan untuk menghentikan Leluhur Surgawi. "Lucu sekali ..."
"Cepat serang! Jangan bicara saja!" Lin Chen memprovokasi mereka semua, bahkan melepaskan Leluhur Surgawi yang tertahan di Gunung Suci.
Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!
Ratusan ribu serangan bermacam-macam bentuk bergerak ke arah Lin Chen, dan ada pula beberapa teknik yang mampu merobek ruang untuk mengambil keluarga Lin Chen sebagai sandera.
Leluhur Surgawi memecah ruang dan bergerak sangat cepat ke arah Lin Chen.
"Berhenti!" Lin Chen berteriak lantang, menggetarkan bumi dan langit seperti hendak runtuh.
Gravitasi juga semakin menguat, tapi tidak hanya satu sisi saja, melainkan dua sisi. Gravitasi dari bumi mencoba menarik apa pun yang berada di langit, dan gravitasi di langit mencoba menarik apa pun yang berada di bumi.
Booom! Booom! Booom!
Satu per satu Kultivator yang mengepungnya, mulai meledak meninggalkan kabut darah tanpa adanya Inti Jiwa ataupun Api Jiwa. Mereka semua tidak mampu menahan tekanan gravitasi dari dua arah yang berlawanan, kecuali Leluhur Surgawi yang memang sengaja ditinggalkan.
Bukannya takut, Leluhur Surgawi malah terlihat bertambah buas, matanya memancarkan keserakahan yang kuat. Ia masih tidak ingin berpikir bahwa Lin Chen lebih kuat darinya, karena ia tidak pernah menemui orang yang lebih kuat darinya, kecuali Dewa Langit.
Bang!
Lin Chen juga bergerak ke arah Leluhur Surgawi, dan dengan kecepatannya, ia menghempaskan udara sekitar sampai mampu menciptakan dentuman maupun retakan ruang di sekitarnya.
Kali ini ia menurunkan kekuatannya sampai setara dengan Leluhur Surgawi, ia ingin memberi pelajaran sebelum membunuhnya. Jika Leluhur Surgawi tidak memiliki rencana menangkap keluarganya, mungkin ia akan membunuh tanpa rasa sakit.
Bam!
Hanya dalam waktu singkat, Lin Chen sudah tiba di depan Leluhur Surgawi dan melepaskan pukulan yang mengenai bagian wajahnya dengan telak.
__ADS_1
Tidak cukup disitu, Lin Chen mengangkat kaki kirinya, menendang pinggang Leluhur Surgawi.
Bang!
Leluhur Surgawi terhempas ke arah kanan sampai menciptakan suara keras karena tendangan yang keras itu meledakkan udara sekitar.
Whooooosh!
Bagaikan angin, Lin Chen sudah menunggu Leluhur Surgawi di arah tempat ia menendang.
Lin Chen mengulurkan tangan kanannya, menangkap leher Leluhur Surgawi. "Asal kau tahu, aku tidak menggunakan Artefak Ilahi sama sekali." Ia berbalik, melemparkan Leluhur Surgawi ke langit.
Lin Chen mengangkat tangan kirinya dengan dua jari menghadap ke langit, mengarah pada Leluhur Surgawi. "Terbuka!"
Sreek!
Langit biru terbelah dua memperlihatkan angkasa luar gelap dengan kilauan bintang. Celah di langit itu menelan Leluhur Surgawi, mengirimkannya ke angkasa luar agar pertarungannya menjadi lebih menarik.
Lin Chen melintas bagikan cahaya, mengejar Leluhur Surgawi yang sudah berada di luar Bintang Shanjin. Ia tidak membawa keluarganya bersama, dan ia tenang-tenang saja karena di sana ada Xue Ying, bahkan ia juga sudah melindunginya dengan Energi Dewa.
Leluhur Surgawi yang melesat keluar angkasa, akhirnya bisa berhenti setelah menabrak Bintang Terbengkalai. Ia melepaskan energinya yang berlimpah, sampai terlihat seperti api yang membara menyelimuti tubuhnya.
Leluhur Surgawi mengangkat kedua tangannya setinggi mungkin, lalu menurunkannya di depan dada. "Kalian semua yang berada di sana, dengan darah dan energi, aku memanggil kalian untuk datang dan ubah Semesta Lantian menjadi Neraka!"
Aura merah yang menyelimuti Leluhur Surgawi terus meningkat, bahkan terlihat mampu menelan salah satu bintang terdekat dari Bintang Shanjin.
"Teknik Kehancuran, Dimensi Kematian!" Leluhur Surgawi merentangkan kedua tangannya, membuka ruang yang sangat luas, bahkan mampu menampung belasan Bintang Shanjin.
Akhirnya, Lin Chen yang sedari awal hanya diam mengamati apa yang akan dilakukan Leluhur Surgawi, merasa sepadan dengan waktu yang terbuang. Dari dalam celah ruang, ia melihat Monster Kuno yang mulai keluar satu per satu dari sana.
Monster Kuno itu bukanlah Monster Kuno yang berasal dari Dimensi Ruang yang disegel Lin Chen. Lin Chen merasa Monster Kuno itu berasal dari Dimensi Ruang tersendiri, yang terikat dengan jiwa Leluhur Surgawi.
"Hahahaha!" Leluhur Surgawi tertawa terbahak-bahak saat pasukan Monster Kuno mulai berdatangan. "Lihatlah! Monster Kuno yang aku besarkan bersama Dewa Langit!"
Lin Chen terdiam dengan kerutan di dahi, kemudian memukulkan tangannya di telapak tangan lain. "Ah! Begitu, ada satu yang terlewat, pantas saja ada yang kurang. Ternyata, aku lupa membunuh satu tikus kecil."
"Ngomong-ngomong, Dewa Langit? Aku sudah membunuhnya."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1