Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 182 : Kepergian Anak-anak


__ADS_3

Wang Ji Fei berniat untuk mengadopsi Kun Xiang Yin atau Dewi Kuxing menjadi anak angkat, tapi Lin Chen menolaknya dengan keras; tidak mungkin ia akan menyetujui hal itu, karena akan sangat memalukan memanggil muridnya sendiri dengan sebutan 'Bibi'.


Wang Ji Fei menyerah setelah beberapa kali perdebatan dan dimenangkan oleh Lin Chen yang mengancam akan membencinya dan tidak akan lagi mau lagi dipeluk maupun berbicara dengan Wang Ji Fei.


Dalam waktu tiga hari itu Lin Chen seperti anak kecil yang berdebat dengan Wang Ji Fei, sampai membuat Dewi Kuxing tidak habis pikir melihatnya, seorang yang terkenal kejam dan dan penyiksa, tapi kekanak-kanakan di depan Wang Ji Fei.


Lin Chen tidak peduli apakah ia terlihat seperti anak-anak atau tidak, asalkan tidak memanggil Dewi Kuxing atau yang biasanya ia panggil Yin'er dengan panggilan 'Bibi', bukan hanya karena memalukan, tapi juga seperti kekalahan dalam pertarungan, meski ia tidak membenarkan bahwa ia telah menang.


Hingga Dewi Kuxing membantu dengan menolak tawaran Wang Ji Fei yang ingin mengadopsinya; ia ingin tetap menjadi seorang 'Murid' dari Lin Chen.


***


Tujuh hari setelah Dewi Kuxing kembali dibangkitkan, hidup lebih dipenuhi oleh senyuman yang karena mendapatkan banyak perhatian dari Wang Ji Fei dan Luo Yi—sehingga lambat laun mulai melupakan sakit yang pernah ia rasakan.


"Apakah kalian benar-benar akan pergi sekarang?" tanya Lin Chen tak ingin—ia baru sebentar menghabiskan waktu dengan anak-anaknya, dan sekarang mereka bertiga sudah berniat untuk pergi berkelana.


Masih banyak lagi yang ingin dilakukan Lin Chen bersama anak-anaknya, untuk mengisi waktu delapan tahun yang terbuang karena harus menyerap Pil Dewa dan bertarung di Semesta Kuxing, Mengza dan Heng.


Lin Da Zixuan menganggukkan kepala; sudah waktunya meninggalkan Kota Chen untuk berkelana mencari pengalaman di luar sana. Ia ingin menjadi seperti Ayahnya yang kuat dan melindungi semua, tapi berharap semoga selalu ada untuk keluarga jika sudah menikah.


"Iya, aku ingin pergi melihat dunia, aku sudah menembus Heavenly Immortal. Jadi Ayah tidak perlu khawatir," ucap Lin Da Zixuan percaya diri—tidak ada rasa takut di matanya, ia sudah bertekad untuk melawan monster maupun orang kuat di luar sana.


Lin Chen merasa sedikit sesak saat mendengar Lin Da Zixuan yang tidak lagi menggunakan 'Zixuan' untuk memanggil dirinya sendiri, dan lebih memilih 'Aku', ia merasa putranya sudah mulai beranjak dewasa. "Baiklah, Ayah tidak bisa memaksamu untuk tetap tinggal." Ia memeluk erat Lin Da Zixuan.


Lin Chen melepaskan pelukannya; mengalihkan pandangannya pada Lin Qiao Jianying yang ingin berpamitan.


"Ayah, Jian'er ingin pergi melihat dunia. Jian'er tidak tahu kapan akan kembali, karena Jian'er berencana meninggalkan Bintang Qiang. Jika ada kesempatan, Jian'er akan kembali untuk menemui Ayah."


Lin Chen tersenyum hangat menatap Lin Qiao Jianying dan memeluknya erat; mengecup kening maupun pipi putrinya yang sangat cantik seperti Yan Xue. "Baiklah, Ayah akan menunggu. Jika Jian'er menemukan laki-laki, tolong kenalkan dia pada Ayah." Ia tidak ingin ada pria yang macam-macam pada putrinya, atau ia akan membunuh orang itu.


Lin Qiao Jianying tertawa kecil saat berada di dalam pelukan Ayahnya yang hangat; merasakan ketenangan dari pelukan yang sangat ia rindukan saat masih kecil dulu, termasuk saat ia tidak bisa tidur, ia akan menyelinap ke kamar Ayahnya untuk meminta pelukan.


Setelah cukup memeluk Lin Qiao Jianying, Lin Chen mengalihkan perhatiannya pada Lin Mein An.


Lin Mein An sedikit membungkukkan badannya. "Terima kasih, karena Ayah, Mei'er bisa hidup baik dan nyaman sampai sekarang. Mungkin Mei'er tidak cukup membahagiakan Ayah, tapi saat Mei'er pergi nanti, Mei'er tidak akan mempermalukan nama Ayah."

__ADS_1


Lin Chen tersenyum hangat, lalu memberi pelukan untuk Lin Mein An yang sudah berusia 21 tahun. "Berhati-hatilah di luar sana, jangan mudah percaya pada orang lain." Ia merasa Lin Mein An terlalu baik, karena itulah sering dimanfaatkan sebelum bertemu dengannya di Kota Eirini, Kerajaan Epitychimenos.


Ketiganya berpamitan pada Yan Xue dan yang lain; menghabiskan waktu beberapa jam untuk berpamitan, karena semuanya memberikan pelukan yang cukup lama.


Dewi Kuxing yang melihat itu merasa tak percaya dan iri; tidak pernah sekalipun mendapatkan perlakuan seperti itu selama hidupnya, hanya sakit dan benci yang tertanam di dalam hatinya.


Lin Chen mundur beberapa langkah; menghampiri Dewi Kuxing yang dari tadi hanya diam mengamati. "Apakah kau sudah terbiasa dengan hidup lambat seperti ini?"


Dewi Kuxing berpikir sejenak seraya melihat kedua tangannya. "Terasa aneh, biasanya yang aku rasakan hanyalah sakit. Bahkan meski semua kutukan sudah terangkat, aku masih bisa merasakan sakit di setiap gerakan sampai hari kematianku."


"Tapi, merasakan hidup seperti ini tidak ada salahnya, dan terima kasih karena sudah menciptakan tubuh baru. Aku merasa bersyukur bisa hidup lagi dan mendapatkan kehidupan baru yang berbeda." Ini adalah hal yang sudah lama diimpikan oleh Dewi Kuxing.


"Jika Master sebaik ini, bagaimana bisa Master menjadi sangat kejam?" tanya Dewi Kuxing penasaran—merasa ada alasan tersendiri yang mengubah sikap Lin Chen menjadi sangat kejam.


Lin Chen tidak berencana menyembunyikannya; menceritakan tentang kehidupan pertama di mana ia harus melihat Chen Haiyang dan Yi Xinran terbunuh di depan matanya, dan membangkitkan Iblis yang bersemayam di dalamnya untuk mengambil alih.


Dewi Kuxing mendengarkannya dengan baik tanpa memotong ucapan Lin Chen; bisa memahami bagaimana rasanya kehilangan orang berharga, karena ia pernah mengalaminya, meski tidak separah Lin Chen karena saat itu hanyalah manusia biasa.


"Bagaimana, apakah Master sudah berhasil menerobos Lord Realm?" Dewi Kuxing penasaran, tapi seharusnya Master-nya bisa menembus Lord Realm, karena sudah pernah sampai pada Ranah itu.


"Belum ..." Lin Chen menggelengkan kepalanya. "Butuh waktu ratusan tahun lagi untuk berkultivasi, barulah aku sampai pada energi yang pas untuk menerobos."


Dewi Kuxing memiringkan kepalanya seraya melipat kedua tangan di depan dada. "Bagaimana ya, cukup sulit untuk dijelaskan. Aku merasa sudah diambang batas untuk menerobos Lord Realm, tapi sebanyak apa pun berkultivasi maupun membunuh dan mengambil darah manusia, aku selalu berakhir dalam kegagalan ..."


"Sepertinya, ini berkaitan erat dengan tekad dan sesuatu yang mengganjal, seperti penyesalan mungkin?"


Lin Chen tidak terlalu paham harus mengambilnya dari mana tentang penjelasan dari Dewi Kuxing. "Apakah kau memiliki penyesalan?"


"Sepertinya ada, aku menyesal karena tidak bisa membalas perbuatan orang-orang di kota. Dan ..." Dewi Kuxing terdiam sejenak; menoleh ke kiri menatap Lin Chen. "Bertemu dengan Master."


Lin Chen terdiam dengan mulut terbuka; merasa kesal karena penyesalan terbesar Dewi Kuxing adalah bertemu dengannya. Dewi Kuxing tidak bisa menerobos karena suatu penyesalan, tapi ia merasa tidak dengan dirinya, karena saat di kehidupan pertama, ia memiliki banyak sekali penyesalan, namun berhasil menerobos Lord Realm.


Hanya saja, karena ingin membuang Iblis di dalam dirinya, Lin Chen melakukan hal bodoh dan meledakkan dirinya sampai ke Esensi Jiwa.


Lin Chen menekuk kedua lututnya; kursi kayu tercipta di belakangnya untuk tempatnya duduk.

__ADS_1


Cara untuk menerobos Lord Realm, sepertinya setiap orang memiliki cara yang berbeda. Aku tidak tahu cara apa yang cocok untukku, aku hanya ingin mengetahui harta berharga apa yang aku simpan di Dimensi Lord.


Apakah akan ada Ruang Para Lord seperti Ruang Para Dewa? Jika iya, maka tidak akan ada habisnya, tapi, semoga saja tidak, karena aku sudah muak, batin Lin Chen.


Dewi Kuxing berbalik meninggalkan semuanya; ingin pergi mengelilingi Kota Chen, melihat hal-hal asing yang tidak pernah ia lihat saat di Semesta Kuxing. "Aku ingin melupakan kenangan buruk miliaran tahun lalu," gumamnya.


Lin Chen mendongak, melihat anak-anaknya yang sudah mulai melayang meninggalkan dahan pohon, kemudian terbang ke arah yang berlawanan; tidak ada lagi niat untuk pergi bersama seperti yang direncakan delapan tahun lalu, karena mereka yang sekarang sudah dewasa dan bisa menjaga diri masing-masing.


Tapi sebagai seorang Ayah yang takut kenapa-kenapa pada anak-anaknya, secara diam-diam Lin Chen mengirimkan kloning yang bersembunyi di dalam bayangan mereka dan akan bertindak cepat saat ada bahaya yang tidak bisa ditanggung oleh mereka, seperti menghadapi Ancient God ke atasnya.


"Semoga mereka baik-baik saja dan sering-sering kembali."


Yan Xue berbalik menghampiri Lin Chen dengan air mata yang terbendung di kantung mata. "Chen Gege~" Ia memeluk Lin Chen dan melepaskan emosinya yang ditahannya.


Lin Chen menepuk-nepuk punggung Yan Xue; mengerti kesedihan yang dialami Yan Xue saat ini, karena istrinya sudah merawat mereka lebih lama ketimbang dirinya, apalagi saat ia tinggalkan sendiri.


"Tenang, jangan terlalu sedih, aku tahu Xue'er sangat khawatir dengan mereka bertiga. Karena itulah, aku sudah mengirimkan kloning untuk menjaga mereka secara diam-diam." Lin Chen sudah menduga hal ini akan terjadi, dan inilah salah satu alasan mengapa ia mengirimkan kloning untuk menjaga mereka semua.


Yan Xue tidak mendengarkan; tetap menangis di dada Lin Chen.


Wang Ji Fei, Luo Yi, Guang Li Xiqing, Ji Yue Ling dan Xue Ying pergi meninggalkan Lin Chen yang sedang berusaha untuk menghibur Yan Xue.


Lin Chen kembali duduk di kursi yang tercipta dari Element Kayu; menenangkan Yan Xue yang duduk di pangkuannya seraya bersandar di dada dengan tangis yang tidak berhenti. Karena hal ini, ia akan mengundur rencana untuk mencari tahu cara untuk menerobos Lord Realm, sampai Yan Xue kembali tenang.


"Menangis 'lah, keluarkan semuanya." Lin Chen mengusap belakang kepala Yan Xue seraya memeluk erat pinggangnya.


Lin Chen tidak berpindah posisi; terus menghibur Yan Xue sampai hari mulai petang dan tertidur pulas di dalam pelukannya.


Lin Chen menunduk melihat Yan Xue yang matanya bengkak karena terlalu banyak menangis. "Sepertinya, aku tidak bisa meninggalkanmu lagi. Aku merasa, setelah menerobos Lord Realm, waktu yang kita habiskan akan lebih sedikit dari sekarang ..."


"Tapi, aku bisa berpindah-pindah Tubuh Utama, harusnya tidak ada masalah."


Lin Chen menghela napas, lalu memejamkan mata dan kembali memeluk erat Yan Xue yang tidur.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2