Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 188 : Membeli Rumah Terbengkalai


__ADS_3

Bintang Qiuzan, Galaxy Hangdan, Semesta Lantian


Kelompoknya mendarat ratusan meter dari kota terdekat yang di dalam kota itu lebih dominan dengan manusia biasa; tidak ada orang yang memiliki kemampuan kultivasi, bahkan untuk Wali Kota dari Kota Fanren. Pemberian nama Fanren berasal dari Kultivator Sejati, dan menekankan pada 'Makhluk Fana', karena itulah yang tinggal di Kota Fanren adalah manusia biasa.


Meskipun kota dari manusia biasa, tapi tidak memiliki perbedaan yang jauh dari kota-kota lain, ada manusia yang hebat dalam hal bela diri, meski tidak memiliki energi spiritual di dalam tubuhnya.


Lin Chen yang berada di dalam hutan, meminta semuanya untuk mengganti pakaian sederhana yang tidak menampilkan status mereka maupun kemewahan.


Mortal atau makhluk hidup, yang biasanya dikaitkan dengan makhluk fana tak berkekuatan. Entah apakah Lin Chen bisa berhasil hidup sebagai Mortal selama satu bulan untuk mendapatkan Pencerahan, atau bahkan harus menghabiskan waktu lebih lama.


Lin Chen mengeluarkan gerbong kereta kuda sederhana, dan mengambil kuda yang disimpannya di dalam Ruang Dimensi. Kuda ini bisa memahami bahasa manusia dan mudah diperintah, sehingga tidak perlu mengendalikannya terlalu sering.


"Semuanya naik. Yi'er dan Yin'er, kalian memiliki peran sebagai pengawal, di Kota Fanren nanti aku akan menjadi Tabib untuk lebih memahami arti dari kehidupan." Awalnya Lin Chen ingin menjadi seorang Petani dengan membeli tanah di Kota Fanren, tapi ia mengurungkan niatnya karena terlalu jarang berinteraksi dengan Mortal dan sulit memahami arti dari kehidupan menurut sudut pandang Mortal.


Kemudian Lin Chen menemukan menjadi Tabib adalah pilihan terbaik untuk lebih cepat memahaminya.


Lin Chen duduk di bagian kusir dengan Yan Xue menemani, Xue Ying dan Dewi Kuxing berada di dalam gerbong untuk menjaga bahan-bahan herbal sederhana maupun peralatan medis bagi seorang Tabib.


Jarak antara hutan tempat mereka berada dengan Kota Fanren terbilang jauh, setidaknya membutuhkan seperempat hari perjalanan untuk sampai ke kota. Lin Chen sengaja memilih jarak yang cukup jauh agar pikirannya lebih teman saat berada di dalam hutan yang segar.


"Kakak, Yi'er sudah memikirkannya dari tadi. Kakak sudah pernah menjalani hidup sebagai manusia biasa selama dua puluh lima tahun, mengapa harus melakukannya lagi?" Kehidupan Mortal yang dimaksud Xue Ying adalah saat kehidupan ketiga Lin Chen sebagai Chen Lin di Bumi.


Lin Chen terdiam sejenak; memikirkan jawaban yang tepat dan mengingat dirinya sebagai Chen Lin di Bumi. "Entahlah, aku merasa tidak ada yang spesial di Bumi, mungkin saat itu aku hanyalah manusia biasa, bukan seorang Kultivator Sejati. Jadi, aku tidak terlalu memikirkan tentang kehidupan, aku hanya bekerja dan bekerja."


Xue Ying yang berada di dalam gerbong, tidak lagi bertanya karena cukup puas dengan jawaban itu, dan ia tahu bahwa kehidupan Kakaknya di Bumi memang dicurahkan hanya untuk pekerjaan yang digeluti.


Lin Chen menghela napas panjang dan terus mengatur pernapasannya, lalu menekan beberapa titik di bagian dada menggunakan ibu jari. Pada saat itu juga, aura yang dikeluarkan Lin Chen benar-benar menghilang, seperti manusia biasa dan bahkan tidak memiliki kesadaran spiritual yang bisa merasakan sekitar.


Namun, karena adanya System, ia tidak perlu khawatir dengan kloning yang menjaga anak-anak. Kloning masih memiliki energinya sendiri, jadi saat berada di dalam bahaya, ia bisa mengetahuinya dan segel yang menyegel kekuatannya akan langsung terlepas.


Tapi, walaupun Lin Chen menyegel kekuatannya sendiri, kekuatan Yan Xue, Xue Ying dan Dewi Kuxing tetap ada, mereka hanya menahannya sampai batas Spirit Realm tahap Awal, dan itu pun hanya bisa dirasakan oleh mereka yang sudah berada di Ranah Heavenly Realm.


Kereta kuda terus bergerak dengan kecepatan 6mph, dan dengan waktu yang dibutuhkan, maka jaraknya adalah 36 mil dari tempat mereka berada sekarang ini.


Tidak ada hambatan dalam perjalanan seperti bertemu dengan bandit, ini tidak seperti yang diharapkannya karena ingin merasakan bagaimana dirampok oleh bandit dan tidak bisa melakukan apa-apa.


Ketika sudah sampai di depan gerbang Kota Fanren, gerbong kereta dihentikan oleh beberapa penjaga yang membawa tombak sebagai senjata.


"Aku tidak pernah melihat kalian, kalian berasal dari mana dan ada keperluan apa di Kota Fanren?"


Lin Chen menoleh ke kanan melihat seorang pria paruh baya berambut hitam pendek yang mengenakan jirah cokelat terbuat dari kulit. "Aku dari gunung, aku membawa istriku ke kota untuk membuka toko herbal dan memberikan pelayanan kesehatan."


Penjaga itu mengerutkan keningnya, lalu berjalan ke belakang untuk mengecek isi dari gerbong kereta. Ia bisa melihat banyak kotak kayu yang berisikan herbal sederhana yang bisa dijumpai dengan mudah dan tidak terlalu mahal.


Setelah selesai memeriksa, penjaga kembali pergi ke depan untuk bertemu dengan Lin Chen. "Sepertinya kau tidak memiliki identitas, kau bisa membayarkan Tael Perak untuk empat orang sebagai pembayaran untuk masuk ..."

__ADS_1


"Kemudian, karena kau ingin membuka toko obat, datanglah ke Paviliun Obat untuk mengikuti tes pengetahuan tentang herbal dan mendapatkan izinnya."


Lin Chen menganggukkan kepalanya; mengeluarkan Tael Perak yang ia ketahui dan menyerahkannya pada penjaga.


Kerutan dalam terlihat jelas di dahi penjaga gerbang, kemudian ia batuk dengan pelan dan kembali berkata, "Maaf, Tael Perak, bukan Sycee Perak."


Sycee Perak adalah mata uang yang biasanya digunakan di Bintang Qiang dan itu normal-normal saja, penduduk di sana menyebutnya dengan nama Tael Perak. Tapi ternyata di Bintang Qiuzan ini Tael Perak adalah mata uang berbentuk seperti koin dengan lubang persegi di tengah-tengahnya.


Mata uang di Bintang Qiuzan dimulai dari Tael Perunggu, Tael Perak, Tael Emas, Sycee Perak dan Sycee Emas. Perbandingannya adalah Tael Perunggu 10 : 1 Tael Perak, Tael Perak 100 : 1 Sycee Perak, Sycee Perak 10 : 1 Sycee Emas.


Lin Chen menggantinya dengan Tael Perak yang sesuai dengan mata uang di Bintang Qiang, dan memberikannya pada penjaga.


Penjaga itu menerima Tael Perak, lalu meminta pada rekannya untuk menandai gerbong kereta dan memberikan tanda pengenal sementara yang terbuat dari kulit kayu. Tanda ini berfungsi sebagai penanda bahwa gerbong kereta tidaklah ilegal dan sudah mendapatkan izin untuk beroperasi di dalam Kota Fanren.


Kereta kuda kembali bergerak, mulai memasuki Kota Fanren setelah melewati gerbang.


Hiruk-pikuk kota bisa didengar dari mana-mana, banyak penjual yang menjajakan dagangannya maupun pembeli yang mencoba menawar harga untuk mendapatkan harga yang ideal.


Lin Chen melihat denah Kota Fanren yang ia beli di pos pria paruh baya tadi; tujuan pertama adalah Kantor Properti untuk membeli rumah. "Sepertinya kita tidak bisa pergi melalui jalan utama saat membawa gerbong, bisa menimbulkan debu beterbangan dan merusak dagangan. Gerbong kereta hanya boleh melalui jalan utama tiap malam hari atau sampai satu jam setelah Matahari terbit."


Gerbong kereta berbelok ke kanan melalui jalan lain dan mengikuti arahan dari peta untuk pergi ke Kantor Properti; menghabiskan waktu setengah jam untuk sampai di sana dengan kecepatan stabil yang pelan.


Kereta berhenti di depan bangunan berlantai tiga dengan warna dominan merah yang berasal dari kayu secang.


Lin Chen melompat turun dari tempat kusir dan membantu Yan Xue. Kemudian ia berjalan masuk ke dalam bangunan; hanya mereka berdua saja, karena Xue Ying dan Dewi Kuxing harus menjaga kereta.


"Terima kasih." Lin Chen menganggukkan kepala dan melambaikan tangannya membalas salam dari wanita berambut cokelat itu.


Lin Chen memasuki bangunan; langsung pergi ke meja resepsionis yang dijaga oleh wanita muda yang mengenakan pakaian yang sama, rambut biru sebahu. "Aku ingin membeli rumah di jalan utama, apakah masih ada?"


Pelayan itu sedikit membungkukkan badannya seraya berucap, "Tentu, kami memiliki rumah yang dijual dengan harga terjangkau di jalan utama." Ia kembali berdiri tegak, lalu mengajak Lin Chen ke lantai atas.


***


Lantai 2


Ketiga orang itu sudah sampai di lantai dua dan berdiri di depan ruangan dengan pintu kayu berwarna cokelat; sepertinya ini adalah ruangan Manager Kantor Properti yang biasanya menangani penjualan atau pembelian rumah.


Pelayan langsung membuka pintu setelah mengetuk dan mendapatkan izin dari orang di dalam ruangan. Terlihat ada pria paruh baya berambut hitam panjang mengenakan pakaian hitam dengan jubah merah yang sedang duduk di balik meja kerja.


Lin Chen berjalan masuk setelah dipersilakan, dan duduk di sofa yang berada di kiri depan dari meja kerja. "Aku Lin Chen dan ini istriku, Yan Xue. Kami datang ke sini karena ingin membeli rumah di jalan utama."


Wajah pria paruh baya mengeras dengan kerutan di dahi; tidak berharap akan ada yang mau membeli rumah di jalan utama. Ia sendiri bernama Qin Sanzhong, bekerja di sini atas perintah dari Wali Kota.


"Apakah kau benar-benar ingin membeli rumah di jalan utama? Hanya ada satu rumah yang tersisa dan sudah lama tidak dihuni." tanya Qin Sanzhong memastikan—sudah banyak yang datang untuk membeli rumah di jalan utama, namun setelah melihatnya langsung, mereka membatalkan meski harus membayar denda.

__ADS_1


Lin Chen sudah bisa menebak apa yang salah dengan kediaman ini hanya dari nada ucapan maupun ekspresi Qin Sanzhong. Tapi dengan bantuan Xue Ying, harusnya tidak masalah meski ia sedang menyegel kekuatannya.


"Iya, aku ingin membeli rumah di sana." Lin Chen tidak mungkin untuk menolak rumah yang ukurannya cukup besar di jalan utama dan dijual dengan harga murah.


Qin Sanzhong tertegun, kemudian menghela napas panjang saat melihat keyakinan yang terpancar dari mata Lin Chen. Akhirnya ia mengeluarkan kontrak yang tertulis di kertas, di sana ada yang tertulis bahwa 10% dari biaya akan diambil apabila pembeli membatalkan kontrak.


"Aku sudah memperingatkan kalian, tapi karena kalian tetap kekeh ingin membeli rumah itu, maka aku akan menjualnya. Tapi jangan menuntut kami jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami tidak bertanggung jawab," ucap Qin Sanzhong.


Lin Chen membacanya sekilas, lalu menandatangi kontrak, kemudian langsung membayarkan sejumlah uang dengan total 50 Sycee Perak. Sungguh jumlah yang sangat sedikit sekali, karena di Bintang Qiang 50 Sycee Perak tidak bisa membeli rumah, bahkan untuk menyewa kamar sekalipun harus menggelontorkan dana menggunakan Sycee Emas.


Lin Chen dan Yan Xue keluar dari ruangan setelah mendapatkan kunci maupun peta menuju kediaman, tapi meski sudah mendapatkan peta, mereka akan dituntun oleh pekerja yang ditugaskan untuk memberi tahu arah.


Hanya membutuhkan delapan menit berjalan kaki untuk sampai, dan kereta kuda bergerak lebih lambat dari orang yang berjalan, karena tidak ingin menimbulkan debu yang naik akibat kuda yang berlari.


"Yi'er, Yin'er, aku pergi duluan. Kalian bisa mengikutinya dari belakang," ucap Lin Chen berpamitan.


Ketika sudah sampai di depan kediaman yang telah dibeli, Lin Chen bisa merasakan auranya yang dingin menusuk ke tulang, bahkan manusia biasa juga bisa merasakannya. Kediaman ini terlihat tidak terawat, tembok-tembok mulai retak, tapi gerbang kayu terlihat masih bagus.


Lin Chen mendorong pintu kembar secara perlahan, melihat bagaimana seramnya kediaman. Tanah tandus dengan rumput kering, pohon di halaman yang layu bahkan hampir mati. Kediaman ini sendiri setidaknya memiliki ukuran seperti lapangan sepak bola, harusnya dijual sekitar 500 Sycee Perak.


"Bangunannya terlihat kokoh, hanya perlu membersihkan sedikit dan kembali bisa dihuni."


Pemuda yang menemani, gemetaran seraya memeluk tubuhnya sendiri. Ia membungkuk mengarah pada Lin Chen. "Tuan! Aku pergi dulu, selamat tinggal." Ia langsung berbalik, berlari meninggalkan tempat.


Yan Xue menyentuh gerbang kayu dan melihat papan nama yang retak di atas gerbang. "Pantas saja tidak ada yang mau membeli, rumah ini dihuni oleh makhluk tak kasat mata, saat malam hari akan berkeliaran dan mengambil kehidupan siapa saja yang menghuninya ..."


Yan Xue melangkah masuk; melihat halaman sekitar yang tandus, lalu perhatiannya tertuju pada sumur yang ditutup oleh kayu dan ditindih batu besar. "Dia bersembunyi di dalam sumur."


"Apakah Gege akan membunuhnya?" tanya Yan Xue penasaran—dengan kekuatan Lin Chen yang disegel, ia tidak tahu apakah Lin Chen bisa menghilangkan jiwa liar di dalam sumur dan memurnikan kediaman ini sampai ke akar-akarnya.


Lin Chen memalingkan wajahnya dari memandangi pemuda yang berlari ke arah Yan Xue. "Biarkan Yi'er saja yang membunuhnya, sekarang kita hanya perlu membersihkan semua rumput mati dan menghilangkan debu di dalam rumah ..."


"Tentu saja kita tidak bisa menggunakan kekuatan, kita akan melakukannya seperti manusia biasa."


Dalam perjalanan tadi, Lin Chen sudah membeli peralatan untuk bersih-bersih dan bercocok tanam.


Lin Chen kembali melihat jalanan utama, dan langsung mengetahui bahwa tidak ada yang mau melewati jalan di depan kediaman yang ia beli. Kebanyakan orang akan memilih memutar jalan daripada harus berjalan melewati kediamannya, sepertinya banyak kejadian-kejadian mengerikan di dalam rumah ini.


"Sangat sepi sekali, tapi tidak lama lagi semuanya akan berubah. Hanya butuh waktu satu minghu, jalanan ini akan kembali ramai." Lin Chen berbalik, kembali masuk ke dalam halaman dan mulai membersihkan rumput-rumput kering.


Lin Chen membersihkan halaman depan, dan Yan Xue membersihkan bagian dalam rumah yang berdebu seperti tidak ditinggali selama beberapa tahun.


Untuk masalah jiwa liar yang bersembunyi, Lin Chen akan membiarkannya sampai malam hari; ingin melihat bagaimana wujudnya. Dan, walaupun ia sudah menyegel kekuatannya, ia masih memiliki Talisman yang bisa digunakan, bahkan untuk manusia biasa tanpa kekuatan.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2