Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 197 : Kedatangan Anak-anak


__ADS_3

Kota Xandan, Bintang Qiuzan, Semesta Lantian


Pilar cahaya berwarna putih mulai meredup dan mengecil, yang kemudian menghilang; semua makhluk hidup bisa kembali bergerak sesuai kehendak masing-masing, tidak ada lagi aura aneh yang menahan pergerakan mereka seperti sebelumnya.


Siluet Lin Chen yang melihat daratan Bintang Qiuzan juga menghilang; tidak ada lagi gemetaran di tubuh, tapi mereka yang pernah melihatnya langsung, merasa takut karena pernah membentak Lin Chen, entah di Chenlong Herbal atau Paviliun Qiao An Xuan.


Lin Chen membuka matanya, Mata Sihir-nya yang selama ini ia sembunyikan, kembali terlihat dan sepertinya membutuhkan banyak energi untuk menyembunyikannya kembali. Tapi, ia tidak ambil pusing memikirkan hal sepele dan membiarkan apa adanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...[~Profil~]...


[Nama : Lin Chen]


[Gelar : Yang Mulia Kaisar, Tuan Muda Keluarga Lin, Lutrinae, Orang Terhormat dari Benua Bumi, Raja Iblis, Orang Gila, Dewa Pencipta, Penguasa, Dewa Suci, Dewa Iblis, Monster Gila, Pencipta Semesta, Hukum dan Aturan, Ayah dari Dewa dan Dewi, Satu-satunya]


[Usia : 63 Tahun]


[Ranah : Lord Realm]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wajahnya mengeras dengan kerutan di dahi saat melihat Ayah dari Dewa dan Dewi, entah mengapa ia merasa tidak ingin mendapatkan Gelar tidak penting semacam itu. Tapi, sepertinya ada efek tertentu yang mampu menurunkan kekuatan Dewa dan Dewi ke Heavenly Realm.


Lin Chen menekan tangan kirinya di tanah dan tangan kanan yang bertumpu pada lututnya, ia menopang badannya untuk berdiri tegak; melihat Kota Xandan dari atas awan. "Aku harus kembali ke Bintang Qiang, saat aku menerobos, perasaanku sedikit bangkit dan memberi pesan pada mereka untuk kembali."


Lin Chen melangkah ke depan dan tiba-tiba ada awan yang muncul di bawah kakinya; awan mulai bergerak menuntunnya untuk turun ke tengah-tengah Kota Xandan, lebih tepatnya di depan Paviliun Qiao An Xuan yang merupakan rumah makan.


Manusia-manusia yang berada di sekitar tidak berani mendekat; sebelumnya mereka terlihat sangat akrab seperti kerabat, tapi sekarang merasa takut karena Lin Chen lebih tinggi dari Immortal.


Lin Chen menoleh ke kiri belakang; ada Bian Jiazhen yang terlihat gemetaran saat mengetahui identitas aslinya. "Benarkan? Terkadang, status tinggi membuatmu tidak tenang, semua orang tidak berani melihat matamu saat berbicara, dan itu sangat menyebalkan."


Bian Jiazhen hanya diam gemetaran; tidak berani menatap mata Lin Chen.


Lin Chen mengembuskan napas panjang dan mengangkat tangan kanannya; mengarahkan jari telunjuknya pada Bian Jiazhen maupun wanita tua yang usianya lebih muda dari Bian Jiazhen.


Tubuh keduanya mengalami perubahan; rambut putih mereka mulai menghitam berkilau; kerutan-kerutan di wajah sudah menghilang; tubuh mereka kembali sehat dan napasnya tidak lagi berat, serta semua penyakit yang mereka derita sudah sembuh.


Keajaiban ini sangat mengejutkan semua orang yang berada di sekitar, mereka tidak lagi mengganggap Lin Chen sebagai Immortal, melainkan Dewa!


"Itu adalah hadiah untuk kalian berdua, sekarang, aku akan kembali ke tempat asalku. Mungkin kita tidak bisa bertemu lagi." Lin Chen berjalan masuk ke dalam rumah makan; tidak ada niatan untuk membantu Bian Jiazhen berkultivasi, karena tidak baik asal mengajarkan mereka tentang kultivasi.


Yan Xue yang berdiri di balik pintu, sudah menunggu Lin Chen datang; ia sudah tahu jika Lin Chen datang dan diam di depan, tapi karena terlalu banyak orang, ia menahan diri.


Lin Chen yang baru masuk, mendapatkan pelukan hangat dari Yan Xue. "Kenapa?"


Yan Xue tidak menjawab, hanya diam dan membenamkan wajahnya di dada Lin Chen. Ada rasa takut jika ditinggalkan lagi seperti sebelum-sebelumnya, karena itulah ia melepaskan emosinya dengan cara menangis.

__ADS_1


Lin Chen juga diam karena sudah tahu alasan mengapa Yan Xue menangis, ia tidak bisa memberikan janji untuk tetap tinggal, karena ia sendiri merasa Lord Realm yang sekarang masih belum lengkap, sepertinya harus membunuh Dewa Kehampaan agar benar-benar Lord Realm setelah menghilangkan perasaan yang mengganjal.


Perasaan yang mengganjal adalah membunuh Dewa Kehampaan, bagaimanapun ia sudah berjanji dan bertekad untuk membunuhnya.


"Kita akan kembali ke Bintang Qiang, anak-anak pun akan kembali. Saat aku menerobos, secara tidak sengaja aku mengirimkan pesan pada mereka, dan sepertinya mereka sudah dalam perjalanan."


Yan Xue menganggukkan kepalanya dan tetap diam tanpa bersuara.


Yang lain mulai beberes-beres peralatan masak maupun makan; semua pelanggan sudah keluar dari lama, sehingga rumah makan melayang perlahan meninggalkan daratan dan tetap diam belasan meter dari permukaan tanah.


Rumah makan dibiarkan melayang, agar tidak ada manusia biasa yang datang kemari. Kemudian, rumah makan ini dilapisi oleh energi spiritual berwarna putih milik Lin Chen dan ada siluet yang membentuk dirinya sedang menjaga rumah makan.


Lin Chen tidak berencana membawa rumah, tapi ia pun tidak berencana meninggalkannya begitu saja tanpa penjagaan.


Lin Chen keluar dari rumah makan bersama yang lainnya, kemudian terbang tinggi ke langit yang tiba-tiba ada pusaran cahaya putih.


Kelompok delapan orang itu memasuki pusaran cahaya, yang kemudian menghilang sesaat setelah mereka masuk, menimbulkan keterkejutan di wajah semua orang di Kota Xandan.


***


Kota Chen, Bintang Qiang, Semesta Yongheng


Lin Chen mengatakan bahwa anak-anak sedang dalam perjalanan, meski sebenarnya sudah sampai.


Anak-anak bisa cepat sampai karena di masing-masing Cincin Ruang mereka, terdapat Profound Ark maupun Feichuan yang sudah dimodifikasi agar mampu membelah ruang dan berteleportasi.


Chang Huifen, wanita muda berambut hitam panjang; mata cokelat berkilau; mengenakan hanfu merah bermotif bunga dan warnanya akan semakin muda saat terus turun.


Chang Huifen berjalan mendatangi Lin Da Zixuan. "Aku ingin menanyakan ini sejak kedatangan kita di sini, bagaimana bisa kau membawa kita ke kota besar seperti kerajaan tanpa melalui gerbangnya? Kemudian, Immortal God di sini bisa ditemui di mana-mana, bahkan tukang daging."


"Xuan'er, apakah kau belum memberi tahu identitasmu?" tanya Lin Qiao Jianying menghampiri.


Lin Da Zixuan menghela napas panjang. "Kakak sendiri bagaimana? Sepertinya orang yang Kakak bawa juga tidak mengetahui Kakak ..."


Lin Da Zixuan mengalihkan pandangannya pada Lin Mein An yang sibuk membaca buku. "Kak Mein, apakah Kakak hanya sendirian?" tanyanya. Ia memalingkan wajahnya pada Chang Huifen. "Ini adalah Kota Chen, pusat dari Bintang Qiang."


Lin Mein An tetap tenang duduk di bongkahan batu, lalu tak lama kemudian menutup buku yang ia baca dan menoleh ke kiri. "Aku tidak sempat mencari teman, aku datang ke Bintang Fengxuan dan menjadi Master Array tanpa ikatan."


Chang Huifen dan 13 Heavenly Immortal God lain tertegun ketika mendengarnya, mereka hanya tahu bahwa mereka datang ke Bintang Qiang, tapi tidak pernah diberi tahu bahwa akan datang ke Kota Chen yang merupakan pusatnya.


Lin Qiao Jianying mengangkat tangannya dan mencubit kedua pipi Lin Da Zixuan. "Wajahmu semakin tampan, Kakak suka Xuan'er yang dulu, masih sangat manja dan bersemangat."


Lin Da Zixuan sedikit kesal karena diperlakukan seperti anak kecil di depan rekan-rekannya, tapi ia tidak menolak karena memang menyukai perlakuan seperti ini, hanya saja terkadang ia sedikit malu.


"Apakah kalian datang ke sini menggunakan Profound Ark aneh?" tanya Lin Mein An penasaran. Datang ke Bintang Qiang menggunakan Feichuan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, dan tiba-tiba sudah ada di Cincin Ruang.


"Apakah Kakak juga menggunakannya? Jian'er awalnya menggunakannya, tapi berganti saat mau masuk ke Bintang Qiang." Lin Qiao Jianying tidak tahu asal-usul dari Feichuan yang tiba-tiba di dalam Cincin Ruang, dan karena takut mendapat masalah yang tidak perlu untuk Ayah, akhirnya ia menggantinya dengan Profound Ark.

__ADS_1


Lin Da Zixuan tidak bisa menjawabnya, tapi ia tetap menganggukkan kepalanya, ia juga memakai Feichuan yang sangat aneh.


Fluktuasi energi spiritual mulai berkumpul di langit Kota Chen, energi yang sangat tidak asing dan secara serempak tanpa ada paksaan, semua orang di Kota Chen mulai menghentikan pekerjaan masing-masing dan berlutut.


Lin Qiao Jianying melepaskan tangannya dari pipi Lin Da Zixuan dan fokus pada pusaran cahaya putih; ia sangat merindukan pelukan Ayahnya.


Perlahan, dari dalam pusaran cahaya mulai terlihat kaki yang turun mengenakan pakaian berwarna putih, dan terlihat semua penampilannya setelah menunggu beberapa saat.


Chang Huifen dan 13 Heavenly Immortal God lebih tua dari Lin Da Zixuan, sehingga mereka sudah mengetahui siapa identitas pemuda yang keluar dari pusaran cahaya. Kejadian ledakan keras 23 tahun lalu di mana Alam Selestial telah hancur.


Lin Chen, Yan Xue dan yang lain turun perlahan dari langit; mendarat di depan Lin Qiao Jianying.


"Ayah!" Lin Qiao Jianying berlari ke arah Lin Chen dan melompat, melingkarkan tangan di leher dan kedua kakinya melingkar di pinggang Ayahnya.


Lin Chen menepuk-nepuk punggung dan mengusap kepala Lin Qiao Jianying. "Apakah Jian'er merindukan Ayah? Bagaimana dengan keluarga Ye? Apakah ingin Ayah musnahkan mereka?"


"Eh!?" Lin Qiao Jianying melepaskan tangannya di leher Ayahnya dan menggantinya berpegangan di pundak. "Ayah mengetahuinya?"


"Tentu saja, Ayah tahu semua yang kalian lakukan selama ini." Lin Chen mengecup hangat pipi Lin Qiao Jianying.


Lin Chen berjalan mendatangi Lin Da Zixuan dan Lin Mein An. "Ayah minta maaf karena memanggil kalian, saat Ayah menerobos, emosi Ayah sedikit keluar sampai memberi pesan ingin bertemu." Ia mengecup kening Lin Mein An dan mengusap kepala Lin Da Zixuan.


Yan Xue juga datang menghampiri dan memeluk Lin Mein An maupun Lin Da Zixuan.


Lin Chen menoleh melihat 14 Heavenly Immortal God, Dewa Tian maupun Dewa Di yang datang bersama Putranya. Hanya dengan tatapan mata, aliran energi murni mulai menyelimuti keempat belas orang, yang saat itu juga kultivasi mereka meningkat pesat sampai Dewa Neraka tahap 9.


Lin Chen juga meningkatkan kekuatan anak-anaknya agar mereka bisa lebih menjaga diri di luar sana.


"Xuan'er, bagaimana? Apakah menyenangkan berkelana di luar sana?"


Lin Da Zixuan menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab, "Menyenangkan, Zixuan bisa mendapatkan banyak pengalaman dan teman-teman baru, meski terkadang ada masalah, tapi Zixuan bisa menyelesaikannya."


"Ayah menerobos Ranah apa lagi?" tanya Lin Qiao Jianying yang masih memeluk Lin Chen.


"Lord Realm." Lin Chen sangat senang sekali dengan Lin Qiao Jianying yang masih sangat manja padanya; tidak ada perubahan meski sudah dewasa, berbeda dengan dua lainnya yang sedikit enggan diperlakukan seperti anak kecil karena memalukan.


Kun Yongsheng berdiri di sebelah Lin Da Zixuan. "Aku tidak tahu kau adalah Pangeran Qiang, dan apa lagi itu Lord Realm?" bisiknya.


"Jika kau ingin tahu, aku bisa membawamu ke Perpustakaan Surgawi, ada jutaan buku di sana yang bisa dibaca orang luar, dan ada puluhan juta buku yang hanya bisa dibaca oleh anggota Sekte Chenlong," ucap Lin Da Zixuan. Ia sudah mendapatkan izin dari Ayahnya dan diperbolehkan membawa rekan-rekannya.


Lin Chen membiarkan Putranya membawa rekan-rekannya dari Bintang Tiankong, karena ia sudah memastikan bahwa mereka tidak ada niatan buruk pada anaknya saat berada di Bintang Tiankong.


Lin Chen ingin memberi tahu bahwa ia akan pergi, tapi sepertinya ia akan menundanya sebentar. Bagaimanapun, waktu yang ia habiskan bersama anak-anaknya sangat sedikit, dan ia ingin membayar semua kesalahannya karena terlalu sering meninggalkan mereka.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2