Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 201 : Kedatangan Penghuni Alam Tantiang


__ADS_3

Lin Chen melihat sekitar mencari keberadaan God Realm yang tersisa; tidak terlalu banyak seperti sebelumnya dan bahkan mereka sudah kehilangan semangat untuk bertarung, salah satu dari mereka bahkan memotong anggota tubuhnya sendiri dan menusuk dada berkali-kali untuk bunuh diri, tapi hasilnya nihil karena kutukan yang ditanam.


Dewa Kehampaan menatap tajam Lin Chen dengan mata merah darah. "Kau! Kau adalah Dewa! Mengapa memiliki sifat seperti manusia!? Mengapa kau berperilaku seperti manusia!?"


Lin Chen memiringkan kepalanya menatap Dewa Kehampaan dengan tatapan aneh. "Mengapa? Apakah tidak boleh? Bahkan, Zeus yang berasal dari Mitologi Yunani, Raja Olympus memiliki seorang istri. Dia Dewa, tapi berperilaku seperti manusia."


Dewa Kehampaan termenung tak mengerti; tidak pernah sekalipun mendengar nama Zeus, Mitologi Yunani maupun Olympus.


"Jika kau mengatakan aku bukanlah Dewa karena bersikap dan memiliki sifat seperti manusia, lalu mengapa kalian merasakan sakit?"


Dewa Kehampaan tersentak tidak bisa menjawabnya; pikirannya kacau hanya karena pertanyaan Lin Chen yang selama ini tidak pernah ia pikirkan.


Lin Chen bisa memahami apa yang dipikirkan Dewa Kehampaan, ia pernah bingung atas pertanyaannya sendiri, tapi sekarang ia membuang semua pikiran yang mampu meragukan dirinya sendiri, karena itu bisa membuatnya terpuruk atau bahkan menurunkan kekuatannya.


Yang perlu diketahuinya adalah, ia berada di atas, memandang ke bawah tapi tidak merendahkan.


Dewa Kehampaan masih dalam keadaan terpukul hanya karena pertanyaan yang diberikan, tatapan matanya kosong bahkan sampai melupakan semua rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya.


Lin Chen tidak ingin membuang terlalu banyak waktu, karena ia sangat penasaran dengan identitas siapa dirinya yang sebenarnya. Ia mengangkat tangannya sampai batas kepala, lalu menjentikkan jarinya; ada ledakan yang berasal dari berbagai tempat dan hanya meninggalkan Dewa Kehampaan seorang.


Dewa Kehampaan tersadar dari lamunannya, tiba-tiba sudah ada Lin Chen yang berada di depannya.


"Walaupun pertarungan ini singkat dan tidak menegangkan ataupun menghibur, tapi, terima kasih." Lin Chen mengangkat tangannya perlahan, kemudian memberikan serangan kecil di kepala Dewa Kehampaan menggunakan jarinya.


Duarr!


Dewa Kehampaan meledak tanpa meninggalkan jejak bahkan sebelum sempat berucap untuk memohon ampunan.


Tidak ada seorang pun kecuali Lin Chen yang tersisa, berdiri kokoh di angkasa luar dengan aura kuat menyebar.


Lin Chen masih menunggu di sana, menunggu datangnya jawaban dari atas sesuai dengan pesan yang ditinggalkan Chen Hao Ling padanya, bahkan meski itu harus menunggu ratusan atau ribuan tahun. Ia tidak peduli harus menunggu berapa lama, ia akan tetap menunggu.


Ngung, ngung...


Suara dengung mulai terdengar dari atas kepalanya; ada fluktuasi energi yang tidak bisa dijelaskan mulai berkumpul membentuk aurora berwarna emas terang yang menyinari Semesta Kongxu. Rasa hangat bisa dirasakan saat cahaya emas memandikan Lin Chen yang berada di tengah-tengahnya.


Lin Chen menutup matanya ketika ada ingatan-ingatan asing yang tidak pernah ia lakukan, tapi memasuki kepalanya seperti itu adalah ingatannya sendiri.


Ada lautan awan sejauh mata memandang, dan tidak lautan awan itu sangat tebal sampai Lin Chen yang Lord Realm tidak mampu melihat dasarnya. Banyak pulau-pulau yang melayang di atas awan, setiap pulau memiliki aura yang sangat padat, mungkin belasan kali lebih kuat dari Kota Chen.


"Alam Selestial!?"


Lin Chen menggelengkan kepalanya; tidak mungkin ada Alam Selestial karena itu hanya ada di Semesta Yongheng yang Hukum di sana terganggu akibat meledaknya dirinya yang dulu.


Lin Chen terus melihat ingatan asing yang terlalu berat untuk diproses bahkan untuknya; ingatan ini tidak terlihat seperti milik seseorang, melainkan suatu pengetahuan tentang tempat lain selain 324 Semesta dari Weiqi yang ada.

__ADS_1


Dalam gambaran yang masuk ke dalam kepalanya, terlihat ada sebuah istana berwarna emas yang berada di atas awan, bukan lautan awan yang menjadi dasar dari tempat itu, melainkan awan yang tempatnya lebih tinggi lagi.


Istana emas itu lebih tinggi dari Pohon Dewa yang tertanam di Kota Chen ataupun Alam Bawah; ada Prajurit Surgawi yang ukurannya setengah dari istana emas berjaga-jaga di bagian kiri dan kanan dari istana. Anak tangga yang menjulang tinggi setidaknya berjumlah 9999, dan siapa pun yang ingin naik ke sana untuk bertemu dengan pemiliknya—harus berjalan kaki!


Informasi asing namun seiring berjalannya waktu, Lin Chen sudah merasa bahwa informasi itu sedikit familiar.


Lin Chen bisa melihat ada makhluk yang struktur tubuhnya seperti Ras Manusia sedang berdiri di dasar tangga dan dihalau oleh Prajurit Surgawi yang menjaga. Kemudian setelah berbincang-bincang, makhluk kecil itu mulai mendaki tangga putih dengan karpet emas.


Jauh di dalam Istana Tiantang, ada yang duduk di Singgasana mengenakan pakaian emas yang memperlihatkan kemegahannya; Mahkota Kaisar terlihat di atas kepalanya dan pemuda yang sedang duduk itu terlihat sangat bosan. Kepalanya miring dengan tangan menopang pipi, dan sikunya bertumpu pada sandaran tangan.


Lin Chen yang sedang bermandikan cahaya emas, terkejut dengan jantung yang berdetak kencang seperti hendak keluar dari dalam dadanya; tidak mungkin ia bisa tetap tenang saat melihat Kaisar Tiantang.


Pemuda berambut putih panjang, alis tajam berwarna hitam bagaikan pedang, mata merah menyala dan dirasa mampu menelan 324 Semesta.


Kaisar Tiantang yang sangat bosan, mulai memainkan jari-jarinya dan tiba-tiba tercipta sebuah Semesta di atas jarinya. Dengan embusan kecil dari mulutnya, Semesta itu meledak menjadi serpihan cahaya.


Jantung Lin Chen semakin kencang melihat kekuatan dari Kaisar Tiantang.


Informasi terus-menerus masuk ke dalam kepalanya, memberi tahu tentang Alam Tiantang. Yuanshi Tianzun yang merupakan Pencipta dan tertua dari Tiga Dewata Murni, menyerahkan kedudukan Birokrasi Tiantang kepada wakilnya, Yu Huang Da Di atau Kaisar Giok.


Kaisar Giok memerintah seluruh Surga (Tiantang), Bumi (Semesta), dan Alam Baka (beserta neraka) dengan dibantu oleh sangat banyak dewa yang menjabat sebagai pembantu sipil serta birokrat.


Bang!


Dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar di Semesta Kongxu yang membangunkan Lin Chen.


"Yuanshi Tianzun, adalah Ayah dan Guru-ku. Aku, adalah Kaisar Giok!"


"Alam Selestial adalah pecahan dari Alam Tiantang, dan Alam Bawah adalah pecahan dari Alam Baka, Neraka atau Diyu."


"Alasan mengapa Alam Tiantang dan Alam Diyu terpecah, karena aku, Chen Hao Ling yang meledak dan memengaruhi Alam Tiantang dan Diyu!"


Cahaya emas di atas kepalanya terus membesar sampai menutupi seluruh Semesta Kongxu; terlihat ada Prajurit Surgawi dan Naga Emas yang turun dari sana, mereka adalah Kesengsaraan Petir, tapi tidak ada Ashura.


Prajurit Surgawi sangat tinggi, kepalan tangannya bisa menghancurkan Galaxy Zhongyang.


Lin Chen tetap tenang; tidak ada ketakutan di wajahnya, semuanya baik-baik saja saat melihat Prajurit Surgawi dan Naga Emas. Cahaya yang memandikannya terus menguat, tapi tidak menyakiti tubuhnya, melainkan membuat tubuhnya merasa lebih ringan dan sehat.


Prajurit Surgawi dan Naga Emas berdiri sejajar dengan Lin Chen, kemudian mereka semua berlutut dengan cara masing-masing.


"Salam! Kami sudah menunggu kedatangan Yang Mulia Kaisar Giok!"


Lin Chen masih diam karena tidak terbiasa dan masih berusaha untuk memproses informasi yang baru saja didapatnya; tidak menyangka rahasia Semesta akan sebesar ini, dan sebelumnya ia sudah menganggap dirinya sebagai yang terkuat di 324 Semesta.


Ternyata, 324 Semesta hanyalah dasar! Siapa yang menduga dari Alam Rendah, Alam Immortal, Alam Dewa.

__ADS_1


Kemudian berpindah ke Galaxy Xiannuzuo, Galaxy Mazhelun, Galaxy Zhongyang, Alam Bawah, Alam Selestial, Semesta Xing, Semesta Tian, Semesta Lantian, Semesta Kuxing, Semesta Kongxu dan sekarang, Alam Tiantang?


Mengapa aku memiliki terlalu banyak identitas? Aku hanya ingin hidup tenang bersama istri dan anak-anakku, aku tidak ingin yang lain!


Lin Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan; berusaha untuk tetap tenang meski di sisi lain ia sangat kesal dengan dirinya sendiri yang memiliki banyak sekali identitas.


Jika saja, jika, jika saja aku berhenti saat membunuh Long Ka Xiang, mungkin ini semua tidak akan pernah ada.


"Bagaimana keadaan Alam Tiantang?" Mau tidak mau Lin Chen harus mengkhawatirkan Alam Tiantang, karena di sanalah tempat ia berasal.


Prajurit Surgawi yang berlutut dengan membawa Tombak Emas, membuka mulutnya dan berkata, "Setelah Yang Mulia Kaisar Giok mengorbankan nyawa untuk mempertahankan Alam Tiantang dan Energi Abadi di sana, keadaan tidak baik-baik saja. Alam Diyu tahu jika Yang Mulia Kaisar Giok tidak lagi ada, dan Alam Diyu mulai memberontak."


"Bagaimana dengan Yuanshi Tianzun?" Lin Chen ingat masih ada yang lebih kuat di Akam Tiantang, seharusnya Yuanshi Tianzun sudah menyelesaikan semuanya dengan baik.


"Maaf ..." Prajurit Surgawi mematahkan harapan Lin Chen. "Beliau sudah tidak ingin memerintah lagi. Jika Alam Tiantang hancur, maka Leluhur Agung akan membuatnya yang baru."


Lin Chen terdiam dengan mata melebar, kepalanya terasa gatal. Sialan! Ayah macam apa yang tidak ingin membantu Putranya!?


"Kalian berdua, apakah Kesengsaraan Petir?"


Prajurit Surgawi dan Naga Emas menganggukkan kepala, kemudian Prajurit Surgawi menjawabnya, "Iya, Kesengsaraan Petir adalah pecahan kecil dari kekuatan kami, mungkin satu banding ratusan miliar. Kami diperintahkan untuk menghukum manusia yang ingin menjadi Kultivator dan melawan Surga!"


Lin Chen tetap diam tidak lagi berupa, ia sudah menduga akan hal ini, tapi masih saja membuatnya terkejut setelah mendengar kebenarannya langsung dari Prajurit Surgawi.


Akhirnya Lin Chen juga mengetahui mengapa ia jatuh dari langit secara tiba-tiba dan tidak terluka sama sekali, mungkin saat mengorbankan diri untuk mempertahankan Alam Tiantang, ada secuil kekuatan yang tersisa dan membentuk bayi kecil.


Prajurit Surgawi menunggu Lin Chen berucap, tapi tidak ada suara sama sekali setelah beberapa jam berlalu. Akhirnya, ia memberanikan diri untuk bertanya, "Yang Mulia Kaisar Giok, kami membutuhkan Anda untuk kembali memerintah."


"Apakah tidak ada yang menggantikan posisi Kaisar Giok di Alam Tiantang?"


Prajurit Surgawi menggelengkan kepalanya dengan hati-hati. "Tidak ada, tidak ada yang berani mengambil kedudukan Anda. Bahkan, Istana Tiantang dijaga ketat, dan tidak ada yang berani menaiki anak tangga."


"Bagaimana jika aku tidak kembali? Bagaimana jika Alam Diyu mengambil alih Alam Tiantang?" Lin Chen masih tidak ingin pergi ke sana dan harus meninggalkan Yan Xue; sudah cukup adegan berdarah-darah, ia hanya ingin hidup tenang.


Ekspresi Prajurit Surgawi terlihat rumit; ada ketakutan jika Lin Chen benar-benar tidak ingin kembali. "Ke- Kehidupan di Alam Tiantang dan Semesta, akan musnah."


Lin Chen tertegun dengan mulut terbuka, ternyata ia memang tidak diperbolehkan untuk hidup tenang. "Kau tahu, ini adalah kehidupan ku yang keempat di Semesta. Aku adalah manusia, dan aku memiliki seorang istri."


Prajurit Surgawi terdiam, kemudian tersenyum tipis. "Hamba sudah mengetahuinya, dan Yang Mulia Kaisar Giok adalah pemilik dari Tiga Alam, Anda bebas jika ingin membawa Ras Manusia untuk naik."


Lin Chen tidak tahu harus berbuat apa, ia mengatakan bahwa dirinya adalah Ras Manusia dan memiliki istri karena tidak ingin pergi, tapi ternyata ia bebas membawa Tas Manusia lain.


Sepertinya ... ah! Sudahlah!


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2