Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 079 : Ini, Bumi?


__ADS_3

Ketika semuanya sudah selesai merawat kulit wajah untuk waktu yang terbilang lama, akhirnya ia bisa memasuki ruangan meski dengan perasaan waspada, takut apabila suasana hati mereka masih kesal atas apa yang ia ucapkan tadi.


"Ibu..."


Lin Chen mendatangi Luo Yi yang sudah mengenakan pakaian, meski hanya sebatas celana di atas lutut dan kaus tanpa lengan yang memperlihatkan pinggang rampingnya.


Untuk Long Xia Yun, Luo Yi, Xue Ying dan Yan Xue mungkin ia bisa mengerti mengapa mereka memakai pakaian yang terbuka, mengingat mereka pernah tinggal di Bumi. Tapi untuk yang lain, yang tidak pernah berpakaian terbuka, dalaman kain berwarna putih, kini mengenakan dalaman bergaya modern.


"Ada apa, Chen'er?" Luo Yi tidak menoleh sama sekali, hanya terfokus pada buku yang ia baca seraya menikmati pijatan di betisnya. "Apakah Chen'er ingin meminta pelukan Ibu?"


Lin Chen menghampiri Luo Yi yang masih membaca buku. "Besok pagi aku akan pergi ke Bumi, aku pergi selama seminggu, kemudian kembali lagi."


Luo Yi menoleh ke kiri dan mendongak, menatap Lin Chen yang berdiri. "Kau sudah dewasa, kau bisa bepergian ke mana pun dalam waktu singkat. Jadi, tidak perlu meminta izin."


Apa yang dikatakan Luo Yi ada benarnya, tapi entah mengapa ada perasaan dingin yang ia rasakan di dalam hatinya. Ini seperti mengatakan jika ia sudah tidak diperhatikan lagi oleh Ibunya.


Luo Yi mengulurkan tangannya untuk menarik pergelangan tangan Lin Chen, membawanya ke tempat tidur. Ia menepuk-nepuk kepala putranya yang sedang bersandar di depan pundak kirinya yang berada di atas dada. "Ibu akan selalu menyayangimu. Jadi jangan pernah berpikiran yang macam-macam."


"Baik, Ibu." Lin Chen menutup matanya perlahan dan rasa kantuk mulai menyerangnya.


Ini adalah hal yang aneh, karena ia bisa tidak tidur dalam waktu ribuan atau bahkan ratusan ribu tahun. Namun saat memeluk Ibunya seperti ini, ada perasaan hangat dan nyaman yang membuatnya mengantuk.


"Nyonya, apakah Hamba perlu memanggil Dayang untuk memindahkan Tuan Muda?"


Luo Yi melihat sekilas wanita muda yang merupakan orangtua atau wali dari salah satu Murid Luar, kemudian kembali menatap Lin Chen yang tertidur. "Tidak perlu, biarkan saja dia di sini. Aku sudah lama tidak memeluk Chen'er saat tidur. Ini mengingatkanku saat dia baru berusia satu tahun."


Wanita itu menganggukkan kepala, lalu kembali mengalihkan perhatiannya untuk melanjutkan pekerjaan memijat kaki dan paha Luo Yi.


Luo Yi menangkap pergelangan tangan kiri Lin Chen karena hampir terjatuh, kemudian meletakkannya di atas perutnya yang halus.


"Apakah Chen'er selalu seperti itu?" Wang Ji Yue cukup heran dengan wajah tidur Lin Chen yang seperti anak kecil dan sangat tenang, berbeda sekali saat bertarung melawan Long Ka Xiang.


Luo Yi menoleh ke kanan menatap Wang Ji Yue yang berada di tempat tidur lain. "Iya, dia sangat manja, lebih manja daripada Yi'er. Tapi, jika dia marah, dia tidak segan-segan menghabisi nyawa lawan sampai akar-akarnya."


Wang Ji Yue merasa bersyukur karena Lin Chen mengampuni Ras Roh, jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada Ras Roh, dan mungkin ia juga akan terkena imbasnya, mengingat ia adalah Putri dari Kaisar Wang.


Walaupun Lin Chen tertidur pulas, ia masih bisa mendengar suara Luo Yi dan merasakan sentuhan pada telapak tangannya yang menyentuh perut Ibunya itu.

__ADS_1


Luo Yi kembali mengalihkan perhatiannya pada Lin Chen dan mengusap pelan wajah putranya itu. "Kulit wajah Chen'er lebih halus dari kita semua, telapak tangannya juga begitu tanpa ada kapal, seperti tidak pernah berlatih."


"Eh!?"


Hua Jia Ran, Wang Ji Yue, Guang Li Xiqing dan Ji Yue Ling mendatangi Luo Yi untuk membuktikannya sendiri dengan cara menyentuh wajah Lin Chen. Memang, kulitnya lebih halus dari mereka semua, dan ini termasuk suatu kekalahan yang menyakitkan.


"Maaf jika saya sedikit kasar, tapi harus diingat bahwa Gege adalah suamiku. Meski kalian semua memiliki hubungan keluarga, tapi Xue'er merasa cemburu." Yan Xue beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan menghampiri Lin Chen yang dikelilingi oleh empat wanita yang tidak lagi muda itu.


Hal ini cukup mengejutkan, membuat Nenek Buyut, Nenek dan Yue Mu terdiam saling menatap satu sama lain, kemudian tertawa kecil. Bukan cuma itu, bahkan para pekerja yang mengurus perawatan kecantikan mereka juga tertawa dan memiliki keinginan yang sama untuk menyentuh wajah Lin Chen.


Karena kebisingan ini, Lin Chen terbangun dan mulai membuka matanya perlahan.


"Apakah kami terlalu berisik?" tanya Luo Yi menatap wajah Lin Chen.


Baru saja membuka matanya dan menjadi pusat perhatian, akhirnya ia memutuskan untuk kembali tidur.


***


Keesokan Harinya


Hari sebelumnya ia sudah berkonsultasi dengan Long Xia Yun, yang tidak memasalahkan apabila Suku Maya Kuno dibangkitkan kembali. Tapi, tentunya harus ada aturan yang berlaku, seperti jangan terlalu mengembangkan teknologi yang berbahaya.


Keempatnya sudah berkumpul di atas permukaan danau, namun tidak langsung pergi karena masih mempersiapkan mental.


"Bumi sudah berbeda dari sebelumnya, saat kalian kembali, aku sudah melihatnya melalui Mata Dewa, dan Bumi benar-benar berubah."


Rui Alexander, Hong Mianli dan Yang Minghuan terdiam, memandangi satu sama lain dan menganggukkan kepala setelah mendapatkan satu pemikiran yang sama.


"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan tidak ingin mengetahuinya sekarang sebelum melihatnya sendiri." Rui Alexander mendorong pelan pundak Lin Chen. "Jadi, jangan ceritakan pada kami keadaan di sana."


Lin Chen sedikit mengangguk seraya melepaskan kekuatannya untuk menyelimuti mereka bertiga, yang kemudian langsung terbang tanpa meninggalkan jejak cahaya.


Walaupun bisa sampai saat itu juga, ia memilih untuk memperlambatnya agar tidak sampai terlalu cepat, setidaknya sampai mental ketiganya yang bisa dikatakan sudah stabil dan mampu menahan guncangan.


Dengan kecepatan yang sekarang, dari pusat Alam Semesta ke tepi Alam Semesta, melewati ratusan miliar galaksi, mungkin membutuhkan beberapa jam untuk sampai.


Rui Alexander menoleh ke kiri dan kanan melihat bintang-bintang yang dilalui dengan sangat cepat. "Lin Chen, apakah kau benar-benar mengetahui di mana Bumi berada? Apakah kita tidak tersesat? Aku tidak ingin berpisah dengan Ji Lin'er." Kepanikan terlihat di wajahnya.

__ADS_1


Begitu pun dengan Hong Mianli dan Yang Minghuan yang sedikit khawatir.


"Hei, aku merasa terhina. Aku sudah mengetahui keadaan Bumi saat ini, pastinya juga tahu di mana tempatnya." Lin Chen sedikit kesal dengan pertanyaan Rui Alexander, yang secara tidak langsung menghinanya.


Waktu terus berjalan dan tidak terasa sudah hampir sampai, itu bisa ditandai dengan bintang yang kecil berwarna cokelat kemerahan, bukan biru dan hijau seperti Bumi yang diketahui.


"Kita sudah sampai."


Hong Mianli mengerutkan keningnya. "Apakah ini benar-benar Bumi?"


Lin Chen menganggukkan kepalanya, sebelumnya ia juga tidak percaya dengan hal ini, dan mengetahuinya setelah mencapai Ranah Heavenly Realm, yang mampu melihat seluruh penjuru Alam Semesta. Ketika ia penasaran bagaimana keadaan Bumi, inilah yang ia dapatkan.


"Kalau kalian tidak percaya, lebih baik melihatnya langsung." Lin Chen bergerak perlahan memasuki atmosfer Bumi, yang kemudian turun perlahan dengan kedua kaki berada di bawah.


Hal pertama yang dirasakan adalah udara yang sangat kotor, banyak debu beterbangan di mana-mana, sinar matahari terhalang oleh debu hitam dan cokelat tebal di langit.


Kota-kota megah sudah menjadi reruntuhan, lautan sudah mengering, tanah sangat tandus dan gersang, serta semua tanah di sini sepertinya sudah terkena dampak radiasi nuklir.


"Apa yang terjadi di sini?" Yang Minghuan membuka matanya lebar, dan mulai ada kekhawatiran serta ketakutan di wajahnya.


"Kau tahu, Ilmuwan meneliti tentang perbandingan waktu antara gerak normal dan gerak cahaya. Selama ini kita bergerak dengan kecepatan cahaya, berada di galaksi yang juga berbeda, dan ini mempengaruhi waktu ..."


Lin Chen terdiam sejenak seraya terus turun hingga mendarat di reruntuhan gedung. "Kita sudah meninggalkan Bumi delapan belas tahun, dan tentunya waktu di sini bergerak dengan cepat. Mungkin sekarang sudah abad ke dua puluh tiga."


Ketiganya tersentak dengan mulut terbuka lebar. Sebelumnya mereka meninggalkan Bumi pada bulan September, tahun 2031 atau abad ke-21. Jika sekarang adalah abad ke-23, maka sekarang berada di tahun antara 2201 sampai 2300.


Lin Chen menoleh ke kanan melihat Rui Alexander. "Apakah kau ingin aku membangkitkan Ayahmu langsung? Kemudian pergi, atau ingin mencari tahu tentang Bumi yang sekarang?"


Rui Alexander menutup bibirnya rapat, dan sds kebimbangan di wajahnya yang terlihat jelas. "Aku, ingin melihatnya lebih dekat."


"Baiklah." Lin Chen melompat turun dari atas reruntuhan, mendarat di jalan rusak. "Tapi kalian harus tetap waspada, di sini ada monster. Kalian harusnya bisa merasakannya sendiri."


Ketiganya menganggukkan kepala secara bersamaan, dan kemudian melompat turun.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2