
Wilayah 3, Kota Eirini, Kerajaan Epitychimenos
Lin Chen mengirimkan kloning dirinya ke Wilayah 3 untuk mencari keberadaan kelompok yang menyiksa Mein, yang merupakan sahabat Lin Qiao Jianying dan sudah dianggap sebagai 'Kakak' oleh anak-anaknya yang tercinta.
Keadaan di sini cukup memprihatinkan, karena banyak sekali orang-orang yang tergeletak di jalanan karena kelaparan, bahkan ada juga prajurit yang sengaja membunuh orang yang mencoba untuk bertahan.
Entah bagaimana Lin Chen bisa menebak mengapa penjaga yang harusnya menjaga kota, malam membunuh warga tak bersalah yang kelaparan dan mencoba untuk bertahan hidup. Alasannya karena ingin menghilangkan aib dari Kota Eirini, yang kemudian menghilangkan Wilayah 3 dari Ibu Kota.
Tidak ada yang mengenali siapa dirinya, karena ia menyamar menjadi gelandangan yang terlihat sangat tua, namun masih memiliki kekuatan untuk berdiri ataupun berjalan. Ia tidak ingin identitasnya diketahui, karena ia datang kemari bukan berencana untuk membunuh yang bisa menghilangkan bukti, melainkan memberikan pelajaran.
Lin Chen melewati semua penjaga dengan santainya, tidak ada yang menahan langkah kakinya karena ia masih terlihat sehat. Ia pergi ke bangunan terbesar dari yang lain, bangunan berwarna cokelat kusam karena tak terawat, yang besarnya seperti mansion.
Ada dua orang yang berjaga di balik pagar besi, pria besar dengan tinggi yang belasan cm di bawahnya, dan ada juga pria kurus dengan tubuh yang lebih pendek lagi. Keduanya membawa pedang pendek, dan terlihat berpengalaman dalam bertarung.
"Pria tua—"
Bang!
Lin Chen menendang pagar besi yang menghalangi jalannya, membuat dua pria yang berjaga itu tertindih oleh besi berat yang sudah ia alirkan energi spiritual untuk memperberat massanya. "Jangan menghalangi." Ia melangkah di atas pagar besi.
Ada sekitar tiga puluhan orang di sini, dan mereka semua adalah bandit yang berpindah haluan profesi menjadi peminjam uang dengan bunga yang hampir setengah dari jumlah yang dipinjamkan. Lin Chen bisa mengetahui informasi ini dari melihat ingatan dua orang yang tertindih pagar besi.
Walaupun dua orang itu tidak termasuk pelaku penganiayaan terhadap Mein, mereka juga ia hukum dengan cara yang sama.
Hanya dengan langkah kakinya, Lin Chen membekukan kedua kaki pria itu dan sepanjang lengannya, membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali dan tidak bisa dicairkan kecuali dipotong.
"Aarrgghh!"
Rasa sakit yang menyiksa, seperti jarum-jarum tajam mulai menusuk tulang-tulang dua pria yang tertindih oleh pagar besi.
Kebisingan di luar ini menarik perhatian semua orang yang berada di dalam dan terdengar suara bising dari dalam mansion, seperti orang yang tengah bersiap-siap untuk memberikan perlawanan. Hingga tak lama, mulai terlihat kelompok orang yang keluar satu per satu dari dalam mansion dengan satu set perlengkapan.
Lin Chen melihat semua orang secara bergantian, kemudian mengeluarkan pisau pendek yang berkarat. "Aku tidak akan membunuh kalian."
"Omong kosong!" Salah seorang pria paruh baya berambut cokelat, dengan luka vertikal di mata kirinya menerjang ke arah Lin Chen.
Lin Chen bergerak menyamping menghindari serangan pedang, lalu mengangkat tangan kanannya, melakukan gerakan elbow dan mengenai leher pria paruh baya yang menyerangnya. Tidak berhenti disitu saja, ia masih melanjutkan serangannya dengan menangkap pergelangan tangan pria itu.
__ADS_1
Krak!
"Aarrgghh!" Pria paruh baya itu berteriak saat sikunya ditendang Lin Chen menggunakan lutut, yang mengakibatkan lengannya patah.
Lin Chen menancapkan pisau berkarat di bahu, yang kemudian ia tarik secara paksa. Terlihat ada darah merah bercampur cokelat karena kotor, darah itu mengalir deras di bahu.
"Se— Serang!" Pria paruh baya yang tangannya terluka sangat kesal karena tidak ada yang membantunya.
Lin Chen sedikit membungkuk seraya mengulurkan tangan kirinya meraih betis pria paruh baya di depannya. Ia mengangkat kaki pria itu, lalu menyerangnya dengan pisau berkarat di paha, dan menariknya sekuat tenaga.
Ketika sudah membuatnya seperti itu, Lin Chen mengibaskan tangannya menampar pria itu hingga tidak sadarkan diri.
Lin Chen melompat tinggi menghindari serangan dari puluhan orang di depannya, berputar di udara sampai kepalanya berada di bawah. Ia menyilangkan tangannya di depan dada, lalu mengayunkan, melemparkan ratusan pisau berkarat.
Wush! Wush! Wush!
Pisau berkarat itu menancap di 25 pria yang hendak menyerangnya, kemudian ia mengendalikan pisau itu untuk bergerak agar lukanya bertambah lebar dan dalam.
Teriakan yang terdengar menyakitkan terus bersahutan tanpa henti, yang menarik perhatian penjaga yang sedang berpatroli.
Prang!
"Berhenti."
Ada lima pria paruh baya yang pakaiannya lebih rapi dari yang lain, tubuhnya juga terlihat berisi, meski wajahnya tetap saja terlihat seperti bandit. Lima orang ini adalah mereka yang menganiaya Mein sampai tidak bisa berjalan, mata kiri kehilangan penglihatan, tangan yang tidak bisa digerakkan dan napas yang sesak.
Lin Chen menggerakkan jari-jarinya, membuat tanah mulai retak dan memperlihatkan tunas baru yang tumbuh seperti akar. Akar itu mulai mengikat kaki dan tangan dari lima orang yang ada, mengangkatnya beberapa meter dari permukaan tanah.
Pria paruh baya berambut hitam, dengan gaya rambut botak tengahnya, mengenakan pakaian rapi berwarna hitam. Perutnya juga sangat besar seperti hamil anak kembar. "Apa kau tahu siapa aku?! Jika kau tidak melepaskan ku—"
"Diam!" Lin Chen menampar wajah pria paruh baya itu, yang kemudian menancapkan besi panas hingga menembus pipinya.
Lin Chen menjentikkan jarinya, tiba-tiba ada belasan besi panas yang tajam muncul di depannya. Ia menangkap besi itu, lalu menancapkan besi panas pada paha, kaki, lengan dan bahu.
Teriakan-teriakan yang terdengar menyakitkan sudah tidak bisa ditahan, namun baginya itu terdengar sangat merdu di telinganya.
"Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa aku datang kemari. Itu karena kalian melukai Mein."
__ADS_1
"Ha! Ha! Hao! Hu!"
Tidak ada ucapan yang terdengar jelas, karena pipi mereka ditembus oleh besi panas, beserta dengan lidahnya yang juga terkena jarum tajam.
Lin Chen melihatnya dari kejauhan tanpa menghilangkan akar pohon yang mengikat. Ia juga memperlihatkan wajah aslinya walaupun hanya untuk beberapa saat, kemudian lima orang yang melihat wajahnya itu tersentak dan kewarasannya menghilang karena tidak bisa menahan kejutan ini.
"Gila hanya karena melihatku?" Lin Chen memiringkan kepalanya merasa heran, tapi ia tidak terlalu memikirkannya dan memilih untuk menghilang.
***
Hutan Thisavros
Hutan Thisavros adalah hutan perbatasan antara wilayah Kerajaan Epitychimenos dan Dinasti Ming, hutan ini biasa dilalui untuk melakukan perdagangan melalui jalur darat, dan di sini banyak sumber daya seperti Rumput Mana, Daun Penyembuh dan lain sebagainya.
Gerbong kereta kayu yang mereka naiki berhenti di tepi jalan yang di sana ada lahan kosong. Mereka mulai menyiapkan tenda untuk menginap, mengingat hari mulai petang.
Gaya menginap mereka tidak menggunakan rumah yang disimpan di dalam Cincin Ruang, melainkan tenda kecil agar terlihat seperti Petualang pada umumnya. Hal ini diusulkan oleh Lin Da Zixuan yang ingin menginap seperti Petualang lain, setidaknya untuk sekali.
Lin Chen tidak bisa menolak permintaan anak-anaknya selama itu baik dan masih masuk akal.
"Kakak Mein, seperti ini." Lin Qiao Jianying mempraktikkan gerakan-gerakan yang baik untuk melatih tubuh fisik.
Lin Chen menerima Mein sebagai muridnya, meski hanya murid dari hal nama, bukan pengajaran langsung. Untuk yang mengajarkan teknik-teknik, itu adalah Yan Xue dan Lin Qiao Jianying yang memiliki pemahaman yang tinggi. Tapi meski hanya sebatas nama, sedikit banyaknya ia akan mengajarinya, tapi tidak sekarang.
"Ayah, berapa lama lagi kita sampai?"
Lin Chen menoleh ke kiri menatap Lin Da Zixuan duduk di batang kayu yang sama dengannya. "Satu minggu lagi, apakah Xuan'er ingin sampai lebih cepat?"
Lin Da Zixuan menggelengkan kepalanya pelan dan menjawab, "Tidak, bukan itu. Hanya saja, Zixuan merasa aneh di Hutan Thisa ... entahlah."
Lin Chen tertawa kecil seraya mengusap puncak kepala Lin Da Zixuan. Hutan Thisavros memang aneh, karena sangat sepi di sekitar mereka, yang mana harusnya banyak manusia yang berlalu-lalang dan ada monster-monster kuat, namun saat ini sangat sepi.
Lin Da Zixuan memejamkan matanya saat kepalanya diusap Lin Chen, laku membukanya kembali dan melanjutkan makannya.
Alasan mengapa tidak ada monster di sekitarnya, karena Lin Chen sudah melepaskan kekuatannya untuk menahan semua monster agar tidak bergerak atau mengacaukan perjalanannya yang tenang. Tidak baik jika setiap waktu selalu menghadapi monster, anak-anaknya juga perlu beristirahat dan ia ingin mengajarkan tentang Alkimia, Array, Mantra, dan lain sebagainya selain membunuh monster.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...