Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 170 : Menyerap Pil Dewa


__ADS_3

Kekacauan tidak dapat dihindarkan karena kematian Qing Yuwen yang merupakan Kaisar dari Daratan Jinmang; sangat mengejutkan bagi semua orang di Bintang Shanjin dan sekitarnya. Tidak ada yang pernah mengharapkan akan terjadi hal ini saat Qing Yuwen memasuki Dimensi Ruang, meski membawa Giok Leluhur Yang.


Leluhur dari keluarga Qing sangat marah karena mengetahui keturunannya terbunuh di dalam Dimensi Ruang dan mencari siapa yang membunuhnya; bahkan berencana menghancurkan Penginapan Jueqi tempatnya tinggal.


Leluhur keluarga Yuhan yang menjalankan Penginapan Jueqi tahu masalah apa yang akan diterima, tapi mereka tidak mundur dan akan melakukan apa pun untuk membalas kebaikan penyelamat hidup; apalagi Kekaisaran Qing memang tidak pernah akur terhadap keluarga Yuhan.


Ada alasan tertentu mengapa keluarga Qing dan Yuhan tidak bisa akur, itu dimulai dari ratusan ribu tahun lalu di mana keluarga Yuhan masih menjadi Kaisar dari Daratan Jinmang. Kehancuran Kekaisaran Yuhan dikarenakan keluarga Qing meminta bantuan dari Dewa Langit dengan imbalan yang menggiurkan, bahkan untuk Dewa sekalipun.


Jika Lin Chen diberikan penawaran oleh keluarga Qing, jawabannya adalah tidak—karena tidak ada yang mampu menarik perhatiannya lagi; sekarang ia juga mampu menciptakan hartanya sendiri yang bahkan lebih baik dari apa yang ditawarkan keluarga Qing.


Dalam pertempuran antara keluarga Qing dan Yuhan, kemenangan sudah dipastikan bahkan sebelum pertarungan dimulai. Keluarga Yuhan memiliki Heavenly Realm tahap Menengah yang menembus dengan bantuan Esensi Kehidupan dan Energi Dewa dari Lin Chen, berbeda dengan keluarga Qing.


***


Semesta Shangdi


Lin Chen di Semesta Shangdi yang masih kosong tanpa ada apa pun, hanya terlihat seperti ruangan gelap tanpa cahaya. "Ternyata seperti ini, aku hanya melihatnya dari sistem, tidak pernah langsung datang kemari."


Lin Chen mengeluarkan Pil Dewa yang selama ini ia simpan dengan hati-hati; tidak pernah ia keluarkan sekalipun meski sedang menyerapnya sedikit demi sedikit untuk meningkatkan kekuatan ataupun kesadaran spiritual.


Kemunculan Pil Dewa ini mengubah susunan Semesta Shangdi seperti terciptanya sebuah bintang-bintang kecil; setiap bintang memiliki Esensi Kehidupan yang cukup tinggi dan itu sangat baik untuk kultivasi di sana, meski tidak sebaik Alam Bawah.


"Bahkan, hanya dengan menyentuhnya saja aku sudah merasakan tekanannya. Memang, seperti yang diharapkan dari gabungan kekuatan belasan God Realm."


Lin Chen mengambil posisi duduk bersila di dalam gelapnya Semesta, tapi Pil Dewa mengubah Semesta menjadi sedikit lebih terang dengan warna yang sangat indah. Matanya masih terbuka; belum siap untuk benar-benar menyerap Pil Dewa secara maksimal.


Pil Dewa terus bergerak seperti atom di depannya, memancarkan aura kuat yang sedikitnya mampu menekan Lin Chen.


Lin Chen mulai menutup matanya perlahan seraya menarik napas dalam-dalam; aura Pil Dewa bergerak memasuki tubuhnya melalui pori-pori kulitnya saat matanya terpejam.


Bang! Bang! Bang!


Semua kekuatan Lin Chen terpancing keluar saat Pil Dewa mulai memasuki tubuhnya, tidak ada satu pun yang tertinggal: Cambuk Iblis, Rantai Dewa, Topeng Iblis, Chakram Dewa dan Chakram Iblis.


Pembuluh darah terlihat jelas di balik kulit tubuhnya; bahkan ada yang pecah karena tidak mampu menahan tekanan aura yang memasuki tubuhnya paksa, namun tidak mungkin ia akan menyerah hanya karena rasa sakit yang sepele seperti ini.

__ADS_1


Duarr!


Posisi duduk Lin Chen sedikit goyah karena tubuh kanannya meledak dari bahu sampai ke pinggang, tapi tidak perlu menunggu lama untuk meregenerasinya kembali—sesaat tubuhnya meledak, tubuhnya akan langsung terbentuk.


"Rasa sakit ini, tidak seberapa ketimbang sakit karena tidak bisa melihat anak-anak."


Tubuh yang baru terbentuk kembali setelah meledak, mendapatkan serangan lain dari tekanan kuat Pil Dewa. Lin Chen terbakar oleh api berwarna putih, emas dan merah yang mengubah kulitnya dari putih bersih; kini terlihat seperti arang dan ada retakan-retakan di permukaan kulitnya.


Aura dari Pil Dewa bertambah deras untuk menyerang Lin Chen melalui celah-celah kecil pada retakan di kulitnya; menimbulkan rasa sakit yang teramat sampai tidak bisa mempertahankan ekspresi wajahnya untuk tetap datar.


Rasa sakitnya seperti diserang oleh 14 God Realm tapi tidak bisa melawan; hanya diam menerima semua serangan dengan pasrah, tapi seberapa besar rasa sakit yang diterima, Pil Dewa tidak membiarkannya untuk mati.


Tubuhnya yang sudah hitam seperti arang, kembali terbakar oleh api putih yang menghilangkan daging hingga meninggalkan tulangnya saja. Api emas muncul dari bawah membakar tulang emas Lin Chen sampai habis tak bersisa; tidak ada lagi Lin Chen yang duduk di sana selain api emas yang masih membakar, bahkan Esensi Jiwa sudah menghilang.


Cambuk Iblis, Rantai Dewa, Chakram Iblis dan Chakram Dewa mengeluarkan energi yang sesuai dengan spesialis masing-masing pada satu tempat di mana api emas yang masih menyala; ada kekuatan yang berkumpul di sana dan terlihat tulang emas yang kembali terbentuk secara perlahan, lalu api putih yang menciptakan daging dan kulitnya.


Terakhir dan yang paling menyakitkan, api merah yang membakar dan menempa tubuhnya agar lebih kuat lagi sampai menembus batas dari tubuh fisik God Realm.


Booom!


Gerakan tubuhnya tertahan, suaranya tidak bisa keluar dan kesadarannya tertahan; tidak mampu melihat bagaimana keadaan 48 Semesta lain, tapi ada Pertahanan System yang menjaga.


***


Tidak terasa waktu yang berlalu sudah memasuki tahun ketujuh dan masih dalam posisi yang sama, duduk bersila menerima aura dan rasa sakit dari Pil Dewa.


Pil Dewa tidak terlalu mengerikan seperti awal menyerap, tapi masih bisa membunuh Earth Realm hanya dengan tekanan yang ada.


Bang!


Lin Chen membuka matanya setelah menunggu dan menunggu, aura yang terpancar dari tubuhnya semakin kuat; matanya berwarna putih dengan pola aneh yang tidak ada di Dunia Kultivator, tapi ada di Bintang Biru dan Bintang Logia; ini adalah ilmu yang dipelajarinya saat menjadi Penyihir Hati 9.



Lin Chen tidak menyadari perubahan pada kedua matanya yang mampu mengeluarkan serangan-serangan, serangan yang mampu dikeluarkan Penyihir Hati 9.

__ADS_1


"Apa ini?" Lin Chen menyentuh dadanya merasakan hangat yang tidak biasa, ini bukan energi dari Energi Dewa ataupun Energi Iblis. "Mana?"


Lin Chen menutup matanya untuk mencari tahu apa yang berbeda dengan tubuhnya; kerutan di dahinya terlihat dalam saat melihat jantungnya yang telah menghilang dan digantikan dengan pola-pola sihir yang sudah pernah ia pelajari saat di Bintang Logia.



Lin Chen membuka matanya perlahan seraya mengembuskan napas. "Jadi, Pil Dewa lebih menguatkan kemampuanku yang lain. Hati Mana sudah benar-benar terbentuk dengan baik, aku juga sudah menembus tahap Puncak, bahkan Setengah Lord Realm!"


"Aku tidak boleh merasa besar kepala meski sudah mencapai tahap ini, Dewi Kuxing pastinya tidak bersantai-santai selama aku menyerap Pil Dewa. Bisa saja, kekuatan kami setara atau bahkan dia yang lebih kuat."


Lin Chen mengeluarkan Pedang Dewa dan menggenggamnya; ada hal yang sangat berani yang ingin ia coba. Jika orang lain mencobanya, mungkin akan mati saat itu juga.


Tanpa membuang waktu, Lin Chen menusukkan Pedang Dewa ke dadanya sendiri untuk menjawab keraguannya sendiri. Rasa sakit membakar dadanya saat Pedang Dewa menusuk, tapi Hati Mana yang ia incar tidak berdampak sama sekali bahkan untuk goresan sekalipun.


Lin Chen mencabut Pedang Dewa dan pada saat itu juga luka yang ia terima langsung sembuh dalam waktu seperkian detik.


"Apakah aku masih manusia? Aku memiliki detak jantung, tapi tidak ada jantung, semua bagian tubuh diselimuti oleh pola: dari tulang, darah, daging dan kulit, bahkan pembuluh darah maupun otot-otot."


Lin Chen membuka layar interface untuk melihat seberapa lama waktu yang ia habiskan untuk menyerap Pil Dewa. Matanya membulat melihat layar interface, ia tidak menyangka akan menghabiskan waktu tujuh tahun hanya untuk menyerap Pil Dewa.


Memang, Lin Chen merasa sangat lama seperti ratusan ribu tahun karena tidak ada waktu istirahat untuk menenangkan diri dari rasa sakit menyerap Pil Dewa, tapi untuk waktu tujuh tahun itu terlalu lama.


"Anak-anak ... ku ..." Lin Chen merasa marah pada dirinya karena tidak bisa menemani dan melihat pertumbuhan mereka: Lin Mein An sudah berusia 20 tahun, Lin Qiao Jianying berusia 17 tahun dan Lin Da Zixuan berusia 15 tahun.


Kloning yang ia tinggalkan tidak sadarkan diri, semuanya seperti memasuki hibernasi.


"Aku, akan melihat mereka sebentar dan membayar semua kesalahanku."


Lin Chen mengibaskan tangannya untuk membuka celah ruang yang menghubungkan antara Semesta Shangdi dan Yongheng. Ia mengambil langkah, memasuki celah ruang dengan perasaan tidak keruan.


"Aku, kembali."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2