Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 253 : Kultivasi Profesi Lukis


__ADS_3

Baru beberapa jam berlalu, berita tentang kematian Kaisar Pertama dan Pangeran Ketiga dari Kekaisaran Rongyang telah tersebar ke seluruh penjuru Bintang Shangli. Tidak ada lagi yang berpikiran untuk merampok Paviliun Qiao Jian'er ataupun menangkap Peri Jianying untuk memaksanya menyuling pil.


Apalagi Peri Jianying selalu dijaga oleh dua sampai tiga keberadaan yang tidak dapat mereka bayangkan. Tapi, mereka merasa Bintang Shangli bisa dihancurkan hanya dengan tamparan. Ini juga membuka mata semua orang, bahwa tingkat kultivasi tidak hanya pada batas Tongzhi.


Kaisar Rongyang 312, datang secara pribadi ke Kota Dongqi untuk meminta maaf atas apa yang dilakukan Pangeran Ketiga, serta memberikan kompensasi untuk semua kerusakan yang diperbuat.


'Jika tidak bisa bersaing, maka buatlah dia menjadi teman'


Tapi, atas semua yang telah terjadi, sangat tidak mungkin untuk Kekaisaran Rongyang dan Keluarga Ye dapat menjalin hubungan dengan Paviliun Qiao Jian'er.


Karena kematian Kaisar Pertama pula, kekuatan Kekaisaran Rongyang turun signifikan karena menghilangnya Tongzhi tahap Akhir. Kekuatan itu bisa dianggap yang terkuat di Bintang Shangli ini, dan Kekaisaran Rongyang tidak lagi menjadi yang terkuat.


Tentunya ini adalah kerugian yang luar biasa, apalagi Pangeran Ketiga yang sudah diketahui kekuatannya yang dianggap mampu menyamai bakat Kaisar Pertama, namun dibunuh tanpa meninggalkan tubuhnya.


***


Paviliun Qiao Jianying, Kota Dongqi


Ada lima orang yang duduk di dalam ruangan di lantai teratas. Kelima orang itu sedang mengobrol ringan, tentu yang lebih banyak berbicara adalah Lin Qiao Jianying.


Lin Mein An yang awalnya pendiam, setelah dewasa, emosinya semakin terjaga. Ia seperti wanita dingin tanpa perasaan yang tidak bisa mengekspresikan diri.


Lin Chen duduk di sofa dan di sampingnya ada Lin Mein An. "Putri Ayah sudah sangat dewasa." Ia merangkul bahu Lin Mein An, menepuk-nepuknya. "Dari kecil Mei'er selalu menjadi anak baik, cobalah sedikit nakal seperti Jian'er."


"Ayah..." Lin Qiao Jianying menahan udara di pipinya yang terlihat membesar.


Lin Mein An mengangguk kecil, lalu bersandar di bahu Lin Chen. "Apakah Ayah selalu mengawasi kami?"


Lin Chen menyisir rambut yang menghalangi ke telinga Lin Mein An menggunakan jari-jarinya. "Tentu, kalian semua adalah anak-anak yang berharga bagi Ayah. Ayah tidak ingin kalian terluka, tapi, Ayah tidak bisa muncul begitu saja."


Lin Mein An menganggukkan kepalanya kembali; tahu bahwa Lin Chen tidak bisa muncul tiba-tiba. Bagaimanapun, tindakan Xue Ying tadi terlalu mencolok, dan itu masih jauh lebih lemah dari Lin Chen. Tapi, mengetahui bahwa ia selalu diawasi, ia tidak bisa menahan emosinya dan akhirnya tersenyum cerah saat menutup matanya.


Lin Qiao Jianying bertepuk tangan, dan saat itu juga terdengar suara langkah kaki dari balik pintu.


Pintu terbuka, memperlihatkan wanita muda yang bersama Lin Qiao Jianying sebelumnya, sebelum kedatangan Lin Mein An.


Meng Xiayi membawa nampan berisikan teko dengan gelas giok dalam jumlah yang sesuai, dan ada piring yang di atasnya terdapat biskuit. Ia membawanya ke meja, lalu berdiri dengan kedua lututnya saat mulai menyajikan teh.


Meng Xiayi adalah gadis desa yang ditemui Lin Qiao Jianying, saat itu sedang mencuci pakaian di tepi sungai. Keluarganya adalah keluarga sederhana yang berisikan enam anggota keluarga, kedua orangtua dan tiga adik.


Kedua orangtuanya bekerja sebagai petani yang penghasilan tahunannya sangat sedikit, hanya 20 Tael Perak dalam satu tahun, dan itu pun tidak menentu.


Setelah bertemu dengan Lin Qiao Jianying, bukan hanya status keluarga mereka meningkat, tapi pendapatan tahunan mereka menjadi ribuan Batu Spiritual kualitas Tinggi. Anak-anak mereka yang awalnya manusia biasa, sudah menjadi praktisi yang mempraktikkan Teknik Kultivasi.

__ADS_1


Pekerjaan keluarga mereka tidak berubah, masih berhubungan dengan tanaman, tapi kali ini bukan kentang ataupun gandum, melainkan herbal yang digunakan untuk menyuling pil.


Walaupun status keluarga sudah meningkat, tapi mereka tidak sombong. Inilah yang membuat Lin Qiao Jianying sangat menghargai mereka dan mempertahankan Meng Xiayi di Paviliun Qiao Jian'er.


Ada beberapa orang yang dibawa Lin Qiao Jianying, tapi setelah beberapa bulan, merasa kehidupannya berubah dan dihargai di masyarakat umum. Akhirnya menjadi orang dengan kepribadian yang berbeda, menjadi orang yang sangat sombong dan suka menindas dengan nama Paviliun Qiao Jian'er sebagai pelindung.


Karena itu, Lin Qiao Jianying mengeluarkan orang-orang yang merusak reputasi Paviliun Qiao Jian'er. Sudah sangat sulit membuat reputasi baik di mata publik, tapi dihancurkan oleh bawahan sendiri, itu sangat mengesalkan.


Meng Xiayi berdiri, membungkukkan badannya dan meninggalkan ruangan setelah selesai. Ia harus menyelesaikan tugas yang belum diselesaikan Peri Jianying, dan pengetahuannya didapatkan dari pelajaran yang diterimanya setiap malam.


Kembali lagi ke dalam ruangan...


Lin Qiao Jianying menyesap teh hitam, dan berkata setelah meletakkannya di atas meja, "Apa yang Bibi maksud dengan menyegel tadi?"


Xue Ying membuka mulutnya seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, tapi ternyata menghela napas saat melihat Lin Chen yang mengetuk meja.


Lin Qiao Jianying mengerutkan dahi, melihatnya ke kanan dan kiri, kemudian mendongak menatap Lin Chen di seberangnya. "Ayah? Apa itu?" Ia sangat mengetahui hal yang ada di tubuhnya, yang dapat membantu dalam meningkatkan kekuatan.


Lin Mein An juga ingin tahu. Ia menatap Lin Chen dari samping dengan rasa ingin tahu. Jika dapat meningkatkan kekuatannya, ia tidak perlu lagi melarikan diri dalam pertempuran, dan tidak ingin lagi memperlihatkan hal memalukan saat melawan Kaisar Pertama.


Lin Chen membuka matanya perlahan dengan tangan yang masih membawa gelas giok. Ia membuka mulutnya hendak menolak, tapi saat melihat mata anjing Lin Mein An dan Lin Qiao Jianying, ia menghela napas tanpa daya.


"Putri-putriku memang sangat cantik dan manis. Baiklah, tapi Ayah tidak bisa menjelaskan semuanya ..." Lin Chen mengalihkan pandangannya pada Xue Ying, memberinya tanda untuk menjelaskan secara singkat dan sederhana.


"Di dalam tubuh kalian ada energi asal bernama Qi Kekacauan." Xue Ying menjawabnya dengan tatapan tajam pada Lin Chen, mengungkapkan kekesalannya.


"Qi Kekacauan, Energi Abadi, Energi Hukum, Energi Murni, dan Energi Spiritual. Itu adalah daftar dari yang terkuat ke terendah ..."


"Tapi, di berbagai tempat. Ada Energi Spiritual, Energi Murni, Energi Spiritual Dewa. Energi Spiritual Dewa memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap tempat, tapi di Semesta Yongheng, itu biasanya digunakan untuk pembudidaya berkultivasi setelah menembus Ranah Dewa Putih, Prajurit Dewa."


"Adapun, Qi Kekacauan. Itu adalah energi asal, setitik Qi Kekacauan bisa menghidupi Galaksi Zhongyang. Dan, di tubuh kalian, Qi Kekacauan itu berlimpah seperti sungai. Tapi, kalian hanya dapat memurnikannya setelah menerobos God Realm."


Xue Ying mengakhiri penjelasannya dengan menyantap tiga biskuit di atas meja sekaligus.


Keduanya bisa membayangkannya, tapi masih tidak terlalu mengerti.


Lin Mein An melihat Xue Ying, ingin meminta penjelasan lebih, tapi akhirnya menoleh menatap Lin Chen kembali. "Ayah, kenapa harus God Realm?"


"Sayang." Lin Chen menatap Yan Xue, memintanya untuk memperlihatkan Qi Kekacauan.


Yan Xue membuka tangannya, terdapat setetes cairan ungu sebesar biji jagung.


Tiba-tiba, aura kuat meledak dari energi berwarna ungu dengan riak udara yang berubah menjadi badai; ruang sekitar retak menjadi celah dengan angin yang lebih kencang, guntur pun terdengar menggelegar seperti marah.

__ADS_1


Tidak mau membuat kerusakan lebih jauh, Yan Xue mengepalkan tangannya, dan semuanya kembali tenang. Tapi, tidak dengan Lin Mein An dan Lin Qiao Jianying.


Keduanya masih belum bisa pulih dari keterkejutan mereka, napas mereka terengah-engah seperti baru saja lari dengan jarak yang sangat jauh saat mereka adalah manusia biasa. Ini membuat mereka sangat kesulitan untuk bernapas.


Lin Chen membantu keduanya untuk kembali tenang dengan mengalirkan energinya seraya berkata, "Harusnya kalian berdua sudah mengetahuinya. Jika kalian mencoba memurnikannya sekarang, tubuh kalian akan hancur. Tapi, beda halnya jika kita semua lahir di tempat yang dipenuhi dengan Qi Kekacauan, kita tidak akan menemukan masalah dengan menyerapnya."


Lin Qiao Jianying mengatur napasnya dan akhirnya mengerti mengapa ini semua harus dirahasiakan dan disegel, kekuatannya terlalu besar. Jika ini tersebar, mungkin mereka berdua akan diburu untuk mendapatkan Qi Kekacauan.


"Ayah, dari mana ini berasal? Bukankah sebelumnya tidak ada?" tanya Lin Qiao Jianying.


Lin Chen hanya tersenyum, tetapi tidak menjawabnya sama sekali.


Melihat itu, Lin Qiao Jianying tidak bertanya lebih jauh dan memilih untuk tetap diam. Tapi ia tahu ini semua adalah alasan mengapa kekuatannya meningkat pesat dari Heavenly Immortal God (Spirit Realm tahap Menengah) ke Divine God (Spirit Realm tahap Akhir).


Kemudian, Lin Qiao Jianying mengerti mengapa ia mampu membunuh Leluhur Ye meski berada satu tingkat di bawahnya. Itu karena perubahan di dalam tubuhnya.


Lin Chen meletakkan gelas giok di atas meja. "Salah satu alasan Ayah datang ke sini, untuk memberi kalian pengetahuan tentang Kultivasi Profesi Lukis. Kalian bisa menyerang maupun bertahan dengan melukis," ucapnya.


Lin Chen membuka tangannya, terdapat dua gumpalan emas yang merupakan pengetahuan tentang Kultivasi Profesi Lukis yang telah dikembangkannya setelah bertanya pada Putri Pertama, Hong.


"Tunggu!" Lin Qiao Jianying menghentikan Lin Chen yang ingin mengirimkan pengetahuan. Kemudian ia mendorong tubuhnya dengan kedua tangan bertumpu pada meja. "Berikan dengan kecupan di dahi."


Lin Chen tertegun, bahkan Yan Xue pun tidak menduganya.


Yan Xue menggelengkan kepalanya dengan senyuman, bukan menggelengkan kepala karena meminta Lin Chen menolaknya, tapi menggeleng karena tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan Lin Qiao Jianying.


"Baiklah." Lin Chen menghilangkan energi di tangannya, lalu mengecup kening Lin Qiao Jianying.


Lin Qiao Jianying menutup matanya, berbagai pengetahuan tentang Kultivasi Profesi Lukis mulai memasuki pikirannya. Ia langsung duduk bersila di sofa dengan kedua tangan di atas pahanya.


Lin Chen memberikan pengetahuan pada Lin Mein An dengan cara yang sama, meski Lin Mein An sudah menolaknya karena memalukan.


Setelah memberikan pengetahuan, Lin Chen berdiri dan berjalan menuju jendela. "Setelah pertempuran tadi, berita ini akan tersebar luas. Mungkin bintang-bintang sekitar akan mendengarnya, dan ada orang-orang bodoh yang mencoba memanfaatkan keadaan ..."


"Yi'er, apakah kau datang karena ingin membahas tentang penyusup?"


"Iya." Xue Ying menganggukkan kepalanya.


"Begitu ..." Lin Chen berbalik, menghadapkan punggungnya ke arah jendela. "Kita bisa pergi ke sana dalam sekejap, jadi, lebih baik bersantai di sini sebentar."


Xue Ying kembali mengangguk, tapi tidak mengatakan apa-apa.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2