
Lin Chen sudah kembali ke Desa Nan dan disambut oleh semua penduduk setempat yang bersujud, mereka memberikan penghormatan yang mendalam karena sudah diselamatkan.
Tiba-tiba, tubuhnya diselimuti oleh energi emas yang tidak terlalu tebal, namun memiliki perasaan yang kuat. Ia juga bisa merasakan adanya perubahan pada Wilayah Tiantang yang mengalami peningkatan dari Energi Abadi maupun Esensi Kehidupan di sana.
Aku tidak tahu kekuatanku jika dilihat dari System, tapi aku merasa sudah mencapai tahap Lima Puluh. Bukankah artinya aku bisa membunuh lima puluh Lord Realm? Dan, aku memiliki energi yang lebih murni, padat dan berlimpah.
Lin Chen mengangkat tangannya; ada kekuatan yang samar-samar menyelimuti semua penduduk untuk mengangkat mereka agar berdiri dan tidak perlu bersujud. "Aku di sini atas perintah Yang Mulia Kaisar Giok. Setelah mengalami perjalanan panjang, dia akhirnya kembali. Dia memintaku untuk memastikan semua orang di Alam Tiantang dalam damai dan makmur ..."
"Kami juga berencana untuk memulihkan semua pulau dalam radius dua puluh juta mil dari Wilayah Tiantang."
Hang Juan tertegun saat mendengar bahwa Kaisar Giok adalah orang yang baik, sesuai seperti yang ada di cerita, tapi ia tidak pernah memercayainya karena apa yang dilihatnya hanyalah kekacauan.
Lin Chen mengabaikan tatapan Hang Juan dan lebih fokus pada tumpukan makanan di dalam desa, tumpukan makanan itu belum disentuh sama sekali. "Kalian bisa makan, habiskan semua makanan di sana. Berbagi ke semua orang, aku akan tinggal di sini selama tiga hari sebelum melanjutkan perjalanan."
Seorang pria tua mengenakan pakaian cokelat penuh tambalan, berjalan keluar dari kerumunan yang sudah berdiri. Rambutnya berwarna putih dan diikat ke belakang, wajahnya dipenuhi kerutan dan menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalan.
"Terima kasih, Hamba adalah Hang Shuan, Kepala Desa di Desa Nan." Ia berusaha untuk menangkupkan kedua tangan dengan maksud berterima kasih maupun memberi hormat.
Lin Chen mengangkat tangannya sebagai balasan dan meminta Hang Shuan untuk berdiri. "Wanyu Wang sudah aku bunuh, kalian semua bisa kembali hidup tenang di sini. Tapi, untuk monster-monster di pulau ini, aku akan membiarkannya—ini bisa digunakan sebagai sumber makanan."
Hang Shuan, Hang Juan dan yang lain terdiam, berpikir panjang tentang 'Wanyu Wang' yang baru saja disebutkan. Kemudian, tubuh mereka bergidik ketika tahu Naga Kekacauan yang mengancam mereka selama ratusan juta tahun, hanya dianggap sebagai belut.
"Hamba yang rendah ini, mewakili Desa Nan untuk memohon kepada Tuan Utusan. Desa Nan akan melakukan apa pun agar bisa berada di bawah perlindungan Wilayah Tiantang." Hang Shuan kembali menangkupkan kedua tangan.
Hang Juan dan semua warga berlutut kembali, menatap Lin Chen dengan mata berkaca-kaca.
Lin Chen tersenyum tipis, merasa semua usahanya tidak sia-sia, tapi ia tidak bisa menerimanya begitu saja. "Apakah kau yakin? Wilayah Tiantang memiliki banyak musuh."
Hang Juan mendongak dan menatap Lin Chen dengan memukul dadanya. "Tidak peduli apa, bahkan jika itu harus mengorbankan nyawa, Hamba akan bertarung atas nama Wilayah Tiantang!"
Lin Chen mengerutkan keningnya saat memikirkan tentang bertarung atas nama Wilayah Tiantang. Jika begitu, bukankah semua masalah yang ditimbulkan Hang Juan akan memengaruhi Wilayah Tiantang?
Menyadari ada yang salah dengan perkataannya, Hang Juan bersujud saat membenturkan kepalanya di tanah. "Maaf, Hamba tidak akan merusak nama Wilayah Tiantang. Hamba akan bertarung di garis depan jika diperlukan, menahan musuh-musuh yang bahkan lebih kuat tanpa gentar!"
Lin Chen masih diam dan tetap pada ekspresi yang sama, merasa aneh dengan Hang Juan yang ingin menahan musuh kuat di saat takut dengan Raja Belut. Tapi, ia menyukai semangat pemuda di depannya. Ia tersenyum dan berkata, "Baiklah, aku adalah Utusan Kaisar Giok dan memiliki hak yang sama dengannya karena dia memintaku untuk mengurus masalah eksternal."
Lin Chen menunjuk langit di atas Desa Nan; cahaya emas mulai berkumpul di sana dan membentuk sebuah patung manusia maupun naga yang berdiri bersebalahan.
Tidak ada yang berani bergerak saat melihat Patung Kaisar Giok dan Naga Emas yang perlahan mulai turun, bahkan mereka semua kembali bersujud setelah baru saja bangun. Mereka mendapati tekanan kuat di atas kepala mereka, tapi tidak terasa menyiksa ataupun memberi luka.
__ADS_1
Ketika dua patung yang megah itu turun tepat di pusat Desa Nan dan berdiri bersebelahan, tiba-tiba terdengar raungan naga yang sangat mengerikan tapi tidak merusak.
Patung Kaisar Giok bersinar saat semua orang bersujud memberikan penghormatan; cahaya meledak dari dalam patung yang melesat naik ke langit, kemudian meledak di udara dan jatuh seperti tirai yang membentuk pelindung berbentuk kubah.
Esensi Kehidupan dari 5 Element Utama dan Energi Abadi di Pulau Pan sudah kembali pulih. Tapi belum selesai disitu, Patung Naga Emas juga bersinar terang memancarkan aura kuat penuh teror, tapi tidak ditujukan untuk Desa Nan.
Cahaya berbentuk Naga Emas terbang dari Patung Naga Emas, melesat naik ke langit yang kemudian berputar-putar di sana dan kembali turun memasuki lautan awan untuk menjaga keadaan Pulau Pan. Naga Emas akan kembali bangun apabila ada bahaya yang tidak bisa ditanggung oleh Pulau Pan.
Pulau Pan memiliki bentuk seperti Australia di Bumi, tapi sedikit lebih besar. Namun, sangat disayangkan jumlah manusia di dalamnya hanya sebatas 879 orang saja.
Awalnya Lin Chen merasa aneh mengapa ada Ras Manusia di Alam Tiantang, tapi ternyata hampir semua ras ada di Alam Tiantang. Hanya saja, banyak dari mereka juga yang mendapatkan Hukuman Surga dan membuat mereka turun ke Alam Semesta bahkan Alam Diyu.
Tumbuhan-tumbuhan baru juga mulai bermunculan di Pulau Pan yang hampir dari semuanya adalah tanaman untuk dikonsumsi. Tapi jangan dipandang sebelah mata karena mereka adalah Tanaman Spiritual, yang memiliki efek tidak kurang dari herbal berkualitas.
"Aku sudah memasang Patung Kaisar Giok dan Naga Emas. Mereka memiliki kekuatan yang sangat kuat, mampu menahan serangan dan menyerang Lord Realm."
Lin Chen mengambil buku dari dalam Cincin Ruang dan menyerahkannya pada Hang Shuan. "Ini adalah teknik untuk memperkuat tubuh fisik, gunakan untuk melatih tubuh kalian. Jika kalian sudah menjadi kuat, jangan sombong dan membuat kekacauan. Gunakan kekuatan kalian untuk membantu, bukan untuk menyakiti, tapi jika ada lawan yang datang dan melukai kalian atau orang terdekat, lawanlah mereka."
Kata-kata yang diucapkan Lin Chen terus menggema di setiap kepala semua orang, membuat gejolak energi aneh yang tidak bisa dijelaskan dan kepala mereka terasa gatal.
Lin Chen tidak peduli apa yang dipikirkan semua orang, ia menyerahkannya pada Hang Shuan dan pergi begitu saja tanpa menunggu mereka sadar dari lamunannya.
Hang Shuan memimpin semua penduduk untuk bersujud dan menyembah dua patung yang diberikan oleh Utusan Kaisar Giok.
...***...
Lin Chen tidur di atas awan yang membawanya pergi; kedua tangannya menyilang di belakang kepala sebagai bantal dan salah satu kakinya berada di kaki yang lain. "Karena aku menyamar, aku bisa melakukan sesuka hati. Jika aku menggunakan bentuk Kaisar Giok, ekspresi apa yang akan diperlihatkan semua Dewa dan Dewi."
Lin Chen terus terbang mengikuti awan yang menuntunnya, dan setiap pulau yang dilewatinya akan kembali pulih; tidak lupa membangun Patung Kaisar Giok dan Naga Emas di sana untuk menciptakan perlindungan—agar tidak dikuasai oleh makhluk lain.
"Tubuh utamaku sedang beristirahat, untungnya hanya memiliki satu Kesadaran Spiritual. Jika setiap kloning memiliki Kesadaran Spiritual yang berbeda, mereka akan bersaing untuk menjadi tubuh utama."
"Apalagi aku menyebarkan tiga ratus juta kloning di semua Semesta."
Lin Chen menutup matanya seraya mengenakan kacamata hitam saat sinar matahari mulai menyinari matanya. Alam Tiantang sendiri selalu terang benderang seperti tidak pernah malam, hanya Wilayah Tiantang saja yang memiliki kemampuan untuk mengubah keadaan, bahkan memanifestasikan energi menjadi bintang yang berkilauan di langit.
Bagaimanapun, di Wilayah Tiantang ada Dewa yang bertugas untuk mengatur susunan bintang, dan mencerahkan ataupun meredupkan bintang.
Ketika Lin Chen sedang tidur di atas awan seperti perahu yang mengambang di danau bergelombang, tiba-tiba ia mendapati sudut matanya berkedut. "Ada itu barusan?" Ia bertanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Lin Chen membuka matanya dan melihat dari balik kacamata, ada bayangan hitam yang terbang di atasnya dengan sayap di punggung.
"Ras Malaikat? Tidak! Sayap mereka berwarna hitam. Malaikat Jatuh?" Lin Chen tidak menduga akan menemukan Ras Malaikat lain dan mereka sudah terkontaminasi oleh aura iblis yang mengubah mereka menjadi Ras Malaikat Jatuh.
Sebelumnya, banyak pertanyaan yang terbesit di kepalanya karena tidak melihat Ras Malaikat di Wilayah Tiantang, yang mana harusnya mereka melayani Prajurit Surgawi dan bertempur di baris depan.
Lin Chen berdiri bersamaan dengan memudarnya tubuhnya, menyatu dengan atmosfer dan bergerak mengejar Ras Malaikat Jatuh yang seperti sedang tergesa-gesa ke arah timur. Ia tahu ini bukan hal yang baik jika menunda-nunda pekerjaan, mungkin Raw Malaikat Jatuh sedang merencanakan sesuatu untuk menggulingkan Wilayah Tiantang.
Tidak butuh waktu lama untuk Ras Malaikat Jatuh berhenti, tapi belum sampai di tempat tujuan. Tiba-tiba, dari arah lain datang siluet manusia yang terbentuk dari genangan darah dan bertemu dengan Malaikat Jatuh.
"Bagaimana keadaan di Sungai Sanzu?"
Klan Darah menggelengkan kepala dan berkata dengan serius, "Tidak baik, Sungai Sanzu telah disegel oleh Kaisar Giok. Bahkan Tuan Ashura dan Taoist Nyamuk tidak bisa bergerak. Untungnya, aku berada cukup jauh dari Sungai Sanzu."
Malaikat Jatuh terlihat terkejut dalam kejutan, tapi tidak sampai membuatnya khawatir. "Tidak perlu khawatir, Naga Kekacauan, Kirin, Banteng Api, Anjing Kepala Tiga sudah berkumpul untuk membahas pemusnahan Wilayah Tiantang ..."
Malaikat Jatuh terus terbang membawa Klan Darah. "Jika klan lain datang membantu, kita bisa menyerang Wilayah Tiantang saat ini juga."
Klan Darah yang tidak terlihat bagaimana penampilan wajahnya, menganggukkan kepala dan berkata dengan serak, "Mengapa Ras Malaikat mengkhianati Kaisar Giok dan meninggalkan Wilayah Tiantang?"
Malaikat Jatuh mendengus tajam dengan seringai dingin di bibirnya. "Kami adalah ras superior, kami tertinggi! Mengapa kami harus melayani Ras Manusia rendahan? Tidak mungkin kami, Ras Malaikat harus patuh pada Ras Manusia!"
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Kaisar Giok berasal dari Ras Manusia, bahkan hampir semua Dewa dan Dewi di Wilayah Tiantang berasal dari Ras Manusia. Jika saja mereka tahu Kaisar Giok berasal dari eksistensi tertinggi setelah Yuanshi Tianzun, mungkin mereka tidak akan membelot.
Hanya saja, Yuanshi Tianzun, dan Dua Dewata Murni lainnya tidak memberi tahu identitas asli Kaisar Giok—agar Kaisar Giok tidak besar kepala dan tetap sederhana.
Lin Chen yang tepat berada di samping Malaikat Jatuh, ingin sekali menamparnya sampai mati. Tapi ia menahannya dan melihat ke mana mereka akan pergi.
Hanya dalam hitungan menit, mereka sudah sampai pada sebuah pulau besar dengan hamparan rumput hijau yang luas, pohon-pohon segar juga bisa dilihat di mana-mana. Tapi jika dilihat lebih teliti, pulau itu berwarna hitam legam dengan miasma beterbangan di atmosfer.
Pulau hijau ini hanyalah penyamaran untuk menarik perhatian, dan mereka yang datang akan langsung mati karena tidak mampu menahan miasma.
Lin Chen berhenti, tidak lagi mengikuti Malaikat Jatuh dan Klan Darah. Ia memilih untuk terbang di langit Pulau Hitam dan mendengarkan rencana mereka.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1