
Lin Chen menahan kekuatannya di tubuh utama, namun tidak pada tubuh cadangan atau klon. Ia ingin menikmati pertarungan ini lebih lama, di saat menurunkan kekuatannya sampai batas Earth Realm tahap Akhir yang setara dengan Han Dexan.
Boom!
Pedang Lin Chen dan Han Dexan beradu satu sama lain, yang mengakibatkan terjadinya ledakan yang cukup keras, meski tidak sampai menghancurkan ruang. Karena, benturan ini hanya serangan biasa, bukan serangan dengan aliran energi.
Senyum tipis terukir menghiasi wajah Lin Chen saat saling melepaskan serangan pedang, berbeda dengan Han Dexan yang menggertakkan gigi karena tekanan dari Pedang Kuno.
"Siap!" Han Dexan mengumpat kesal, tekanan dari Pedang Kuno terlalu berat untuk ditanggungnya.
Lin Chen mengangkat tangan kirinya yang bebas, lalu mengayunkannya tangannya mengarah pada wajah Han Dexan.
Han Dexan melirik sekilas, tersenyum tipis menghina serangan Lin Chen. Namun, saat hampir mengenai wajahnya, ia memilih mundur, menjauh dari Lin Chen. Ia merasa nyawanya dalam bahaya jika terkena pukulan sederhana itu.
Benar saja, ketika Han Dexan sudah menjauh mengelak dari serangan Lin Chen. Dari telapak tangan Lin Chen terlihat ada siluet telapak tangan putih yang cukup besar, mungkin setinggi 2000 mil.
Lin Chen mengepalkan tangannya, menghilangkan siluet yang bergerak bagaikan kilatan cahaya itu, tapi serangannya bukan hanya sekedar tamparan. Ia bergerak sangat cepat, seperti kabut asap yang tertiup angin kencang.
"Tahan ini." Lin Chen muncul kembali di depan Han Dexan dengan menyilangkan Pedang Kuno, lalu menebaskan pedangnya.
Han Dexan tersentak dengan kedatangan Lin Chen yang tiba-tiba. Ia mengangkat pedangnya, mencoba menahan Pedang Kuno yang membuat perasaannya tidak nyaman. Perasaan yang sama seperti Pedang Hukum, kepemilikan Dewa Xing.
Boom!
Han Dexan terhempas karena tidak mampu menahan ayunan pedang. Ia jatuh seperti meteor yang jatuh dari luar angkasa, meski kecepatannya jauh lebih cepat.
Boom! Boom! Boom!
Han Dexan jatuh membentur bintang terbengkalai yang berada jauh di bawah Bintang Xu, menembus bintang-bintang di sana dan menghancurkannya.
Dalam pertarungan ini, Lin Chen tidak terlalu peduli dengan keselamatan bintang lain selain Bintang Xu. Karena ia ingin menjadikan Bintang Xu sebagai tempat kekuasaannya, di saat ia mengambil alih pemilik dari Semesta Xing.
Layar interface biru transparan muncul di depan matanya saat melihat informasi tentang Point Pengalaman yang harus dibutuhkan untuk menembus God Realm. Ada sedikit rasa khawatir dengan lambatnya peningkatannya, mengingat Dewa Xing hampir datang.
[Ranah : Heavenly Realm tahap Puncak (10.087 Sektiliun/11.278 Sektiliun)]
"Sebentar lagi." Lin Chen mengibaskan tangan kirinya menghilangkan layar interface di depannya seraya mengangkat pedangnya secara horizontal.
Bang!
Dentuman keras yang menggetarkan bintang-bintang sekitar terjadi ketika Han Dexan yang baru datang di depan Lin Chen, langsung saja mengayunkan pedang secara vertikal.
Lin Chen mendorong pedang Han Dexan dengan kekuatan yang lebih tinggi dari sebelumnya, karena ia sudah mulai merasa bosan dengan pertukaran serangan-serangan sederhana ini. Terlebih, sudah ada tanda-tanda akan datangnya Dewa Xing.
Krak! Prang!
Pedang Han Dexan retak dan patah seperti kaca ketika Lin Chen melepaskan lebih banyak kekuatannya, beserta membuat Han Dexan kembali terhempas.
__ADS_1
Lin Chen mengangkat tangan kirinya mengarah pada Han Dexan. "Meski singkat, tapi kau cukup menghibur." Ia mengepalkan tangannya.
Han Dexan berhenti terhempas karena arahan dari tangan Lin Chen, tubuhnya juga tidak bisa digerakkan sama sekali. Hingga tak lama, mulai ada darah yang merembes keluar dari pori-pori kulit. Serta ada darah yang mengalir deras dari mata, hidung dan telinganya.
Zrash!
Tubuh Han Dexan hancur tanpa sisa, bahkan tidak ada kabut darah seperti biasanya.
"Tidak ada udara di sini, tapi, mengapa suara tubuhnya yang hancur bisa terdengar?"
Jika ada Hitam atau Putih, mungkin ia akan dikomentari karena terlambat memikirkannya.
[Ding~ Point Pengalaman sudah memenuhi syarat. Berhasil Menembus God Realm]
[Ranah : God Realm tahap Awal (10 Kuintiliun/100.250 Sektiliun)]
Energi putih seperti nyala api mulai menyelimuti tubuhnya, ada perasaan hangat yang mengalir deras di dalam Meridian, dan berkumpul di Dantian. Kemudian, kembali mengalir, tersebar ke daging, tulang, darah dan kulit.
Wosh!
Energi spiritual itu semakin membesar seiring dengan berjalannya waktu, bahkan sampai melebihi ukuran Bintang Xu itu sendiri. Energi seperti nyala api mulai membentuk siluet Dewa yang ukurannya sangat besar, ada cincin putih seperti chakram yang muncul di sekitarnya.
Bukan hanya itu saja, ada tambahan cincin yang melayang di atas kepalanya.
Efek lain juga terjadi, seperti angkasa luar yang gelap itu mulai terang seperti ruangan dengan lampu yang menyala. Aliran energi di Semesta Xing juga mulai berubah, ini karena adanya God Realm baru di Semesta Xing, yang sepertinya hanya boleh ada satu.
Qiang Dewei yang melihat ini terdiam, ia tahu apa yang sebenarnya terjadi, meski tidak benar-benar pernah mencapainya karena terbunuh oleh Seniornya yang sama-sama murid dari Dewa Xing.
Semua Dewa yang tinggal di Ruang Para Dewa terkejut dengan adanya Dewa baru, membuat mereka semua sangat marah dan berniat untuk membunuh Lin Chen pada saat ini juga.
Kembali lagi pada Lin Chen, ia yang berada di tengah-tengah sosok putih itu masih tetap tenang seraya merentangkan kedua tangannya, mengabaikan semua perubahan di Semesta Xing yang tidak terlalu penting.
Hingga tak lama berselang, ia membuka matanya perlahan, bersamaan dengan menghilangnya sosok besar yang menyelimutinya.
Lin Chen menatap lurus ke depan, ke ruang kosong yang tidak ada apa pun di sana. "Aku baru menembus God Realm, dan kalian sudah datang dengan niat membunuh?"
Fluktuasi energi yang sangat kuat mulai berkumpul jauh di depannya. Dari energi itu menciptakan pusaran cahaya berbeda warna, dan terlihat manusia maupun ras lain yang keluar dari masing-masing pusaran.
Lin Chen tidak percaya, tidak menduga akan diburu oleh 7 God Realm langsung sesaat setelah berhasil menembus God Realm. Ada 5 God Realm tahap Awal, dan 2 God Realm tahap Menengah.
Lawan yang cukup banyak, apalagi jika ditambah dengan masing-masing klon dari 7 God Realm di depannya. "Dewa Xing, Bintang, Monster, Ruang dan Waktu, Pedang, Demon Buddhist, Phoenix."
"Bisakah kalian tunggu saja giliran kalian? Aku belum terlalu siap menghadapi kalian secara bersamaan—"
Lin Chen berjongkok ketika masih berbicara karena Dewa Xing muncul di depannya secara tiba-tiba seraya mengayunkan pedang yang masih berada di dalam sarungnya.
Penampilan Dewa Xing sendiri cukup berbeda dari yang ada di Ruang Para Dewa, meski pedangnya sama-sama sudah dilepaskan segelnya. Hanya saja, matanya terpejam, lebih tepatnya ditutup oleh sehelai kain hitam.
__ADS_1
Lin Chen yang sudah berjongkok, melihat ke arah belakangnya. "Berbahaya."
Duarr!
Miliaran bintang terbelah dua saat Dewa Xing mengayunkan pedangnya secara sederhana. Serta celah ruang yang terbelah dua, seperti Semesta Xing itu sendiri yang terbelah dan hampir runtuh.
Demon Buddhist yang berpenampilan seperti Buddhist biasa, namun mengenakan kalung tasbih merah besar di leher, serta warna kulitnya sedikit cokelat. Matanya merah menyala, membuat siapa saja yang melihatnya merasa tidak nyaman.
Demon Buddhist tidak bergerak dari tempatnya, tetap berdiri dengan tenang dan menyentuhkan kedua telapak tangannya satu sama lain di depan dada. "Pergi!"
Tiba-tiba ada biji tasbih sebesar kelapa yang muncul di depannya, dan melesat tajam mengarah pada Dewa Xing. Namun saat hampir mengenai Dewa Xing, tasbih itu berbelok, bergerak ke arah yang berbeda menuju kepala Lin Chen.
Lin Chen menoleh sekilas, sebelum akhirnya kembali turun untuk menghindari serangan. Namun baru saja hendak bergerak, tubuhnya kaku seperti waktu di sekitarnya berhenti.
Boom!
Tasbih merah dengan aura hitam itu menghantam pelipis kanan Lin Chen, terlihat ada luka kecil di kepalanya dan ada darah yang mengalir.
Dewa Xing mundur ratusan ribu mil ke belakang.
Lin Chen yang masih tidak bisa bergerak itu mulai merasakan hangat di bawah kakinya, yang tak lama kemudian ada nyala api oranye yang membakarnya hidup-hidup. Api dari Dewa Phoenix, yang sangat panas, mampu melelehkan semua hal.
Masih belum cukup, dari kekosongan ruang mulai berkumpul debu-debu kecil yang merupakan pecahan dari asteroid. Debu-debu itu mengelilingi nyala api yang membakar Lin Chen, yang terus memadat setiap waktunya sampai membentuk bintang yang setara dengan Bintang Xu.
Dewa Monster, mengenakan pakaian hitam, kulitnya berwarna hijau muda. Bermata oranye, lidahnya sangat panjang dan ada sisik-sisik di permukaan kulitnya. Singkatnya, Lizardman. Ia mengangkat tangan kanannya mengarah pada bintang yang mengurung Lin Chen. "Mati!"
Tiba-tiba ada bunglon besar yang muncul, atau menghilangkan penyamarannya. Bunglon itu membuka mulutnya lebar, lebih lebar dari bintang ciptaan dari Dewa Bintang.
Haup!
Bintang itu tertelan langsung ke dalam mulut monster panggilan Dewa Monster.
"Tidak ada yang bisa selamat dari Bunglon Surgawi. Dia akan terbunuh karena cairan korosif di dalam sana, bahkan God Realm tahap Menengah tidak bisa bertahan." Dewa Monster sangat percaya diri dengan peliharaan yang sangat ia banggakan.
"Benarkah?"
Tubuh Bunglon Surgawi mulai bercahaya, dan terlihat ada cahaya putih yang keluar seperti pedang yang menembus dari dalam.
Duarr!
Bunglon Surgawi meledak tanpa meninggalkan jejak sama sekali, dan terlihat ada Lin Chen yang sudah berubah sepenuhnya. Matanya putih seperti nyala api, pakaiannya berwarna merah karena perubahan Iblis, chakram perunggu dengan api ungu di punggung, ratusan cambuk, chakram putih dan lain sebagainya.
Lin Chen terlihat tetap tenang, meski sebenarnya ia sedikit panik saat berada di dalam perut Bunglon Surgawi, karena setengah tubuhnya sudah mulai tercerna oleh cairan korosif yang sangat berbahaya.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...